Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Penyesalan


__ADS_3

Setelah Cia masuk ke rumah sakit, Andi merasa bersalah karena sudah menolak lamaran Juna. Amanda yang mendengar Cia masuk rumah sakit, ia langsung pulang ke Jakarta ketika Week end. Ia belum tahu penyebab Cia masuk rumah sakit.


"Amanda, kamu sudah sampai?" tanya Kaila ketika melihat Amanda masuk ke ruang rawat Cia.


"Iya Mah, dari bandara aku langsung ke sini. Belum pulang ke rumah? Cia sakit apa Mah?" tanya Amanda.


"Cia tifus Amanda," jawab Kaila.


Amanda menghampiri ranjang Cia, Cia melihat Amanda datang tapi ia tidak mengatakan apapun kepada Amanda. Amanda merasa Cia marah kepadanya.


"Mamah, keluar sebentar yah. Tadi Cia minta di belikan sesuatu," ucap Kaila.


"Iya Mah, biar Cia aku yang menjaganya," ucap Amanda.


Kini di ruang rawat inap hanya ada Amanda dan Cia. Cia memejamkan matanya, ia tidak mau berbicara dengan Amanda.


"Cia kamu marah sama aku?" tanya Amanda.


"Aku mau istirahat Kak," jawab Cia. Amanda duduk di pinggir ranjang Cia.


"Aku tahu kamu Cia, katakan kepadaku. Kenapa kamu terlihat marah sama aku?" tanya Amanda.


"Ayah Kakak pilih kasih sama aku," ucap Cia.


"Maksud kamu apa Cia?" Amanda tidak mengerti dengan apa yang Cia katakan.


"Ayah menolak lamaran Juna, aku malu Kak dengan keluarga Juna," ucap Cia. Cia menangis mengatakan hal itu.


"Ya Allah Cia, aku tahu perasaan kamu. Nanti aku akan bantu ngomong sama Ayah," ucap Amanda.


"Nggak usah. sudah telat. Biar aku akan rajin belajar, nggak mau memikirkan pernikahan lagi," ucap Cia.


"Cia jangan bilang seperti itu, nggak baik. Omongan adalah doa," ucap Amanda menasehati Cia.


Di ruang rawat Amanda menjadi serba salah. Ia paham dengan perasaan Cia sekarang. Masalah Amanda saja belum selesai, Emir terus menteror Amanda. Tapi Amanda tidak mau memikirkan itu.


"Cia cinta memang terkadang menyakitkan. Apa yang kita mau belum tentu terlaksana. Kita harus menyingkapinya secara dewasa. Kita bukan anak kecil lagi, yang marah jika keinginan kita tidak tercapai. Kamu coba pikir, bagaimana aku mencintai Emir tapi kami tak berjodoh. Kamu pikir aku mudah untuk menghilangkan jejak nama Emir? Aku hanya iklas dengan takdirku, dan penggantinya adalah Kak Alif. Kami sekarang memang berjalan ke jenjang pernikahan tapi dari aku masih ada masalah. Emir tidak iklas, ia tidak mau melepaskan aku." Cia mendengar ucapan Amanda. Ia baru tahu bahwa masalah Amanda dan Emir masih runcing.


"Maafkan aku Kak, terlalu bersikap ke kanak-kanakam," ucap Cia. Amanda memeluk tubuh Cia dengan erat.


"Sampai kapanpun kamu saudaraku Cia, aku tidak pernah menganggap bahwa kamu saudara sambungku. Kamu adalah saudara kandungku. kita tumbuh dewasa bersama, jika ada apa-apa telepon aku. Jarak bukan halangan untuk kita saling berkomunikasi." Amanda menyeka air mata Cia.

__ADS_1


Cia sudah mulai tenang, dia akan fokus belajar. Cita-citanya belum tercapai, masih panjang waktu untuk menyandang gelar dokter. Cia ingin menunjukkan kepada ayah biologisnya yang membuang dirinya beserta saudara-saudaranya. Dia masih ingat bagaimana ayahnya menyiksa Mamahnya yang tak berdaya. Amanda menyadarkan Cia untuk kita Cia menjadi dokter yang hebat.


"Kak, tolong ambilkan makanan, aku mau makan biar cepat sehat." Amanda mengambil makanan yang diberikan rumah sakit, ia menyuapi Cia. Memang Cia sangat dekat dengan Amanda.


