
Setelah Kaila melahirkan, ia beristirahat untuk memulihkan tenaganya. Ia berjuang melahirkan putranya di mulai pukul 12 malam sampai pukul 3.45 pagi. Andi membelai rambut Kaila, di lubuk hati paling dalam, ia sangat bersyukur atas karunia ia dapatkan. Terlebih lagi, Andi mendapatkan anak laki-laki dari Kaila.
Anak mereka diletakkan dalam box bayi, sudah di bedong. Andi memandangi anaknya yang masih merah, tak terasa Andi meneteskan air mata. Melihat langsung proses melahirkan membuat Andi lebih sayang kepada Kaila.
"Mah, ada yang mau kamu makan?" tanya Andi.
"Iya Ayah, aku ingin sarapan nasi uduk. perutku sangat lapar," jawab Kaila.
"Tunggu di sini sendiri nggak apa-apa? aku akan mencari nasi uduk," ucap Andi.
"Aku nggak apa-apa tunggu di sini sendiri," ucap Kaila.
Andi pun keluar dari ruang rawat inap Kaila. Ia mencari apa yang Kaila mau, dia juga menelepon sekretarisnya bahwa hari ini ia tidak bisa masuk ke kantor karena istrinya baru saja melahirkan. Andi juga video call dengan Amanda, ia memberitahu bahwa mamahnya sudah melahirkan dan ia mempunyai adik laki-laki. Amanda sangat senang sekali, Andi tidak bisa lama bervideo call dengan Amanda karena dia sedang menyetir. Andi akan video call kembali dengan anak-anaknya jika sudah berada di kamar Kaila.
Setelah Andi mendapatkan semua apa yang Kaila inginkan, dia bergegas untuk pergi ke rumah sakit. Andi membuka apa yang ia beli dan menyuapi Kaila. Kaila sempat menolaknya, tapi Andi memaksa untuk menyuapi kaila.
"Jangan menolak suapanku sayang, suapan ini tidak berarti apa-apa dengan perjuanganmu untuk melahirkan anak kita. Aku baru melihat bagaimana proses melahirkan, aku melihatnya saja seperti merasakan sakit. Apalagi kamu yang merasakan bagaimana melahirkan, kamu hebat sayang bisa melahirkan 5 anak dengan proses normal," ucap Andi sambil menyuapi Kaila.
"Mas itu sudah kodrat sebagai wanita yang melahirkan anak-anaknya. Aku minta maaf ya Mas, jika nantinya aku merepotkanmu. Karena anak yang baru lahir pasti menangis di tengah malam. Dan jika aku membutuhkan kamu pasti aku membangunkanmu," ucap Kaila.
Sore hari para karyawan Andi menjenguk Kaila di rumah sakit sepulang dari kantor, banyak yang memberikan kado untuk bayi Kaila dan Andi. Kaila merasa sangat bahagia ketika melahirkan putranya ini, dipenuhi rasa kasih sayang dan cinta. Berbeda ketika Cinta dilahirkan, jangankan kasih sayang bahkan Kaila ketika itu, dirinya mengalami gangguan kejiwaan. Ia tidak bisa memegang anaknya, ia hanya bisa menyakiti dirinya sendiri.
Ruang rawat inap Kaila saat ini penuh dengan kado pemberian pegawai Andi. Pada malam hari handphone Kaila berdering, ia memang berjanji pada malam hari akan video call bersama anak-anaknya.
Cia \= ["Assalamu'alaikum Mah, aku mau melihat adikku dong."]
Kaila \=["Wa'alaikumsalam Kakak Cia ini Adik Kakak."] Kayla mengarahkan handphonenya ke bayi yang baru ia lahirkan hari ini.
Cia \=["Ih lucunya Mah, tampan sekali seperti ayah Andi."] Anak-anak Kaila berebutan ingin memegang handphone karena mereka ingin melihat adik mereka yang baru lahir. Kaila melihat anak-anaknya sedang berebutan handphone yang dipegang oleh Cia.
Kaila \=["Para Kakak dan Abang jangan berebutan seperti itu dong, nanti dedeknya juga pulang kok."]
"Sini aku aja biar aku yang pegang," ucap Caca dibalik telepon.
"Tidak aku aja," ucap Adam.
Kaila yang melihat mereka berebutan handphone hanya bisa menggeleng-geleng kepalanya.
__ADS_1
***
Setelah 2 hari di rawat, Kaila pun diperbolehkan untuk pulang. Andi sudah membawa kado pemberian karyawannya sebelum dokter memperbolehkan Kaila pulang. Kaila menggendong bayinya yang sudah ia pakaikan selimutnya. Ia berjalan secara perlahan menuju parkiran mobil. Andi membuka pintu mobil dan Kaila masuk ke dalam mobil, jok depan di samping Andi sambil menggendong bayinya.
