Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Cia sekeluarga ke Jogja


__ADS_3

Liburan semester kali ini, Kaila dan sekeluarga merencanakan ke Jogja. Tempat Amanda mencari ilmu, Cia sudah membereskan pakaiannya. Ia tidak banyak membawa pakaiannya karena di rumah masih ada pakaiannya cukup jika untuk 10 hari di Jogja. Cia mau liburan, Juna yang sedih. Walaupun tidak setiap saat bertemu dengan Cia di kampus tapi Juna setiap hari pasti melihat Cia.


"Aku antar yah," ucap Juna.


"Pak supir akan menjemputku Kak, maaf yah ," ucap Cia.


"Aku akan rindu kamu Cia," Juna menatap Cia, ia ingin memegang tangan Cia tapi tak berani takut Cia marah.


"Kakak jangan nakal yah, jangan lihat perempuan lain." Cia mewanti-wanti Juna dengan tatapan yang tajam.


"Hanya satu perempuan yang aku cintai, itu adalah kamu sayang." Wajah Cia memerah ketika Juna memanggil dirinya dengan sebutan sayang.


"Sebentar lagi, pak supir datang Kak sekitar 10 menit lagi. Ini untuk Kakak." Cia memberikan kotak seperti kado.


"Ini apa?" tanya Juna.


"Bukanya nanti setelah aku pergi, jika Kakak rindu aku tataplah apa yang aku berikan kepada Kak Juna." Cia membuat penasaran Juna. Tak lama pak sopir yang menjemput Cia tiba.


Cia menyuruh Juna menunduk, karena tinggi Cia sebahu Juna. Tanpa Aba-aba Cia mengambil foto selfi dengan Juna, Cia juga membisikkan sesuatu di telinga Juna.


"I love you so much. I will miss you Kak," bisik Cia. Lalu Cia masuk ke dalam mobil jemputannya. Cia membuka jendela mobil dan melambaikan tangannya dan juga memberi kode dengan tangan agar Juna menelepon dia. Juna melambaikan tangannya pula dan kiss bye dari jarak jauh.


Juna masih terasa ketika Cia membisikkan kalimat cinta karena tak sengaja bibir Cia menyentuh telinga Juna. Juna tersenyum senyum mengingat momen manis itu dengan Cia.


"I will miss sayang," ucap Juna Lirih.


Cia melihat foto dirinya dan Juna. Di dalam foto Juna tampak terkejut karena Cia memfoto secara tiba-tiba, Cia tersenyum melihat foto dirinya dan Juna. Lalu Cia mengirimkan foto mereka ke whatsapp Juna.


Cia\= ["Kamu tampan Kak dalam foto ini, jangan di delete yah."]


Juna \=["Nakal yah kamu, ambil foto mendadak."]


Cia tersenyum melihat balasan dari Juna. Pak sopir melirik ke arah Cia, Cia menyadari itu.


"Aku nggak pacaran Pak, hanya sudah berkomitmen ketika setelah kami jadi dokter, Insha Allah kami akan menikah. Jangan bilang ayah loh Pak, Mamah sudah tahu kok," ucap Cia.


"Tenang aja Non, Bapak akan tutup mulut. Dia pria yang sama kan waktu Non masih sekolah?" tanya pak sopir.

__ADS_1


"Ih kok inget sih Pak," ucap Cia.


Pak sopir hanya tersenyum. Perjalanan kepulangan Cia sangat di nantikan orang rumah, para adiknya juga sudah menantikan. Setibanya Cia di rumah ke empat adiknya berlari memeluk Cia. Kecuali Adam, dia tidak memeluk Cia karena malu sudah besar. Cia langsung menggendong Rafiq adik kecilnya. Cinta tumbuh sudah besar, dia sudah kelas 4 SD.


"Assalamu'alaikum." Kaila dan Andi langsung menoleh ke arah sumber suara, mereka tersenyum ketika melihat kedatangan Cia. Cia menurunkan Rafiq dari gendongannya dan mencium punggung tangan Andi dan Kaila.


"Kak Cia sudah sampai," ucap Andi.


"Iya Ayah, bahkan aku di sambut seperti orang penting dengan adik-adikku," ucap Cia. Andi dan Kaila tertawa. "Mereka nungguin kamu dari tadi, kangen sama kamu."


"Kak Cia, malam ini tidur sama Caca yah," pinta Caca.


"Nggak, Kak Cia malam ini tidur sama Cinta," ucap Cinta dengan bibir cemberut.


"Sudah jangan berantem, Kak Cia akan tidur dengan Caca dan Cinta. Kita tidur bertiga," ucap Cia sambil memeluk Caca dan Cia.


