
Emir menelepon Cia, ia ingin mengetahui nomor Amanda. Ingin menelepon Amanda secara langsung dan bilang bahwa ia masih menyukai Amanda. Tapi Cia tak berani memberikan nomor Amanda tanpa izin. Cia malah menyuruh Emir agar mengirim message ke facebook dan menanyakan secara langsung nomor Amanda. Amanda memang kakak yang baik, tapi Cia takut jika memberikan nomor Amanda tanpa izin. Cia tahu sifat Amanda, jika marah Amanda akan mendiamkan Cia sampai seminggu lebih.
Emir sudah menanyakan nomor Amanda lewat facebook masseger akan tetapi Amanda tidak memberikan nomornya kepada Emir. Akhirnya Emir nekat untuk ke rumah Amanda langsung setelah pulang sekolah.
Jam kepulangan Amanda dan Kaila sama. Emir tak mau menunggu hari senin untuk bertemu dengan Amanda, setelah pertemuannya di rumah sakit. Emir selalu terbayang-bayang wajah Amanda yang semakin cantik, tidurpun susah. Ia harus membuka facebook Amanda sebelum tidur setelah itu baru Emir akan bisa tertidur.
"Amanda." Emir memanggil Amanda di depan gerbang pintu, Amanda baru turun dari mobil. Amanda terkejut melihat Emir yang sudah berada di depan pagar rumahnya.
"Emir? kamu mau apa datang ke rumahku. Mamahku sebentar lagi pulang," ucap Amanda, ia sangat panik. Jika Kaila pulang dan melihat Emir yang datang ke rumah dan menemui Amanda. Ia bisa di sidang oleh Andi.
"Aku ingin memberi kado ini untukmu, aku nggak lama. Aku hanya ingin bilang sama kamu. Manda aku sayang kamu, aku cinta sama kamu. Sejak aku bertemu kamu kembali, setiap malam bayangan wajahmu membuat aku susah tidur. Kamu mau jadi pacar aku?" tanya Emir.
Tin Tin
Mobil yang menjemput Kaila datang, Amanda tidak menyangka. Bahwa Kaila di jemput oleh Andi. Amanda sudah keringat dingin akan di sidang oleh kedua orang tuanya.
Satpam membukakan gerbang, di dalam mobil Kaila melihat Emir.
"Mah, Amanda sama siapa tuh. Cowo lagi, wah sudah pacaran nih mereka. Kecolongan aku Mah," ucap Andi.
"Ayah, jangan berprasangka dulu dengan Amanda. Amanda itu cantik, wajar banyak laki-laki yang suka dengannya. Itu sepertinya Emir, murid aku waktu sd. Biar aku aja Ayah yang sapa mereka, kamu langsung masuk ke rumah. Percaya sama aku, anak perempuan jika dikeraskan jiwanya akan berontak, " ucap Kaila.
Andi memarkirkan mobilnya, Kaila turun dari mobil dan menghampiri Amanda. Amanda langsung mencium punggung tangan Kaila.
"Assalamu'alaikum sayang, kok berdiri di pagar. Kenapa nggak di suruh masuk aja temannya?" tanya Kaila.
"Bu Kaila, ini saya Emir. Saya hanya bersilaturahmi aja dengan Amanda. Karena baru bertemu di facebook. Eh ternyata adiknya Amanda, Cia 1 sekolah dengan saya," ucap Emir dengan senyuman.
"Emir, apa kabar kamu? wah sudah besar yah," ucap Kaila dengan sopan.
"Alhamdulilah sehat Bu, saya permisi pulang dulu Bu." Emir menyodorkan paper bag kepada Amanda. Amanda melirik ke Kaila, Kaila mengangguk yang artinya boleh mengambil hadiah dari Emir.
"Hati-hati yah di jalan," ucap Kaila.
"Iya Bu, terima kasih. Assalamu'alaikum," ucap Emir. Ia langsung menaiki motornya dan menjalankan motornya itu.
"Wa'alaikumsalam," ucap Kaila.
__ADS_1
Amanda terdiam dan menundukkan kepalanya. Kaila tahu bahwa Amanda takut jika Andi marah kepadanya, Kaila langsung menggenggam tangan Amanda dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Andi menunggu Amanda dan Kaila di ruang tamu. Amanda berjalan di belakang Kaila, melihat wajah Andi yang tampak marah, ia menarik tangan Kaila dan bersembunyi di belakang punggung Kaila. Kaila memberhentikan langkahnya, ia merangkul pundak Amanda.