Andi mulai menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankannya secara perlahan. 1 jam perjalanan dari rumah sakit ke rumah mereka. Anak-anak sudah menunggu kedatangan Kaila dengan suka cita. Bahkan Amanda memesan bunga mawar pink kesukaan Kaila dari aplikasi online. Saat Kaila membuka pintu anak-anaknya berbaris dan memberikan Kaila bunga mawar pink. Setiap 1 anak memberikan 1 tangkai mawar.
Kaila masuk ke dalam kamarnya, betapa terkejutnya ia, kamarnya sudah dihiasi oleh balon-balon dan ada tulisan "Welcome to home Mamah and Dede." Kaila menitipkan air mata, karena yang mendekor ini semua adalah kelima anaknya, Amandalah sebagai pemimpin pedekorasian. Kaila meletakkan bayinya di dalam box, setelah itu Kaila mencium serta memeluk setiap anaknya.
"Mamah sayang kalian," ucap Kaila lirih.
"Kami juga sayang Mamah," ucap kelima anak Kaila yang saat ini memeluk Kaila.
Andi tersenyum melihat pemandangan yang manis. Walaupun mereka bukan saudara sejarah tapi mereka sangat menjaga persaudaraan mereka satu sama lain.
***
Di malam hari ketika Andi terlelap tidur, tiba-tiba putranya menangis. Andi pun terbangun karena suara tangisan putranya, dia melihat Kaila masih terlelap tidur dan wajahnya sangat lelah. Akhirnya Andi menggendong anaknya, digendong dan digoyang-goyangkan putranya agar bisa tertidur kembali. Walaupun mata Andi sangat berat untuk dibuka, tapi ia bertahan agar bisa menggendong putranya itu, jadi ia tidak ingin ketiduran saat menggendong ,nanti putranya akan jatuh dan akan terluk. Tapi setelah 30 menit di gendong putranya belum juga tertidur, Andi akhirnya membangunkan Kaila.
"Mah... Mah... bangun, putra kita menangis." Andi menggoyangkan tubuh Kaila, tidak lama Kaila pun terbangun dan ia terduduk melihat Andi yang masih menggendong putranya.
"Putra kita menangis Mah, aku sudah gendong dia tapi nggak mau tidur, kenapa ya?" tanya Andi.
"Sekitar 30 menitan," jawab Andi.
"Sini coba aku lihat." Kaila memeriksa popok bayinya, ternyata ada pup. Kaola bergegas membersihkan dan mengganti dengan popok yang baru. Kemudian ia memberikan ASI kepada putri. Tidak lama setelah diberikan ASI, putranya pun tertidur kembali.
Kaila melihat Andi yang menguap-nguap menahan rasa kantuknya. Kaila tak tega melihat Andi yang wajahnya begitu lelah.
"Mas tidur aja, ini putra kita sudah tidur. Sini kamu tidur di samping aku, biar aku di pinggir aja ya. Nanti ketika putra kita terbangun, aku jadinya bisa mendengar tangisannya. Kamu tidur aja ya sayang," ucap Kaila.
"Beneran kamu mau di pinggir?" tanya Andi.
"Iya Mas, sayangku, biar aku yang di pinggir ya Mas, pasti kamu lelah 'kan di rumah sakit juga kurang istirahat," ucap Kaila.
Andi merebahkan tubuhnya. Ia memang merasa lelah karena di rumah sakit istirahatnya juga kurang. Kaila membelai kepala Andi lalu mengecup bibir Andi secara mendadak.
"Mah, kok dicium sih. Nanti kalau aku kepengen bagaimana?" protes Andi.
__ADS_1
"Ya nggak bagaimana -mana Mas, memangnya nggak boleh aku cium kamu?" tanya Kaila.
"Tapi 'kan aku harus puasa Mah, 40 hari kamu nifas, puasa aku," protes Andi kembali.
"Mas... Mas...pikiranya ke sana aja, aku menciummu itu tanda rasa kasih sayang dan cinta kepada kamu. Jangan berpikir ke sana ah kamu ini. Kamu 'kan kamu masih ingat 'kan, bagaimana aku melahirkan?" ucap Kaila.
"Iya sayang, maafkan aku. Ya udah aku tidur dulu, selamat istirahat cinta." Andi mencium pipi Kaila.
Bersambung
βββRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahππππ
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet β€ππ