
Weekend pun tiba, keluarga Andi dan Kaila kini berlibur bersama. Mereka memilih puncak untuk berlibur karena jaraknya tidak terlalu jauh, sehingga nanti ketika pulang di hari minggu tidak terlalu lelah. Adam dan Rafiq sangat senang sekali karena mereka bisa berlibur bersama-sama.
Andi menyewa sebuah Villa dengan kamar empat. Ia membagi kamar Cia dan Amanda, Rafiq dan Adam, Caca dan Cinta dan kamar utama untuk Andi dan Kaila. Di malam hari Andi membuat barbeque, di saat itu Andi mulai mendekati Amanda karena Andi memang memperbaiki hubungan mereka.
"Amanda bantu Ayah untuk mengolesi mentega di ayam, kita akan bakar ayam," perintah Andi.
Mendengar panggilan ayahnya, Amanda sangat senang sekali karena ia tahu bahwa ayahnya sudah tidak marah lagi dengan dia. Tiba-tiba Amanda memeluk Andi dari belakang.
"Ayah maafkan Amanda, Amanda janji kok nggak akan pacaran sebelum lulus SMA," ucap Amanda.
"Ayah percaya itu Amanda, jaga kepercayaan Ayah. Ayah melarang kamu itu ada sebabnya, kamu itu anak perempuan Ayah yang harus Ayah jaga karena mendiang ibumu sudah menitipkan kamu kepada Ayah," ucap Andi.
"Iya Ayah, Manda berjanji tidak akan mengecewakan Ayah," ucap Amanda.
Kaila yang melihat kedekatan Andi dan Amanda, ia sudah mulai merasa lega. Ia tersenyum melihat anak dan suaminya sudah tidak diam-diaman lagi.
Cia baru menghidupkan handphonenya, dia terkejut banyak notifikasi dari Juna. Cia memanggil Amanda.
"Kak, apa aku ganti nomor aja ya?" tanya Cia.
"Sepertinya itu lebih bagus Cia, kamu ganti nomor aja. Hanya keluarga kita aja yang tahu," ucap Amanda.
'Tadi di depan ada yang jual perdana deh,' ucap batin Cia.
Cia menghampiri Andi ia ingin meminta bantuan mengantarkannya untuk membeli nomor baru.
"Ayah bisa antar aku nggak? aku ingin membeli nomor baru Ayah," ucap Cia.
"Kenapa kamu beli nomor baru Cia?" tanya Andi.
"Cowok-cowok di sekolahanku banyak yang tahu nomor aku Ayah. Mereka pada WhatsApp aku, aku males. Jadi aku pengen ganti nomor handphone , biar yang tahu nomor aku hanya keluarga aja," ucap Kaila.
Mendengar alasan Cia itu, Andi langsung mengantarkan Cia untuk membeli nomor baru. Kini Andi tahu bahwa anaknya itu sudah mulai tumbuh remaja dan berparas cantik, Amanda maupun Cia. Andi harus ekstra untuk menjaga kedua putrinya yang sudah beranjak remaja.
__ADS_1
"Kamu pilih kartu ini aja ya, biar samaan kartunya dengan Ayah dan ,Mamah," ucap Andi.
"Ya udah Ayah, aku yang mana aja sama." Andi langsung membayar kartu perdana tersebut dan memberikan kepada Cia.
Cia langsung memasang kartu tersebut dan meregistrasinya. Cia merasa lega karena tidak ada notifikasi lagi dari Juna.
Sedangkan Amanda, Emir masih mengirim pesan melalui Facebook akhirnya Amanda loug out dari facebook dan uninstal facebook messenger. Ia ingin liburan kali ini merasakan liburan keluargaan yang ia nanti - nantikan karena sangat jarang sekali untuk liburan keluarga, ayahnya sangat sibuk dengan kerjaannya.
Mereka sangat senang untuk liburan hari ini. Barbeque bersama, bercanda, tawa tidak ada rasa beban karena masalah yang mereka miliki. Mereka tinggal sejenak masalah yang dipikirkan setiap hari. Liburan mereka hanya dua hari lamanya, setelah selesai liburan mereka pun kembali pulang ke Jakarta memulai aktivitas seperti biasanya.
***
"Cia Kamu ganti nomor kamu ya?" tanya Emir.
"Iya Kak Emir, aku ganti nomorku. Tapi maaf aku tidak akan memberitahu kepada Kak Emir dan Kak Juna," ucap Cia.
"Kenapa?" tanya Emir.
