
Amanda di bawa ke sebuah rumah, Amanda tak tahu daerahnya. Air matanya sudah deras keluar. Rasa takutnya semakin menjadi ketika Emir mengeluarkan ia dari dalam mobil dan masuk ke kamar. Amanda di banting di atas ranjang big size. Emir mulai mengunci pintu. Ia mendekati Amanda dan tersenyum. Emir membelai pipi Amanda yang putih, Amanda memalingkan wajahnya dari Emir.
"Kenapa kamu tak menatap aku? Aku cinta pertamamu, akupun sama kamu cinta pertamaku. Tatap aku sayang," ucap Emir. Emir melepaskan pengikat mulut Amanda.
"Emir jangan aku mohon kepadamu," ucap Amanda.
"Kenapa kamu mudah berpaling, kamu memilih laki-laki lain?" tanya Emir.
"Aku sudah cukup menunggumu selama 1 tahun. Rasa cintaku sudah pudar untukmu Emir, sudah hilang. Saat ini aku hanya mencintai calon suamiku," teriak Amanda.
"Apa kamu bilang? Kamu mencintainya? Baiklah, dia tidak boleh menyentuhmu lebih dulu, aku yang akan memilikimu secara utuh hari ini." Amanda memberontak, tapi tangan dan kakinya masih terikat. Emir memaksa mencium bibir Amanda, Amanda menangis karena bagi dia ciuman pertamanya hanya untuk suaminya, Emir malah menggila setelah puas dengan bibir Amanda dia mulai turun ke leher Amanda. Amanda menggelengkan kepalanya.
"Emir aku mohon jangan." Amanda menangis histeris. Emir membuka baju atasnya dan ia mulai ingin membuka kancing baju Amanda.
'Allah tolong aku,' jerit batin Amanda. Ketika kancing terakhir ingin di buka ada dobrakan pintu. Pintu terbuka dan seseorang lari menghampiri Amanda yang sedang di kunggkung oleh Emir.
"Berengggsek," teriak laki-laki.
BUGG
Satu pukulan berhasil mendarat di wajah Emir.
BUGG
1 tendangan untuk dada Emir. Emir terjatuh dan bibirnya mengeluarkan darah. Laki-laki itu menghampiri Amanda.
"Astagfirullah, sayang," melihat baju Amanda yang sudah mulai terbuka.
"Kak maafkan aku, aku sudah..." ucapan Amanda di potong.
"Sayang kamu tidak bersalah, maaf aku melihat sebelum waktunya. Aku lepaskan ikatan tanganmu dan kakimu." Alif melepaskan ikatan tangan dan kaki Amanda. Amanda langsung mengancingkan bajunya. Ia menangis, Alif memeluknya dan mencoba menenangkannya.
"Sebentar yah, aku urus laki-laki berenggsek ini dulu," ucap Alif. Alif langsung menghampiri Emir, ia mencengkram pipi Emir dengan keras.
"Beraninya kamu menyentuh calon istriku," teriak Alif.
"Hahaha aku sudah mencium bibirnya, manis dan juga lehernya. Sial kamu kenapa tahu tempatku? Jika tidak ada kamu, Amanda akan menjadi milikku seutuhnya." Alif sangat marah dengan perkataan Emir. Ia menendang Emir kembali. Ia ikat tangan dan kakinya. Alif memanggil polisi untuk datang ke lokasi.
Amanda sudah syok, Alif menyadari itu.
"Jangan dekati aku Kak, aku sudah kotor." Amanda menolak ketika Alif mendekatinya.
"Tidak sayang, kamu tidak kotor," ucap Alif.
"Jangan dekati aku Kak." Amanda berteriak histeris, Alif menangis melihat kondisi Amanda yang sangat syok. Alif menelepon Kaila dan menceritakan semua kejadian.
__ADS_1
"Astagfirullah, Alif jaga Amanda. Jangan tinggalin dia. Mamah dan Ayah akan langsung ke Jogja," ucap Kaila di ujung telepon.
Kaila langsung menghubungi Andi dan menceritakan semuanya. Cia yang tidak sengaja mendengar sangat terkejut.
"Mah, aku ikut ke Jogja," ucap Cia.
Andi dalam waktu 30 menit sudah sampai di rumahnya. Kaila berpesan kepada Caca agar menjaga adik-adiknya. Mereka langsung berangkat ke bandara dan terbang ke Jogja.
Alif berusaha untuk menenangkan Amanda, tapi Amanda terus saja histeris. Alif memutuskan untuk memanggil psikiater. Sedangkan Emir sudah di tangkap polisi.
Andi, Kaila dan Cia langsung menuju lokasi sesuai yang Alif berikan. Andi merasa cemas dengan kondisi Amanda kini.