Ketika Amanda sedang menyuapi Cia makan, Kaila dan Juna masuk ke ruang rawat inap Cia.


"Assalamu'alaikum, wah alhamdulilah Cia mau makan. Manja yah sama Kak Amanda," ledek Kaila. Juna tersenyum Cia sudah mau makan, karena kata Kaila sejak kemarin Cia tidak mau makan.


"Bagaimana keadaan kamu Cia?" Juna mau memanggil Cia sayang tapi ada Kaila. Jadi ia hanya memanggil nama Cia.


"Alhamdulilah sudah mendingan Kak, terima kasih sudah jenguk aku," ucap Cia. Cia tidak berani untuk menatap Juna.


"Cia, aku tidak akan meninggalkanmu. Hanya tunggu waktu untuk melamar kamu lagi," ucap Juna.


"Terima kasih Kak," ucap Cia.


Juna memberikan buket bunga mawar merah, membuat Cia langsung tersenyum menerimanya.


"Mah, sepertinya kita di anggap nyamuk nih," ledek Amanda.


***Noveltoon***


Rangga sudah merasa hambar hubungannya dengan Sukma. Rangga merindukan anak-anaknya, tapi ia tidak bisa menemui mereka. Semua anak-anaknya tidak menyukai dirinya.


Sukma merasa bahwa Rangga sekarang sudah tidak mau lagi jika di ajak hubungan suami istri. Hawa untuk mendekati Sukma sudah malas, dia malah risih jika berdekatan dengan Sukma.


"Sayang, kamu kenapa sih? Kok berubah sama aku?" tanya Sukma.


"Perasaan kamu saja kali," balas Rangga.


Sukma mendekati Rangga, ia ingin mencium bibir Rangga tapi ada penolakan dari Rangga. Sukma kesal setiap kali ingin mencium Rangga selalu di tolak. Karena hasssratnya tidak tersalurkan maka Sukma selingkuh. Mantan suami sukma sering menemui Sukma, yang awalnya keterpaksaan kini menjadi suatu kebutuhan biologis sukma.


Hubungannya dengan Rangga sudah sangat renggang. Rangga mengecek sosial media facebook Kaila tapi Kaila sudah tak memainkan sosial media, dia hanya menggunakan instagram itupun Kaila private. Rangga ingin sekali melihat wajah ke empat anaknya tapi nihil. Dia tidak mendapatkan foto anak-anaknya.


Rangga pulang ke serang Banten, ke rumah ke dua orang tuanya. Rangga memang di mutasi bekerja ke serang tidak di Bandung sejak ia bercerai dengan Kaila.


"Rangga kangen deh Emak sama anak-anak," ucap Rangga.


"Jangan mimpi kamu bertemu dengan mereka lagi," ucap emak Rangga.


"Tapi mereka anak-anak Rangga Emak," ucap Rangga.

__ADS_1


"Ingat Rangga, dulu kamu buang mereka. Bagaimana Kaila mempertahankan rumah tangga kalian tapi kamu sudah di butakan oleh janda tua itu." Emak Rangga memang tidak suka dengan Sukma, karena dia rumah tangga anaknya kini sudah hancur.


"Bagaimanapun juga mereka anak-anak Rangga. Rangga akan menemui mereka," ucap Rangga.


"Kamu mau menemui mereka? Nggak malu kamu? sudah 19 tahun kamu membuang mereka bahkan kamu dulu menolak anak terakhir kamu. Jangankan gendong, azankan ketika ia lahir juga nggak kamu. Kamu nggak berhak atas kehidupan mereka," ucap Emak.


Rangga terdiam, apa yang dikatakan oleh emaknya memang benar. Ke empat anaknya tidak akan mengakui Rangga sebagai ayahnya karena mereka menganggap bahwa mereka telah di buang oleh ayah biologisnya.


penyesalan sudah tidak ada gunanya, kini ke empat anak Rangga tidak ingat akan keberadaan ayah biologisnya. Mereka sudah tidak menganggap Rangga sebagai ayahnya. Rangga kini merasa kesepian kini dia mau bertemu dengan keempat anaknya, tapi Kaila tak akan mengizinkan. Cia sudah hampir menjadi dokter, Rangga tidak akan mengenali lagi paras Cia.


Bersambung


❤❤


Baca juga yuk cerita novel saya yang lain nggak kalah seru loh....




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (on going)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On going)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet ❤💞


__ADS_2