Caca sudah kelas 3 SMP, tahun ini dia akan ujian. Dia akan meminta tips dengan Cia agar mendapatkan sekolah SMA favorite. Dalam keluarga, Cia anak yang paling pandai, masuk ke kedokteran UI sangat sulit tapi Cia bisa lulus dan kini kuliah di kedokteran UI. Malam ini Cia lupa untuk memberi kabar dengan Juna, handphonenya pun ia silence karena sedang mengobrol dengan adik-adiknya. Setelah adik-adiknya tertidur Cia baru ingat, ia langsung mengambil handphonenya. Ada 10 panggilan masuk dan 25 whatsapp dari Juna.


'Aduh, Kak Juna ngambek nggak yah. Lebih baik aku telepon aja,' ucap batin Cia. Cia pergi ke balkon kamarnya. Kamar Cia dan Amanda ada di lantai 2, jendela kamar ada balkon. Biasanya mereka belajar di balkon karena bisa melihat bintang di langit. Cia mulai menelepon Juna, tapi tidak di angkat. Cia mencoba lagi tapi tidak di angkat lagi.


"Ya Allah, Kak jangan marah dong," gumam Cia.


Cia \=["Assalamu'alaikum Kak Juna. Maaf aku tadi sedang ngobrol dengan adik-adiknya katanya mereka kangen dan aku meletakkan handphone aku di lemari."]


Juna \=["Wa'alaikumsalam, pantas kamu nggak angkat teleponku. Kamu kapan berangkat ke Jogja?"]


Cia \=["Kangen sama aku yah hehehe."]


Juna \=["Kangen banget, aku seperti kehabisan obat jika jauh denganmu. Tapi aku langsung sehat ketika menelepon kamu karena kamu obat yang aku butuhkan."]


Cia \=["Gombalnya bisa aja kamu Kak, kan sudah aku suntik vitamin sebelum jalan."]


Juna \=["Masa? Kapan kamu kasih suntikan aku?"]


Cia tersenyum kepada Juna.


Cia \=["I love you Kak Juna."]

__ADS_1


Juna \=["Sekali lagi dong suntikan vitaminnya, sekalian antibiotiknya kasih ke aku."]


Cia \=["Aku nggak mau kasih Kakak antibiotik agar kuman cintanya nggak mati untuk aku."]


Juna \=["Hahaha ternyata calon istriku pintar jawabannya. Oh iya aku punya kabar buruk."]


Cia mengerutkan dahinya, kata kabar buruk dari Juna membuat jantungnya bersebar. Dia berpikir apakah orang tua Juna tahu hubungan Cia dan Juna lalu tidak setuju dengan hubungan ini.


Cia \=["Kak jangan buat aku deg-degan deh. Berita buruk apa Kak memangnya?"]


Juna \=["Emir lagi bingung, karena keluarganya menjodohkan dia dengan anak perempuan dari teman Mamahnya. Emir sangat mencintai Amanda. Dia sekarang lagi galau."]


Cia langsung terdiam, ia tahu bahwa Amanda sangat mencintai Emir. Tapi dengan kejadian ini bagaimana Amanda nantinya. Niatnya Cia ingin bercerita tentang hubungannya dengan Juna, tapi mendengar perkataan Juna membuat Cia tidak enak hati jika menceritakan ini. Pasti Amanda hatinya sangat sakit ketika mengetahui ini.


Cia \=["Kakak kapan tahunya?"]


Juna \=["Hari ini, karena malam ini keluarga Emir dan perempuan itu bertemu. Emir bercerita bahwa perempuan itu tertarik dengan Emir padahal Emir sudah bilang ada seseorang yang sudah ia cintai."]


Cia \=["Ya Allah... Kak Amanda bagaimana Kak? Aku jadi khawatir Kak Amanda sekarang."]


Juna \=["Kamu harus memberi kekuatan kepada Amanda, aku tahu pasti hati Amanda sakit, hati Emir tersiksa."]


Cia menghela nafasnya, ia sangat khawatir kepada Amanda.


Bersambung.


❤❤❤❤


Promo novel baruku berjudul Di Campakkan suami setelah melahirkan. Yuk mampir Kakak reader yang baik.


"Andin, aku sudah bilang jangan makan karbo lagi, kamu masih saja makan karbo. Berat kamu nanti akan nambah lagi," ucapku sangat geram.


"Aku lapar Mas, jika aku lapar bagaimana aku menyusui anak kita?" tanya Andin dengan wajah yang tertunduk.


"Ah banyak banget alasan kamu, memang kamu nggak mau membahagiakan suami. Kamu semakin hari berat kamu semakin bertambah. Bukannya berkurang malah semakin bertambah." Aku bertolak pinggang dengan menatap wajahnya yang masih tertunduk.


"Aku mau Mas membahagiakan kamu, mau banget. Aku mau ke salon, tapi setiap hari kan aku harus menjaga anak kita," ucapnya yang aku dengar sangat mengada-ngada.

__ADS_1


"Ah alasan aja kamu, anak baru umur 5 bulan kamu alasannya menjaga anak kita. Anak kita itu kan kebanyakan tidur daripada meleknya. Memang kamunya aja yang banyak alasan, aku sudah suruh kamu diet malah terus-terusan makan karbon," ucapku sangat geram.


__ADS_2