Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Gara-gara Facebook


__ADS_3

Cia tahu bahwa yang mengirim pesan itu siapa, itu adalah Rangga ayahnya. Tapi Cia tidak menyangka bahwa Rangga bisa mengetahui nomor teleponnya, ia tidak tahu dari mana ayahnya itu dapat nomornya. Cia langsung bergegas untuk memberitahu kepada mamanya yaitu Kaila. Kebetulan Kaila sedang ada di ruang tamu. Ia juga baru pulang dari mengajarnya, Cia menghampiri Kaila dan duduk di sampingnya. Kaila menyadari bahwa Cia ingin berbicara sesuatu.


"Ada apa Kak? kamu mau bicara dengan Mamah?" tanya Kaila.


"Mah, ayah wa aku. Aku tidak tahu dia dapat nomor aku dari mana. Padahal yang tahu nomor aku itu hanya beberapa temanku, dan juga keluarga kita," ucap Cia.


"Lalu kamu balas pesannya?" tanya Kaila.


"Tidak Mah, kalau ayah telepon bagaimana Mah?" tanya Cia.


"Kamu angkat aja, bagaimanapun juga Cia adalah ayah kandungmu. Tapi ingat pesan Mamah jangan kamu pergi dengan ayah ketika ayah kamu datang ke sekolah, jangan sekali-kali kamu mau pergi dengan ayahmu. Mamah takut kejadian Caca terulang kembali, setelah pulang sekolah langsung pulang ke rumah dengan pak sopir," ucap Kaila.


"Baik Mah, Cia akan melakukan itu," ucap Cia.


Kaila ingin bertanya tentang perasaan Cia. Walaupun Cia tidak memberitahu, tidak menceritakannya tapi Kaila merasakan bahwa akhir-akhir ini Cia beda dari hari biasanya karena sedang jatuh cinta.


"Mamah boleh tanya nggak sama kamu?" tanya Kaila.


"Tanya apa Mah?" tanya Cia.


"Kamu sedang menyukai seseorang?" tanya Kaila to the point.


"Tadinya Mah, aku jujur suka sama seseorang. Tapi hati aku dibuat kecewa, sumpah Mah, aku nggak pernah pacaran. Aku hanya sekedar suka," jawab Cia.


"Ya udah jaga diri kamu ya, Mamah percaya dengan kamu. Belajar yang giat, ingat walaupun ayah Andi seperti ayah sambungnya, tapi jangan kecewakan ayah Andi. Ayah Andilah yang telah membiayai kamu sekolah. Jangan kecewakan dia," ucap Kaila.


"Iya Mah, aku paham," jawab Cia.


Setelah berbicara, Cia kembali lagi ke dalam kamarnya. Cia sudah diberi izin oleh Kaila, ketika ayahnya menelepon Cia akan mengangkatnya, tapi hanya untuk berbicara berkomunikasi lewat telepon saja, untuk jalan diajak dengan ayahnya dia tidak akan pernah mau.


Kring Kring


Suara handphone Cia berdering, ia melihat nomor yang tertera. Ia tahu yang menelepon adalah ayahnya. Cia mengangkat teleponnya


Cia \=["Assalamu'alaikum.]


Rangga \=["Wa'alaikumsalam Cia, kamu masih kenal Ayah?"]


Cia \=[?Iya, aku masih kenal suaramu."]


Rangga \=["Kenapa kamu tidak mau memanggil aku ayah?"]


Cia \=["karena ayahku adalah ayah Andi yang telah membiayai aku sekolah, makan dari aku kecil sampai aku SMA sekarang, jadi ayah tidak pantas aku panggil sebagai ayah."]


Rangga \=["Ayah sedang sakit Cia."]


Cia \=["Lalu kenapa kamu telepon aku? ketika aku sakit kamu pun tak ada, ketika mamah terluka kamu juga nggak ada, dan kamu tidak peduli juga dengan Cinta adik kecilku."]


Rangga \=["Maafkan Ayah Cia."]


Cia \=["Kemarin-kemarin ke mana aja kamu? baru minta maaf sekarang! Sudah berapa tahun? kamu masih ingat? sudah 10 tahun."]

__ADS_1


Cia langsung menutup telepon, dia sudah malas untuk berbicara dengan ayah biologisnya karena perasaannya sudah patah arang untuk menerima ayahnya kembali Rangga. Dia melempar handphonenya ke atas kasur. Ia Pusing menghadapi laki-laki, di sekolah menghadapi Juna yang terus mengejarnya, di rumah menghadapi ayah biologisnya yang tiba-tiba menelepon dirinya. Akhirnya dia tertidur pulas karena sakin kesal dan merebahkan tubuhnya.


***


Amanda di kamarnya sedang belajar matematika. Dia sedang memahami dan mendalami materi matematika tentang integral, ia sedang berlatih untuk soal-soal. Tiba-tiba ada notifikasi facebooknya berbunyi, Amanda mengecek facebooknya, dia terkejut ada yang add pertemanan. Dia adalah Emir teman sewaktu SD yang mempunyai masalah dengan Amanda. Emir yang dulunya suka dengan Amanda. Amanda penasaran, dia membuka akun facebook Emir dia membuka wall facebook Emir, sebelum dia menerima pertemanan dari akunnya Emir. Dia membaca kata-kata mutiara dari status Emir yang membuat hati Amanda merasa senang membacanya dan ia tersenyum ketika melihat foto profil Emir yang semakin lama semakin tampan. Ketampanannya semakin bertambah.


