
Cia sudah sehat, dia diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Andi dan Kaila menemani Cia. Andi yang mengendarai mobil sedangkan Kaila dan Cia ada di jok bagian belakang.
"Cia, Ayah akan ke amerika menemui orang tua Juna. Ayah akan berkomunikasi untuk menikahimu dengan Juna," ucap Andi.
Cia terkejut atas ucapan Andi. Karena dia sudah berusaha melupakan itu dan berdamai dengan keadaan.
"Nggak usah Ayah, biar aku menunggu saja," ucap Cia.
"Nggak apa-apa Cia. Ayah setuju jika kamu menikah dengan Juna. Juna terlihat anak yang baik. Ayah juga nggak mau kamu anggap pilih kasih karena kamu anak sambung Ayah bukan anak kandung. Tapi Ayah sudah menganggap kamu sebagai anak kandung Ayah," ucap Andi.
"Maafkan aku Ayah, karena omongan aku ketika emosi. Padahal Ayah sudah baik banget, mau membiayai aku sampai aku kuliah kedokteran." Cia sangat menyesal apa yang sudah di perbuat.
"Kamu jangan pikirkan apapun. Lusa Ayah akan tetap ke Amerika bertemu dengan kedua orang tua Juna. Ayah akan membicarakan langsung ke pernikahan kamu saja. Atau mau disamakan dengan Kak Amanda?" tawar Andi kepada Cia.
Cia terdiam, rasa dalam hatinya tercampur. Senang, was-was dan nggak percaya. Jika ia menikah harinya disamakan Amanda, pasti akan sibuk kedua orang tuanya. Ditambah lagi ia akan bertemu dengan Rangga, ayah biologisnya. Cia berpikir jika menikah tanpa Rangga boleh tidak? Karena ia tidak mau bertemu dengan Rangga kembali. Bagaimana nanti Andi dan Rangga akan bertemu? Itu yang dipikirkan Cia sekarang.
Mobil Andi sudah sampai di kediamannya, Cia dipapah oleh Kaila untuk berjalan menuju kamarnya.
"Kamu istirahatlah jika kamu perlu apa-apa, panggil Mamah yah," ucap Kaila sambil membelai lembut kepala Cia.
"Iya Mah," jawab Cia.
Kaila keluar dari kamar Cia, Cia terus berpikir mengenai Rangga. Dia benar-benar benci dengan ayahnya itu dan tidak mau untuk bertemu kembali oleh Rangga.
"Aku mau curhat, sama siapa? Mamah nggak mungkin karena ini menyangkut masa lalu Mamah. Kak Amanda sudah ke jogja," ucap monolog Cia. Cia merebahkan tubuhnya di atas ranjang lalu ia tertidur di sana.
Hari sudah mulai sore, Cia terbangun dari tidurnya. Ada notifikasi masuk, pesan singkat di handphone nya. Ia tersenyum membaca pesan singkat itu.
"Istirahat yah, jangan terlalu banyak pikiran. I love you," ucap pesan singkat Juna.
"Iya, aku baru bangun tidur sayang. I love you too," balas Cia.
4 hari di rawat di rumah sakit, Cia menjadi ketinggalan mata kuliahnya. Ia akan meminjam catatan kepada temannya. Cia membersihkan dirinya lalu ia keluar kamar.
"Kak Cia," panggil Caca ketika Cia baru keluar dari kamarnya. Caca menarik lengan Caca ke kamarnya.
"Ada apa Caca?" tanya Cia.
"Kemarin aku melihat Ayah di depan sekolahku Kak, tapi aku buru-buru bersembunyi agar Ayah nggak lihat aku. Ayah sepertinya menunggu aku keluar. Aku menelepon pak supir agar menunggu aku dengan alasan aku ada pelajaran tambahan. Lama Kak sampai 30 menit lebih baru aku keluar dan cepat-cepat masuk ke dalam mobil." Caca menceritakan tentang Rangga yang datang ke sekolahannya.
"Dari mana Ayah tahu kamu sekolah di sana?" tanya Cia.
__ADS_1
"Aku juga nggak tahu Kak, atau Ayah ikutin dari rumah? Artinya dia mengintai kita Kak," ucap Caca panik.
"Kamu harus ceritain ini dengan Mamah," usul Cia.
