
Seperti biasa keluarga Kaila ketika pagi akan pergi. Masing-masing anak-anaknya akan pergi ke sekolah mereka. Kini Caca sudah tidak satu sekolah dengan Cia karena Caca masih duduk di kelas 6. Waktu memang terasa cepat tidak terasa anak-anak sudah mulai tumbuh beranjak remaja.
Sekolah Amanda dan Cia masuk sampai hari sabtu, sehingga mereka pulang sekitar pukul 1 siang. Caca bersekolah sampai hari jumat sehingga dia pulang dari sekolah pukul 03.00 sore. Sopir akan menjemput Amanda dan Cia terlebih dahulu karena mereka pulang lebih awal.
Cia dan Amanda ketika sampai di rumah, mereka langsung masuk ke kamar masing-masing, mereka akan beristirahat. Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, pak sopir menelepon ke rumah menanyakan apakah ada Caca di rumah, mbak yang menerima telepon dari pak sopir mengatakan bahwa Caca belum pulang, tapi pak sopir sudah menunggu Caca sejak 1 jam yang lalu.
"Mbak, beneran Mbak? non Caca belum pulang ke rumah?" tanya pak sopir.
"Belum Pak, 'kan non Caca itu selalu sama Bapak jika pulang," ucap mbak.
"Lah ini saya nunggu udah 1 jam tapi belum keluar," ucap pak sopir.
"Coba Bapak tanya ke wali kelasnya," saran mbak.
Pak sopir kemudian masuk ke sekolah dan ia menanyakan ke wali kelasnya. Wali kelas mengatakan bahwa Caca sudah dijemput oleh sang ayah. Pak sopir bingung karena pak Andi masih di kantor. Lalu siapa yang menjemput? wali kelasnya pun bingung karena dia takut bahwa Caca telah diculik oleh seseorang.
"Aduh bagaimana ini Bu, bukankah majikan saya itu sudah menyuruh pihak sekolah agar jangan mengizinkan anaknya pulang selain dengan saya?" tanya pak sopir agak kesal.
"Aduh Pak saya juga guru baru Pak di sini, saya belum mengenai Caca tidak boleh di jemput selain dengan Bapak. Caca juga terlihat kenal sama orang itu," ucap wali kelas.
"Aduh ini gimana ini ngomong sama majikan saya," ucap pak sopir
Pak supir kebingungan mencari Caca karena Caca tiba-tiba menghilang dibawa oleh seseorang. Pak sopir pun menelepon, menceritakan bahwa Caca telah hilang dan dia mengatakan bahwa ada seseorang yang menjemput Caca.
Andi pun bergegas ke sekolah Caca, dia akan berusaha untuk mencari tahu siapa orang yang telah mengambil Caca dan dia tidak mau memberitahu Kaila terlebih dahulu. Ketika Andi sudah tiba di sekolah Caca, Andi meminta CCTV sekolah sebelum anak-anak dibubarkan untuk pulang.
Betapa terkejutnya Andi ketika melihat Rangga dan Sukma ada di dalam video itu, mengajak Caca. Entah kenapa Caca begitu saja mau diajak oleh Rangga, padahal sebelumnya Caca tidak akan menggubris Rangga karena dia juga membenci ayah kandungnya tersebut.
Andi langsung ke sekolah tempat Kaila mengajar, dia ingin mengatakan langsung kepada Kaila karena ia tidak mau berbicara melalui sambungan telepon. Andi meminta izin kepada kepala sekolah agar Kaila bisa pulang lebih cepat karena ada urusan keluarga yang urgent yang harus diselesaikan segera.
Kepala sekolah pun memanggil Kaila dan juga Adam karena mereka harus bergegas pulang. Kaila tampak bingung, tidak seperti biasanya Andi menjemput di jam kerjanya.
"Mas, ada apa? nggak ada suatu kejadian yang aneh 'kan?" tanya Kaila.
"Kita bicarakan di rumah saja ya, jangan di dalam mobil," ucap Andi.
Di dalam hati Kaila berkata ada yang tidak beres karena wajah Andi terlihat sangat tegang. Walaupun ia menyembunyikan kecemasan. Andi melajukan mobilnya agak cepat terasa mengebut agar ia segera sampai di rumah. Sesampainya di rumah, Andi mengajak Kaila ke dalam kamar untuk berbicara berdua. Andi duduk di atas ranjang dan Kaila pun duduk di samping Andi.
"Mas, katakan ada apa sebenarnya?" tanya Kaila.
Andi memegang tangan Kaila dan menggenggamnya.
"Mamah jangan panik ya, kita hadapi masalah ini dengan hati yang tenang," ucap Andi.
"Sebenarnya ada apa sih Mas? cepatlah bicara dengan aku," ucap Kaila.
__ADS_1
"Caca Mah, dijemput oleh mantan kamu," ucap Andi.
"Apa? kenapa bisa seperti itu Mas? bukankah pak sopir menjemput Caca?" Kaila menangis mengetahui kenyataan ini.
