Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Suka tapi nggak mau pacaran


__ADS_3

Keesokan harinya, Cia bersekolah seperti biasa. Ia berangkat dengan Amanda, tapi Cia akan turun terlebih dahulu karena sekolah Cia lebih dekat daripada sekolah Amanda. Cia berjalan seperti biasa tapi tiba-tiba dari belakang ada yang memanggil nama Cia.


"Cia, tunggu aku." Cia pun menoleh, ternyata ia memanggilnya adalah Emir.


"Kak Emir," ucap Cia terkejut melihat Emir.


"Cia Juna sudah sadar, dia ingin bertemu dengan kamu," ucap Emir.


"Duh Kak, bertemu dengan Kak Juna agak sulit karena kemarin aku pulang ke rumah itu sore, malah hampir magrib dan ternyata kedua orang tuaku sudah ada di rumah, aku tak mau kedua orang tuaku curiga, karena kakak tahu sendiri. Aku tak bisa pacaran, nanti mereka beranggapan bahwa aku sudah berpacaran dengan Kak Juna," ucap Cia.


"Perasaan kamu bagaimana dengan Juna?" tanya Emir.


"Kak Emir sudah memberitahu Kak Juna bahwa di galeri handphone Kak Juna aku membuat video? karena di situ sudah aku menjelaskannya," ucap Cia.


"Aduh aku lupa Cia bilang sama Juna karena aku menginap di rumah sakit semalam lalu subuh aku pulang dan langsung berangkat ke sekolah," ucap Emir.


"Ya sudah Kak, aku pamit masuk dulu ya. Nggak enak dilihat sama yang lain. karena kemarin aja kita jalan berdua kayak gini sangkanya kita dibilang berpacaran, padahal kan aku tidak punya pacar dan memang aku nggak mau pacaran," ucap Cia.


Cia pun langsung beranjak masuk ke dalam kelas, di dalam kelas teman sebangkunya Zulfa sudah menunggu Cia. Zulfa ingin bertanya tentang kejadian kemarin. Tentang Juna yang memukul Emir karena cemburu melihat dia bersama Emir. Zulfa ingin bertanya kepada Cia tetapi bel sudah berbunyi.


Cia belajar seperti biasanya, ia sangat serius ketika mendengarkan guru yang sedang menerangkan pelajaran. Saat itu Zulfa tidak berani untuk mengganggu Cia ketika dia sedang serius belajar. Bel istirahat berbunyi Cia yang memang tidak pergi ke kantin karena sudah membawa bekal, dia hanya membuka bekalnya dan makan di dalam kelas. Zulfa yang biasa ke kantin tapi hari ini dia tetap di dalam kelas. Cia pun melirik ke arah Zulfa yang sedang makan roti. Di pagi hari Zulfa memberi roti di kantin karena dia memang berniat untuk bertanya kepada Cia ketika jam istirahat.


"Tumben kamu nggak ke kantin Zul," ucap Cia.


"Aku mau bertanya sama kamu," ucap Zulfa.


"Tanya aja, mau tanya apa kamu?" tanya Cia.


"Kamu sudah jadian sama Kak Emir ya?: Cia tersedak ketika mendengar pertanyaan dari Zulfa.


"Zul kamu ini aneh deh, seperti nggak tahu aku aja. Aku 'kan nggak mungkin pacaran dengan siapapun sebelum aku lulus SMA. Aku jalan dekat dengan Kak Emir itu karena Kak Emir itu adalah teman kakakku sewaktu SD. Paham nggak? Kak Emir bertanya tentang kakakku," ucap Cia dengan kesal.


"Kamu punya kakak Cia?" tanya Zulfa.


"Aku punya kakak, punya adik, punya mamah, punya ayah, lengkap pokoknya," ucap Cia sewot.

__ADS_1


"Ya Allah Cia, jutek banget nanti cantiknya luntur loh Cia," ledek Zulfa.


"Lagi kamu nyebelin pertanyaannya, kirain aku kamu mau nanya pelajaran. Ternyata nanyain cowok, nyebelin banget tahu!" ucap Cia.


