Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
I love you so much


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, Amanda terdiam di dalam mobil. Alif menyadari itu, perasaan Alif pun tercampur. Di dalam hatinya bertanya, apakah calon istrinya bisa melupakan Emir. Alif harus membicarakan kepada Amanda, seharusnya Alif berjalan lurus tapi ia membelokkan mobilnya.


"Loh Kak? Kita mau kemana? Ini bukan arah jalan pulang ke rumahku," tanya Amanda. Ia masih belum menyadari akan perubahan sikapnya sampai membuat Alif gusar.


"Kita ke pantai Ancol yah, aku ingin berbicara sesuatu," jawab Alif. Amanda baru menyadari sikapnya, ia hanya masih syok dengan apa yang terjadi hari ini. Sesuatu yang tidak ia harapkan terjadi. Pertemuan dengan Emir membuka luka hati Amanda.


Alif memarkirkan mobilnya, mereka turun dari mobil. Melihat tenggelamnya matahari di laut Ancol.


"Kamu masih mencintai Emir?" Alif bertanya kepada Amanda. Ia menatap mata Amanda dengan lekat membaca jawaban dari matanya.


"Rasa cintaku kepadanya sudah hancur Kak. Aku hanya syok aja bertemu dengan dia, aku merasa bodoh Kak percaya dengan dia dan menunggu selama 1 tahun. Kakak tanya apakah aku masih mencintainya? Jawabannya tidak Kak, selama 1 tahun kamu memberikan perhatian kepadaku. Di situlah aku sudah nyaman dengan perhatianmu dan tanpa kusadari jantungku berdebar saat berdekatan denganmu dan...kadang aku salah tingkah kepadamu." Amanda memalingkan wajahnya, ia terasa malu mengungkapkan isi hatinya. Wajahnya sudah memerah. Ia paksa mengatakan ini agar Alif yakin atas penerimaan Amanda atas cintanya. Karena Amanda menerima Alif bukan sebagai pelarian dari hubungannya dengan Emir tapi memang sudah ada rasa cinta untuk Alif.


Alif yang selalu menemani Amanda ketika ia sedang patah hati, mengobati Amanda ketika terluka saat anak buat ayah Emir menangkap Emir. Sejak saat itu Amanda merasakan rasa yang berbeda yaitu rasa untuk lawan jenis.


"Sayang..." Alif memanggil, tapi Amanda tak berani menatap mata Alif karena malu. Alif merasakan sikap Amanda yang malu-malu.


"Aku juga sangat mencintaimu, maaf aku bertanya kepadamu seperti itu karena aku takut kehilanganmu," bisik Alif di telinga Amanda.


Alif sukses membuat Amanda tersenyum. "Sekarang jangan ragukan aku lagi yah," ucap Amanda. Alif menganggukan kepalanya.


Handphone Amanda memberikan notifikasi, ada telepon di messenger facebook, Amanda melihat Emir yang menelepon dia. Amanda tidak mau Alif curiga, ia meminta izin terlebih dahulu untuk angkat atau tidak telepon dari Emir.


"Angkat aja nggak apa-apa, aku percaya dengan perasaan kamu kepadaku," ucap Alif.


"Aku loud speaker agar Kakak juga bisa mendengar, mau apa ia menelepon aku," ucap Amanda. Amanda mengangkat telepon Emir, Alif mendengar apa yang dibicarakan dengan Emir.


"Hallo, Amanda," sapa Emir di ujung telepon.


"Iya, ada apa Emir?" tanya Amanda.


"Aku minta maaf Amanda. Aku tidak bisa melawan perjodohan itu. Tapi di dalam lubuk hatiku, kamulah satu-satunya wanita yang paling aku cintai." Amanda langsung menatap Alif, ia memegang bahu Alif dan berbica dengan bibirnya tapi tanpa suara, "i love you." Membuat Alif tersenyum.


"Emir, ini yang namanya takdir bahwa kita tidak berjodoh. Lepaskanlah cintamu untukku dan berikanlah cinta itu untuk istrimu. Ingat ada buah cinta kalian di dalam rahim istrimu," jawab Amanda di ujung telepon.


"Tapi aku melakukan hubungan suami istri di jebak Manda. Aku meminum obat terangsang yang di campur ke makananku, setelah hubungan itu aku tidak pernah menyentuhnya lagi. Aku hanya ingin menikah denganmu." Alif sudah mulai kepanasan hatinya, dadanya bergemuruh hebat, tangannya mengepal.

