
Cia tersenyum ketika melihat Juna. Juna mengulurkan tangannya untuk membantu Cia untuk berdiri tapi Cia tidak ingin memegang tangan Juna dan lekas berdiri sendiri.
"Apa kabar Kak Juna? Lama ya kita tidak bertemu," ucap Cia. Dalam hati Cia sangat senang.
"Iya Cia, kamu kangen nggak sama aku?" tanya Juna.
"Sejujurnya selama 1 tahun ini aku tidak memikirkan kamu Kak, karena aku fokus untuk belajar agar aku bisa tembus kedokteran UI," jawab Cia.
"Lalu bagaimana dengan perasaan kamu kepadaku saat ini?" Juna ingin memastikan perasaan Cia, Juna sudah masuk kedokteran UI agar ia bisa bertemu dengan Cia kembali.
"Perasaanku masih sama Kak," jawab Cia dengan senyum manisnya.
"Kita kan sudah kuliah,kamu mau jadi pacar aku kan Cia?" tanya Juna. Juna berharap kali ini Cia menerima dirinya sebagai pacarnya.
Cia menggelengkan kepalanya dan langsung menjawab, "aku tidak mau jadi pacarmu Kak."
"Kenapa? Apakah ada laki-laki yang lebih kamu sukai daripada aku?" tanya Juna kembali.
Cia menggelengkan kepalanya, "Bukan Kak, aku tidak mau jadi pacar kamu. Tapi jika kita berjodoh, aku mau jadi istrimu. Untuk waktu itu kamu harus lulus dulu dari kedokteran."
"Yah Cia, aku 6 tahun lagi, kamu 7 tahun lagi," protes Juna.
"Lagi pula kalau aku menerima kamu sebagai pacarku, sama aja Kak. aku tidak mau disentuh olehmu. Bagaimana dengan Kakak? mau menunggu aku sampai lulus kedokteran?" tanya Cia.
"Cia terlalu lama," jawab Juna. Juna wajahnya menjadi cemberut. Membuat Cia tersenyum melihat wajah Juna yang lucu.
"Yah tidak apa-apa kalau Lakak nggak mau, berarti nanti jika ada yang melamar aku. Aku akan terima, tapi jika Kakak mau menungguku maka jikalau ada yang melamarku, aku akan menolaknya. Aku akan menunggu Kakak untuk melamarku," ucap Cia. Juna menjadi ketar ketir ketika Cia berkata demikian.
__ADS_1
Bagi Juna ini adalah keputusan yang sulit, jika dia tidak mau untuk menunggu 6 tahun otomatis, jika ada yang melamar dia akan kehilangan Cia, tapi Juna sudah menunggu selama 4 tahun lamanya. Juna berpikir lagi dia tidak mau kehilangan Cia. Juna memang ingin selalu memeluk Cia tapi Cia selalu memegang teguh untuk tidak akan disentuh laki-laki selain dengan mahramnya.
"Tapi aku boleh berkomunikasi dengan kamu melalui pesan singkat WhatsApp?" tanya Juna.
"Boleh Kak." Cia memberikan nomornya kepada Juna.
"Tunggu aku Cia, sampai gelarku menjadi dr Juna Alfahri," ucap Juna. Cia langsung tersenyum, ia memberikan kode love korea dengan jari telunjuk dan jempolnya.
Cia pamit kepada Juna untuk bergabung dengan teman-temannya yang sedang orientasi. Juna merasa lega karena Cia sudah memberikan penjelasan yang sangat jelas. Cia tidak akan menerima laki-laki lain selain dirinya. Karena Juna sudah berjanji untuk melamar Cia. Ketika Juna sudah lulus kedokteran dan sudah dinyatakan menjadi seorang dokter. Juna tersenyum melihat punggung Cia yang semakin jauh dari dirinya.
Sejak saat itu Juna dan Cia selalu berkomunikasi melalui whatsapp, gaya pacaran mereka. Jika mereka bertemu Cia selalu tersenyum kepada Juna dan Juna memberikan tanda cinta lewat jarinya. Jika Cia sedang di dekatkan oleh pria lain maka Juna langsung WA Cia dan Cia langsung menjauh dari pria tersebut.
