Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Suami selingkuh


__ADS_3

Aku dekat dengan Bu Sukma karena kami sering keluar kota bersama, saling menceritakan keluarga kami. Entah kenapa hati ini terus ingin dekat dengan Bu Sukma. Padahal dia adalah atasanku, lebih tua dariku.


Awalnya hanya iseng-iseng menanggapi kenakalan Bu Sukma. Sepertinya dia haus akan belaian seorang pria.


Semenjak kita meneruskan pendidikan s2 bersama dan berangkat dan pulang bersama. Otomatis kita sering bersentuhan kulit. Kadang Bu Sukma mencuri-curi kesempatan untuk menyentuhku. Seperti dia membelai pahaku ketika aku sedang menyetir. Ada rasa mengelitik yang kurasakan ketika dia mencoba menyentuhku.


Ada ikan ditawarin ke kucing, ikan itu besar laki-laki mana yang tidak mau ikan besar nganggur. Keseringan mengelus pahaku, Bu Sukma mencuri bibirku. Ketika kissing dengan Bu Sukma ada sensasi yang berbeda. Kata orang yang tua lebih legit.


Kami melakukan kissing di mobil. Awalnya aku hanya diam saja, ia yang memainkan bibirku. Dia semakin menyesap sehingga aku tak mau kalah, kusesap bibir Bu Sukma memasuki area rongga mulut.


"Hmmm...hmmm..." suara kenikmatan Bu Sukma membangunkan kejantananku. padahal aku hanya menyesap bibirnya.


Sering kami melakukan kissing di dalam mobil, aku tak mengingat istri dan anakku ketika aku bermain bersama Bu Sukma di dalam mobil.


Sial, aku sudah kena candu Bu Sukma. Berhubungan dengan dia sangat legit yang kurasakan. Semakin lama aku ketergantungan dengan sentuhan-sentuhannya sukma yang panas.


Ketika kami ditugaskan ke luar kota, kami melakukan check in di sebuah hotel. Luar biasa permainan Bu Sukma di atas ranjang. Dia yang memimpin. Mungkin dia ini sudah lama tidak melakukan ini jadi hassratnya sangat menggebu-gebu.


Istriku lebih muda dari Bu Sukma, tapi entahlah ketika aku berhubungan dengan istriku yang terbayang di mataku itu wajah Bu Sukma. Apakah aku sudah gila karena Bu Sukma itu lebih legit daripada istriku.


Awalnya aku biasa saja sikapku ketika aku sedang bersama istriku. Tapi bangkai di tutup lama-lama ketahuan juga. Begitulah denganku, istriku tahu akan perselingkuhanku ini. Dia marah...sangat marah...tapi entahlah rasa hatiku tak ada rasa kasihan kepada istri dan anakku.


Seolah-olah rasa cinta dengan istri dan anakku sudah tidak ada. Hambar terasa, penglihatanku malah malas melihat keluargaku.


Pernah aku kepergok ketika aku bermain di mobil bersama Bu Sukma, istriku melihat. Dia sangat marah. Aku lupa istriku itu lulusan tehnik elektro, SMK nya pun elektro. Awalnya dia curiga denganku, tanpa aku sadar dia kloning WA ku, sial aku kecolongan. Semua percakapan aku dan Bu Sukma dia baca.


Aku dan istriku tadinya hanya teman biasa, hanya 1 kampus dan sering bertemu. Hanya sering bertemu tapi kami jarang berkomunikasi, aku tertarik melihat dia langsung ku cari informasi tentang dia dari teman-teman dekatnya. Akhirnya aku memberanikan diri untuk melamarnya.


Kenapa kejadian terulang lagi? hanya gara-gara aku 1 kampus dengan Bu Sukma aku kecanduan dengan tubuh Bu Sukma. Seketika aku lupa jika sedang berdekatan dengan Bu Sukma, lupa akan istriku, lupa akan anakku.


Karena istriku sudah tahu tentang perselingkuhanku menyebabkan ku jarang pulang ke rumah.


Kebutuhan Biologisku tinggi, ketika aku pulang dan melihat istriku. Aku ingin sekali berhubungan dengannya, ia masih marah terhadapku tapi aku tak perduli. Aku memaksa dia untuk memuaskan kebutuhan biologis aku. Dia berontak, aku tak peduli. Tenaga ku lebih besar dari dia. Otomatis dia kalah. Setelah aku selesai memuaskan kebutuhan biologisku, aku tertidur pulas. Aku mendengar sayup sayup isak tangis dari istriku. Dia adalah istriku wajar saja jika aku menyentuhnya.


