
Ketika anak mulai remaja maka pasti ada rasa suka dengan lawan jenis. Bagaimana sebagai orang tua harus mendidik anak-anaknya agar tidak berpacaran sebelum waktuny. Karena berpacaran itu merupakan hal yang banyak negatifnya untuk anak-anak. Ketika berpacaran pasti ada setan yang memasuki jiwa anak-anak yang imannya kurang kuat. Untuk itulah orang tua harus membentengi anak-anak dengan iman yang kuat, agar terhindar dari sebuah perzinahan di masa remaja.
Kaila berusaha untuk memberi pemahaman kepada Amanda, bahwa pacaran itu lebih banyak mengandung nilai negatifnya daripada positifnya. Jika sudah waktunya itu akan terasa indah. Berpacaran setelah menikah karena akan melakukan hal yang baru ketika setelah menikah tapi dengan status halal.
"Mas, aku ke kamar Amanda dulu ya," izin Kaila.
"Kalian Kayaknya seperti ada yang dirahasiakan, ada apa sih?" tanya Andi.
"Ah nggak ada apa-apa Mas, aku mau ajarin dia PR aja. Tadi Amanda bertanya kepada aku. Aku ke kamar Amanda dulu ya Mas," ucap Kaila.
Andi menganggukkan kepalanya, Kaila langsung melangkahkan kakinya untuk menuju kamar Amanda.
Tok tok tok
Kaila mengetuk pintu.
"Amanda ini Mamah...Mamah... boleh masuk?" tanya Kaila.
"Iya Mah, masuk aja. Aku nggak kunci kok," jawab Amanda.
Kaila memasuki kamar Amanda, terlihat bahwa Amanda ini anak yang rapih. Kamarnya selalu bersih dan wangi, memang Amanda ini tidak suka kamarnya berantakan, untuk sebab itu Amanda melarang siapapun masuk ke kamarnya kecuali dengan izinnya.
Kaila tersenyum mendekati Amanda, Amandapun membalas dengan senyuman.
"Anak Mamah sedang belajar?" tanya Kaila.
"Iya Mah, sedikit ada PR," jawab Amanda.
"Mamah boleh ganggu kamu nggak?" tanya Kaila.
"Ah Mamah, Mamah nggak pernah ganggu aku kok," ucap Amanda.
"Sayang, Emir masih ganggu kamu nggak?" tanya Kaila.
Amanda meletakkan pulpennya lalu menatap wajah Kaila.
"Sejak Mamah laporkan dia ke guru BP, nggak lagi Mah. Tapi dia selalu melirik ke arahku terus," ucap Amanda jujur.
"Kamu punya rasa sama dia? Emir 'kan wajahnya tampan, pandai juga." Kaila memancing agar Amanda berkata jujur.
Amanda terdiam, dia tidak menjawab. Kaila tahu karena Amanda ini beranjak remaja. Pasti ada ketertarikan dengan lawan jenis. Apalagi Emir tampan dan juga cerdas. Kaila menyentuh tangan Amanda, ia menatap mata anak sambungnya itu.
__ADS_1
"Mamah tahu kamu juga suka sama Emir 'kan. Mamah nggak menyalahkan rasa kamu itu, justru kalau kamu tidak suka dengan lawan jenis malah aneh. Tapi sayang rasa itu jangan kamu luapkan, karena akan menjadi bumerang dalam diri kamu. Gara-gara rasa dengan lawan jenis kamu menjadi tidak fokus untuk belajar." Kaila membelai rambut Amanda dengan penuh kasih sayang.
"Maafkan aku Mah." Amanda menundukkan kepalanya karena merasa menyesal telah menyukai laki-laki.
Kaila memeluk Amanda dengan erat, ia bangga kepada Amanda karena anak sambungnya itu telah jujur kepada dirinya.
"Kok minta maaf sayang, kamu nggak salah karena itu anugrah dari Allah. Tapi kamu belum waktunya. Mamah dan Ayah melarang kamu tidak boleh pacaran untuk kebaikan kamu," ucap Kaila.
"Mah, terima kasih sudah selalu menasehatiku. Aku merasa Mamah seperti Mamah kandungku," ucap Amanda.
"Sayang, Mamah sudah mengganggap kami seperti anak kandung Mamah. Mamah sayang kamu seperti Mamah sayang Cia, Caca, Adam, dan Cinta," ucap Kaila.