"Iya, pak sopir sudah menjemput Caca, sepertinya mantan suamimu itu lebih dulu datangnya. Pak sopir malah menunggu Caca selama 1 jam. tapi Caca tidak keluar-keluar. Ia menelponku, aku langsung ke sekolah dan aku melihat CCTV bahwa mantanmu dan istrinya membawa Caca," ucap Andi.
Kaila menangis, ia tak sanggup jika Caca diambil oleh Rangga. Ayah yang tidak ada rasa kasih sayang kepada anak-anaknya, setelah 6 tahun bercerai. Tapi kini ia mau mengambil Caca.
"Lalu bagaimana Mas dengan Caca?" tanya Kaila.
"Kita akan lapor polisi," jawab Kaila.
"Aku ikut ke kantor polisi Mas, ayo Mas sekarang," ajak Kaila.
"Aku akan telepon pihak sekolah dulu agar mereka mengirim video CCTV kepadaku," ucap Andi.
Setelah Andi mendapatkan video CCTV tersebut, Andi dan Kaila bergegas untuk melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Ketika sudah sampai di kantor polisi Andi masuk ke kantor polisi dengan Kaila untuk melaporkan kejadian ini. polisi ternyata tidak bisa berbuat apa-apa karena yang mengambil itu merupakan ayah kandung dari Caca, jalan satu-satunya itu adalah mengambil hak asuh anak agar bisa hak asuh mutlak ke tangan Kaila.
Polisi hanya menengahi Kaila dan Rangga agar Caca bisa dilindungi, karena Caca anak di bawah umur maka komite perlindungan anak turun tangan untuk mengambil kasus ini.
Andi menyewa pengacara yang terkenal, sepak terjang kerja pengacara ini tidak diragukan lagi. Semua kasus dimenangkan oleh sang pengacara. Uang bagi Andi tidak masalah asalkan Caca bisa kembali lagi ke tangan Kaila.
"Jadi Pak, istri Bapak ini punya mantan suami yang tidak pernah memberi nafkah anak setelah perceraian?" tanya pengacara.
"Insya Allah Pak untuk kasus ini Bu Kaila akan memenangkannya karena mantan suami Bu Kaila ini sama aja menelantarkan anak-anaknya. Pengadilan akan memutuskan bahwa hak asuh Caca ke tangan Bu Kaila," ucap pengacara.
Komite Perlindungan anak langsung ke rumah Rangga, tapi Rangga bergeming dia tidak mau menyerahkan kepada komite perlindungan anak.
"Pak, ini anak saya Pak. Anak kandung saya," teriak Rangga.
"Iya saya tahu, tapi Bapak telah menelantarkan anak-anak Bapak selama 6 tahun, tidak memberikan nafkah kepada anak Bapak. Selama hukum berjalan siapa hak wali atas anak Bapak, maka anak ini di bawah perlindungan kami,"ucap kepala komite perlindungan anak.
"Tidak bisa begitu Pak, karena Caca anak kandung saya," teriak Rangga penuh emosi.
Pihak polisi langsung mengambil Caca, komite perlindungan anak bukan hanya datang sendirian tapi dengan para polisi karena untuk Kejadian ini memang lebih runyam. Caca terlihat sangat diam, komite perlindungan anak langsung membawa Caca.
Setelah Caca berhasil dibawa oleh komite perlindungan anak. Mereka menelepon Kaila karena Caca sudah berada di kantor komite perlindungan anak. Kaila langsung bergegas untuk menjemput Caca. Setibanya di sana Kaila langsung dipertemukan oleh
Caca.
"Sayang kita pulang yuk," ajak Kaila.
Caca tampak diam, dia tidak berbicara apapun matanya pun terlihat kosong dan sayu.
"Mas Caca ini kenapa? kenapa seakan dia tidak mengenali aku?" tanya Kaila.
__ADS_1
"Sayang sabar ya, mungkin dia masih syok," ucap Andi mencoba menenangi Kaila.
"Pak, boleh kami membawa pulang Caca? ini anak kami terlihat menjadi tidak normal Pak, sebelum dia berangkat sekolah sangat ceria," ucap Andi.
"Bisa Pak, silakan dibawa pulang. Jaga anak Bapak. Mungkin dia perlu psikiater tampaknya anak ini syok berat Pak. Entah apa yang diperbuat oleh ayah kandungnya," ucap kepala komite perlindungan anak.
"Terima kasih banyak Pak sudah membantu," ucap Andi.
"Secepatnya diurus ya Pak untuk hak pengasuhan anak agar mantan suami Ibu tidak mengambil anak Ibu yang lainnya,"ucap kepala komite perlindungan anak.
"Insya Allah Pak saya akan segera mengurusnya," ucap Andi.
Caca dibawa pulang oleh Kaila. Ia memeluk Caca dengan erat, Kaila menangis melihat keadaan Caca yang sangat syok, entah apa yang diperbuat oleh Rangga dan Sukma.
Bersambung
βββRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahππππ
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Love dari author sekebon karet β€ππ
__ADS_1