
Liburan semester pun datang, Amanda langsung pulang ke Jakarta mempersiapkan acara lamarannya. Keluarganyapun sudah bersiap-siap untuk menyambut kedatangan keluarga Alif di Jakarta. Amanda sampai di Jakarta, ia naik pesawat ketika siang hari. Andi menjemput Amanda di bandara.
"Tidak terasa yah, putri Ayah sudah besar. Sudah ingin dilamar oleh seorang pria," ucap Andi di dalam mobil. Ketika itu Andi sendiri yang menjemput Amanda karena ia sengaja ingin berbicara berdua di dalam mobil dengan Amanda. Anak satu-satunya dari mendiang istri pertamanya.
"Ah Ayah, buat aku sedih aja. Ayah tetap laki-laki yang paling aku cintai dan yang kedua laki-laki yang aku akan cintai adalah nanti suamiku," ucap Amanda dengan seulas senyumnya.
"Apakah dia baik denganmu Amanda?" tanya Andi. Andi ingin mengetahui sedikit sifat dari Alif.
"Dia sangat baik sekali Ayah selalu memperhatikan aku. 2 tahun aku di UGM ia mendekati aku, dia selalu bilang cinta oleh aku, tapi aku selalu menolaknya Ayah. Selama 2 tahun, dia mengejar aku dan pada akhirnya aku menerima cintanya karena dia gigih untuk mengutarakan hatinya dengan sikapnya kepadaku," ucap Amanda dengan tersipu malu.
"Wah ternyata calon kamu pejuang yah " ledek Andi kepada Amanda.
"Dialah yang selama ini membantu aku Ayah di Jogja, ketika aku tidak paham dengan materi kuliah dialah yang mengajari aku, dia dapat nilai cumloud loh, nilainya tertinggi di angkatannya." Amanda membanggakan alif di depan Andi.
"Wah bagus itu, semoga dia yang terbaik juga yah untuk kamu nantinya." Andi membelai rambut Amanda dengan tangan kirinya karena tangan kanannya sedang menyentuh stir mobil.
"Amin, terima kasih Ayah doanya." Andi terus berjalan membelah kota Jakarta ,di rumah para saudara Amanda sudah siap menyambut Amanda dengan sukacita. Mereka menunggu Amanda, Andi memarkirkan mobilnya. Para adik-adik Amanda langsung menghampiri Amanda dan memeluk Amanda.
"Kak Amanda," teriak Rafiq yang berlarian dan berhamburan diperlukan Amanda Amanda langsung menggendong Rafiqadik kandungnya dari ayah dan mama Kaila. umur Rafif sudah 6 tahun.
"Adik kakak sudah besar. duh gantengnya." Amanda mencubit pipi Rafiq yang sangat gembul.
Amanda langsung mencium punggung tangan Kaila ketika ia melihat Kaila. Kaila pun menciumi Amanda di pipi kanan dan pipi kiri. Amanda langsung diajak untuk masuk ke dalam rumah.
"Kamu istirahat lah, pasti capek kan," ucap Kaila sambil merangkul pundak Amanda.
"Cia mana Mah?" Amanda mencari keberadaan Cia.
"Cia akan datang ketika acara lamaran kamu kata Cia lagi ada mata kuliah yang penting yang harus ia selesaikan terlebih dahulu," jawab Kaila.
"Aku pikir sudah libur Cia," ucap Amanda.
"Iya sudah mau libur, cuman katanya ini mata kuliah yang terakhir. habis ini selesai baru dia libur." Amanda mengganggukan kepalanya lalu ia menurunkan Rafis dari gendongannua karena ia ingin membersihkan dirinya.
" Rafiq Kakak ke kamar dulu ya." Amanda membelai rambut Rafiq, lalu ia bergegas untuk menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Kamar yang ia tinggali selama 2 tahun tidak banyak berubah, masih bersih karena Mbak selalu membersihkan kamar Amanda dan sesekali Caca tidur di kamar Amanda. Amanda pun mengizinkan itu, tapi Amanda tidak mengizinkan menyentuh lemarinya. Amanda teringat di dalam lemari itu banyak barang-barang yang diberikan oleh Emir. Ia ingin membuang barang yang diberikan oleh Emir karena ia akan membuka lembaran baru dengan Alif. Amanda tidak mau nantinya ketika ia masih simpan barang yang diberikan oleh Emir, Alif menjadi marah kepada dirinya.
