Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Kaila ke rumah Rangga


__ADS_3

Kaila mau tidak mau harus ke serang menemui Rangga, untuk membicarakan pernikahan Cia. Andi sudah membicarakan kepada keluarga Juna, mereka setuju untuk menikahkan Juna dengan Cia dengan waktu bersamaan dengan Amanda dan Alif.


"Mas, aku males banget bertemu dengan mantanku lagi," ucap Kaila.


"Ini demi Cia sayang, kita nggak punya pilihan lagi. Ayah biologis Cia masih hidup," ucap Andi.


Andi melajukan mobilnya menuju rumah Rangga. Kaila tahu bahwa senin sampai jumat Rangga di serang karena dia sudah di mutasi dari Bandung ke Serang Banten. Setibanya di rumah mantan mertua Kaila, Andi langsung menggenggam erat tangan Kaila.


"Jangan takut sayang, kita ke sini datang dengan cara baik-baik," ucap Andi.


Kaila menganggukan kepalanya.


"Assalamu'alaikum," ucap Kaila di balik pintu setelah mengetuk pintu rumah.


"Waalaikumsalam," balas salam dari dalam rumah. Pintu terbuka dan tampak wanita paruh baya yang membukanya.


"Neng Kaila...ayo masuk atuh," ucap wanita paru baya mantan mertua Kaila. Adik Rangga keluar juga dari dalam kamar, ia langsung menyapa Kaila.


"Teh Kaila," ucapnya dan langsung mencium punggung tangan Kaila.


"Maaf Ibu, Neng ke sini mendadak. Aku ke sini untuk mengabarkan kepada ayah biologis Cia bahwa Cia akan menikah, jadi minta di wali kan. Jika Rangga tak bersedia, atuh Abah aja yang jadi wali Cia," ucap Kaila.


Abah Rangga keluar dan menemui Kaila, Kaila langsung mencium tangan Abah begitu juga Andi.


"Oh iya maaf, ini suami Neng. Namanya aa Andi," ucap Kaila. Andi yang mendengar namanya di panggil aa dia senyam senyum mendengarnya.


"Ayo Neng dan Andi di minum airnya, maaf sekadarnya yah. Tunggu Rangga pulang, sebentar lagi dia pulang kok Neng," ucap mantan ibu mertua Kaila.


Kaila dan Andi menunggu, sekitar 30 menit Rangga pun tiba di rumahnya.


Tab Tab


Suara langkah Rangga.


Rangga terkejut melihat Kaila dan Andi. Ia pun langsung duduk di depan Kaila. Andi langsung mengambil tangan Kaila dan menggenggam sangat erat, Andi memberi tahu kepada Rangga dengan kode genggaman tangan bahwa Kaila miliknya.


"Ada apa datang ke sini?" tanya Rangga to the point.


"Cia akan menikah, kamu mau jadi wali nikah Cia. Jika kamu tidak mau, aku sudah bilang dengan Abah, Abah bersedia untuk menjadi wali nikah Cia," jawab Kaila.


"Kapan?" tanya Rangga.


"Bulan agustus tanggal 8, akad nikah akan bersamaan dengan anak sambungku," ucap Kaila.


"Oke, aku akan menjadi wali nikah Cia," jawab Rangga.


"Aku hanya ingin bicara itu aja, aku mohon jangan telat karena ini hari penting Cia. Jangan kecewakan putriku," ucap Kaila. Rangga hanya menganggukan kepalanya, ia tidak berani menatap mata Kaila.


"Ibu, Abah, Dek, aku pulang yah, terima kasih atas jamuannya." Kaila berdiri dan keluar dari rumah itu. Kaila sudah merasa lega karena sudah mengatakan kepada Rangga. Rangga menatap punggung Kaila dengan tatapan nanar di tambah lagi genggaman Andi tak lepas dari tangan Kaila. Ketika masuk mobil, Andi membukakan pintu mobil dan Kaila tersenyum menatap Andi. Rangga yang melihat itu teringat bahwa dulu ia memperlakukan Kaila seperti binatang bahkan menendang, tamparan sudah menjadi suatu hal yang biasa. Lain dengan Andi, Kaila diperlakukan seperti seorang ratu.

__ADS_1


"Kamu menyesal Rangga melihat mereka bahagia. Sudah sangat telat, Kaila sudah bahagia dengan suaminya itu. Nikmati hidup kamu dengan istrimu itu," ucap Abah sambil menepuk pundak Rangga lalu meninggalkan Rangga masuk ke dalam.


Sedangkan di dalam mobil, Kaila tampak mengurut dadanya. Rasa trauma yang ia alami masih ada. Andi menyadari hal itu, Andi menepikan mobilnya lalu langsung ia peluk Kaila.


"Tenang sayang, hilangkan traumamu itu, aku ada di sini." Andi mengelus-elus pundak Kaila dengan lembut.


"Aku tadi terbayang perlakuan Rangga padaku dulu, tapi aku tadi mencoba untuk bersikap tenang," ucap Kaila.


