Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
1 mobil dengan Juna


__ADS_3

Kesehatan Kaila menurun, karena dia terlalu memikirkan kelakuan Adam. Ia tidak menyangka bahwa Adam mencoba untuk merokok, padahal dirinya sudah memberi nasihat kepada Adam jangan menyentuh rokok. Rokok itu berbahaya bagi paru-paru. Kaila di rawat di rumah sakit, karena dia kekurangan mineral dan juga vitamin. Kaila kini dirawat di rumah sakit.


Caca \=["Halo assalamu'alaikum Kak Cia."]


Cia \=["Wa'alaikumsalam, iya ada apa Caca?"]


Caca\=["Kakak, bisa pulang nggak?"]


Cia \=["Memangnya kenapa Caca?"]


Caca \=["Mamah sakit Kak, sekarang dirawat di rumah sakit."]


Cia \=["Apa? Mamah sakit? Sejak kapan? Kok kamu baru bilang, memang Mamah sakit apa?"]


Caca \=["Adam Kak, bikin ulah. Adam merokok di sekolah dan dia diskor selama 1 minggu."]


Cia \=["Astagfirullah Adam, kamu ada-ada aja. Yah udah nanti sore Kakak langsung ke rumah sakit, Mamah du rawat di mana Ca?"]


Caca \=["Aku Whatsapp ya untuk alamat rumah sakitnya."]


Cia pun menjadi panik karena Cia tahu bahwa Mamahnya jika punya pikiran yang merasa berat, akan sakit. Ia juga tidak penyakit lama mamahnya kembali, karena sudah 10 tahun sejak menikah dengan Andi mamah tidak pernah kambuh lagi. Penyakitnya trauma karena kelakuan Rangga mantan suaminya. Selesai mata kuliah, Cia langsung bersiap-siap untuk pulang.


Ketika keluar dari tempat kosan, ternyata Juna ingin ke kos Cia. Ingin menemui Cia, melepas kerinduan untuk menatap wajah Cia.


"Assalamu'alaikum, loh Cia kamu mau ke mana?" tanya Juna.


"Wa'alaikumsalam, aku mau pulang Kak. Maaf aku terburu-buru," jawab Cia.


Cia berlari dan Juna pun ikut berlari dan menghalangi langkah Cia


"Aku antar," ucap Juna.


"Aku mau ke rumah sakit Kak, Mamahku masuk rumah sakit, jika Kakak mengantar aku dan mereka melihat, mereka akan berpikir macam-macam tentang aku," ucap Cia.


"Ya udah gini aja, aku nunggu kamu di tempat parkir. Bagaimana?" tanya Juna.


Cia berpikir sejenak, ia pun ingin cepat-cepat untuk bertemu Kaila. Akhirnya ia menyetujui ajakan Juna. Juna membukakan pintu mobil bagian depan.

__ADS_1


"Kak, maaf aku duduk di jok belakang saja," ucap Cia yang menundukkan wajahnya karena Juna menatap wajah Cia tanpa kedip.


Juna menghala nafasya, ia paham karena memang Cia menjaga sangat jarak. Mereka berkomunikasi hanya melalui WhatsApp. Juna menutup pintu mobil bagian depan lalu ia membukakan pintu bagian belakang. Cia masuk ke dalam mobil Juna, ia memberikan alamat rumah sakit kepada Juna agar Juna langsung mengarahkan mobilnya ke rumah sakit yang di tuju.


Di dalam mobil, Cia hanya diam. Dia tidak berbicara kepada Juna. Juna lah membuka yang percakapan diantara mereka.


"Mamahmu sakit apa?" tanya Juna.


"Mamah sepertinya terlalu banyak pikiran karena adikku Adam membuat ulah. Adam merokok di kelas. Lalu diskor selama 1 minggu dari sekolah, Mamah memang seperti itu kalau banyak pikiran, lalu ia langsung drop untuk kesehatannya," ucap Cia. Sesekali Juna melihat spion mobil tengah untuk melihat wajah Cia.


"Memang Adik kamu ada berapa Cia?" tanya Juna kembali.


"Jika diceritakan panjang Kak Juna, nanti aja ya ceritanya karena adikku memang banyak," jawab Cia.


Juna pun berhenti menanyai adik-adiknya Cia. Mereka di dalam mobil bersama untuk yang pertama kali, tapi Cia memang tidak mau terlalu dekat dengan Juna jika bertemu Juna mereka saling menatap dan tersenyum lalu Cia langsung mengalihkan pandangannya.


Juna menghentikan mobilnya. Ia menepikan mobilnya di toko buah.


"Mamah kamu suka buah apa Cia? biar aku belikan?" tanya Juna.


"Jangan Kak, nggak usah. Ayah pasti sudah membelikan buah untuk Mamah," ucap Cia.


"Mamah suka buah jeruk dan anggur Kak," jawab Cia pada akhirnya.


"Ya sudah tunggu sebentar ya di sini. Aku akan turun untuk membeli buah dulu," ucap Juna.


Cia menganggukan kepalanya dia melihat dari dalam kaca mobil Juna sedang memilih buah, ia tersenyum ketika melihat Juna. Di dalam hatinya Cia sangat senang, ketika satu mobil dengan Juna. Cia berharap waktu akan cepat berlalu sehingga dia bisa segera menikah dengan Juna. Untuk berhasil menjadi dokter butuh proses yang lama kuliah 4 tahun, menjadi koas 2 tahun, menjalankan internship dokter di daerah wilayah Indonesia 1 tahun. Cia akan mengabdi selama 1 Tahun di pedalaman Indonesia. Barulah akan dinyatakan sebagai dokter.


