Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Cia jadi Tumbal


__ADS_3

"Apa? Kamu mau menjadi wali Cia? Itu artinya kamu bertemu dengan Kaila!" Sukma tak terima jika Rangga bertemu dengan Kaila. Itu artinya Rangga akan bertemu dengan semua anak-anaknya.


"Kenapa memangnya? Cia putriku," ucap Rangga.


"Apa? Kamu mau datang Rangga? Nggak, kamu nggak boleh datang." Sukma takut jika hati Rangga akan kembali kepada Kaila kembali. Dia tidak tahu kenapa Rangga sudah hambar dengan hubungan ini.


"Iya aku akan datang untuk menikahkan putri pertamaku, kenapa memangnya?" Rangga berkata dengan nada tinggi.


Sukma sangat takut bahwa Rangga nanti akan meninggalkannya, kebutuhan biologisnya memang sudah terpenuhi dari mantan suaminya tapi hatinya masih sangat mencintai Rangga. Dia tidak mungkin menceraikan Rangga lalu kembali kepada kepada mantannya. Sukma akan malu jika melakukan seperti itu.


"Aku harus menggoda Rangga lagi, aku akan pergi ke Mbah agar Rangga bisa kembali lagi seperti dulu. Ini sepertinya ada yang mengganjal aku agar Rangga tidak tertarik dengan aku lagi. Mantan suamiku itu memang sial, aku sudah terjerat dengan belakangnya karena dengan Rangga aku tidak terpuaskan," ucap monolog Sukma.


Sukma, sepulang kerja langsung ke rumah Mbah. Ia menceritakan semuanya kepada Mbah.


"Mintalah bantuan kepada suami gaibmu," ucap Mbah.


"Aku harus menyiapkan tumbal?" tanya Sukma.


"Iya, benar. Jika hasilnya mau lebih paten lagi dan kamu harus bersetubuh dengan suami gaibmu. Tunggu di rumah, suami gaibmu akan masuk ke tubuh suami manusiamu," jawab Mbah dukun.


Sukma menyanggupi tumbah, siapa yang di tumbalkan? Cia, ia yang ditumbalkan agar sukma mendapatkan apa yang ia mau. Sukma memberikan tanggal lahir Cia dan memberikan foto Cia. Rangga diam-diam menemui anak-anaknya dan memfoto dari jarak jauh. Sukma mengambil foto Cia dari handphone Rangga.


Di malam jumat kliwon, Sukma sudah bersiap mandi tujuh rupa kembang. Ia juga menyiapkan kemenyan. Angin berhembus membuat bulu kuduk berdiri. Rangga berjalan menghampiri Sukma, matanya sudah berubah warna menjadi merah. Sukma menganggap bahwa ia berhubungan intim dengan Rangga.


Tenaga Rangga sangat kuat, ia menggauli Sukma sangat buas. Sukma menikmati itu walaupun besok tubuh Sukma seharian tidak bisa bangun, dia harus beristirahat untuk memulihkan tenaganya. Sukma memang haus dengan kebutuhan biologis, apalagi dia sangat merindukan belaian dari Rangga.


"Cia, Ayahmu tak akan menjadi wali nikahmu," gumam Sukma. Sukma sangat puas dengan apa yang ia lakukan. Tumbal Cia, dan Rangga menjadi media perantara bagi suami gaibnya.


***Noveltoon***


Cia seminggu ini sudah batuk-batuk, sudah minum obat tapi batuknya bukan mereda malah semakin parah, bahkan mengeluarkan darah.


"Ya Allah, aku kenapa?" tangan Cia gemetaran karena ada darah yang ia keluarkan dari mulut.


Cia sudah sangat lemah, Juna sudah seminggu tidak melihat Cia di kampus. Ia menelepon Cia.


"Hallo, assalamu'alaikum. Sayang kamu nggak ke kampus?" tanya Juna di ujung telepon.


"Wa'alaikumsalam, uhuk uhuk," suara batuk Cia terdengar di ujung telepon.

__ADS_1


"Kamu sakit? Sakit apa?" Juna sangat cemas ketika mengetahui Cia sakit.


"Seminggu ini, aku batuk-batuk Kak, aku sudah minum obat bukan sehat tapi malah tambah sakit," ucap Cia.


"Aku ke kosan kamu sekarang Juga." Juna langsung menutup telepon secara sepihak. Ia bergegas untuk menjenguk Cia. Ia sangat khawatir akan kondisi Cia. 15 menit Juna sudah sampai ke kosan Cia. Ia meminta izin kepada Bu kos untuk melihat Cia di kamarnya. Kosan Cia khusus perempuan tidak sembarangan yang bukan keluarga bisa masuk. Ibu Kos sudah tahu bahwa Juna dan Cia akan segera menikah. Ia mengizinkan Juna untuk menemui Cia.