"Kakak tahu nggak ketika kakak datang ke rumah, Kak Amanda diomelin Ayah habis-habisan. Itu karena kakak. Kasihan Kak Manda didiamin sama Ayah selama satu hari. Itu sebabnya aku juga mengganti nomor aku karena Kak Juna selalu menelpon aku, aku mau tenang nggak mau deg-deggan. Aku takut jika ayah dan mamahku kecewa terhadap aku," jawab Cia.
"Kak jangan katakan cinta ketika belum saatnya. Cinta itu ketika Kakak melamar seorang gadis di hadapan kedua orang tuanya, meminta gadis itu dipinang untuk dijadikan sebagai pendamping hidup, itu namanya cinta Kak. Kalau sekarang itu namanya nafsu," ucap Cia.
Emira terdiam dia tidak bisa membalas ucapan Cia.
"Tapi Cia kamu sayang kan sama Juna?" tanya Emir.
"Iya Kak, aku jujur dengan perasaan aku. Aku sayang sama Kak Juna, tapi jika aku berjodoh dengan Kak Juna. Tolong titip pesan ku ke Kak Juna datanglah untuk melamarku 6 tahun lagi jika Kak Juna adalah jodohku, jodoh tidak akan kemana-mana," ucap Cia.
Cia langsung masuk ke dalam kelasnya. Emir hanya berdiri tidak bisa berkata apa-apa karena mendengar Amanda dimarahi oleh ayahnya, itu karena kesalahan dia. Ia baru tahu alasan kenapa Amanda tidak membuka Facebooknya dan tidak membalas Messenger facebooknya. Amanda sudah mendelete aplikasi itu ia pun menghelang nafasnya. Jika ia benar-benar mencintai Amanda seperti omongan dari Cia maka ia harus datang kembali 6 tahun kemudian untuk melamar Amanda.
Sejak saat itu baik Emir dan Juna tidak mencoba untuk menghubungi Cia dan Amanda lagi, mereka memang tidak tahu nomor Amanda maupun Cia. Ketika di sekolah Cia pun berusaha menghindar dari Juna. Cia berpikir tahun besok Juna kelas 3 dan dirinya kelas 2 perlu 2 tahun lagi ia akan berpisah dengan Juna dan tidak akan melihatnya. Kali ini dia sudah bertekad untuk tidak meneruskan ke Universitas yang sama dengan Juna, dia akan mengejar universitas terbaik dengan fakultas kedokteran.
***
__ADS_1
2 tahun kemudian
Amanda sedang menunggu pengumuman, dia harap-harap cemas untuk menunggu pengumuman apakah iya lolos di universitas yang dia inginkan.
Amanda membaca Bismillah ketika klik enter untuk mengetahui apakah ia lulus atau tidak. Ditatap laptopnya, ia menangis ketika melihat bahwa namanya dinyatakan lulus di universitas UGM dengan jurusan hukum. Ia langsung pergi ke kamar Cia karena di rumah itu hanya ada adik-adiknya, kedua orang tuanya masih bekerja. Manda langsung memeluk Cia.
"Cia aku lulus, aku tembus fakultas hukum di UGM," ucap Amanda sangat senang.
"Alhamdulillah Kak Amanda memang hebat, aku bangga dengan Kak Manda." Cia memeluk Amanda dengan erat kemudian Cia duduk di atas ranjang dengan muka yang lesu.
"Kok kamu sedih sih Cia? aku lulus kan lulus," ucap Amanda yang ikut duduk di samping Cia.
"Itu artinya kita akan berpisah dong Kak, Kakak akan di Jogja aku di Jakarta," ucap Cia sedih.
"Ya Allah Cia, kamu kan bisa telepon-telepon aku, video call aku," ucap Amanda.
"Lain Kak, nggak ada teman curhat lagi aku," ucap Cia.
Amanda langsung memeluk Cia, Amanda memang sangat dekat dengan Cia.
"Tahun depan di kampus Kakak ya kuliahnya, kamu ambil kedokteran di sana," ucap Amanda.
"Aku mau ngambil di UI Kak," ucap Cia tersenyum.
"Ih katanya mau bareng sama aku," protes Amanda.
"Hehe UI lebih keren Kak untuk kedokteran di sana, aku akan berjuang untuk belajar terus untuk tembus UI," ucap Cia.
"Kakak yakin kamu bisa kok, semangat ya Cia," ucap Amanda.
Kini Amanda sudah lulus dari SMA, dia akan tinggal di Jogja karena Amanda lulus ke UGM, sedangkan Cia kini sudah kelas 3 SMA dia akan terus belajar untuk mendapatkan kedokteran UI.
Bersambung
__ADS_1
Hai reader mampir ke novel baru aku yuk, baru netes nih.