
Cia sedang berpikir mengenai hubungannya dengan Juna. Untuk menunggu 7 tahun untuk mendapatkan pekerjaan dokter sangatlah lama bagi Cia. Amanda diperbolehkan untuk menikah, apakah Cia diperbolehkan juga?
"Kak Juna, aku mau bicara," ucap Cia ketika ia bertemu dengan Juna.
"Kita ke kantin yah," ajak Juna.
Mereka jalan beriringan menuju kantin kampus. Mereka memilih meja yang agak sepi.
"Kamu mau bicara apa Cia?" tanya Juna.
"Kak, kamu tahu kan Kak Amanda sebentar lagi akan menikah?" Juna menganggukan kepalanya. Sebelumnya Cia sudah menceritakan kepada Juna.
"Lalu?" sambung Juna.
"Kita menikah Kak, terlalu lama jika menunggu 7 tahun. Hubungan kita ini seperti pacaran," ucap Cia.
"Tapi kita masih kuliah Cia," ucap Juna.
"Berarti Kak Juna nggak mau menikah denganku?" tanya Cia.
Juna belum siap, jika menikah dalam waktu dekat. Dia berpikir bagaimana nafkah kan Cia, sedangkan dia belum bekerja. Juna nggak mau meminta bantuan kepada kedua orang tuanya untuk menafkah kan Cia nantinya.
"Bukan maksud aku seperti itu Cia. Aku mau menikah denganmu tapi aku belum bekerja bagaimana menafkahkan kamu nantinya," ucap Juna berusaha untuk membuat Cia mengerti.
"Yah sudah, hubungan kita sampai di sini aja. Assalamu'alaikum." Cia berdiri dan hendak meninggalkan Juna tapi dengan Juna tangan Cia di tahan.
"Please sayang, mengertilah. Aku nggak mau hubungan kita putus. Aku pasti akan menikahimu, sabar sayang. Tunggu waktu yang tepat," ucap Juna. Cia menghentakkan tangannya, ia sangat marah dan meninggalkan Juna begitu saja.
Juna mengacak-acak rambutnya. Juna tidak mau jika hubungannya dengan Cia kandas.
"Aku nggak rela jika Cia meninggalkan aku, aku sangat mencintainya," gumam Juna. Juna berjalan dengan menundukkan wajahnya, karena mata kuliah hari ini sudah selesai, Juna memutuskan untuk ke tempat kosnya.
Kedua orang tua Juna sedang di Amerika, Juna memang anak yang merasa kesepian sejak kecil karena tidak ada kasih sayang dari kedua orang tuanya. Dengan pemikiran yang matang Juna akhirnya memutuskan untuk video call kedua orang tuanya.
"Hallo Dedy, Momy, aku mau bicara serius," ucap Juna di layar hadnphone
"Ada apa Juna?" tanya momy.
"Aku mau menikah," ucap Juna to the point.
"Apa menikah?" kedua orang tua Juna serentak terkejut.
"Kamu yang benar aja Juna, jangan bercanda," ucap dady Juna di layar handphone.
"Aku nggak bercanda Dady, aku sangat mencintainya dan nggak mau kehilangan dia. Aku kirim fotonya yah," ucap Juna.
Juna mengirim foto Cia ke no mamy nya.
"Cantik, kamu takut di tikung sama orang lain yah," canda momy.
"Ah Momy jangan ledek aku seperti itu," Juna terlihat salah tingkah di layar telepon.
"Minggu besok Dady dan Momy akan pulang ke Indonesia," ucap dady Juna.
"Terima kasih Dady dan Momy," Juna terlihat sangat senang.
"Salam sama calon mantu Momy, bye Juna." Mereka melambaikan tangan terlihat di layar handphone.
"Bye Momy, Dady." Juna ikut melambaikan tangan.
__ADS_1
Juna tak menyangka begitu mudahnya meminta restu kepada kedua orang tuanya, dia pikir akan susah untuk membujuk kedua orang tuanya, terlihat mereka sangat suka ketika melihat foto Cia. Wajah Cia memang menenangkan selain mempunyai paras yang cantik.
Keesokan harinya Cia mendiamkan Juna, terlihat menghindar. Juna menghela nafasnya ketika Cia acuh kepadanya. Juna mengejar Cia dan menarik tangan Cia.
"Kak lepaskan tangan aku, kita sudah nggak ada hubungan apa-apa," ucap Cia.
"Ngaco kamu sayang, Momy dan Dady aku akan ke Indonesia untuk melamarmu tapi kamu bilang kita nggak ada hubungan apa-apa." Cia terkejut dengan ucapan Juna.
"Benarkah Kak." Terlihat wajah Cia sangat gembira.
"Benar sayang, aku nggak mau kehilangan kamu. Aku sangat mencintai kamu. Oh iya Momy kirim salam buat kamu, minggu depan mereka akan ke Indonesia," ucap Juna.
Cia sangat senang bahwa kedua orang tua Juna setuju, tidak ada halangan seperti Amanda dan Emir. Dimana keluarga Emir menjodohkan Emir dengan gadis pilihan orang tua Emir.
***Noveltoon***
Cia pulang ke rumahnya pada hari sabtu, hari di mana kedua orang tua Juna akan berkunjung ke rumah Andi. Ia berharap Kaila dan Andi akan menyetujui lamaran dari Juna seperti mereka menyetujui Amanda dan Alif.
"Assalamu'alaikum Mah." Cia mengucap salam ketika memasuki rumah. Terlihat Kaila yang sedang menonton tv dengan Rafiq adik Cia paling kecil.
