Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Curhatan Anak Sambung


__ADS_3

Rangga tak muncul kembali, dia bagaikan hilang di telan bumi. Sukma benar-benar mengikat Rangga dengan peletnya. Kaila pun sudah tenang karena keadaan anaknya sudah aman baginya. Kehamilannya pun lancar, sehat.


"Mah, aku pulang telat yah. Kamu nggak marah 'kan?" tanya Andi.


"Aku nggak akan marah, asal alasan kamu telat itu karena kerja bukan yang lain," ucap Kaila.


"Ritual pagi dong Mah," pinta Andi.


"Ih apa si Ayah? ritual apa?" tanya Kaila.


"Pura-pura lupa, padahal suka." Andi menarik tangan Kaila, sehingga posisi tubuh Kaila berhadapan dengan Andi. Andi memegang tengkuk leher Kaila lalu ia mencium bibir Kaila.


Bagi Andi ciuman di pagi hari sebelum keluar kamar merupakan ritual di pagi hari agar aktifitas pagi ini diawali dengan cinta dan sebagai rasa bahwa hubungan mereka semakin hari semakin manis. Kaila mendorong dada Andi.


"Stop Ayah, kamu ini kalau aku diami sering minta lebih. Telat suamiku yang tampan." Kaila mencubit hidung Andi yang mancung.


"Hehehe...tahu aja deh Mamah, habis Mamah semakin besar perutnya semakin seksi aku lihat, baru 6 bulan yah Mah?" tanya Andi.


"Iya baru 6 bulan, kenapa Ayah?" tanya Kaila.


"Kalau masuk 9 bulan sekitar 39 minggu, rajinin buat jalan dede bayi, nuain kata orang tua dulu." Andi tertawa kecil sehingga memperlihatkan giginya yang putih.


"Ih Ayah bahasnya ibadah ke singgasana terus, dah ah Mamah mau sarapan nanti telat lagi." Kaila membuka handle pintu lalu melangkahkan kakinya ke meja makan untuk bergabung dengan anak-anaknya. Andi pun berjalan di belakang Kaila.


"Assalamu'alaikum anak-anak..." Kaila menyapa di pagi hari kepada anak-anaknya.


"Wa'alaikumsalam, Mamah dan Ayah," ucap anak-anak.


Merekapun sarapan bersama-sama, tidak ada suara di meja makan. Setelah sarapan, mereka lekas pergi untuk kegiatan mereka masing-masing. Kaila dengan mengajar, Andi ke kantor dan anak-anak ke sekolah.


"Kalian belajar yang rajin yah, agar cita-cita kalian tercapai," ucap Andi yang sedang menyetir.


"Iya Ayah aku akan rajin belajar, aku ingin menjadi dokter," ujar Cia.


"Wah Kak Cia mau jadi dokter, nanti Ayah gratis yah kalau sakit yang periksa Kak Cia," ucap Andi.


"Pasti itu Ayah," ucap Cia.


Mobil berhenti di sekolahan Cia dan Caca, setelah mereka masuk gerbang sekolah Andi pun melajukan mobilnya kembali dan menuju sekolah di mana Kaila mengajar.


"Nanti kalian tunggu jemputan, jagain Mamah. Oke tuan putri dan pangeran Ayah," ucap Andi.


"Siap Ayah, kami sekolah dulu." Amanda dan Adam mencium punggung tangan Andi lalu mereka membuka pintu mobil.


"Aku ngajar dulu yah Ayah," ucap Kaila. Ia langsung mencium pipi Andi dan membuka pintu mobil. Kaila berjalan bergandengan tangan dengan Amanda dan Adam.


Menjadi guru, pekerjaan yang berat ketika anak-anak susah di atur. Tapi itulah tantangan sendiri untuk menjadi guru. Guru yang baik yaitu bisa menenggelamkan dirinya kepada anak-anak didik. Karena setiap murid mempunyai karakter yang telah di bentuk dari latar belakang keluarga yang berbeda.


Amanda tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Kulitnya putih bersih, berhidung mancung, bibir tipis, bulu mata lentik. Kaila sangat menjaga Amanda jika di sekolah. Karena anak SD seumuran Amanda sudah kenal dengan lawan jenis.

__ADS_1


Setiap istirahat, Amanda selalu ke kelas Kaila. Kadang Amanda makan bersama di dalam kelas Kaila.


"Mah, nanti pulang sekolah aku ke kamar Mamah yah," ucap Amanda.


"Ada apa sayang?" tanya Kaila.