Juna ternyata tidak hanya membeli jeruk dan anggur, dia membeli buah banyak sekali.


"Loh kok banyak Kak Juna belinya?" tanya Cia penuh heran.


"Nanti bagi dua ya, untuk mamahmu ada jeruk, apel, dan anggur, sisanya itu untuk kamu di tempat kosan. Kamu ada Kulkas gak di kamar kos?" tanya Juna.


"Ada Kak, Ayah membelikan kulkas mini untuk di kamar kosan aku," jawab Cia.


"Ya sudah nanti kamu letakkan di kulkas ya, ada buah kesukaan kamu, ada melon dan buah naga merah." Juna menunjuk buah yang ia beli.

__ADS_1


"Kok kakak tahu sih buah kesukaan aku? 'Kan aku sepertinya aku tidak pernah cerita," ucap Cia.


"Itu buktinya aku cinta kamu, aku tahu mengenai kamu, apa yang kamu suka dan nggak suka. Aku sudah tahu semuanya," ucap Juna.


Ucapan Juna membuat Cia tersenyum ,karena hatinya sangat senang ketika Juna mengatakan itu. mobil Juna pun kembali berjalan. Tanpa Juna sadari dari belakang Cia memperhatikan Juna dari jok belakang. Posisi Cia duduk di samping kiri, jadi Cia bisa menatap wajah Juna dari posisi duduknya. Jantung Cia seperti meloncat-loncat seperti banyak bunga yang bertebaran karena Cia tidak menyangka berada satu mobil dengan Juna.


Akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit, Juna memarkirkan mobilnya. Kemudian ia membukakan pintu bagian belakang untuk Cia ketika Cia turun dari mobil, tatapan mata mereka bertemu, Cia langsung memalingkan wajahnya.


"Kamu Nggak apa-apa bawa buah-buah sendirian? Lumayan berat loh," ucap Juna.


"Enggak apa-apa kak Juna, Kakak bisa tunggu aku di mobil atau Kakak bisa ke kantin rumah sakit nanti kita bertemu di kantin rumah sakit, bagaimana?" tanya Cia.


"Ya sudah aku tunggu di kantin saja ya," jawab Juna.


"Iya Kak." Cia tersenyum kepada Juna. Senyuman Cia yang membuat Juna tidak bisa berpaling.


"Cia tunggu." Cia menghentikan langkahnya lalu Juna menghampiri Cia. Aku mau bertanya sedikit, mamah kamu tahu aku nggak? Kamu pernah cerita nggak tentang aku?" tanya Juna.


"Aku jawab jujur ya Ka, Mamah tahu bahwa aku menyukai seseorang, tapi aku tidak pernah menyebutkan nama kakak. Ayahku tidak tahu, aku tak berani menceritakan itu," ucap Cia.


Cia pun berlalu dari penglihatan Juna. Juna tersenyum dan puas ketika mendengar jawaban bahwa Cia mengaku kepada mamahnya, bahwa dirinya sudah menyukai seseorang.


***


Cia langsung masuk ke kamar rawat Kaila. Kaila terkejut ketika melihat Cia sudah berada di rumah sakit.


"Assalamu'alaikum Mah." Cia membuka pintu ruang rawat inap Kaila, ia langsung meletakkan buah-buahan yang Juna beli di samping Mamahnya, lalu ia mencium punggung tangan Kaila dan memeluk erat Kaila.


"Wa'alaikumsalam, pasti Caca yang telepon kamu kan. Kamu bolos dari kampus? Kamu ke sini naik apa? Nggak dijemput sama Pak sopir? lalu dengan siapa?" Kaila menanyai Cia dengan beberapa pertanyaan. Karena merasa aneh jika Cia datang sendiri karena Cia tidak pernah pergi sendirian. Biasanya Amanda lah yang akan menemani Cia.


Cia malah mengalihkan pembicaraan, Cia malah menanyakan kesehatan mamahnya yang memang wajah Kaila terlihat sangatlah pucat. Dalam kamar itu hanya ada Kaila dan Adam yang menjaga Kaila. Cia menatap Adam sangat tajam, sehingga Adam hanya bisa menunduk, dia tidak berani menatap Cia.


"Mamah baik-baik aj, jangan khawatir. Kok kamu malah mengalihkan pembicaraan, kamu dengan siapa datang ke sini?" Kaila menanyakan kembali.


Cia malah terdiam ketika Kala menanyakan hal tersebut, karena Cia tidak pintar menyembunyikan kebohongannya. Kaila pasti akan tahu jika Cia berbohong. Cia gugup untuk menjawab Kaila.


"Suruh masuk dia ke sini, Mamah mau bicara dengan seseorang yang kamu sukai itu. Mumpung Ayah kamu belum ke rumah sakit, Ayah kamu hari ini ada rapat jadi tidak bisa menemani Mamah," ucap Kaila.

__ADS_1


Dengan segala desakan dari Kaila akhirnya Cia menelepon Juna agar Juna bisa masuk ke dalam ruang rawat Kaila.


Bersambung


__ADS_2