
Cia sejak pulang dari wisuda Amanda tidak berbicara apa-apa dan langsung masuk kamar sepulangnya. Hatinya merasa sedih karena tidak bisa bertemu kembali dengan Juan. Cia langsung merebahkan tubuhnya dan menutup wajahnya dengan bantal. Di bawah bantal Cia menangis, hatinya merasa sesak. Ini yang ia rasakan pertama kali, rasa jatuh cinta.
Tok Tok
Suara pintu Cia di ketuk
"Cia...aku boleh masuk?" tanya Amanda.
Cia menghapus air matanya dan membuka pintu untuk Amanda. Setelah Amanda masuk Cia langsung menutup pintu kamarnya.
"Kamu nangis?" tanya Amanda.
Cia hanya diam, ia tidak mau menjawab pertanyaan dari Amanda. Amanda memberikan foto Cia dan Juna.
"Juna whatsapp aku, dia mengirimkan foto ini katanya untuk kamu." Amanda mengirimkah foto ke whatsapp Cia.
Cia membuka whatsapp dan melihat foto dirinya dengan Juna. Foto Juna di tatap sangat dalam.
"Itu no whatsapp Juna, jika kamu izinkan aku akan kirim nomor kamu ke Juna. Boleh nggak? tapi jika sudah tukar nomor, kuat nggak jika nggak pacaran?" tanya Amanda.
Cia hanya menatap mata Amanda, mata Cia masih berkaca-kaca. Ia menahan agar tidak menangis.
"Cia, jawab pertanyaan aku. Aku ngomong sendiri dari tadi," protes Amanda.
Cia malah memeluk Amanda dengan erat dan ia menangis sampai sesegukan. Amanda menepuk-nepuk punggung Cia.
"Kamu sayang banget yah dengan Juna?" tanya Amanda.
Lagi-lagi Cia hanya diam tapi kali ini dia menganggukan kepalanya.
Amanda langsung mengambil handphonenya, dia langsung memilih nama seseorang yaitu Juna.
Amanda \=["Assalamu'alaikum Juna."]
Cia langsung melepaskan pelukannya dari pelukan Amanda setelah mendengar Amanda memanggil nama Juna. Amanda loudspeaker handphone nya.
Juna \=["Waalaikumsalam, iya Amanda ada apa?"]
Amanda \=["Juna kamu masuk SMAN mana?"]
Juan \=["Kenapa memangnya?"]
Amanda \=["Cia tanya, tahun depan mau 1 sekolah sama kamu agar bertemu dengan kamu setiap hari."]
Cia yang mendengar perkataan Amanda melotot seketika, ia protes karena Amanda berkata seperti itu.
"Kak, apa sih ngomongnya yang nggak-nggak," ucap Cia berbisik.
"Sssttttt..." Amanda meletakkan telunjuknya di bibirnya.
Juna \=["SMAN 90, aku mau ngomong dong sama Cia."]
Amanda memberikan handphonenya ke Cia. Cia menggeleng kepalanya.
__ADS_1
"Bicaralah agar hati kamu tenang," ucap Amanda tanpa suara, ia berbicara dengan bibir saja. Cia mengambil handphone Amanda.
Cia \=["Assalamu'alaikum Kak Juna."]
Juna \=["Wa'alaikumsalam, Cia aku kangen kamu."]
Cia tidak bisa menjawab, padahal bibirnya ingin membalas ucapannya bahwa ia pun sedang rindu dengan Juna.
Juna \=["Hallo Cia kamu masih di situ?"]
Cia \=["Iya aku masih di sini, Kak...aku..."]
Juna \=["Iya, kamu kenapa Cia?"]
Cia \=["Aku sayang kamu Kak."]
Amanda langsung menarik handphonenya, ia berdecak kesal. langsung ia matikan teleponnya.
"Cia, kenapa kamu mengungkapkan perasaan kamu yang sebenarnya. Ingat nggak boleh pacaran," ucap Amanda protes.
"Kak aku hanya berkata jujur, agar perasaan ini nggak menekan dadaku. Sekarang perasaanku tenang Kak." Cia langsung menarik tangan Amanda agar ia keluar dari kamarnya.
"Maaf Kak, aku mau sendirian," ucap Cia.
Cia memendam perasaannya sudah 2 tahun dengan Juna, dari kelas 1 SMP sekarang sudah naik ke kelas 3 SMP. Paras Cia pun semakin lama terlihat semakin cantik. Bukan Juan saja yang menyukai Cia, tapi banyak laki-laki lainnya. Bahkan adik kelas Cia menyatakan suka dengan Cia. Cia tidak pernah mau berpacaran, dia berpegang teguh pada prinsipnya. Tidak berpacaran, hari ini ia hanya ingin berkata jujur bahwa dia menyukai Juna. Perasaan mereka sama-sama saling menyukai tapi memang Cia tidak akan mau berpacaran. Menyukai buka. berarti cinta, cinta yang sebenarnya ketika sudah menikah.