"Wa'alaikum, Kakak Cia sudah sampai." Cia tersenyum dan ia langsung mencium punggung tangan Kaila.
"Mah, Ayah mana? Ada yang ingin aku bicarakan dengan Ayah dan Mamah," tanya Cia.
"Ada apa Cia." Andi baru saja memberi makanan ikan koi nya di belakang. Andi duduk di sebelah Kaila.
"Mah, Ayah, hari ini ada yang akan datang ke sini. Ada yang ingin melamar aku," ucap Cia.
Kaila dan Andi saling berpandangan, Andi berusaha biasa saja ketika mendengar itu.
"Ayah dan Mamah akan tunggu ke datangkan mereka," ucap Andi.
"Aku ke kamar dulu yah," pamit Cia.
Cia menyiapkan dirinya untuk pertemuan kepada kedua orang tua Juna. Ia sangat bahagia karena akan menikah dengan laki-laki yang ia cintai. Perjalanan cinta mereka berliku-liku dari jaman SMP sampai kuliah yang ternyata Juna mengambil jurusan yang sama dengan dirinya. Cia melihat dirinya di cermin, sudah sempurna terlihat. Cia menunggu di kamar untuk kedatangan Juna dan keluarganya.
"Sayang aku sebentar lagi sampai," pesan singkat Juna di whatsapp Cia. Cia tersenyum membaca pesan singkat itu.
Ting Nong
Suara Bel terdengar, Cia keluar dari kamar. Ia melihat dari lantai 2 karena kamar Cia dan Amanda berada di atas dan adik-adiknya berada di bawah. Terlihat Andi mempersilahkan masuk kedua orang tua Juna dan merekapun duduk. Cia di panggil agar ikut bergabung dengan mereka.
"Assalamu'alaikum Pak, Ibu dari Ananda Cia. Maaf kami mendadak datang ke rumah Bapak, Ibu. Dari bandara kami langsung datang ke sini," ucap dady Juna.
"Waalaikumsalam, memang dari mana Bapak dan Ibu? Habis jalan-jalan kah?" tanya Andi.
"Tidak, kami tinggal di Amerika. Putra kesayangan kami menelepon, dia mengatakan ingin melamar Cia sebagai istrinya. Kedatangan kami ke sini berniat untuk melamar Cia secara resmi," ucap dady Juna.
"Siapa nama putra Bapak?" tanya Andi.
"Nama putra saya Juna," jawab dady Juna.
"Nak Juna, kuliah atau sudah kerja?" tanya Andi.
"Saya kuliah Om. Sama dengan Cia, di kedokteran UI tapi saya sudah semester 5," jawab Juna.
Andi menghela nafasnya dan menghembuskan secara perlahan.
"Lamaran Nak Juna tidak kami tolak dan tidak kami terima, datanglah ke sini kembali sekitar 2 tahun lagi ketika Nak Juna melakukan koas. Insha Allah kami terima itu, menikah tidak semudah yang dipikirkan, setelah menikah maka tanggung jawab akan berada di pundak Nak Juna. Bukan lagi tanggung jawab saya sebagai Ayahnya." Cia yang mendengar jawaban dari Andi sangat kecewa, dia malu dengan orang tua Juna, sudah rela datang ke Indonesia tapi malah di tolak. Bagaimana nanti malah mereka tidak akan datang kembali.
__ADS_1
"Kami mengerti dengan kekhawatiran Bapak, kami menerima keputusan dari Bapak. Kami permisi dahulu karena masih ada pekerjaan di Amerika."
"Makan siang dulu Pak, Bu, saya sudah siapkan," ucap Kaila.
"Tidak Bu terima kasih." Keluarga Juna langsung berdiri, memberi salam lalu melangkahkan kaki mereka untuk keluar dari kediaman rumah Andi.
Cia diam, tak percaya dengan keputusan Andi. Kaila paham akan kekecewaan Cia. Dia menghampiri Cia dan memegang lengan Cia, tapi Cia melepas tangan Kaila. Cia menangis, Kaila mencoba untuk memeluk Cia tapi Cia malah menjauh dari Kaila.
"Sayang maksud Ayah itu baik," ucap Kaila. Andi sedang berdiri menatap Cia.
"Tidak Mah, Ayah pilih kasih. Mentang-mentang aku bukan anak kandung Ayah. Kak Amanda yang Anak kandung Ayah langsung di setujui, kenapa aku tidak," ucap Cia penuh emosi.
"Cia, Alif sudah bekerja Cia," ucap Andi. Cia berdiri dan menatap Andi dengan Amarah.
"Ayah nggak sayang sama Cia karena Cia bukan anak kandung Ayah, Ayah pilih kasih," teriak Cia.
Kaila langsung menampar Cia. "Jaga ucapan kamu Cia."
"Mamah menampar aku, terima kasih Mah tamparan Mamah menyentuh hatiku." Cia langsung berlari menuju kamarnya.
Kaila baru sadar apa yang baru ia lakukan.
"Mas, aku menampar Cia." Kaila menangis, ia menyesal dengan apa yang ia perbuat. Andi langsung memeluk Kaila dan mencoba untuk memenangkannya.
Bersambung
❤❤❤
Baca juga yuk cerita novel saya yang lain nggak kalah seru loh....
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar (on going)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Dicampakkan suami setelah melahirkan (On going)
Love dari author sekebon karet ❤💞
__ADS_1