"Mau cerita sama Mamah," ucap Amanda.


Ting Ting


Bel berbunyi tanda istirahat sudah selesai. Amanda pun berjalan untuk memasuki kelasnya. Kaila memperhatikan punggung Amanda yang sudah tak terlihat lagi. Kaila tersenyum, waktu tak terasa sebentar lagi Amanda akan lulus sekolah dasar. Pernikahannya dengan Andi pun sudah masuk 1 1/2 tahun. Andi semakin hari memperlakukan Kaila semakin manis.


***


Jam mengajar sudah selesai, Kaila bergegas untuk pulang. Amanda dan Adam sudah menunggu di depan pintu ruang guru. Kaila keluar tangannya sudah dipegang oleh Amanda.


"Mamah bisa jalan sendiri sayang," ucap Kaila.


"Gak apa-apa Mah, ini kan titah ayah juga," ucap Amanda.


Kaila membelai rambut Amanda yang panjang. Sayang Amanda kepada Kaila benar-benar tulus, Amanda sudah menganggap Kaila sebagai mamah kandungnya. Sesampainya di rumah. Amanda dan Adam masuk ke kamar mereka masing-masing, biasanya mereka membersihkan diri.


Tok tok tok


"Mamah... Amanda boleh masuk?" tanya Amanda di balik pintu.


"Masuk sayang," teriak Kaila di balik pintu.


"Kok di kunci sayang?" tanya Kaila.


"Aku mau curhat sama Mamah, takut Ayah datang terus dengerin curhatan aku. Aku maunya Mamah aja yang tahu. Ayah jangan sampai tahu yah Mah," pinta Amanda.


"Please...." Amanda menangkup kedua tangannya di dada, memohon agar Kaila berjanji untuk tidak bicara kepada Andi.


"Iya sayang, kamu mau curhat apa?" tanya Kaila.


"Tapi Mamah janji yah...jangan marah sama Manda," ucap Amanda.


"Tergantung, jika kamu berbuat salah. Yah...Mamah marah," ucap Kaila.


Amanda menggigit bibir bawahnya, ia meremmas rok yang ia pakai. Sebelumnya ia ingin bercerita kepada Kaila, tapi sekarang ia takut. Jika cerita Kaila akan marah kepadanya. Kaila melihat Amanda yang ragu untuk bercerita, ia memegang tangan Amanda.


"Katakanlah sayang, Mamah nggak akan marah," ucap Kaila untuk menenangkan hati Amanda.


"Benarkah Mah? Mamah nggak akan marah dengan Manda?" tanya Amanda.


Kaila tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Hmmm...ada yang nembak Manda Mah." Amanda mengucapkan dengan jujur, ia melihat reaksi wajah Kaila.

__ADS_1


"Maksudnya?" Kaila ingin mempertegas kalimat yang Amanda katakan.


"Minta Manda jadi pacarnya," ucap Amanda.


"Lalu jawaban kamu apa ketika cowo itu nembak kamu?" tanya Kaila.


"Yah, aku nggak jawab Mah, aku langsung lari," ucap Amanda.


"Amanda sayang, seusia kamu itu memang sudah tahu dengan lawan jenis. Bagi Mamah kamu normal tapi belum saatnya. Coba deh Manda pikir, apa manfaatnya pacaran? asik berpegangan tangan? ini Mamah juga bisa pegang tangan kamu, dengan erat lagi. Atau ingin menyentuhmu lebih? itu haram untuk agama kita. Agama kita mengajarkan ada 1 cewe dan 1 cowo berduaan, tengahnya adalah setan," ucap Kaila.


"Lalu Amanda harus jawab apa Mah, kalau dia bertanya kembali?" tanya Amanda.


"Jawablah tegas seperti ini, 'Aku nggak mau pacaran karena dosa, aku hanya mau belajar untuk saat ini,' jawab seperti itu sayang." Kaila mengelus rambut Amanda.


"Terima kasih Mah, jika aku bercerita sama Ayah. Pasti deh aku langsung di omelin, karena ayah sering bilang, 'awas kamu kalau pacaran,' kata ayah seperti itu." Amanda memperagakan jika Andi berbicara untuk mewanti-wanti Amanda agar tidak pacaran.


Kaila tertawa, dia sangat gemas dengan anak sambungnya.


Yang sudah kasih Bintang 5 aku ucapkan terima kasih.


Bersambung


✍✍✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)



__ADS_1


Love dari author sekebon karet β€πŸ’žπŸ’


__ADS_2