Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Cemas


__ADS_3

Andi memang suami idaman, ia benar-benar menempati janji untuk menjaga Kaila dan juga anak-anaknya. Semakin hari Kaila dan Andi semakin mesrah. Tidak ada lagi kecanggungan antara Andi dan Kaila. Kaila memutuskan tidak menggunakan medsos facebook lagi. Dia hanya menggunakan instagram untuk menyimpan foto-foto bersama keluarganya. Instagramnya pun di private, ia tidak mau show tentang kebahagiaannya ke publik.


Setiap pergi dan pulang Andi yang antar dan jemput. Kini ketika pulang ia menyamakan jam pulang dengan Kaila. Karena ia CEO, ia yang mengatur jam kerjanya. Jika ada rapat yang tidak bisa pulang cepat, Andi menyiapkan supir untuk menjemput Kaila dan anak-anak mereka. Andi tidak mengizinkan Kaila untuk pulang sendiri.


Sudah 1 tahun usia pernikahan Andi dan Kaila. Kini Amanda sudah kelas 6 dan Cia sudah kelas 5. Waktu cepat berlalu, seakan waktu itu berlari begitu cepat. Tak terasa anak-anak sudah semakin besar.


Di waktu jam istirahat Kaila termangu, dia merasa sangat merindukan suaminya. Entah kenapa tiba-tiba rasa itu muncul, Kaila ingin sekali melihat wajah Andi dan juga memeluknya.


'Duh...kok rasanya kangen banget dengan Mas Andi. Hari ini ia jemput aku dan anak-anak gak yah? kenapa aku seperti ini sih?' batin Kaila.


Rindu yang dirasakan Kaila benar-benar menusuk ke hati, seperti ada beban berat di hati. Hatinya menggebu-gebu sangat ingin bertemu dengan Andi. Kaila mengirim pesan whatsapp kepada Andi.


Kaila \=["Assalamu'alaikum Ayah, hari ini jemput aku dan anak -anak tidak?"]


Andi \=["Wa'alaikumsalam, maaf Mah, sepertinya hari ini aku rapat pulang malam."]


Kaila kecewa dalam hatinya, karena dia sangat merindukan Andi dan ingin lekas bertemu dengannya.


Kaila \=["Oh,gitu yah. Yah sudah, selamat bekerja Ayah. Assalamu'alaikum."]


Andi \=["Kamu tumben Mah, WA aku menanyai aku seperti ini. Ada apa Mah? ada masalah di sekolah?"]


Kaila \=["Tidak Ayah, aku masuk kelas dulu yah. Assalamu'alaikum."]


Andi \=["Wa'alaikumsalam."]


Kaila menjadi tidak semangat karena Andi tidak menjemput dia, dan pulang pada malam hari. Karena ada rapat yang tidak bisa dia tinggalkan. Rapat ini merupakan proyek besar yang ingin Andi menangkan. Waktu mengejar terasa sangat lama bagi Kaila. Ia selalu melihat jam di tangannya, detik, menit, terasa lama sangat lama. Hingga akhirnya, jam menunjukkan pukul 04.00 sore yang artinya waktu mengajar sudah selesai.


Kaila sudah bukan lagi wali kelas Amanda, karena Amanda sekarang sudah di kelas 6. Amanda menunggu Kaila untuk keluar dari kantor guru. Ia menunggu di gerbang bersama Adam dan pak sopir yang sudah dikirim oleh Andi. Kaila berlari karena kedua anaknya sudah menunggu di gerbang pintu sekolah.


"Maaf ya Mamah lama, tadi Mamah harus merapikan ulangan anak-anak kelas 5, ini Mamah bawa kerjaan mereka ke rumah, untuk mengkoreksi hasil ulangan mereka," ucap Kaila.


"Iya Mah, Enggak apa-apa," ucap Amanda.


Mereka masuk ke dalam mobil bersama-sama. Kali ini Amanda tidak duduk di jok depan. Ia duduk di jok belakang bersama Amanda dan Adam .Sebelumnya Cia dan Caca sudah pulang terlebih dahulu dan sudah sampai di rumah. Mereka pun dijemput dengan supir pribadi Andi.


Jam sudah menuju pukul 09.00, tapi Andi masih belum pulang. Kaila mencoba menelepon Andi tapi Andi tidak mengangkat telepon dari Kaila, perasaannya saat ini sangat khawatir dengan Andi, apalagi hari ini rasa rindunya pada Andi itu sangatlah besar.


'Duh Ayah, kamu ke mana sih kok tidak angkat telepon dari aku,' ucap batin Kaila.


