
Sejak Amanda bercerita dengan Kaila perasaannya menjadi lebih tenang. Karena selama ini jika ada masalah. Dia hanya memendamnya sendiri, untuk soal cinta monyet ini dia memilih untuk bercerita dengan mamah sambungnya yaitu Kaila. Kaila memberi nasehat bahwa pacaran itu masih belum waktunya. Rasa suka boleh tapi, harus ditahan tidak harus dikeluarkan. Karena sebagai perempuan harus menjaga kehormatannya. Kaila menasehati Amanda agar lebih giat belajar terlebih dahulu. Jangan memikirkan untuk masalah pacaran.
Amanda memasuki ruang kelas seperti biasa, dia langsung duduk di kursinya menunggu bel berbunyi. Ada yang mendekati Amanda, teman laki-laki yang sekelas dengannya. Sekelas pada bersorak.
"Cie...cie...Amanda pacarnya Emir," sorak teman-teman Amanda.
"Emir, kamu kenapa sih duduk di sebelahku. Itu tempat duduk Zahra," ucap Amanda kesal.
"Aku menunggu jawabanmu, kamu mau nggak jadi pacarku?" tanya Emir sambil memberikan Amanda sekuntum bunga mawar.
"Terima...terima..." sorak teman sekelas Amanda.
Amanda menjadi malu karena ulah Emir yang mengatakan cinta di depan teman-teman sekelasnya. Amanda mengingat perkataan Kaila, bahwa pacaran itu tidak boleh karena Amanda masih sangat kecil.
"Emir, aku nggak mau jadi pacar kamu dan aku tidak mau pacaran. Aku ingin fokus belajar, kita sudah kelas 6, sebentar lagi ujian. Kamu seharusnya fokus dengan itu," ucap Amanda.
"Aku belajar giat kok, aku takut selepas kelas 6 berpisah denganmu dan aku belum mengutarakan hatiku. Amanda, aku benar-benar cinta sama kamu. Masa kamu nggak terima aku sih," ucap Emir sambil bersimpuh di hadapan Amanda.
"Aku bilang gak mau pacaran, kamu dengar nggak sih!" teriak Amanda membungkam mulut teman-temannya yang sedang bersorak karena ulah Emir.
Ting ting
Bel masuk sekolah berbunyi, semua murid mulai masuk. Emir pun pindah dari kursi sebelah Amanda dan sekarang sudah duduk di tempatnya. Emir merasa kesal dengan sikap Amanda. Semua teman sekelas tahu bahwa ia di tolak oleh Amanda. Emir merasa malu dengan penolakan itu.
Amanda belajar seperti biasa, ia murid terpandai di kelasnya. Memang sejak Andi menikah dengan Kaila, ia belajar sangat giat. Murid yang biasa mendapatkan peringkat pertama di geser oleh Amanda. Peringkat pertama itu adalah Emir. Emir merasa tersaingi, oleh sebab itu Emir mempunyai rasa dengan Amanda yaitu cinta monyet.
***
Bel istirahat berbunyi, para murid berhamburan keluar menuju kantin. Amanda keluar untuk ke kelas Kaila, baru Amanda melangkahkan kakinya tiba-tiba Emir mencengkram lengan Amanda.
"Apa-apaan sih kamu Emir, lepaskan nggak!" teriak Amanda.
"Aku akan melepaskan kamu, jika kamu terima aku jadi pacarmu," ucap Emir.
Kaila menunggu Amanda datang karena lama akhirnya Kaila berjalan menuju kelas Amanda. Kaila terkejut ketika Emir mencengkram lengan Amanda sangat kuat sampai Amanda meringis kesakitan.
"Emir! apa yang kamu lakukan? lepaskan lengan Amanda," teriak Kaila.
Emir terkejut, ia takut karena Kaila melihatnya sedang mengganggu Amanda. Emir melepaskan lengan Amanda.
__ADS_1
"Mamah...." Amanda memeluk Kaila.
Kaila melihat pergelangan tangan Amanda memerah. Akhirnya Amanda melapor ke guru BP, orang tua Emir di panggil ke sekolah hari itu juga. Karena bagi Kaila ini sudah masuk ke ranah kekerasan.
Bel berbunyi, menandakan istirahat selesai. Kaila melihat tangan Amanda, ia mengambil obat di kotak P3K sekolah lalu mengoleskan salep untuk kebab di pergelangan tangannya.
"Coba kamu gerakan tanganmu? kira-kira sakit nggak untuk menulis, kalau kamu sakit pulang aja yah. Mamah akan telepon supir," ucap Kaila.
