
Pagi mulai menyongsong, ketika Kaila membuka mata. Ia melihat wajah tampan Andi, ia pun memainkan wajah Andi dengan jemarinya dan tersenyum ketika menyentuh wajah tampan suaminya. Ia mengecup pipi Andi membuat Andi terbangun akibat terasa pipinya ada yang menciumnya.
"Assalamu'alaikum bidadariku," sapa Andi dengan suara serak khas bangun tidur.
"Waalaikumsalam, Mas. Aku baru sadar ternyata wajah kamu tampan Mas," ucap Kaila.
Andi mengerutkan wajahnya, Kaila tampak aneh. Kemarin minta selalu di peluk, sekarang malah memuji wajah tampannya. Mereka pun bergegas untuk turun dari ranjang untuk mandi dan juga salat subuh berjamaah. Setelah salat Kaila keluar terlebih dahulu untuk masak sedangkan Andi masih di dalam kamarnya.
Sebelum berangkat, ia mengecek berkas-berkas yang akan di bawa untuk rapat hari ini. Andi akan ada rapat kembali dengan perusahaan Amerika yang kemarin berhasil ia menangkan. Andi berjalan menghampiri Kaila yang sedang memasak.
"Mah, aku nanti pulang telat lagi yah. Kamu dan anak-anak pulang dengan supir. Aku ada rapat lagi dengan perusahaan Amerika itu," ucap Andi.
Perkataan Andi membuat wajah Kaila berubah seketika, ia pun menyuruh Mbok untuk meneruskan masakannya lalu dia langsung pergi ke kamar, tanpa berkata apa-apa dengan Andi.
'Dia marah? gak biasanya mamah marah jika aku pulang telat. Ada apa dengan mamah sebenarnya?' ucap batin Andi.
Andi pun melangkahkan kakinya untuk pergi ke kamar, tapi tangannya di tarik oleh Adam.
"Ayah, mandiin aku," ucap Adam dengan wajah memohon.
Andi pun tidak jadi pergi ke kamar untuk mengejar Kaila. Ia memandikan Adam dan membantunya untuk memakai seragam sekolah.
"Anak Ayah sudah tampan, pergi sarapan sana," ucap Andi.
"Iya Ayah, terima kasih," Adam mengecup pipi Andi.
Sedangkan Kaila belum keluar dari kamarnya, di dalam kamar ia menunggu Andi tapi suaminya itu tak datang. Akhirnya ia mengganti pakaian untuk pergi ke sekolah. Selesai berpakaian ia bergegas untuk membuka pintu tapi ternyata Andi pun ingin masuk ke kamar. Jadi mereka saling bertatapan di daun pintu. Kaila langsung ingin keluar tapi Andi mendorong Kaila untuk masuk ke dalam kamar dan pintapun di tutup dan di kunci.
"Kamu ada apa si Mah? marah sama aku?" tanya Andi.
"Aku gak marah, misi Mas aku mau keluar," pinta Kaila.
Tangan Kaila di genggam oleh Andi ketika ia ingin keluar.
"Katakan, jangan di pendam di dalam hati sayang," ucap Andi.
"Gak Mas, aku lagi meredam rasaku saja. Ini seperti anak-anak gak boleh seperti ini terus," ucap Kaila.
"Iya katakan, apa itu," ucap Andi.
"Aku ingin yang jemput kamu, tapi kamu ada rapat hari ini. Maaf Mas, mengganggu kamu," ucap Kaila.
Andi melepas genggaman tangannya dan Kaila keluar dari kamar. Ketika di dalam mobil, Kaila tidak berkata apa-apa. Dia hanya diam, menoleh ke Andi pun tidak. Sampai Andi serba salah.
"Aku masuk dulu Mas," ucap Kaila. Ia mencium punggung tangan Andi dan mencium ke dua pipi Andi dengan ekspresi datar. Ketika Kaila masuk ke dalam sekolah, ia menarik nafas dan mengeluarkan secara kasar.
Andi melajukan mobilnya meninggalkan sekolah, tempat Kaila mengajar. Ia berpikir, pulang dari kantor akan membawa bunga untuk Kaila. Ia berhenti di sebuah toko bunga dan membeli bunga mawar pink kesukaan Kaila.
__ADS_1
"Nanti saya akan ambil sebelum toko ini tutup yah," ucap Andi setelah membayar bunga yang ia beli.
Sesampainya di kantor Andi malah keingatan Kaila terus, ia ingin menelepon takut Kaila sedang di dalam kelas dan mengajar. Andi pun bekerja seperti biasa dan melupakan Kaial sejenak karena hari ini dia sangat sibuk.