"Assalamu'alaikum Mah, Ayah." Alif menghampiri Kaila dan Andi, ia mencium punggung tangan keduanya.
"Wa'alaikumsalam, bagaimana kondisi Amanda?" tanya Andi. Alif menunduk dan bersedih.
"Maafkan aku telat untuk datang menyelamatkan Amanda, Amanda kini syok. Ia tidak mau aku dekati dan selalu berkata aku kotor. Aku memanggil psikiater, sekarang Amanda sedang di dalam bersama dokter psikiater," ucap Alif.
Mereka menunggu dokter yang sedang menangani Amanda, 2 jam mereka menunggu akhirnya dokter keluar dan menemui Andi dan Kaila.
"Bagaimana kondisi putri saya Dok?" tanya Andi.
"Mbak Amanda sangat syok apa yang ia alami, sehingga dia terus menangis terus. Ada adiknya Mbak Amanda di sini?" tanya dokter.
"Mbak Amanda ingin bertemu denganmu," ucap Dokter. Cia masuk ke ruang psikiater, di tatap Amanda, yang menundukkan kepada dan air matanya terus keluar. Cia berjalan menghampiri Amanda.
"Kak Amanda." Cia memanggil nama Amanda.
"Cia, Emir jahat. Aku menyesal telah mencintainya. Sekarang aku kotor, Emir telah mencium bibirku, leherku dan juga ia membuka kancing bajuku," ucap Amanda sambil terisak.
"Kakak tidak kotor, aku paham perasaan Kakak. Jangan salahkan diri Kakak seperti ini. Lihat aku Kak, tatap aku," ucap Cia. Amanda menatap mata Cia, Cia menghapus air mata Amanda.
"Kak Alif sangat mencintai Kakak, di luar dia sangat bersalah karena telat menyelamatkan Kakak. Ia sangat khawatir akan kondisi Kakak," ucap Cia.
"Kak Alif, berhak mendapatkan wanita lain Cia. Bukan aku yang telah kotor," ucap Amanda.
"Kakak boleh menangis sepuasnya. Nangis itu bukan berarti karena Kakak merasa kotor. Tapi menangis menandakan bahwa Kak Amanda kuat atas cobaan ini, setelah menangis Kakak akan baik-baik saja. Jika Kak Amanda menganggap bahwa diri Kakak kotor, maka Emir akan merasa menang karena menggagalkan pernikahan Kakak. Banyak yang akan terluka jika pernikahan Kakak gagal, orang yang paling terluka adalah Kak Alif, lalu keluarga Kak Alif, Ayah, Mamah. Kakak boleh menangis dipelukanku, Kakak tidak kotor, hal itu bukanlah kemauan Kakak. Menangislah Kak." Cia memeluk Amanda dengan erat, Amanda menangis dan memeluk Cia dengan erat juga. Dia meraung dan berteriak karena mengingat apa yang Emir lakukan kepadanya.
"Keluarkan kekesalan Kakak semuanya dengan air mata. Agar rasa di hati Kakak keluar semua seperti air mata Kakak yang keluar." Cia mengusap-usap punggung Amanda. 30 menit mereka berpelukan dan akhirnya Amanda berhenti menangis.
"Kita keluar Cia, aku ingin bertemu dengan Kak Alif." Cia menggandeng tangan Amanda untuk keluar dari ruangan psikiater. Cia membawa untuk menghampiri Alif.
"Kak Alif," panggil Amanda. Alif menatap Amanda, ia langsung memeluk tubuh Amanda.
"Aku sangat mencintaimu, tolong jangan tinggalkan aku. Bagiku kamu suci tidak ada setitik kotor di dirimu. Sayang aku mohon, tetaplah bersamaku. Jangan tinggalkan aku, aku takut tidak kuat jika kamu meninggalkanku." Alif menangis ketika memeluk Amanda.
__ADS_1
"Kak maafkan aku," ucap Amanda.
"Kenapa harus minta maaf, kamu tidak berbuat salah kepadaku. Aku akan tetap menikahimu," ucap Alif.
"Aku mencintaimu Kak. Aku juga tidak sanggup kehilanganmu. Maaf sudah membuat Kakak khawatir," ucap Amanda. Amanda merenggangkan pelukannya. Ia menatap Andi dan Kaila. Mereka memeluk Amanda dengan erat.
"Kamu mau pernikahan di percepat sayang?" tanya Andi.
"Aku mau hari pernikahanku di samakan dengan Cia saja Ayah," jawab Amanda.
Bersambung
❤❤❤❤
Baca juga yuk cerita seru di novel yang lainnya karya author.
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar(Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Dicampakkan suami setelah melahirkan
Love dari author sekebon karet ❤
__ADS_1