"Aku tahu sayang, yang penting Rangga sudah bersedia untuk menjadi wali nikah Cia." Andi berhasil menenangkan Kaila.


"Iya Mas, terima kasih yah," ucap Kaila.


"Kok manggilnya Mas, tadi Aa," ledek Andi.


Kaila memukul lengan Andi, Andi berhasil membuat Kaila tersenyum kembali.


Andi menjalankan mobilnya kembali, Kaila merasa bersyukur karena mempunyai suami yang sangat baik. Di sepanjang jalan Andi menggenggam tangan Kaila, sesekali ketika lampu merah Andi mengecup pipi Kaila membuat Kaila malu. Walaupun sekarang mereka tidak muda lagi tapi kemesrahan masih tampak terlihat.


***Noveltoon***


"Ya Allah aku nggak nyangka akan nikah dibarengi Kak Amanda." Cia memeluk Amanda dengan erat.


"Jika kamu bahagia, Kakak juga merasa bahagia. Semoga kamu dan Juna langgeng yah, couple of doctor. Seru deh jadinya," ucap Amanda.


"Kakak, couple of law. Kalau aku punya kasus yang mengganjal aku ketika nanti aku bekerja di rumah sakit bantu aku yah Kak, jadi pengacara pribadiku," ucap Cia.


"Jika nanti Kakak sakit, kamu yang akan jadi dokter pribadi Kakak yah," ucap Amanda.


"Iya, besok aku harus balik lagi ke Jogja, tidur yuk sudah malam Cia," Mereka tidur bersama karena berpikir jika sudah menikah mereka akan susah tidur bersama kembali.


Pagi mulai menyingsing, Amanda sudah siap untuk berangkat ke Jogja. Pesawatnya akan berangkat pukul 10 pagi.


"Aku berangkat, doakan aku yah Mah, Ayah, Cia tunggu aku." Amanda mencium punggung tangan Andi dan juga Kaila. Ia juga memeluk Cia dengan erat.


"Jaga diri baik-baik, telepon Mamah jika sudah sampai," ucap Kaila.


Amanda melambaikan tangan, ia tersenyum melihat keluarganya. Amanda masuk ke dalam pesawat, sebelum pesawat lepas landas ia mengirim pesan kepada Alif.


"Kak, aku sudah di dalam pesawat. Jemput aku yah di bandara 1 jam lagi," pesan singkat Amanda untuk Alif.


"Iya sayang, aku akan menjemputmu," balas pesan dari Alif.


Amanda pun duduk dengan tenang, ia akan kembali ke Jogja dan bertemu kembali dengan Alif. Pesawat lepas landas, Amanda memejamkan matanya selama 1 jam. Ia terbangun ketika pesawat sudah mendapat. Amanda keluar dari pesawat, tiba-tiba ada yang langsung merangkul pundak Amanda.


"Hai cantik apa kabar sayang?" tanya Emir.


Amanda terbelalak melihat Emir yang sudah merangkul dia. Emir menghunuskan pisau kecil ke pinggang Amanda.


"Ikut langkahku, jangan teriak atau pisau ini akan tembus ke pinggangku," bisik Emir di telinga Amanda. Amanda sungguh ketakutan. ia berharap Alif sudah ada di bandara dan melihat dia ketika keluar.

__ADS_1


'Ya Allah, tolong aku,' ucap batin Amanda.


Emir sudah mulai lancang, ia sudah menciumi rambut Amanda.


"Emir kamu jangan sentuh-sentuh aku. Ingat kamu sudah nikah dan akan mempunyai anak," ucap Amanda.


"Persetan dengan mereka, aku cintanya dengan kamu. Laki-laki lain tidak boleh ada yang menyentuhmu kecuali aku. Akulah kekasihmu sayang, aku akan membawamu ke kenikmatan dunia ini," ucap Emir.


Amanda tidak bisa apa-apa, pisau terus saja di tekan. Sehingga berasa ada benda yang menusuk pinggangnya. Amanda di bawa ke dalam mobil, ia di paksa masuk. Emir mengikat tangan dan kaki Amanda serta mulut di bekap. Amanda sudah menangis ketakutan.


'Kak Alif kenapa kamu belum datang, aku takut,' ucap batin Amanda.


Bersambung


Assalamualaikum teman-teman, dari hasil gajianku yang pertama di noveltoon, aku sisihkan sedikit untuk anak Kaila asli pas bukber di sekolah hari ini. Walaupun uang gajianku belum cair. Soalnya hari ini sekolah sudah libur, aku kasih ke Cia asli yang aslinya masih MI sekarang. Terima kasih kepada para pembaca novel ini, karena kalian membaca aku bisa mendapatkan uang dan bisa berbagi dengan anak Kaila.



❤❤


Baca juga yuk cerita novel saya yang lain nggak kalah seru loh....




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (on going)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On going)



__ADS_1


Love dari author sekebon karet ❤💞


__ADS_2