***


1 bulan kemudian aku mendapat kabar dari istriku, dia hamil. Gila, anak sudah ada 3 dia hamil lagi. Seharusnya dia tidak boleh hamil, pusing aku mendengar suara anak-anak berteriak. Bu Sukma saja yang ku sentuh berkali-kali tidak hamil. Dia aku sentuh malam itu dengan paksaan kenapa dia hamil.

__ADS_1


"Kenapa loe hamil, anak sudah 3! gue gak akan perduli dengan kehamilan loe. Loe mau pertahankan silahkan tapi jangan ngerengek minta bantuan gue, kalau loe gak mau susah gugurin aja kandungan loe mumpung masih 1 bulan," ucapku enteng.


"Apa kamu bilang menggugurkan? enteng kamu bilang seperti itu. Ini anakmu, benih yang kau tanam dalam rahimku," ucap istriku dengan berteriak.


"Salah loe sendiri kenapa gak masang pengaman," ucapku mosa bodo.


"Aku tidak bisa menggunakan KB, kamu tahu itu dari dulu. Jangan berlaga bodoh kamu," ucap istriku tersulut emosi.


"Yah bodo amat, gue gak mau biayain tuh anak, terserah loe." Aku pergi meninggalkan istriku yang menangis terisak-isak. Rasa di hatiku ini sudah tak ada cinta lagi.


Aku menelepon Bu Sukma, agar bertemu denganku. Dia menyuruhku ke sebuah cafe, aku melajukan mobilku ke cafe yang Bu Sukma sudah tentukan untuk pertemuan kita.


Bu Sukma sudah menungguku di cafe dia sudah menempati meja di sudut, aku menghampirinya.


"Kenapa wajahmu kusut?" tanya Bu Sukma, kepadaku.


"Kaila hamil lagi, padahal aku hanya 1 kali menggaulinya," ucapku frustasi.


"Sudah jangan pusing, biarkan saja dia hamil. Gak usah pedulikan Kaila." Bu Sukma menyentuh kakiku di bawah meja dengan kakinya, dia memainkan jemari kakinya untuk mengelus kakiku bawahku dibalik celana panjangku.


"Check in yuk, aku pusing," ajakku kepada Bu Sukma.


"Rangga, ceraikan istrimu. Aku sudah bercerai dengan suamiku," pinta Bu Sukma.


"Aku sudah memikirkan ini, aku takut dia membocorkan perselingkuhan kita ke atasan. Mati kita jika ia melapor, karir kamu dan aku yang sudah di bangun bisa hancur seketika," ucapku.


"Dia tidak akan melaporkan, dia akan memikirkan dua kali. Kamu kasih uang terus ke dia setelah kamu bercerai stop kasih uang lagi," saran Bu Sukma.


"Lalu anakku?" tanyaku.


"Berikan uang pangkal masuk ke sekolah, setelah itu lepas. lagipula biarkan saja dia yang mencari uang untuk anak-anaknya," ucapnya.


"Baiklah, asal aku bersama kamu karena kamu candu bagiku," ucapku.


Kucium bibir Bu Sukma, bibirnya sudah ia buka, sungguh paham sekali janda ini. Aku menciumi bibirnya, memainkan setiap anggota dalam rongga mulutnya. Kuhisap, yang membuat ia keenakan.


"Rangga permainan ciuman kamu sangat hebat sekali, kamu benar-benar luar biasa," ucapnya di sela ciuman panasku.

__ADS_1


Setiap lekuk tubuh Bu Sukma terasa legit, aku tak bisa-bisa untuk mencicipi kelegitan tubuhnya. Baru kurasakan rasa desiran yang menjalar ke tubuhku sampai ku rasa di ubun- ubunku, ah Sukma.


Bersambung


***


Hai teman-teman dukung novel ini dengan komen yang banyak, like, SUBSCRIBE dan follow.


Novel ini aku ikut sertakan lomba penghianatan. Jika menang uang nya akan aku sisihkan untuk anaknya Kaila.


Baca Novel ku yang lain


5 tahun menikah tanpa cinta


Salah lamar


Berteman di sosmed sama aku yuk


fb @Farida (R)


ig @kak_farida


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2