Kaila dan Andi sedang di kamar berdua, mereka membahas anak-anak mereka. Sebagai seorang ibu, Kaila sangat khawatir kepada anak-anaknya yang sudah beranjak remaja. Pertumbuhan mereka sangatlah cepat bagi Kaila. Apalagi ia tahu bahwa Cia menyukai temannya. Hari ini ia melihat, siapa yang ia sukai. Walaupun Cia tidak mengatakan, dari gerak-gerik bahasa tubuh Cia bahwa ia menyukai anak laki-laki yang Kaila perhatikan.
"Mas, jika anak-anak kita pacaran bagaimana? Amanda dan Cia sudah tumbuh menjadi cantik," tanya Kaila.
"Mereka akan segera mundur Ayah, jika di tanya seperti itu," ucap Kaila.
"Justru bagus Mah, karena hanya laki-laki pilihan Allah yang akan bisa jawab pertanyaan Ayah itu," ucap Andi.
***
Setelah Cia mengungkapkan rasa kepada Juna, ia menjadi tenang untuk belajar. Ia kembali fokus dengan belajarnya karena Cia sudah kelas 3 harus belajar dengan giat. Sudah 1 bulan Cia tidak melihat Juna, Juna pun tak menghubunginya memang Amanda tidak memberikan nomor Cia.
Cia pulang seperti biasa, Amanda sudah SMA jadi Cia pulang sendiri tanpa Amanda. Amanda pulang dari sekolah pukul 4 sore.
"Cia..." Ada yang memanggil Cia dari kejauhan, matanya menyipit karena cahaya yang silau. Tapi kelamaan matanya jelas siapa yang memanggil dirinya.
"Kak Juna..." gumam Cia.
Seketika bibirnya tertarik, ia tersenyum. Jantungnya berdebar ketika melihat Juna tapi sangat senang.
"Pak tolong tunggu sebentar," pinta Cia kepada pak supir.
Juna menghampiri Cia, dia sangat senang ketika melihat wajah Cia kembali.
"Assalamu'alaikum, kabar kamu bagaimana?" tanya Juna.
"Waalaikumsalam, baik Kak, Kak Juna bagaimana?" jawab Cia.
__ADS_1
"Aku juga baik-baik aja. Aku kangen banget sama kamu Cia," ucap Juna.
"Kak, aku suka sama kamu. Tapi aku nggak mau pacaran," ucap Cia.
"Lalu bagaimana?" tanya Juna.
"Tunggu kita sama-sama dewasa dan sudah siap menjalani hubungan. Jika Kak Juna benar suka sama aku maka Kak Juna bisa menungguku," ucap Cia.
"Aku boleh minta nomormu?" tanya Juna.
Cia langsung memberikan nomornya kepada Juna. Juna memberikan kado untuk Cia.
"Untuk kamu, maaf nggak mahal, tapi isinya mewakili perasaanku kepadamu," ucap Juna.
Cia menerima kado dari Juna. Tapi juna melarang untuk membukanya sekarang. Setelah Juna memberi kado merekapun berpisah. Sejak saat itu mereka sering berkomunikasi lewat whatsapp. Cia menyembunyikan ini dari Amanda, pasti Amanda akan berkata bahwa yang dilakukan Cia sama saja berpacaran. Komunikasi Cia dan Juna pun lancar sampai Cia menghadapi ujian nasional Juna yang memberikan semangat.
Ujian selama 1 minggu berjalan lancar. Hari cepat berlalu dan bulanpun berganti , Cia mendapatkan nilai yang memuaskan dan berhasil masuk ke SMAN yang sama dengan Juna. Cia sangat senang sekali karena bisa 1 sekolah dengan Juna. Ia tidak memberi tahu bahwa dirinya berhasil lulus di SMAN tempat Juna sekolah.
***
Hari ini merupakan hari pertama Cia masuk sekolah menengah atas, dengan wajah yang ceria karena Cia berpikir sebentar lagi ia akan 1 sekolah dengan Juna. Baru memasuki gerbang sekolah, Cia melihat pemandangan yang sangat sesak bahwa Juna sedang menggandeng tangan seorang perempuan. Seketika kebahagian yang ada di dalam hatinya berubah menjadi sesuatu yang panas, seperti bara api yang ada di hati. Laki-laki yang ia sayangi ternyata berdusta.
Bagaimanakah sikap Cia terhadap Juna?
Bersambung
✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan. Aamiin 💞
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet ❤💞💝