***
Andi mendapatkan telepon dari sekolah Adam. Kini Adam sudah kelas 1 SMP, Adam kepergok merokok di dalam kamar mandi sekolah. Andi yang mendengar itu terkejut. karena Adam terlihat sebagai anak baik di rumahnya. Andi tidak mau gegabah untuk menghukum Adam, karena Adam bukan anak kandungnya. Lain halnya dengan Amanda dan Rafiq yang merupakan anak kandungnya. Takut salah langkah, akhirnya Andi menelepon Kaila. Kaila yang mendengar penuturan Andi sangat terkejut.
"Mah," panggil Adam.
"Kenapa kamu membuat Mamah kecewa Adam? Mamah malu dengan para guru sekolahanmu dan juga dengan Ayah Andi yang memberikan kasih sayang sama rata walaupun kamu bukan anak kandungnya," ucap Kaila. Kaila menangis, ia sangat tidak menyangka bahwa Adam berprilaku seperti itu.
"Adam ingin mencoba-coba Mah, karena teman-teman Adam merokok," ucap Adam.
"Jika teman-teman kamu mencoba racun, kamu mau mencobanya itu? Rokok itu racun Adam untuk tubuhmu sendiri. Jika teman kamu meracik rokok itu dari daun ganja bagaimana? Kamu tidak tahu itu kan. Pilih teman jangan asal, pilih yang baik," ucap Kaila penuh emosi. Lalu Kaila meninggalkan Adam ke kamarnya. Adam merasa menyesal karena dia sudah membuat Mamahnya sangat sedih.
Caca yang tahu akan kelakuan Adam langsung marah kepada Adam.
"Adam, kamu ini malu-maluin tahu nggak. Mamah sampai menangis seperti itu gara-gara melihat kelakuan kamu. Mamah nggak mendidik kamu seperti itu. Ayah Andi aja nggak merokok. Kamu malah merokok," ucap Caca bertolak pinggang memarahi Adam. Ia sangat geram melihat kelakuan Adam yang merokok.
__ADS_1
"Kak, maafkan Adam," ucap Adam.
"Minta maaf dengan Mamah dan Ayah Andi. Bukan sama aku," ucap Caca. Caca menggelengkan kepalanya.
Setelah Caca meninggalkan Adam, Adam sendirian di ruang tamu. Ia sangat menyesal karena berbuat kesalahan. Adam pun masuk ke kamarnya.
Andi yang baru pulang dari kantornya langsung menemui Kaila, terlihat mata Kaila yang sayu. Bekas air matanya masih terlihat. Andi langsung mendekat dan memeluk Kaila dengan erat.
"Mas, maafkan aku," ucap Kaila. Kaila menangis di pelukan Andi.
"Kamu tidak salah sayang, sudah terjadi biarlah terjadi. Semoga ini Adam bisa belajar dari kesalahannya," ucap Andi.
"Aku malu Mas denganmu. Anakku sungguh memalukan," ucap Kaila.
"Sayang jangan bicara seperti itu," Andi mengusap rambut Kaila dan mengecup keningnya.
Kaila jika dipeluk oleh Andi ia merasakan kenyamanan, cinta Andi tak pernah berubah. Bahkan sudah 10 tahun mereka menikah. Malah Andi memperlakukan Kaila semakin mesrah. Hari ini, ia tahu bahwa Kaila sedang bersedih. Andi membelikan Kaila mawar pink kesukaan Kaila.
"Mas, kamu belikan ini?" tanya Kaila.
"Agar istriku yang cantik ini jangan terus menangis," ucap Andi.
Kaila langsung mengecup bibir Andi, ketika Kaila ingin melepaskan. Andi malah memegang tengkuk leher Kaila sehingga mau nggak mau Kaila ikut dalam permainan Andi. Walaupun umur mereka sudah kepala 4 tapi soal urusan ranjang mereka sering melakukannya. Karena sebagai hubungan batin diantara mereka.
"Sayang tanggung jawab, aku mau mandi bersama denganmu," ucap Andi dengan senyum nakalnya.
Bersambung
__ADS_1