
Rudi \=["Hai Sukma sayang, 1 minggu lagi aku akan menemuimu lagi. Siap- siap menemaniku."]
Pagi-pagi Sukma sudah mendapatkan pesan singkat di whatsapp-nya. Ia sangat marah ketika membaca pesan singkat dari Rudi. Dadanya terasa mendidih karena ia tak suka Rudi terus saja memojokkannya. Rudi datang hanya ingin tubuhnya saja, terlihat Rudi ingin balas dendam dengan Sukma yang sudah menghianatinya. Rudi menginginkan Sukma merasakan rasa sakit hatinya. Sukma harus menerima rasa sakit yang sama, juga rasa sakit anaknya yang telah ditinggalkan oleh Sukma begitu saja. Padahal Salim adalah anak Sukma semata wayang, dari darah dagingnya.
"Sial Rudi memanfaatkanku, dia tahu kelemahanku dan aku tidak bisa melawannya. Aku harus mencari pesugihan yang lain, punyaku tidak kuat dari punya Rudi," gumam Sukma. Ia sangat tertekan ketika kedatangan Rudi di Bandung dan Rudi setiap malam mengirimkan pesan singkat untuk Sukma, menteror Sukma dan memeras Sukma.
"Sayang, hari ini kamu pulang ke Serang?" tanya Sukma kepada Rangga.
"Iya, karena kantorku kan di sana. Kenapa masih kangen sama aku?" tanya Rangga sambil mengelus pipi Sukma.
"Iya, aku kangen banget sama kamu. Main dulu yuk sebelum kamu berangkat." Sukma mengelus dada Rangga, ia menggigit bibir bawahnya. Rangga pun menyambut keinginan Sukma itu. Bibir mereka sudah saling bertautan, suara decapan beradu bibir mereka terdengar. Sukma melucuti pakaian Rangga. Rangga sudah bermain di bagian atas Sukma. Kenikmatan yang Sukma rasakan dari sentuhan Rangga.
"Sayang, cepat. Aku tidak kuat, satukan sekarang," rengekan Sukma kepada Rangga. Rangga membuka celananya dan juga rok Sukma bersama **********. Kini mereka sudah polos, Rangga sudah siap untuk penyatuan. Tapi ketika Rangga baru menyentuk bibir bawah Sukma, Rangga mendorong Sukma secara tiba-tiba dengan dorongan sangat keras.
"Aduh..." Ringis Sukma kesakitan karena terjatuh. Sedang enak dan sudah diubun-ubun tapi Rangga malah mendorong tubuh Sukma.
"Rangga...kamu apa-apaan sih?" teriak Sukma kepada Rangga.
"Siapa kamu....kenapa aku bisa menyentuhmu..." Rangga menjauh dari Sukma ketika Sukma mendekati Rangga.
"Aku Sukma, istrimu," ucap Sukma.
"Bukan..." Rangga menutup wajahnya, tubuhnya menggigil. "Kamu bukan Sukma, wajahmu menyeramkan penuh darah dan belatung....pergi kamu setan....pergi dari hadapanku," teriak Rangga histeris.
Sukma berdiri mematung, dia tidak mengerti apa yang terjadi dengan Rangga. Kenapa Rangga berteriak histeris dan juga mengatakan dirinya bukan Sukma. Sukma mendekat, Rangga semakin ketakutan terhadapnya. Sukma marah tapi tak tahu marah dengan siapa. Ia memunguti pakaiannya kembali dan memakainya. Ia lalu keluar dari kamarnya. Sukma duduk di ruang tamu, ia memikirkan ada apa dengan Rangga.
Handphone Sukma bergetar, Rudi mengirimkan pesan singkat kembali.
Rudi \=["Kamu tidak akan bisa di sentuh oleh brondongmu, tunggu aku sayang 1 minggu lagi. Aku akan memuaskanmu sampai pagi."]
Sukma kini paham yang terjadi dengan Rangga. Rangga histeris karena ulah Rudi. Sukma sangat geram, ia memukul bantal sofa.
"Ah....kenapa aku tidak bisa melawan Rudi. Sial!!!" Sukma mengacak-acak rambutnya sendiri.
***
Jogja
Kaila beserta keluarganya kini berada di alun-alun kota Jogja. Mata anak-anak mereka berbinar-binar. Mereka makan malam dengan lampu di mobil becak. Andi memuaskan perut anak-anaknya. Andi membelikan sabun gelembung, mereka memaikan dengan sorak sorai.
"Terima kasih Mas, telah mengajak liburan ke Jogja," ucap Kaila. Andi mengecup pipi Kaila dengan mesrah, Kaila memukul lengan Andi dengan pelan. "Ih Mas, malu di lihat dengan anak-anak," protes Kaila.
