
Sejak Rangga bertemu dengan Kaila di mall, dia menjadi sangat pendiam dan tidak berbicara kepada Sukma. Sudah 4 tahun lamanya mereka tidak bertemu, baik bertemu dengan Kaila atau anak-anaknya. Dari sorotan mata Cia dan Caca itu sangat jelas akan ketidak pedulian dengan ayahnya lagi, membuat Rangga hatinya menjadi tak tenang, anaknya sendiri, darah dagingnya sendiri, tidak ingin menatap ayahnya. Tapi yang ditatap, yang disenyumi, dan yang dipeluk, itu adalah ayah sambungnya yaitu Andi.
"Rangga, kamu kenapa? sejak kamu bertemu dengan mantanmu l, sikapmu seperti ini," tanya Sukma.
"Aku tidak apa-apa," jawab Rangga dengan singkat.
"Tidak apa-apa bagaimana? kamu sejak pulang hanya diam. Ketika aku menyentuhmu, kamu tidak bereaksi. Kenapa kamu terkejut melihat mantan? kamu masih menyimpan rasa dengannya?" tanya Sukma.
"Aku tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi dengan Kaila, jadi jangan berpikir bahwa aku mempunyai rasa kembali dengan dia," ucapan Rangga.
Sukma menjadi jengkel dan kesal dia berpikir, apakah jampi-jampi untuk memelet Rangga itu sudah habis? dan harus diulang lagi? lalu aku bagaimana? apa yang harus dia korbankan. Setiap dia kerjasama dengan orang pintar atau yang disebut dengan dukun dia akan memberikan suatu kepada dukun tersebut, atau bisa jadi mungkin yang jin yang dikirim mau minta tumbal kepadanya.
"Lihat aku Rangga, aku ini istrimu," ucap Sukma.
Tapi matanya sudah tidak mempunyai respon kembali kepada Sukma. Menikahi Sukma sudah 3 tahun, tapi Sukma tidak bisa memberikan anak pada Rangga. lama kelamaan rasa sepi tanpa anak itu menyelimuti hati Rangga. Nasi sudah menjadi bubur. Sekarang anak-anak Rangga sudah tidak mau menatap Rangga sebagai ayah kandungnya, karena mereka dahulu melihat mamahnya telah disiksa oleh Rangga baik batin maupun fisik yang membekas di ingatan anak-anak.
Sukma mengajak Rangga untuk bercumbu tapi Sukma yang hanya agresif sedangkan Rangga hanya diam saja. Biasanya Rangga akan membalas sentuhan-sentuhan dari Sukma dan juga membalas cumbuan dari Sukma tapi kali ini, pikiran Rangga sekarang sudah terselimuti dengan anak-anaknya yang telah tidak mengakui dia sebagai ayah kandungnya.
"Kenapa kamu tidak bereaksi ketika aku menciummu? tatap mataku, aku sangat mencintaimu." Sukma meraih bibir Rangga, dia menciumnya dengan hassrat dan sangat rakus tetapi Rangga tidak merespon apa yang Sukma melakukan.
Sukma menjadi kesal dan dia mendorong dada Rangga.
"Apa-apaan kamu mendorong aku?" ucap Rangga dengan mata yang menyala.
"Kamu yang apa-apaan? aku menciummu tapi aku seperti mencium sebuah patung. Kamu hanya diam saja tidak membalas ciumanku," ucap Sukma penuh dengan kecewa.
"Hari ini aku sangat lelah dan aku sedang tidak mood untuk bercumbu," ucap Rangga.
"Setiap hari aku mengajakmu bercumbu, tapi kamu tidak pernah berbuat seperti ini. Hari ini kamu bertemu dengan mantanmu dan kamu menjadi berubah," ucap Sukma.
"Kamu lihat anak-anakku? tadi anak-anakku tidak mau melihatku, tapi dia malah melihat pria yang menikahi Kaila," ucap Rangga emosi.
"Alahhh anak-anakmu itu lebih banyak perempuan, nanti mereka juga butuh sama kamu sebagai wali untuk menikahi mereka," ucap Sukma.
"Aku ini Ayahnya, kenapa mereka tidak mau menemuiku, menatapku, memelukku tapi mereka malah tersenyum dan memeluk pria itu pria itu. orang lain bukan siapa-siapa," ucap Rangga.