"Ayo sama saya ke kamar Cia." Juna mengikuti langkah Bu kos menuju kamar Cia.


Tok Tok


"Mbak Cia ada Mas Juna mau bertemu dengan Mbak," ucap bu kos. Cia tidak menyahut dari dalam.


"Sayang, kamu di dalam kan. Buka pintunya, aku datang," ucap Juna. Lagi-lagi tidak ada jawaban dari Cia. Juna sangat khawatir tentang kondisi Cia.


"Bu tolong buka pintu ini dengan kunci serep. Aku takut Cia kenapa-kenapa, sebelumnya aku telepon Cia sedang sakit sekarang." Juna memohon kepada bu kos. Bu kos langsung mengambil kunci cadangan dan membuka pintu kamar kos Cia. Setelah di buka betapa terkejutnya Juna bahwa Cia sudah tergeletak tak sadarkan diri dengan mulut penuh darah.


"Astagfirullah, sayang kamu kenapa?" Juna sangat panik dengan kondisi Cia. Ia langsung menggendong Cia untuk dilarikan ke rumah sakit Cipto karena rumah sakit yang paling terdekat dan tempat koas bagi mahasiswa kedokteran UI.


Cia langsung di masukan ke IGD dan di periksa oleh para dokter. Juna menunggu pemeriksaan Cia, ia langsung menelepon Kaila untuk memberitahukan keadaan Cia. Kaila sangat terkejut ketika Juna menelepon karena Kaila tahu bahwa Cia menjaga kesehatannya. Dan dari tutur kata Juna bahwa Cia muntah darah itu sangat aneh. karena tidak ada tanda-tanda sebelumnya bahwa Cia mengidap penyakit TBC.


"Mas, aku ke RS Cipto. Cia sakit Mas, dia muntah darah. Aku sedang di jalan, maaf aku nggak telepon kamu dulu karena aku kawatir akan kondisi Cia saat ini." Kaila berbicara dengan Andi di telepon. Ia meminta izin kepada Andi dan memberitahukan kondisi Cia saat ini.


"Iya Mas, aku dengan supir. Caca menjaga adik-adiknya di rumah, ada Adam juga yang bantu dia hari ini nggak ekschool," jawab Kaila.


"Hati-hati yah. Aku berangkat sekarang," ucap Andi.


"Kamu kan ada rapat Mas." Kaila pikir Andi lupa bahwa ada rapat hari ini. Kaila tahu jadwal Andi di kantor.


"Nanti sama asistenku saja, Cia lebih penting dari rapat. Sudah yah aku tutup telepon nya. Assalamu'alaikum," ucap Andi.


"Wa'alaikumsalam." Kaila menutup telepon. Laju mobil di percepat karena Kaila ingin segera mengetahui kondisi Cia yang sebenarnya.


Sesampainya di rumah sakit Cipto, Kaila menelepon Juna. Ia tidak tahu tempat dimana Cia di rawat. Setelah mengetahui, Kaila langsung menuju kamar rawat Cia.


"Juna bagaimana kondisi Cia sekarang?" tanya Kaila. Juna tampak sedih ketika di tanya kondisi Cia.


"Aku masih menunggu hasil Rongent, tapi Cia terus-terusan batuk dan mengeluarkan darah. Kulitnya juga ada bercak-bercak merah Mah," tutur Juna. Kaila langsung masuk ke ruang rawat Cia, tubuh Cia sangat lemas. Kaila menangis melihat kondisi Cia, ia langsung memeluk Cia.


"Ya Allah sayang, kenapa kamu bisa sakit seperti ini." Kaila menangis sambil memeluk Cia. Tak lama Andi datang, ia sangat terkejut karena melihat Cia yang sedang batuk dan mengeluarkan darah. Kulitnya sudah penuh bercak-bercak merah.

__ADS_1


"Mah Cia sakit apa?" tanya Andi.


"Mamah masih menunggu hasil pemeriksaan dokter," jawab Kaila.


"Yah tapi kenapa nggak di tangani, Cia batuk darah seperti itu," ucap Andi agak marah karena Cia sepertinya tidak di tangani dengan serius.


Bersambung


❤❤❤❤


Baca juga yuk cerita seru di novel yang lainnya karya author.




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar(Tamat)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Dicampakkan suami setelah melahirkan



__ADS_1


Love dari author sekebon karet ❤


__ADS_2