__ADS_1
"Nggak apa-apa, agar anak-anak kita yang sudah kuliah mencari suami harus hati-hati. Harus di restui oleh kedua belah pihak keluarga, dan mendapatkan laki-laki seperti aku, sayang anak dan istri." Andi mengecup pipi Kaila kembali.
Amanda yang mendengar ucapan Andi menjadi pucat pasi, Cia menggenggam tangan Amanda.
"Kak Jalani aja yang ada, jangan pikirkan kedepannya. Kalian sama-sama cinta, doa yang kuat agar keluarga Kak Emir restuin cinta kalian," ucap Cia berusaha menguatkan hati Amanda.
"Entahlah Cia." Amanda terdengar sangat putus asa.
Cia menarik tangan Amanda, mengajak Amanda untuk main gelembung air. Cia memegang mainan Rafiq yaitu tembakan gelembung air, ia menembaki wajah Amanda.
"Cia stop." Cia mengejar Amanda, dia terus menembaki Amanda dengan pistol gelembung air.
Andi malah membeli 5 pistol gelembung air, mereka beramai-ramai menyerang Amanda dengan pistol gelembung air.
"Kenapa kalian menyerang aku," teriak Amanda sambil berlari. Amanda sudah nggak bisa berlari lagi kakinya sudah lelah. Mereka tertawa bersama.
"Mah, Pah, aku mau ke kamar mandi dulu," ucap Cia. Cia menarik tangan Amanda untuk menemaninya ke toilet.
"Cia sendirian aja, aku lelah tahu." Amanda malas untuk berjalan, tapi Cia terus memaksa. Amanda akhirnya mengantarkan Cia karena Cia terus merengek kepadanya. Cia malah bukan ke toilet tapi ke belakang toilet. Ada 2 laki-laki yang menunggu di belakang toilet.
"Emir...." Amanda terkejut melihat Emir dan Juna. Emir langsung memeluk tubuh Amanda. Amanda berpandangan dengan Juna, Cia berdehem kepada Juna. Juna paham lalu langsung melepaskan pelukan Emir kepada Amanda.
"Maaf Amanda aku memeluk kamu." Amanda berdiri mematung, ia tampak terkejut dengan kedatangan Emir yang tiba-tiba dan langsung memeluk Amanda.
"Kak, Kak Emir kelepasan. Maafkan Kak Emir." Cia berusaha menenangkan Amanda. Amanda hanya terdiam lalu menangis. "Kamu jahat Emir, membuat aku menangis semalaman."
"Amanda maafkan aku, aku tidak akan menerima perjodohan itu. Aku sangat mencintaimu, aku akan tetap memperjuangkan cintaku padamu," ucap Emir.
Cia merangkul pundak Amanda, Amanda menangis di dalam pelukan Cia.
"Bisakah kedua orang tuamu merestui kita Emir?" tanya Amanda.
"Insha Allah, berdoa terus agar hati kedua orang tuaku luluh karena melihat cinta kita." Emir mengeluarkan sesuatu, ia memberikan kepada Amanda.
"Cincin ini tanda cintaku, ini aku beli dari uang jajanku yang kukumpulkan. Aku akan bekerja dan mendapatkan uang untuk masa depan kita nanti.
Amanda mengambil tapi ia tidak memakainya. "Aku akan pakai ketika ayah dan Mamah tidak bersamaku." Emir menganggukan kepalanya.
"Cia, Amanda...." Suara teriak Kaila mencari Cia dan Amanda.
"Sayang kamu beli makanan itu, untuk alasan kamu. Kami pergi dulu, nanti aku telepon kamu," ucap Juna menarik tangan Emir yang tidak rela berpisah dengan Amanda.
__ADS_1
Cia langsung membeli makanan yang di tunjuk Juna. Amanda yang menyahut panggilan Kaila dan membawa Kaila ke belakang toilet.
"Mah, nunggu kami yah. Maaf Mah aku lagi beli jajanan, kepengen makan itu di Jakarta nggak ada soalnya," ucap Cia dengan senyumannya.
"Kirain Mamah kalian kemana, Mamah juga mau dong. Sekalian pesanin yah," pinta Kaila.
Amanda dan Cia saling pandang, Amanda tersenyum kepada Cia dan mengucapkan terima kasih tanpa suara hanya gerakan bibir saja.
Bersambung
❤❤❤
Baca juga yuk cerita novel saya yang lain nggak kalah seru loh....
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (on going)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On going)
__ADS_1
Love dari author sekebon