"Aku takut Mamah jadi parno lagi seperti dulu Kak." Caca kurang setuju dengan usulan Cia.
"De, lebih baik ceritakan ini dengan Mamah dan Ayah Andi daripada kejadian dulu terulang lagi," ucap Cia. Caca menuruti saran dari Cia, ia akan menceritakan kepada Kaila dan Andi. Saat ini Caca sudah duduk di kelas 3 SMAN, ia mengekori jejak Cia untuk masuk ke sekolah negeri. Nilainya pun cukup memuaskan walaupun nilainya masih lebih besar Cia.
"Kamu hati-hati Caca. Jika berpapasan dengan ayahmu dan Ayahmu memaksa kamu untuk ikut dengannya, teriak sekencang-kencangnya. Ingat jangan pulang sama siapapun kecuali dengan Pak supir," ucap Kaila setelah mendengar cerita Caca.
"Iya Mah, aku akan hati-hati," ucap Caca.
Kaila menjadi kepikiran akan anak-anaknya, Andi tahu akan kegusaran Kaila.
"Mas, dia muncul lagi," ucap Kaila.
"Insha Allah nggak apa-apa sayang, walau bagaimanapun juga Rangga itu ayah kandung anak-anakmu. Jika Cia, Caca, Cinta menikah harus bilang sama Rangga untuk menikahkan ke tiga anaknya," ucap Andi.
Kaila terduduk lemas, mendengar perkataan dari Andi.
"Jika Rangga tidak mau menjadi wali nikah anak-anakku?" tanya Kaila.
"Iya Mas, mereka baik kepada anak-anak. Walaupun biaya pendidikan mereka tidak membantu aku ketika aku terpuruk dahulunya," ucap Kaila.
Kaila menghela nafasnya panjang, ia mencoba tenang apapun yang terjadi kedepannya. Keluarga Kaila pun tak akan diam begitu saja, jika Rangga menyakiti anak-anaknya. Mereka akan memasang dada paling depan karena keluarga Kaila mengetahui sejarah bagaimana sakitnya Kaila dahulu.
"Besok aku akan ke Amerika sayang, Juna sudah memberikan alamat kedua orang tua Juna di sana. Juna juga sudah memberi kabar kepada mereka. Jika Cia dan Amanda nikahnya dengan hari yang sama, kamu keberatan?" tanya Andi. Andi tidak mau ambil keputusan sendiri karena Cia bukanlah anak kandungnya. Yang lebih berhak adalah Kaila sebagai mamah kandungnya.
"Aku nggak keberatan Mas, mereka tumbuh bersama. Jadi nggak masalah jika mereka di nikahkan dengan hari yang sama," ucap Kaila.
Kaila sangat bersyukur suami ke duanya sangat sayang kepada anak-anaknya. Kaila menghampiri Cia yang sedang di ruang keluarga. Hari ini Kaila libur, ia tidak mengajar.
"Sayang, kamu sudah minum obat?" tanya Kaila.
"Sudah Mah," jawab Cia.
"Ayah besok ke Amerika untuk membicarakan pernikahan kamu dengan Juna," ucap Kaila.
"Ayah serius dengan ucapannya Mah?" tanya Cia.
"Serius Cia, Ayah Andi merencanakan hari pernikahan kalian di samakan dengan Amanda dan Alif. Tapi nanti wali nikah kamu tetap Ayahmu Cia," ucap Kaila. Cia menatap mata Kaila, ia sungguh tak mau bertemu lagi dengan ayah biologisnya, apalagi jika melakukan sungkeman. Cia sangat tak ingin melakukan itu.
__ADS_1
"Haruskah Mah?" tanya Cia.
"Jika ayahmu tak merestui maka kakekmu. Bapak dari ayahmu." Kaila berusaha menjelaskan dan memberitahu dari sekarang agar Cia paham.
Cia menyandarkan kepalanya di sofa, ia sudah membayangkan pertemuannya dengan ayahnya. Ayah yang tidak menganggap anak-anaknya ada, Ayah yang tidak perduli dengan pendidikan dan makan sehari-hari. Sungguh Cia ingin merubah siapa ayahnya, tapi kenyataan Rangga adalah ayah kandungnya.
Bersambung
❤❤
Baca juga yuk cerita novel saya yang lain nggak kalah seru loh....
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (on going)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On going)
Love dari author sekebon karet ❤💞
__ADS_1