
Sejak Sukma pergi ke mbah dukun, ia merasa ada rasa kenikmatan karena dengan pergi ke sana, jabatannya semakin meningkat dan Rangga semakin melupakan anak-anaknya. Apa yang ia inginkan tercapai semua. dengan menjadi pengantin di alam gaib apapun yang ia inginkan akan ia dapatkan.
Manusia yang seperti Sukma itu tidak percaya akan Allah lagi. tauhidnya sudah habis. Ia menyekutukan Allah sang pencipta, Sang Pemberi rezeki. Dia hanya percaya dengan apa yang ia dapatkan dari menyekutukan Allah.
Rangga mata hatinya sudah dibutakan oleh Sukma, sehingga apapun yang ia dengar tentang anaknya, ia tidak peduli lagi dan apa yang Sukma ucapkan, Rangga akan menurutinya.
"Rangga aku menginginkanmu malam ini," pinta Sukma.
Seakan menghipnotis Rangga langsung mengkukung Sukma di bawahnya, mereka memainkan permainan panas di atas ranjang. Sukma puas dengan hasilnya, Rangga sudah kembali lagi, apapun yang ia inginkan pasti akan terkabul selama menjadi pengantin gaib. Semakin lama Sukma semakin terjerumus. Tidak ingat akan dosa yang ia lakukan, Allah membiarkan Sukma dengan kenikmatan sehingga ia pun lupa akan pembalasan nanti di alam barzah.
***
Setiap ada penderitaan pasti ada suatu kenikmatan. Itulah yang Kaila dapatkan sekarang ini. Suaminya saat ini selain tampan, juga mempunyai kekayaan yang cukup untuk merawat anak-anaknya. Lebih lagi Kaila sedang mengandung anak Andi. Andi lebih makin tambah sayang kepada Kaila.
"Hari ini kamu liburkan?" tanya Andi.
"Iya Mas, aku libur hari ini," jawab Kaila.
"Bawakan makan siang ke kantorku bisa gak sayang?" tanya Andi kembali.
"Insha Allah bisa Mas," jawab Kaila.
Andi sangat senang sekali, dia merasakan perasaan seperti ABG kembali. Ketika di perhatikan kadang salah tingkah, ketika di tatap jadi malu, ketika dibawakan bekal jantung berdebar-debar. Sepertinya Andi yang ngidam bukan Kaila.
Kaila yang tidak pergi mengajar hari ini, hanya merawat tanaman di taman belakang rumah. Sejak menikah dengan Andi, Kaila suka menanam pohon berbagai jenis bunga. Andi setiap pulang kerja dia membawakan 1 pohon bunga, sampai Kaila menyuruh Andi agar tidak beli lagi karena taman akan terlalu penuh dan tidak bagus dilihatnya.
Setelah menyiram dan membersihkan tanamannya, Kaila siap memasak untuk suaminya. Sebelum ia memasak Kaila menelepon Andi terlebih dahulu untuk menanyakan makanan apa yang ia ingin makan saat ini.
Kaila\= ["Assalamu'alaikum Mas, kamu hari ini mau makan apa?"]
Andi \=[Wa'alaikumsalam, bisa buat perkedel enggak? hari ini aku ingin makan perkedel, lauk yang lainnya terserah kamu sayang."]
Kaila \=["Iya, aku buatkan untukmu Mas."]
Andi \=["Terima kasih sayang."]
Kaila bingung, Andi yang biasanya tidak suka dengan olahan kentang. Kini dia ingin makan perkedel dari olahan kentang. Siangnya Kaila pergi ke Kantor Andi untuk membawakan bekal makan siang. Para karyawan mengenal Kaila sebagai istri dari bos mereka.
Andi melihat di CCTV bahwa Kaila sudah datang dan menuju ke ruangannya, ia menjemput Kaila sebelum Kaila masuk ke dalam ruangannya.
__ADS_1
"Kok Mas tahu sih, aku datang?" tanya Kaila.
"Ia dong, hatiku yang berbicara kalau kamu sudah sampai sini," jawab Andi.