"Bisa kok Mah," ucap Amanda.
"Benar nggak sakit? jangan bohong sama Mamah loh." Kaila bertanya sekali lagi. Amanda menganggukan kepalanya.
Kaila mengantarkan Amanda ke kelas kembali. Kemudian Kaila masuk ke kelasnya kembali untuk mengajar. Baru 30 menit Kaila mengajar, ia di panggil ke ruang BP. Di ruang tersebut sudah datang Ibu dari Emir, Amanda pun sudah duduk di sana. Melihat Amanda seperti menangis.
"Nak, kamu kenapa?" tanya Kaila.
"Oh, jadi Ibu Kaila ini. Mamahnya Amanda, yang menuduh anak saya menyakiti Amanda? jangan mentang-mentang ibu guru di sini selalu membela anaknya yah,"ucap ibu Emir.
"Maaf Mah, saya akan memposisikan diri saya di sini sebagai guru bukan sebagai ibu dari Amanda. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri Emir mencengkram tanya Amanda sampai tangan Amanda memar. Mamah bisa cek sendiri lengan Amanda. Apakah saya sebagai seorang guru membiarkan kekerasan di dalam sekolah? tidak Mah. Jika di lingkungan sekolah terjadi kekerasan maka merupakan sebuah masalah yang harus di luruskan agar tidak terulang kembali." Kaila berkata dengan mengambil tangan Amanda dan membuka di depan mamah Emir, agar ia tahu kondisi lengan Amanda sekarang. Lengan Amanda sudah berubah warna menjadi biru.
"Saya bicara bukan tanpa bukti, karena kejadian ini ada di dalam kelas, Mamah bisa mengecek CCTV kelas," Sambung Kaila.
"Anak saya nggak akan menyakiti temannya jika Amanda tersebut nggak memancing kemarahannya," ucap mamah Emir.
"Amanda, sebelumnya Emir mencengkram lenganmu. Apa yang menyebabkan Emir marah terhadapmu?" tanya Kaila.
Amanda tampak ragu untuk mengatakan, dia juga merasa malu untuk memberitahukan Kaila dicampur ketakutan Amanda jika Kaila menceritakan hal ini dengan Andi. Amanda takut jika ayahnya marah kepada dirinya. Kaila melihat ketakutan Amanda, Kaila memegang bahu Amanda.
"Mamah nggak akan cerita dengan ayah, katakanlah sejujurnya," ucap Kaila.
Perkataan Kaila membuat Amanda berani untuk mengatakan hal yang sebenarnya.
"E...Emir...memaksa Amanda untuk menjadi pacarnya. Karena Amanda menolak untuk menjadi pacar Emir, Amanda ingin fokus belajar. Sesuai kata Mamah. Belum waktunya Amanda untuk pacaran sekarang," ucap jujur perkataan Amanda.
Mamah Emir malu dengan tingkah laku anaknya. Anaknya yang selalu di puji dengan kecerdasannya, kini membuat dirinya malu. Akhirnya mamah Emir meminta maaf atas kesalahan anaknya. Kaila bisa bernafas lega dengan terselesaikan masalah ini. Amanda makin sayang kepada Kaila, karena menurutnya Kaila sangat membela dirinya.
"Kamu belajar lagi yah, Mamah kembali ke kelas dulu," ucap Kaila setelah mamah Emir pulang. Amanda masuk kembali ke dalam kelasnya dan Kaila kembali mengajar.
***
__ADS_1
Jam bel pulang berbunyi. Amanda dan Adam sudah menunggu di depan pintu ruang guru. Kaila tersenyum melihat anak-anaknya yang sedang menunggu di depan ruangan. Kaila berjalan beriringan dengan kedua anaknya berpegangan tangan. Kanan memegang tangan Amanda dan kiri memegang tangan Adam.
Hari ini Andi yang menjemput mereka. Ketika membuka pintu mobil, Amanda mengatakan kepada Andi bahwa untuk hari ini Kaila di minta duduk di jok belakang dan Adam di jok depan.
"Hari ini ada kejadian di sekolah?" tanya Andi.
"Nggak ada Ayah," jawab Kaila cepat.
Amanda tersenyum kepada Kaila, ia menyenderkan kepalanya di pundak Kaila. Ia bersyukur mempunyai mamah seperti Kaila.
Maaf yah jika update nya telat, setiap hari saya menulis 4 novel. Kadang keteteran dengan pekerjaan rumah. Jadi saya harus menyelesaikan pekerjaan ibu rumah tangga dulu setelah itu baru aku menulis.
Bersambung
βββRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahππππ
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet β€ππ