Sebenarnya Emir ini di hati Amanda spesial. Tapi dia memendam rasa dari kelas 6 karena memang dia mau fokus untuk belajar. Amanda pun menerima pertemanan Emir di facebook, tidak diduga Emir langsung mengirim pesan messenger untuk Amanda.


Emir \=["Assalamu'alaikum, kamu masih ingat aku?"]


Amanda membacanya lalu ia tersenyum dan membalas pesan dari Emir.


Amanda \=["Waalaikumsalam, Iya aku ingat kamu yang pernah gangguin aku 'kan waktu kelas 6 sampai tanganku memar."]


Emir \=["Ya Allah kamu ingatnya yang jelek-jelek aja."]


Amanda\=["Hahaha ingat dong, biasanya itu yang jelek dan yang bagus ingatnya karena kamu berbuat buruk kepada aku ya aku ingat ya yang jelek-jelek lah."]


Emir\=["Kamu mau kan memaafkan kejadian yang dulu aku minta maaf ya."]


Amanda \=["Aku sudah maafin kamu kok, aku bukan orang yang pendendam. Lagi pula itu sudah lama sudah 5 tahun yang lalu."]


Emir \=["Manda kamu sekolah di mana? SMA mana?"]


Amanda \=["Aku SMAN 70 kamu di mana?"]


Emir \=["Aku SMAN 90."]


Emir\=["Iya benar, memangnya kenapa?"]


Amanda\=["Adik aku sekolah di sana."]


Emir\=[" Siapa nama adik kamu?"]


Amanda \=["Nama adikku Iren Cia Imelda, nama panggilannya Cia."]


Emir \=["Oh aku tahu dia, kelas 1. Adik kamu populer di sekolah. Siswi tercantik, pintar dan penolak cinta laki-laki. Sama seperti kakakanya."]


Amanda\=["Hahaha iya dong kakak, adik pasti sama. Eh maaf aku permisi dulu yah, sedang kerjakan latihan matematika nanti kapan- kapan kita chat lagi. Assalamualaikum Emir."]


Amanda tersenyum ketika mengakhiri chat dengan Emir, ada rasa bahagia di hatinya karena bertemu lagi dengan Emir walaupun hanya di dalam Facebook. Rasa yang ia pendam tanpa dia sadari timbul kembali, kali ini Amanda lah yang galau. Ia berniat akan bertanya kepada Cia setelah ia menyelesaikan latihannya. setelah ia selesai latihan matematika, Amanda melihat facebooknya kembali dan membuka wall dinding profile Emir. Ia melihat foto-foto Emir, tidak ada foto perempuan lain selain mamanya di akun facebook nya. Dia hanya mengupload foto bersama dengan temannya.


Amanda terkejut bahwa Emir berfoto dengan Juna artinya Cia juga mengenal Emir dia berpikir bahwa dunia ini sekecil daun kelor. Kenapa tiba-tiba Emir muncul dan satu sekolah dengan Cia, tak terasa waktu makan malam pun tiba. Amanda bergegas keluar kamar untuk bergabung dengan keluarganya untuk makan malam bersama.


Seperti makan malam biasanya, setelah mereka selesai makan malam, mereka akan berbincang sebentar di ruang keluarga. Itulah cara Andi untuk menjaga quality time bersama keluarganya. Setelah makan malam mereka akan bercengkrama bercerita tentang kegiatan sehari-hari yang mereka lalui hari ini. Setelah itu mereka langsung masuk ke kamar masing-masing, Amanda menarik tangan Cia untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Cia aku mau bertanya sesuatu, ikut aku dulu yuk ke kamarku," ucap Amanda.


Cia pun mengikuti langkah Amanda. Amanda terus menggandeng tangan Cia dan mereka duduk di atas ranjang.


"Mau tanya apa Kak?" tanya Cia.

__ADS_1


"Kamu kenal Emir? dia sekolah di SMAN 90 sama dengan kamu kelas 2," tanya Amanda.


"Iya Kak, aku kenal dia. Sahabatnya Juna dia juga tuh yang bantu Juna untuk mengejar-ngejar aku sampai aku lari-lari Kak," ucap Cia.


"Oh gitu, dia playboy nggak di sekolah?" tanya Amanda.


"Ih ada apa Kak? mencurigakan. Kayanya kakak kenal Emir dan Kakak suka sama Emir," ucap Cia.


"Kakak tanya Cia, kalau bertanya itu dijawab, nggak usah tanya balik lagi," ucap Amanda kesal.


"Cie Kakak suka sama Emir, ingat loh Kak perjanjian kita jangan pacaran," ucap Cia.


"Iya adikku sayang, aku tak akan pacaran, aku hanya bertanya," ucap Amanda


"Emir itu laki-laki yang nggak tertarik sama aku Kak. Yang paling tertarik sama aku ya termasuk Juna," ucap Cia.


"Juna mah sudah tertarik sama kamu dari SMP?" ucap Amanda.


"Hahaha...jadi Emir itu sahabatnya Juna, dia orangnya nggak banyak masalah sih. Sepertinya nggak ada perempuan yang deket sama dia, ia juga pinter. Aku dengar dari gelintiran cewek-cewek yang ngomongin Emir karena Emir kan wajahnya lumayan tampan lah. Tidak ada perempuan yang dekat sama dia," ucap Cia.


"Hmmm seperti itu, ya udah makasih ya infonya ya adikku sayang." Amanda mencubit hidung Cia yang mancung lalu Cia kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Amanda merasa senang dengan jawaban Cia bahwa Emir tidak mempunyai pacar.


Bersambung


✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)



__ADS_1


Love dari author sekebon karet ❤💞💝


__ADS_2