Zulfa tertawa terbahak-bahak. Ia Pun melirik bekal Cia, lalu dia meminta bekal Cia, Cia pun membagi kepada sahabatnya itu. Mereka saling tertawa karena memang Zulfa anaknyaasik bagi Cia, dia pun sangat senang mempunyai sahabat seperti Zulfa.


Waktu pun cepat berlalu. Waktu jam pulang tiba, Cia berjalan menuju gerbang sekolah. Kali ini Amanda tidak bersama dengannya karena Amanda akan pulang lebih lama lagi. Emir ingin mengejar Cia tetapi sayangnya mobil Cia sudah jalan terlebih dahulu.


Di dalam mobil ada ehatsApp yang masuk. Cia langsung membuka Whatsapp tersebut, ternyata WhatsApp tersebut pesan dari Juna.


Aku akan menunggumu sampai kamu mau menerima aku. Aku sangat mencintaimu Cia, terima kasih kamu sudah menjenguk aku, kamu sudah peduli aku, dan aku tahu isi hatimu sekarang. Aku berjanji tidak akan mengecewakan kamu lagi, aku berjanji akan menunggumu sampai kamu menerima aku.


Cia yang membaca pesan dari Juna menghela nafasnya karena jika Juna menunggu Cia artinya Juna harus siap menunggu lebih lama lagi. Karena sang mamah dan ayahnya akan menerima laki-laki yang berani melamar dirinya, itu pun dengan catatan harus kuliah terlebih dahulu.


***


Ketika Amanda pulang sekolah, ia mengecek facebooknya, ada message dari Emir.


["Amanda aku bisa bertemu dengan kamu nggak?"]


["Maaf Emir, aku pada hari jumat malam akan berangkat ke puncak bersama keluargaku. Kami akan menginap sabtu, minggu di sana. Jadi sepertinya untuk minggu ini aku nggak bisa kemana-mana. Bagaimana jika aku bertemu kamu ketika pulang sekolah di sekolah kamu?"]


Dan tidak lama ada notifikasi kembali dari Emir, balasan pesan yang Amanda kirim.


["Amanda, aku ingin bertemu kamu berdua aja, jangan ada Cia."]


["Maaf Emir, kalau untuk itu sepertinya aku tak bisa. Aku tidak mau berduaan dengan laki-laki karena kamu bukan mahramku, jadi aku tidak mau. Maaf ya."]


Emir yang membaca pesan dari Amanda mengajak-ngacak rambutnya, karena Amanda tidak berubah dari SD. Dia mengejar Amanda, Amanda memang bersikap seperti ini. Yah memang Amanda tidak mau pacaran seperti halnya dengan Cia.


Amanda walaupun ia juga menyukai Emir, dia tetap bisa mengendalikan perasaannya terhadap dirinya sendiri. Ia sudah berjanji dengan Cia akan berkomitmen bahwa tidak ada pacaran sampai lulus SMA. Karena mereka akan berkonsentrasi untuk mendapatkan universitas yang mereka inginkan. Cia ingin mendaftar kedokteran, sedangkan Amanda ingin menjadi mengambil hukum, Amanda ingin menjadi pengacara.


Amanda pun sampai di rumahnya, ia langsung masuk ke dalam kamar dan membersihkan dirinya. Amanda sambil scroll facebook, dia melihat status teman-temannya dan melihat status Emir dengan icon menangis. Teman-teman Emir komen di statusnya, tapi Emir tidak menjawab. Amanda iseng untuk mengomentari status Emir tersebut.


...Jangan bersedih karena keadaan, keadaan yang selanjutnya itu tidak akan kita tahu, yang sekarang terasa pahit siapa tahu nantinya akan terasa manis....

__ADS_1


Komentar Amanda di balas dengan Emir dengan icon hati. Amanda tersenyum melihat balasan dari Emir.


"Emir semoga kamu paham ya dengan komentarku ini, karena sebenarnya hati aku menyukai kamu tapi aku tidak ingin berpacaran terlebih dahulu. Aku harus berjuang untuk masuk ke Universitas yang aku impikan, aku juga sudah berjanji dengan Cia," gumam Amanda sendiri di dalam kamarnya.


Bersambung


✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Love dari author sekebon karet ❤💞💝

__ADS_1


__ADS_2