Kaila bolak balik di depan pintu kamar hatinya tak tenang menunggu Andi tidak pulang-pulang. Karena terlalu gelisah, Kaila ke luar kamar dan menunggu Andi di pintu depan. Kaila duduk di teras rumahnya, sesekali ia melihat jam.


'Rapat semalam ini kah? Mas, kamu gak macam-macam 'kan di luar sana?' batin Kaila.

__ADS_1


Pikirannya sudah sangat jauh, karena waktu suami pertama. Sering telat pulangnya ternyata mampir ke rumah pelakor atau mereka berduaan jalan. Tepat pukul 10 malam mobil Andi memasuki pekarangan rumahnya. Kaila menarik nafas dan mengeluarkannya secara kasar. Kaila langsung berdiri dan berjalan menghampiri mobil Andi yang baru saja terparkir sempurna.


"Kamu menunggu aku?" tanya Andi.


"Kenapa telepon aku tidak di angkat? kenapa pulang sangat malam? memang ada rapat yang sama malam? rapatnya dengan wanita?" tanya Kaila.


Kaila menangis karena rasa ketakutan yang ia rasakan, tangannya mengepal. Ia langsung berlari masuk rumah dan ke kamarnya. Ia buka laci dan mengambil obat lalu meminumnya. Andi yang melihat Kaila merasa khawatir, karena tangan Kaila terlihat bergetar.


Andi langsung memeluk tubuh Kaila yang gemetar.


"Jangan takut, aku tidak akan menghianatimu. Maaf tadi handphone, aku silent dan ketika aku ingin meneleponmu materinya habis, aku cari charger di mobil ternyata gak ada. Tadi setelah rapat, clientku mengajak makan malam bersama, mereka orang Amerika aku memenangkan proyek besar. Untuk menghormati mereka agar aku terlihat ramah dan santun aku ajak ke restoran tradisional," ucap penjelasan Andi.


Kaila mempererat pelukannya, dia sangat pererat pelukannya.


"Hari ini aku sangat rindu kamu, sangat...sangat rindu," ucap Kaila rilih.


"Kamu sudah makan?" tanya Andi.


Kaila menggelengkan kepalanya.


"Kenapa tidak makan malam?" tanya Andi.


"Aku menunggu kamu Mas, ingin makan bersama. Tapi kamu sudah makan di luar," ucap Kaila.


"Gak Mas, aku hanya ingin tidur aja, aku lelah menunggu kamu hari ini," ucap Kaila.


"Aku mandi dulu yah," ucap Andi.


Kaila menganggukan kepalanya. Ia menyiapkan baju ganti Andi dan diletakkan di atas ranjang kasur. 10 menit Andi membersihkan dirinya di kamar mandi. Kaila melihat Andi keluar dari kamar mandi. Dia langsung menghampiri Andi dan langsung memeluknya.


"Jangan bergerak dulu Mas, aku ingin memelukmu seperti ini dan menghirup aroma tubuhmu," ucap Kaila.


Andi membalas pelukan Kaila, ia pun memeluk Kaila dan mengusap-usap punggung Kaila.


"Mas, beneran bukan dengan wanita kan rapat hari ini?" tanya Kaila.


Andi melepaskan pelukan Kaila lalu menggandeng tangannya agar Kaila mengikuti langkah Andi. Andi langsung mengambil chargeran dan mengisi daya handphonenya, lalu dia mencoba menghidupkan handphonenya. Andi menelepon seseorang yaitu Yusuf, sekertaris Andi.


Andi \= ["Yusuf, maaf mengganggu kamu. Bisa kirim foto-foto dengan client kita hari ini?"]


Yusuf \=["Baik Pak."]


Tidak lama, Andi menerima foto-foto dengan client dari Amerika.

__ADS_1


"Sayang ini lihat foto-foto yang dikirim oleh sekertaris aku," ucap Andi.


Kaila tersenyum ketika melihat foto-foto tersebut, ia memeluk Andi kembali.


"Mas, cepat pakai baju, kita tidur. Aku ingin di peluk sama kamu ketika tidur," ucap Kaila.


"Kenapa harus pakai baju, begini aja pakai handuk lalu sembunyi di balik selimut agar kamu memeluk aku dengan menyentuh kulitku langsung," ucap Andi menggoda.


Kaila wajahnya menjadi cemberut membuat Andi gemas lalu mengecup bibir Kaila singkat.


"Baiklah, aku akan pakai baju," ucap Andi.


Merekapun tertidur dengan Kaila memeluk Andi dengan erat.


Bersambung


✍✍✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)



__ADS_1


Love dari author sekebon karet β€πŸ’žπŸ’


__ADS_2