Amanda mulai mengepak barang-barang pemberian dari Emir. ia memasukkannya ke dalam kardus dan ia tutup rapat. Amanda menyuruh Mbak untuk membuang barang-barang yang diberikan oleh Emir. Mbak pun menuruti apa perintah dari nona kesayangan di rumah itu, sekarang peninggalan dari Emir sudah tidak tersisa lagi. Satu peninggalan Emir yang masih ada di Amanda yaitu cincin. Amanda berniat ketika dia nantinya bertemu dengan Emir maka ia akan mengembalikan cincin itu.
***
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Akhirnya hari ini merupakan hari dimana Amanda akan dilamar oleh Alif secara resmi. Keluarga Alif langsung terbang dari kota Magelang ke Jakarta, Alif berasal dari kota Magelang. Baru pertama kali menginjak di rumah Amanda, Alif tidak tahu bahwa Amanda itu anak dari seorang CEO karena Alif melihat Amanda sangat sederhana.
"Alif rumah calon kamu besar, kamu nggak milih dia karena dia kaya kan?" tanya papah Alif kepada dirinya, karena ia tidak mau bahwa anaknya mencintai seseorang karena harta.
"Aku malah baru tahu Pah Amanda anak orang kaya. Aku tidak menanyai perihal kedua orang tuanya, jujur awal kali aku melihat Amanda itu karena parasnya cantik Pah," ucap jujur Alif.
"Kamu sama aja dengan Papahmu, waktu memilih Bunda itu dia milih Bunda karena paras Bunda." Alif tertawa ketika mendengar bundanya berkata seperti itu.
Keluarga Alif disambut dengan baik. Alif hanya dua bersaudara, adiknya pun ikut dalam lamaran tersebut. Adik Alif seorang laki-laki yang sudah kuliah di jurusan farmasi.
"Kak Alif calon kakak yang mana? Yang itu bukan? Cantik kak," ucap Abbas adik Alif.
"Bukan Abbas, sepertinya itu adiknya deh yang sering diceritakan oleh Amanda," jawab Alif.
"Jangan macam-macam kamu, Amanda sudah pernah menceritakan tentang adiknya itu, ia sudah punya calon. Jangan berharap kamu merebut dia dari calonnya." Alif memperingati adiknya itu.
Acara pun segera dimulai, Amanda sudah didandani oleh Kaila. Ia terlihat sangat cantik dengan memakai baju kebaya. Alif sudah mengutarakan niatnya untuk melamar Amanda dan Amanda harus menjawab lamaran tersebut, Amanda dipanggil oleh Kaila untuk masuk ke acara lamaran. Ketika Amanda datang pandangan Alif tidak berkedip karena paras Amanda ketika di make up sangat cantik. Abbas mengikut lengan kakaknya itu.
"Wah kak cantik calonmu Kak," bisik Abbas.
Amanda duduk di antara kedua keluarga.
" Amanda Alif sudah mengutarakan niatnya untuk melamarmu, sebelumnya ia minta izin kepada ayah dan untuk jawabannya Ayah menyerahkan kepada kamu. Apakah kamu menerima lamaran Alif?" tanya Andi.
"Bismillahirohmanirohim, aku terima lamaran Kak Alif," jawab Amanda. Kemudian dengan jawaban itu Alif langsung menyelipkan cincin di jari manis kiri Amanda sebagai tanda bahwa Amanda sudah ia lamar. Suasana haru di acara lamaran tersebut, Kaila menitikkan air mata karena anak sambungnya kini sudah resmi dilamar. Amanda memeluk Kaila dengan erat, karena selama ini Amanda mempunyai ibu sambung yang rasanya seperti ibu kandungnya sendiri, dengan kasih sayang, lemah lembut yang diberikan oleh Kaila.
Cia memeluk Amanda dengan erat. "Kak semoga keputusan ini membuat Kakak bahagia dan tidak menangis lagi karena cinta," bisik Cia.
"Cia Kakak juga berdoa agar kamu cepat menyusul yah dengan Juna." Cia tersenyum mendengar ucapan dari Amanda karena nyatanya perjalanan untuk menjadi seorang dokter itu masih sangat lama.
__ADS_1
Bersambung
❤❤❤
Baca juga yuk cerita novel saya yang lain nggak kalah seru loh....
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (on going)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On going)
Love dari author sekebon karet ❤💞
__ADS_1