Andi langsung menggandeng tangan Kaila dan masuk ke dalam ruangannya. Kaila memberikan bekal makan siang Andi dan diletakkan di atas meja kerjanya. Andi langsung mengunci pintu ruangannya. Ia langsung memeluk Kaila dari belakang.
"Mas, malu nanti jika ada yang lihat," protes Kaila.
"Nggak ada yang lihat Mah, aku kangen kamu. Kalau di rumah banyak anak-anak, jika mau berduaan sama kamu ada aja yang panggil kamu agar kamu keluar kamar," ucap Andi.
Andi membalikkan tubuh Kaila, ia langsung mencium bibir Kaila dengan lembut, Andi sesekali tangannya membelai perut Kaila yang sudah mulai membuncit karena sudah memasuki usia kandungan 5 bulan. Karena hormon kehamilan, Kaila pun ikut terbuai dengan permainan Andi. Tersadar ini di kantor bukan di rumah, Kaila mendorong dada Andi.
"Mas, ini kantor bukan rumah. Aku nggak mau melakukan itu Mas," ucap Kaila.
"Aku gak akan melakukan sampai kesana, hanya ingin bercumbu aja dengan kamu sayang, aku kangen berduaan seperti ini," ucap Andi.
Andi mulai mencium Kaila kembali, Andi benar-benar sudah tergila-gila dengan Kaila. Dalam hati Andi selalu berbicara, 'bodohnya Rangga menyia-nyiakan istri secantik ini.' Kaila walaupun janda beranak 4, jika berjalan sendiri, ia tidak terlihat seperti janda beranak 4. Parasnya yang masih cantik dan segar, apalagi jika Kaila memakai make up benar-benar seperti anak kuliah, tubuh Kaila pun tidak gemuk bahkan mempunyai tubuh semampai dengan tingginya. Andi sangat berterima kasih kepada putrinya memilihkan istri yang cantik.
"Mas, sudah. Jika seperti ini kamu nggak makan bekal yang aku bawakan. Tapi kamu akan makan aku," protes Kaila.
"Hahaha...." Andi tertawa terbahak-bahak.
Andi mencubit hidung Kaila yang mancung, wajah Kaila sudah ditekuk karena ulah Andi. Di mata Andi, Kaila malah makin menggemaskan.
"Bagaimana Mas rasanya," tanya Kaila.
"Kurang enak sayang rasanya," jawab Andi.
"Yah sudah sini, nggak usah dimakan." Kaila mengambil kotak bekal yang berada di tangan Andi, ia kesal dengan jawaban dari Andi. Sudah capek-capek masak tapi dibilang nggak enak.
"Eh...kamu mau apakan bekal ini." Andi mengambil kembali bekal makanan itu dari tangan Kaila.
"Mau aku buang aja Mas, 'kan kata kamu nggak enak," Kaila merajuk.
"Aku belum selesai ngomongnya, makanan ini terasa nggak enak kalau aku makan dengan tanganku. Tapi kalau pakai tangan kamu, makanan ini akan terasa sangat enak, rasanya mengalahkan restoran bintang 5. Ayo suapin aku. Aaa...." Andi membuka mulutnya minta di suapin bekal makanan yang Kaila bawa.
"Kok diam sih, aku lapar sayang ini, Aaaa...." Andi membuka mulutnya kembali. Kaila menyuapi Andi, ia tertawa geli dengan sikap suaminya itu.
"Mas, seperti anak kecil ih...minta disuapin," ucap Kaila.
__ADS_1
"Aku ingin bermanja-manjaan seperti ini denganmu. Nggak ada yang ganggu," Andi tersenyum dengan terlihat gigi putihnya.
Kaila menyuapi Andi sampai makanan yang ada di kotak bekal tandas. Andi sangat senang hatinya hari ini, wajahnya begitu cerah.
"Besok datang ke sini lagi yah sayang, bawa bekal lagi," pinta Andi.
"Suamiku tersayang, maaf besok aku menggajar. Besok aku tidak bisa datang ke kantormu tampan." Kaila membelai wajah Andi.
"Kamu mancing-mancing Mah..." Andi memeluk Kaila kembali, membuat Kaila tertawa sangat geli.
Reader aku minta bintang 5 agar up novel ini.
Bersambung
βββRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahππππ
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet β€ππ