
Setelah diperiksa ternyata bukan hanya virus HIV, santet yang Sukma kirim berbalik karena Sukma tidak bisa memberikan tumbal. Ia muntah darah, tubuhnya hanya terbungkus oleh kulit. Ketika para teman kerjanya tahu, bahwa Sukma mengidap HIV mereka semua mengucilkan Sukma. Hari-hari Sukma sudah sangat berat ia lalu karena Rangga sudah tidak bersamanya lagi.
Sudah 5 bulan ia tak bertemu dengan Rangga, para tetangga mengucilkannya dan ia tidak keluat dari rumahnya. Ia mengingat perilakunya ketika ia masih sehat, betapa kejamnya Sukma dengan Kaila. Sampai ia yang merusak rumah tangga Kaila sampai ke akar-akarnya. Mulut Sukma sudah berjamur, virus HIV sudah menggerogoti bagian organ dalamnya. Setiap hari ia makan dengan cara pesan online dan ia meminta agar setiap makanan digantungkan di pintu.
"Ya Allah, ampunkanlah dosa-dosaku," ucap lirih Sukma. ia berjalan tertati-tati, ia seret langkahnya hanya untuk mengambil segelas air. Ia sudah tak kuat menderita semuanya, Sukma sudah muntah darah. Pesugihan yang ia lakukan meminta darah Sukma. Anak semata wayangnya pun tak peduli dengannya, walaupun Sukma sudah melakukan Video call dengan kondisi yang sangat parah.
"Uhuk...Uhuk..." Sukma melihat darah keluar dari mulutnya. Tubuh yang seksi kini hanya tulang yang di bungkus kulit. Wajah yang cantik kini menjadi kurus dan terlihat seperti mayat hidup.
PRANK
Suara gelas jatuh ketika Sukma ingin mengambil air minum. Tubuhnya sudah terjatuh, ia tidak mempunyai tenaga lagi. Ia merasakan suhu tubuh yang sangat panas.
"Air...air...tolong...yang mendengar suaraku," ucap Sukma dengan rintihannya.
Tidak ada yang mendengar suara minta tolong Sukma, karena Sukma tidak mempunyai tenaga untuk berteriak. Sukma terus memuntahkan darahnya, nafasnya sudah sesak.
"Sukma kamu anak durhaka, ibumu sendiri menjadi tumbal." Sukma melihat seakan-akan ada ibunya yang sudah tiada.
"Bu Sukma, kamu membuat aku menjadi gila. Anak-anakku menderita, rasakan pembalasan Allah terhadapmu." Sukma melihat Kaila yang sangat marah kepadanya.
Sukma melihat ada 2 orang yang menjemputnya, wajahnya sangat menyeramkan dan menarik rambut Sukma. Nafas Sukma tersentak, matanya melotot, mulutnya menganga. Sukma meninggal dalam keadaan tidak di ketahui oleh para tetangganya.
"Kok lampu rumah Bu Sukma sudah 2 hari gelap yah. Apa keluarganya membawa Sukma ke rumah sakit?" tanya Sinta kepada Bu Ayu sesama teman kantor.
"Aku ndak tahu, tapi sepertinya ndak ada tuh orang yang datang menjemput Bu Sukma. Ah bodo dia itu kejam sama Bu Kaila, apa kabarnya yah Bu Kaila. Tetangga kita yang baik banget," ucap Bu Ayu.
"Semoga Bu Kaila bisa menerima semuanya," ucap Bu Sinta.
Mereka hanya melewati rumah Sukma, tidak ada seorangpun yang perduli dengan Sukma. Sampai 1 minggu lamanya, mereka baru tahu Sukma sudah meninggal di dalam rumahnya karena bau busuk yang menyengat. Warga menghubungi polisi, semua yang masuk ingin muntah karena di mulut Sukma penuh dengan belatung. Mayat Sukma karena sudah membusuk dan tidak bisa dimandikan secara islam. Para warga memutuskan agar jenazah Sukma dimasukkan ke kantong mayat saja lalu di kubur.
Warga sudah menyiapkan makamnya, ternyata bumi tak menerima tubuh Sukma yang sudah membusuk. Setiap di gali tubuh Sukma tak muat dimasukkan seakan-akan liang lahat menyempit. Hari sudah mulai gelap, warga berusaha untuk menguburkan Sukma tapi selalu gagal. Akhirnya para warga memutuskan agar jasad Sukma di kremasi karena bau busuk Sukma sudah sangat menyengat.