__ADS_1


"Kamu di mana? Aku bisa bertemu denganmu? Kamu bisa ke pantai Ancol? Ada sesuatu yang ingin aku katakan langsung kepada," pinta Amanda kepada Emir di ujung telepon.


"Baik, aku berangkat sekarang sayang," ucap Emir.


Tut Tut Tut


Sambungan terputus


Alif wajahnya sudah di tekuk, ia marah kepada Amanda yang ingin bertemu dengan Emir. Alif langsung masuk ke dalam mobil, Amanda tahu Alif sedang marah, ia pun langsung masuk ke dalam mobil.


"Kak dengarkan penjelasanku, aku ingin buat dia sadar. Bahwa kita sudah mempunyai jalan masing-masing. Aku juga ingin mengembalikan cincin pemberian Emir, aku harus mengembalikan ini. Karena aku tak mau terbayang masa lalu setelah menikah denganmu. Pertemuan ini juga kamu akan mendengar dan melihatnya Kak, aku nggak ngumpet ketika bertemu dengan Emir. Aku sudah terbuka denganmu Kak." Alif menatap Amanda, rasa takut akan kehilangan Amanda muncul kembali.


"Terima kasih," ucap Alif lemas. Amanda memegang pipi Alif lalu ia usap, membuat Alif terkejut akan sentuhan dari Amanda.


"Aku ingin melihat senyum calon suamiku," ucap Amanda. Bagaimana Alif tidak tersenyum sentuhan tangan Amanda di pipinya membuat hatinya menghangat.


Mobil Emir tiba, tempat sesuai yang Amanda arahkan. Emir terkejut karena Amanda tidak sendiri, ia melihat ada Alif juga.


"Aku pikir hanya kita berdua," ucap Emir. Amanda menggelengkan kepala.


"Emir, kamu tahu artinya ini kenapa aku bersama pasanganku bertemu denganmu? Karena aku tidak mau ada rahasia di antara kami. Kamu masa lalu ku dan Kak Alif masa depanku. Aku tak mau melihat masa lalu ku lagi. Emir terimalah istrimu, ia adalah takdirmu. Cintai ia dan calon anakmu, anak yang di dalam rahim istrimu adalah darah dagingmu. Anak itu tidak bersalah walaupun kamu melakukannya karena rangsangan dari obat." Amanda mengambil kotak cincin lalu di letakkan di bagian depan atas mobil.


"Tidak Amanda, kamu masih mencintaiku kan?" tanya Emir.


"Aku mencintai Kak Alif, cintaku untukmu sudah hilang selama hilangnya kamu dari hadapanku 1 tahun ini," ucap Amanda.


"Tidak kamu bohongi dirimu sendiri kan, kamu masih mencintaiku." Emir melangkahkan kakinya untuk mendekati Amanda.


"Setop Emir, jangan mendekatiku. Jaga perasaan calon suamiku. Aku sangat mencintainya." Emir tak mau mendengar ucapan Amanda, ia terus berjalan mendekati Amanda. Amanda langsung menggenggam tangan Alif, Alif menatap Amanda. Amanda langsung mengecup pipi Alif. "I love you so much."


Kaki Emir berhenti, ia tahu. Amanda ingin menunjukkan rasa cintanya. Amanda tak berani untuk mencium lawan jenisnya, hati Emir merasa panas dan teriris. Kini cinta Amanda hanya untuk Alif, terlihat dari sorotan mata Amanda. Emir mengepalkan tangannya, lalu ia berbalik badan dan berjalan menuju mobilnya. Ia ambil kotak cincin itu dan buang ke laut. Emir masuk ke dalam mobil dan pergi dari situ.


Alif masih mematung atas tindakan Amanda. Ia memegang pipinya karena ciuman Amanda masih berasa. Amanda mengigit bibir bawahnya dan memejamkan mata.


'Aduh, kenapa aku berani berbuat itu sih!' runtuk batin sendiri. Amanda langsung masuk ke dalam mobil. Rasa malu, salah tingkah, rasa sesal campur aduk di hati Amanda saat ini.

__ADS_1


Bersambung


❤❤❤


Kamu punya cerita menarik yang ingin aku tuliskan menjadi novel?


081214720627 (WA)


Baca juga yuk cerita novel saya yang lain nggak kalah seru loh....




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (on going)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On going)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet ❤💞


__ADS_2