"Itu bukan urusan kita lagi, anak-anakmu tinggal bersama ibu kandung mereka, jadi jangan memikirkan anak-anakmu lagi," ucap Sukma.
"Jelas itu urusanku, karena mereka anak-anakku. Aku ayahnya bukan pria itu," ucap Rangga dengan nada tinggi.
Rangga melangkahkan kakinya meninggalkan Sukma, Sukma mencekal tangan Rangga tapi tangan sukma di hendakkan oleh Rangga.
__ADS_1
***
Andi semakin mesrah dengan Kaila setelah mereka pergi ke singgasana kenikmatan. Raut wajah Andi yang tersenyum berseri-seri sejak pagi hari. Bangun tidur pun langsung memeluk Kaila sangat posesif kemudian melabuhkan bibirnya di bibir Kaila.
"Mas, aku belum gosok gigi," Protes Kaila.
"Gak masalah buat aku," ucap Andi dengan senyumnya.
Andi sudah mandi dan rapih, Kaila telat bangun mungkin terlalu lelah semalam karena habis 3 ronde. Andi membangunkan Kaila dengan mencium bibirnya.
"Mandi dan salat subuh sayang," ucap Andi.
"Pukul berapa Mas sekarang?" tanya Kaila.
"Pukul 5 pagi," ucap Kaila.
"Astagfirullah, aku telat. Aku belum siapkan sarapan," ucap Kaila panik.
"Hari ini jangan masak yah, Aku sudah suruh Mbak. Nurut sama aku, ayo lekas mandi sayang dan salat. Atau kamu mau aku mandikan?" ucap Andi.
"Gak ah Mas, bukannya mandi kalau sama kamu nantinya," ucap Kaila yang langkahnya langsung bergegas masuk kamar mandi.
Setelah Kaila selesai mandi, dia berjalan menuju lemari pakaiannya. Ia masih menggunakan handuk kimononya. Andi yang melihat Kaila tidak malu lagi karena sebelumnya dia langsung memakai baju di kamar mandi lengkap dengan hijabnya. Kaila sadar bahwa Andi sedang menatap dirinya.
"Terpesona aku, melihat bidadari habis mandi," jawab Andi.
"Bidadari dari mana? Mas...Mas..." ucap Kaila.
"Bidadari yang aku lihat dari mataku lah." Andi melangkahkan kakinya mendekati Kaila. Ia langsung memeluk pinggang Kaila.
"Ini disadarinya yang aku sedang peluk," bisik Andi di telinga Kaila.
Kaila menjadi tersipu malu dengan perkataan Andi yang begitu manis, malah terlalu manis di pagi hari. Semoga Kaila tidak kena diabetes karena selalu di suguhkan yang manis-manis oleh Andi.
"Mas, lepas dong. Pelukannya, aku mau pakai baju. Ini gara-gara kamu aku harus wudhu lagi," Protes Kaila.
"Astagfirullah...sengaja sih aku hahaha," ucap Andi.
Andi langsung melepaskan pelukannya dan membiarkan Kaila memakai pakaiannya dan melaksanakan salat subuhnya. Terlihat Kaila sangat khusuk melakukan salatnya, setelah salat dia memanjatkan doa. Entahlah apa doa yang diutarakan Kaila sehingga Andi menunggu Kaila sangat lama. Mungkin meminta kemanisan dari Andi semakin bertambah dan tidak akan pernah berubah walaupun agar kebersamaan mereka tak lekang oleh waktu.
"Mas, nungguin aku?" ucap Kaila.
__ADS_1
"Iya, nungguin bidadari aku, yang akan menemani aku sampai surga nanti," ucap Andi.
"Sudah yuk Mas, keluar. Anak-anak pasti sudah nunggu. Daripada kami gombal terus." Kaila meraih tangan Andi dan di tariknya dia dari tepi ranjang.
"Aku mau di bawa terbang kemana nih dengan bidadari ku?" ucap Andi.
"Cukup deh Mas, aku lapar nih. Daritadi aku dengar yang manis-manis jadi kering tenggorokan aku," ucap Kaila.
Andi langsung membalikkan tubuh Kaila dan ia mencium bibir Kaila kembali. Kali ini ia ***** dan masuk ke dalam rongga Kaila.
"Bagaimana, sudah basah 'kan tenggorokannya." Andi membuka pintu, dia langsung kabur sedangkan Kaila masih berdiri termangu.
Bersambung
βββRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahππππ
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet β€ππ