Amanda sangat bersyukur memiliki Mamah sambung seperti Kaila. Karena Kaila terlihat sangat menyayangi Amanda seperti anak kandungnya. Kaila tidak membedakan antara anak kandung dan anak dari suaminya. Setiap ada masalah pasti Kaila mengajak komunikasi dengan Amanda karena Amanda juga merasa nyaman ketika berkomunikasi dengan Kaila.
Kebanyakan dari cerita-cerita, ibu tiri itu sangat kejam tapi lain dengan Kaila. Kaila ibu tiri yang sangat baik hati, dan menyayangi anak tirinya. Ia tidak pernah marah, dia hanya menasehati anaknya agar perbuatan yang salah bisa diperbaiki.
"Kalau ada apa-apa bilang sama Mamah, jangan diam saja." Kaila memeluk Amanda dengan penuh rasa kasih sayang dan cinta yang berlimpah.
"Aku sangat bersyukur mempunyai Mamah yang sangat baik hati dan penuh kasih sayang kepadaku." Amanda menangis dipelukan Kaila. Karena dia baru merasakan kasih sayang seorang ibu setelah ayahnya menikah dengan Kaila. Sejak bayi Amanda tidak merasakan kasih sayang ini dari seorang ibu, tapi kasih sayang ini berlimpah diberikan kepada Kaila untuk Amanda.
Kaila mengusap air mata Amanda, "jangan menangis lagi."
"Mah, ini rahasia kita ya, please jangan bilang dengan Ayah," pinta Amanda.
"Mamah janji kepadamu, ini rahasia kita berdua, hanya kita yang tahu," ucap Kaila.
Setelah Kaila selesai berkomunikasi dengan Amanda. Kaila kembali lagi ke kamarnya. Andi masih membuka laptopnya. Dia sedang memeriksa kerjaannya yang dibawa ke rumah.
Kaila tidak mau mengganggu Andi, karena terlihat sangat fokus dengan pekerjaannya. Dia langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang, Andi melirik Kaila yang sudah balik lagi ke kamar.
"Sudah selesai PR Amanda?" tanya Andi.
"Iya Mas, Alhamdulillah udah selesai anakmu itu pintar, jadi aku tidak terlalu bekerja keras untuk mengajarkannya, dia langsung paham," ucap Amanda.
"Iya, dia pintar seperti aku. Aku gitu loh Ayahnya," ucap Andi sangat bangga.
"Aku Mamahnya, memang kamu pikir aku bukan Mamahnya Amanda?" protes Kaila.
"Eh maaf sayang bukan maksud aku seperti itu. Kamu Mamahnya Amanda yang terbaik di mata Amanda, karena dia merasakan kasih sayang seorang ibu hanya melalui kamu." Andi memeluk Kaila sangat erat sekali karena dia takut kalau Kaila merajuk dan tidak mau bicara kepada Andi untuk malam ini.
Kaila cemberut karena ucapan Andi. Kaila merasakan bahwa Andi menganggap dirinya hanya mamah sambung untuk Amanda, artinya posisi Kaila tidak berarti apa-apa. Padahal maksud Andi bukan seperti itu, tapi hormon Kaila selalu berubah-ubah karena ia sedang hamil. Kaila langsung merebahkan tubuhnya dan memunggungungi Andi. Andi tidak bisa berkata apa-apa ketika Kaila sudah merajuk seperti ini.
__ADS_1
"Sayang, jangan marah dong," ucap Andi.
"Maaf Mas, aku lelah mau istirahat," ucap Kaila.
Andi menghela nafasnya, ia menyesal mengatakan seperti itu kepada Kaila. Tiba-tiba tubuh Kaila bergetar dan tangannya beberapa kali mengusap pipinya. Andi memeluk pinggang Kaila, ia mengusap-usap perut Kaila yang sudah membesar.
"Sayang jangan sedih, nanti dede bayinya ikutan sedih. Maafkan atas perkataanku tadi," ucap Andi penuh sesal.
"Aku tahu posisiku bukan ibu kandung Amanda, aku hanya ibu tirinya. Perkataanmu waktu awal menikah itu bohong. 'Anakmu adalah anakku, anakku adalah anakmu.' ternyata kalimatmu itu hanya untuk membuat aku senang," ucap Kaila sambil terisak.
"Ya Allah, nggak seperti itu maksudku sayang. Maafkan aku, tolong maafkan aku," ucap Andi.
Kaila tidak mengucapkan apa-apa lagi. Ia memejamkan matanya tapi air matanya masih keluar dan membasahi pipinya.
Bersambung
βββRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahππππ
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet β€ππ