
Cia pulang sekolah bermuka masam, Amanda memperhatikan wajah Cia yang sangat tidak seceria sebelumnya. Amanda tidak bertanya di dalam mobil sengaja kan ada Pak sopir ketika sampai di rumah Amanda menarik tangan pria k dan masuk ke dalam kamarnya
"Ada apa Kak?" tanya Cia.
"Aku lihat wajahmu kok bete banget sih? ada apa cerita sama kakak," jawab Amanda.
"Kak Amanda, aku suka seseorang tapi aku tidak mau pacaran. Dia nembak aku Kak, dia mau jadi pacar aku. Tapi 'kan prinsip aku nggak mau pacaran, rasanya hati ini seperti ditekan Kak," ucap Cia.
"Kamu sudah menyukai seseorang? siapa dia Kalau boleh aku tahu," tanya Amanda.
"Ketua OSIS Kak, tadi pas pulang sekolah aku janjian pertemuan sama dia. Lalu dia menyatakan cinta lagi padahalku, padahal aku tolak sudah berkali-kali tapi ucapanku itu bertolak belakang. Aku bilang dengan dia tidak menyukainya padahal aku menyukainya Kak," jawab Cia.
"Cia perasaan itu tidak bisa dibuang, tapi juga jika kamu ungkapkan kamu tahu sendiri akibatnya. Jadi usul aku kamu pendam aja, jika nanti kalian berjodoh pas dewasa pasti bertemu lagi, ternyata adikku yang satu ini sudah besar ya sudah suka sama cowok," nasihat Amanda.
"Ih kakak apaan sih? memang Kakak nggak pernah suka seseorang?" tanya Cia.
"Kalau itu rahasia ah, Kakak nggak mau cerita," ucap Amanda.
"Dih curang banget deh, aku cerita Kakak nggak cerita," protes Cia.
"Jangan kasih tahu ayah dan mamah loh kak," sambung Cia.
"Kasih tahu nggak ya?" ledek Amanda.
"Ih kakak mah jangan jahat kayak gitu sama aku," protes Cia.
"Siapa yang jahat sih? iya Cia, ini rahasia kita berdua," ucap Amanda.
Ketika anak remaja sudah baliq, tentunya melihat lawan jenis punya rasa, cinta dengan temannya itu wajar karena jika sudah baliq tidak menyukai lawan jenis maka itu tanda tanya. Rasa suka Cia kepada kakak kelasnya itu wajar tapi dia harus memendam rasa karena belum saatnya untuk mengungkapkan. Waktu untuk mengungkapkan nanti jika dia sudah dewasa dan mengerti apa itu cinta, untuk saat ini dia hanya memendam rasa suka kepada Juan.
Amanda menasehati Cia dengan tepat, Amanda menjadi tempat curhat Cia yang ia percayai, setiap kali ada masalah pasti Cia bercerita dengan Amanda.Dia lebih nyaman bercerita dengan Amanda daripada Kaila. Karena umur mereka tidak terlalu jauh jadi merasa bahwa Amanda itu teman curhat yang sangat mengerti apa yang Cia rasa.
***
Cia di sekolah menjadi rebutan dari 5 laki-laki yang menyukai dia. Yang menonjol kelas 3 SMP bernama Adit dan ketua OSIS Juan kelas 2 SMP. Cia merupakan adik kelas mereka, suatu waktu ketika bel pulang berbunyi Adit sudah menunggu di depan kelas Cia ketika dia keluar dari luar dari dalam kelas lengannya langsung ditarik oleh Adit ya berontak dia tidak mau ikut dengan Adit tapi Adit terus memaksa dia Juan melihat dia yang sedang kesakitan karena tangannya ditarik oleh Adit sehingga Juan tampak marah melihat kejadian itu
"Adit lepasin dong tangan Cia. Itu dia kesakitan," ucap Juan.
"Apa urusannya sama loe? loe bukan siapa-siapanya Cia," teriak Adit.
"Dia pacar aku, jangan tarik-tarik tangan pacarku itu," ucap Juan.
"Hahaha pacar, mimpi kamu." Adit mentertawakan Juan.
"Kak tolong lepas lenganku, lenganku sakit Kak," ringis Cia.
Juan langsung menangkis tangan Adit, sampai tangan Adit terlepas dari lengan Cia.
"Kamu nggak apa-apa?" tanya Adit dengan raut wajah kecemasan.
__ADS_1
Juan melihat lengan Cia yang merah, dia langsung memegang lengan Cia dan mengusapnya. Jantung Cia berdebar-debar, tapi dia masih sadar langsung ia tarik tangannya.
"Nggak apa-apa kok Kak," jawab Cia.
Adit ingin menarik lengan Cia kembali, tapi Juan menghalangi niat Adit dengan tubuhnya.
"Jangan ganggu Cia Dit." Juan membentak Adit
"Sok jago loe," ucap Adit dengan geram.
Adit meninju wajah Juan, Cia terkejut melihat kejadian itu. Juan tidak mau terpancing dengan Adit, ia langsung memegang tangan Cia agar menjauh dari Adit. Baru berbalik untuk menjauh dari Adit, tiba-tiba Adit menendang punggung Juan.