"Pak, pukul 1 ada rapat dengan perusahaan Amerika," ucap Yusuf.
"Iya, terima kasih. Yusuf, saya minta tolong ambilkan bunga mawar pink di toko ujung jalan. Saya sudah bayar tinggal ambil. Saya takut tutup tokony, bunganya nanti letakkan saja di meja saya," titah Andi.
"Baik Pak," jawab Yusuf.
Pukul menunjukkan pukul 12.30 siang, handphone Andi berdering. Ia langsung merogoh kantung celananya untuk mengambil handphonenya.
Andi \=["Assalamu'alaikum, ini siapa yah."]
Amanda \=["Wa'alaikumsalam, Ayah ini Amanda."]
Andi \=["Ada apa sayang? kok kamu menangis?"]
Amanda \=["Ayah, cepat kesekolah. Mamah pingsan Ayah."]
Andi \=["Astagfirullah, Ayah ke sana sekarang."]
Andi menjadi panik, ia takut kehilangan Kaila. Mendiang istrinya meninggal saat Andi ke Singapore, mendiang istrinya terjatuh saat hamil Amanda. Pendarahan hebat, istrinya memilih anaknya dilahirkan daripada nyawanya sendiri. Kali ini Andi sedang di kantor, sejak kemarin Kaila sudah aneh sikapnya. Ia takut mendadak Kaila meninggalkannya. Andi berlari ke ruang sekretarisnya.
"Yusuf, tolong handle rapat hari ini. Istri saya pingsan soalnya," ucap Andi.
Andi bergegas menuju sekolah tempat Kaila mengajar, dengan kecepatan tinggi dia melajukan mobilnya. Andi memarkirkan mobilnya di halaman sekolah, Amanda langsung menghampiri Andi dan membawa Andi menuju UKS sekolah.
"Sayang, kamu kenapa?" di tepuk lembut pipi Kaila tapi Kaila masih memejamkan mata. Andi langsung menggendong Kaila dan masuk ke dalam mobilnya. Ia meminta izin kepada guru agar Amanda dan juga Adam ikut bersamanya.
"Amanda kamu di jok belakang ya, jaga Mamah," ucap Andi.
Amanda langsung masuk ke dalam mobil, paha Amanda diletakkan bantal kemudian Kaila di masukkan ke dalam mobil.
Adam duduk di jok depan, Andi melajukan mobilnya kembali meninggalkan sekolah. Ia langsung menuju rumah sakit, hanya butuh 20 menit Andi sudah sampai di rumah sakit. Para suster langsung meletakkan Kaila di ranjang kasur dorong, dan di bawa untuk di periksa. Andi dan kedua anaknya mengikuti dari belakang ke tempat pemeriksaan.
Dokter sedang memeriksa, Andi sangat cemas akan kondisi Kaila. Ia memperhatikan ketika dokter memeriksa Kaila. Setelah 5 menit Kaila di periksa, dokter duduk di kursinya.
"Ada apa Dok, istri saya sakit apa?" tanya Andi.
"Sepertinya istri Bapak sedang hamil, untuk pastinya habis ini ke poli kandungan yah Pak. Agar lebih pasti lagi," ucap Dokter.
"Apa Dok, hamil?" tanya Andi.
"Iya Pak, menurut pemeriksaan saya. Tunggu istri Bapak sadar lalu cek di poli kandungan," ucap Dokter.
Kaila tersadar, kepalanya terasa pusing. Ia melihat sekeliling. Amanda langsung memeluk Kaila.
__ADS_1
"Mamah, di perut Mamah ada adik aku," ucap Amanda merasa senang.
Kaila mengerutkan dahinya, dan menatap Andi. Andi membelai kepala Kaila.
"Apa yang kamu rasakan sayang?" tanya Andi.
"Kepalaku pusing Mas, kamu kok di sini. Kamu kan ada rapat penting," ucap Kaila.
"Lebih penting kamu daripada rapat itu," ucap Andi.
Karena Kaila sudah sadar, suster membawa Kaila ke ruang poli kandungan. Kaila melakukan USG, Andi menunggu harap- harap cemas.
"Alhamdulilah Pak, istri Bapak benar sedang hamil," ucap Dokter.
Andi langsung memeluk Kaila
"Terima kasih sayang, kamu mau mengandung anakku. Anak kita," ucap Andi dengan penuh haru.
Bersambung
βββRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahππππ
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet β€ππ