"Jangan takut sayang, jika kamu tidak salah. Mamah akan membela kamu," bisik Kaila.
Kaila duduk dan di sebelahnya Amanda. Amanda menundukkan wajahnya dan memainkan ujung baju sekolahnya.
"Siapa laki-laki itu, pacar kamu? kamu sudah pacaran sama dia?" tanya Andi dengan suara meninggi.
"Ayah, tanyanya tolong pelan-pelan. Kamu membuat Amanda takut," protes Kaila. Amanda menangis karena Andi sangat marah kepadanya. Kaila menggenggam tangan Amanda.
"Amanda, jawab jujur yah. Kamu pacaran sama Emir?" tanya Kaila dengan lembut.
"Aku nggak pacaran Mah, dia datang tiba-tiba ke sini. Aku baru berteman 1 minggu yang lalu di facebook, karena dia teman aku sewaktu SD. Maka aku terima pertemanannya," ucap Amanda sambil terisak.
"Emir suka sama kamu? jawab jujur yah sayang. Mamah nggak akan marah," ucap Kaila.
"Iya Mah, dia mengatakan suka sama aku sejak SD, perasaannya nggak berubah," ucap Amanda jujur.
"Lalu kamu menyukainya?" tanya Kaila, ia mengelus lengan Amanda.
"Jujur Mah, aku sudah tertarik dengan lawan jenis. Aku suka dengan Emir tapi aku tidak menjawab iya ketika ia menembak aku. Karena aku tahu batasan, nggak boleh pacaran. Sungguh aku hanya memendam rasa ini." Amanda tambah terisak-isak, Kaila langsung memeluk Amanda dan mengusap-usap bahunya.
"Ayah biarkan Amanda beristirahat, kita harus menghargai bahwa Amanda sudah berkata jujur." Kaila menatap Andi. " Aku mohon Ayah."
Andi menahan emosinya, ia beristigfar di dalam hati.
"Amanda kamu boleh beristirahat," ucap Andi.
Kaila langsung membawa Amanda ke kamarnya, ia menenangkan Amanda. Kaila tahu bagaimana rasanya menahan rasa suka dengan seseorang tapi tidak bisa di ucapkan.
"Kamu bersih-bersih yah, Mamah juga mau mandi. Sudah lengket rasanya badan Mamah ini. Kalau kamu butuh teman ngobrol, datang ke Mamah." Kaila mengecup kening Amanda. Kaila pun bergegas untuk keluar dari kamar tapi mendadak ia memeluk Kaila dari belakang.
"Mah, terima kasih sudah membela aku di depan Ayah," ucap Amanda. Ia sangat bersyukur mempunyai mamah Kaila, serasa seperti mamah kandung. Kaila selalu membela dirinya, dengan syarat Amanda harus jujur. Dengan kejujuran Amanda di depan ayah dan mamahnya membuat hati Amanda terasa lega. Selama ini dia sangat menahan rasa cinta, memendam hanya sendiri. Dengan kejujurannya Amanda bisa bercerita tentang perasaannya kepada Kaila.
Begitulah Kaila, mendekati anak-anaknya dengan cara pendekatan dari hati ke hati. Dia tidak akan marah terlebih dahulu sebelum mendengar penjelasan dari sang anak.
__ADS_1
"Amanda, Mamah sayang sama kamu. Jadi mana mungkin Mamah nggak bela kamu yang terpenting kamu jujur, karena itu sangat penting untuk menjaga rasa kepercayaan Mamah dan Ayah," ucap Kaila.
Amanda menganggukan kepalanya, kemudian Kaila keluar dari kamar Amanda. Cia yang sedari tadi mengintip kejadian itu menjadi kecut, bagaimana dengan dirinya yang sudah menjawab rasa suka dengan Juna. Amanda saja yang tidak menjawab, Andi sangat marah. Apalagi Cia, ia tidak bisa bayangkan jika ayah sambungnya itu mengetahui kebenaran.
Susahnya untuk jatuh cinta ketika belum saatnya, di tahan tersiksa, di ungkapkan akan menjadi masalah.
Bersambung
✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan. Aamiin 💞
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Love dari author sekebon karet ❤💞💝
__ADS_1