__ADS_1
Bagaimana dengan Rangga? Rangga harus minum obat seumur hidup, ia baru tersadar ketika Sukma meninggal bahwa dirinya sudah menyia-nyiakan Kaila dan keempat anaknya. Ia hidup dalam penyesalan yang mendalam dan mengisolasikan dirinya ke komunitas orang -orang yang mempunyai penyakit yang sama dengan dia.
***
"Kak, peluk aku." Cia sangat manja dengan Juna. Pasangan muda ini semakin hari semakin mesrah. Cia tak malu lagi untuk memegang tangan Juna di depan umum.
"Kamu ini, manja yah. Nggak sedang hamil kan, ngidam mau dipeluk aku terus," ucap Juna sambil mencubit hidung Cia.
"Ih Kak, memang nggak boleh manja dengan suami sendiri. Memangnya kamu mau aku manja dengan laki-laki lain?" ucap Cia cemberut.
"Apa kata kamu manja dengan laki-laki lain, akan aku sunat laki-laki itu," ancam Juna.
"Serem banget Kak, aku hanya bercanda Kak. Bagaimana aku bisa berpaling darimu Kak karena aku sangat cinta sama kamu dan bukti cinta aku ada di sini." Cia mengarahkan tangan Juna ke perutnya. Juna terdiam, ia masih mencerna apa yang Cia ucapkan.
"Maksudmu sayang?" tanya Juna.
"Aku hamil Kak, anak kamu ada di sini," ucap Cia sambil membelai pipi Juna.
"Aku sangat cinta sama kamu sayang," ucap Juna yang mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Cia. Ia mengecup bibir Cia yang mungil.
"Aku juga cinta sama kamu Mas, tapi kata dokter kita nggak boleh hubungan suami istri dulu Kak, karena semester pertama rawat. Kakak harus kuat yah," ucap Cia.
"Tapi cium kamu masih boleh yah." Juna langsung mencium bibir Cia dengan lembut dan kasih sayang.
Kaila yang mendapatkan kabar gembira ini, langsung menyuruh Cia untuk pulang ke rumah. Karena Juna sedang melakukan koas, ia tidak mau Cia sendirian di tempat kosannya apalagi Cia sedang berbadan 2. Cia hamil setelah 1 tahun menikah. Sedangkan Amanda sudah mempunyai anak perempuan yang baru ia lahirkan.
Andi bisnisnya memang di jegal oleh orang tua Emir tapi Alif bisa membantu ayah mertuanya karena dia merupakan pengacara yang sedang naik daun. Banyak kasus yang dimenangkan oleh Alif, bahkan ayah Emir harus membayar denda atas kerugian Andi yang disebabkan olehnya. Bisnis Andi semakin melebar karena Alif membantu dia untuk mengolah bisnisnya.
Ketiga anak Kaila tumbuh dengan baik, Caca sudah kuliah dan mendapatkan universitas yang diinginkan, ia mengambil fakultas sipil di universitas Indonesia. Adam sudah masuk ke SMA unggulan di Jakarta. Sedangkan anak Cinta sudah masuk sekolah, kini ia sudah kelas 3 SD. Sedangkan anak Kaila dan Andi dimasukkan ke TK internasional, yang percakapan sehari-harinya di dalam kelas menggunakan bahasa inggris.
Sukma dan Rangga sudah mendapatkan ganjaran. Cerita real nya dari bab 1 s.d bab 18. Bab 19 dan sampai tamat adalah imajinasi saya. Kehidupan tokoh Kaila yang sebenarnya ia masih berjuang untuk menghidupi keempat anaknya. Ia memilih tidak menikah lagi, hanya fokus mencari uang untuk keempat anak-anaknya. Minta doanya agar tokoh nyata Kaila kuat untuk membiayai keempat anaknya. Terima kasih sudah membaca novel ini sampai Tamat. Terima kasih kepada pembaca karena dari hasil novel ini saya bisa berbagi dengan anak-anak Kaila untuk jajan mereka.
__ADS_1
TAMAT
Baca juga yuk cerita seru di novel yang lainnya karya author.
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar(Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst) -Tamat
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On going)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet ❤