BUGH
Juan terjatuh, Cia membantu Juan untuk berdiri.
"Aku nggak mau cari masalah Dit, aku hanya minta jangan gangguin Cia," ucap Juan.
"Loe udah ganggu gue, ayo kita duel siapa yang pantas jadi pacar Cia," ucap Adit menantang.
Juan langsung tertantang, dia langsung memasang kuda-kuda. Papah Juan merupakan guru karate, bagi Juan mudah mengalahkan Adit. Adit dan Juan berkelahi, perkelahian mereka dijadikan pertontonan di satu sekolah.
Cia mencari keberadaan Amanda, ternyata Amanda melihat Cia yang sedang di diperebutkan oleh 2 laki-laki. Amanda menggeleng-gelengkan kepalanya melihat adiknya sedang diperebutkan. Cia langsung berlari dan memegang tangan Amanda.
"Kak, bagaimana nih, mereka masih bertengkar," ucap Cia.
"Lah...kok gara-gara aku, aku nggak memilih mereka berdua," protes Cia.
Amanda melihat lengan Cia yang merah, dia langsung marah karena lengan saudaranya sampai merah seperti itu. Amanda yang langsung menghampiri Adit dan Juan.
"Adit ke guru BP, kamu sudah menyakiti adik aku. Lengannya sampai merah seperti itu," ucap Amanda.
"Hah, Cia adik loe?" tanya Adit.
"Iya, kenapa? kakak, adik cantik 'kan. Kamu dulu juga nembak aku, tapi aku tolak. Dasar playboy cap telapak kaki kamu," ucap Amanda.
"Biar aku aja yang nyeret dia ke guru BP Manda," ucap Juan.
Adit melawan, ia tidak mau berurusan dengan guru BP kembali. Ketika Adit mau kabut, Amanda langsung mengenkat kakinya lalu mengunci tangan Adit. Pancak silat yang ia pelajari di pakainya.
Para guru pun akhirnya keluar karena keributan di satu sekolahan, akhirnya Cia, Amanda, Adit dan Juan di panggil untuk menghadap ke guru BP. Orang tua mereka pun di panggil ke sekolah. Kaila yang sedang mengajar terkejut ketika di telepon oleh guru BP. Akhirnya Kaila menelepon Andi untuk pergi ke sekolahan Amanda dan Cia karena dirinya sedang mengawasi murid-murid yang sedang ulangan. Andi langsung ke sekolahan mereka. Ketika Andi datang Cia menundukkan wajahnya, ia ketakutan jika Andi akan marah besar.
"Pak, anaknya ajarin dong. Jangan sok kecantikan, gara-gara anak Bapak anak saya jadi terkilir tangannya," ucap ibu dari Adit.
"Ayah, Adit yang menarik tangan Cia. lihat Ayah tangan Cia merah. Juan menyelamatkan Cia agar Adit bisa melepaskan tangan Cia.Tapi malah Adit menendang punggung Juan,"
"Oh jadi yang menendang punggung anak saya adalah anak Ibu?" tanya ibu Juan dengan raut wajah yang marah.
Andi menghampiri Cia, ia langsung melihat lengan Cia dan memang benar lengan Cia sangat merah.
__ADS_1
"Cia, kita ke dokter. Buat visum. Ayah akan laporkan anak Ibu ini ke kantor polisi. Karena berani menyentuh putri Ayah sampai tangannya memerah seperti ini," ucap Andi geram.
"Eh Pak jangan sampai ke ranah polisi," ucap ibu Adit dengan wajah takut.
"Kenapa Bu? tadi putri saya di bilang sok cantik. Memang putri saya cantik. Tapi jika menyentuh putri saya, maka saya tak segan-segan melaporkan polisi, kebetulan sahabat saya seorang polisi berpangkat jendral," ucap Andi.
Ibu Adit malah makin takut, karena Andi tampak tidak main-main dengan ucapannya. Sampai ibu Adit berlutut di kaki Andi memohon agar anaknya tidak dilaporkan ke polisi.
"Ayah, nggak usah laporkan," Cia memohon.
"Tangan kamu sakit seperti itu, merah banget. Besok pasti membiru, kalau besok tangan kamu gak bisa menulis bagaimana?" tanya Andi.
"Insha Allah sembuh Ayah," ucap Cia.
Karena dari keterangan, bahwa Adit lah yang bersalah. Adit di skor 1 minggu. Dan harus menulis perjanjian tidak akan mengulangi hal itu lagi.
Setelah selesai urusannya, Andi membawa Cia dan Amanda untuk pulang. Ketika Cia berpapasan dengan Juan dia berbisik di telinga Juan sambil berjalan.
"Terima kasih Kak Juan." Cia memberi senyuman kepada Juan, hati Juan berbunga-bunga ketika diberikan senyuman oleh Cia.
✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan. Aamiin 💞
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Love dari author sekebon karet ❤💞💝
__ADS_1