Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Tak ada kabar dari Emir


__ADS_3

Sejak Emit ditangkap oleh pesuruh orang tuanya, Amanda tidak bisa menghubungi nomor Emir. Berkali-kali Amanda mencoba untuk menelpon Emir, tapi dia tidak bisa menghubungi Emir. Amanda menangis seorang diri di sebuah kamar kosnya. Ia sangat takut kehilangan Emir, karena tidak tahu kemana lagi ia cerita akhirnya Amanda mengirim pesan kepada Cia.


"Assalamualaikum Cia," pesan singkat sudah ke kirim ke whatsapp Cia dan sudah centang biru.


"Waalaikumsalam Kak," balas Cia.


"Cia kamu bisa bantu aku?" balas Amanda.


"Bantu apa Kak?" balas Cia.


"Tolong, aku ingin tahu keadaan Emir. Hari ini Emir dijemput paksa oleh anak buah orang tuanya, keadaannya terluka. Ia jatuh dari motor tadi, aku sempat menolong dia tapi anak buah orang tuanya mengetahui keberadaan Emir dan akhirnya Emir tertangkap," balas Amanda.


"Aku akan tanyakan ke Kak Juna yah Kak Kakak jangan khawatir dulu. Kakak harus positif thinking jangan bersedih," balas Cia. Ada ke khawatirkan yang Cia rasakan.


"Iya Cia, terima kasih yah," balas Amanda.


"Sama-sama Kak," balas Cia.


Amanda menunggu informasi dari Cia karena hanya Juna yang bisa membantu mencarikan informasi. Setelah dua hari menunggu ternyata Juna pun tidak bisa membantu untuk mencari informasi tentang Emir. Juna mengatakab rumah Emir tertutup sejak 2 hari yang lalu. Tetangga Emir mengatakan bahwa keluarga Emir sudah tidak tinggal di rumah itu. Amanda pun semakin sedih karena Emir menghilang dari hidupnya.


Amanda sudah berupaya untuk terus menelepon Emir dan juga mengirim Messenger ke Facebook Emir, tetapi Emir tidak membalas pesan dari Amanda. Facebook Emir pun sudah tidak ada status baru lagi, terakhir kali 3 hari yang lalu, Amanda semakin frustasi memikirkan di mana keberadaan Emir, dia pun menjadi tidak konsentrasi untuk kuliahnya.


Bakti sosial yang sudah direncanakan oleh BEM UGM itu tinggal dilaksanakan, sedangkan Amanda tidak konsen dengan hal itu, tetapi dirinya tetap ikut dalam bakti sosial. Hari ini bakti sosial akan dibagikan kepada para korban, banyak pengungsi- pengungsi yang tinggal di masjid ataupun di tenda-tenda yang sudah dibangun oleh pemerintah. Jalanan ke lokasi sedikit terjal, Amanda juga berhati-hati untuk berjalan.


"Amanda di depan agak licin, kamu hati-hati ya," ucap Alif yang posisinya ada di belakang Amanda.


"Iya Kak, terima kasih sudah mengingatkan," ucap Amanda. Dia terus berjalan sampai ke tempat tujuan jalanan, memang sangat licin seperti apa yang dikatakan oleh Alif. Amanda berjalan pelan dan sangat hati-hati tapi karena sepatunya yang licin dia pun terjatuh tapi ditangkap oleh Alif.


"amu tidak apa-apa Manda?" tanya Alif.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Kak, terima kasih sudah menolongku," ucap Amanda.


"Jalanannya agak menanjak, peganglah tanganku. Aku takut kamu jatuh lagi," ucap Alif sambil mengulurkan tangannya. Amanda ragu-ragu untuk menyetujui tawaran Alif tapi jalanan memang sangat terjal dan dia juga takut akan terjatuh lagi karena posisinya menanjak dan pasti kalau terjatuh akan berguling ke bawah. Amanda meraih tangan Alif, posisi Alif kini berada di atas,ia membantu Amanda sedikit demi sedikit untuk berjalan ke atas.


"Pelan-pelan saja jangan terburu-buru ya," ucap Alif kepada Amanda. Amanda menganggukan kepalanya, dia memilih jalanan yang sedikit ada bebatuan. Pelan-pelan tapi pasti, Amanda dan Alif sampai ke tempat para pengungsi.


"Terima kasih Kak, sudah membantu aku." Amanda tersenyum melihat Alif.


"Iya sama-sama," ucapan Alif.


Mereka langsung membagikan selimut untuk para pengungsi dan juga bahan makanan, ada juga popok bayi untuk para bayi. Amanda dengan adanya bakti sosial tersebut sedikit melupakan masalahnya karena kehilangan Emir. Sudah seminggu Emir tidak ada kabarnya.


Selesai bakti sosial Amanda dan Alif menjadi dekat.


"Siang ini kamu ada kelas Amanda?" tanya Alif.


"Nggak ada Kak aku hanya sampai pukul 11.00 aja," jawab Amanda.


Alif membawa Amanda ke tempat romantis yang berada di Jogja, tongkrongan anak-anak muda di sana. Amanda diajak ke restoran yang suasananya sangat romantis, diiringi oleh musik-musik yang membuat hati menjadi tenang.


'Aduh Kak Alif, kenapa membawa aku ke sini ya?' ucap batin Amanda.


Alif memilih tempat duduk yang mempunyai view paling bagus, bisa melihat pemandangan di luar restoran. Restoran itu berada di lantai 2 sehingga bisa melihat view yang sangat indah di malam hari.


Alif memberikan buku menu kepada Amanda. "Kamu pilihlah, mau makan yang mana? Tenang aja aku yang traktir," ucap Alif kepada Amanda.


"Memangnya Kakak punya uang banyak mau traktir aku?" tanya Amanda dengan nada bercanda.


"Memang aku ada tampang orang miskin?" Alif micinkan matanya kepada Amanda.

__ADS_1


"Kak, maaf Kak. Aku nggak bermaksud menyinggung perasaan Kakak, aku hanya bercanda kok." Amanda takut jika Alif merasa kesal dengan ucapan Amanda.


"Iya nggak apa-apa, memang tampangku bukan tampang orang kaya sih," ucap Alif.


"Kak jangan ngomong kayak gitu Kak, aku nggak mandang orang kaya ataupun miskin, semuanya bagiku sama," ucap Amanda dengan menundukkan kepalanya. Ia merasa sesal karena sudah mengucapkan kalimat yang menyinggung perasaan Alif.


Amanda akhirnya memesan apa yang ia inginkan dan ia hanya memesan sedikit, tapi Alif menambah pesanan yang menurut dia menu rekomen untuk dimakan. Mereka menunggu sekitar 20 menit, menu-menu yang mereka pesan datang. Amanda terkejut ketika menu-menu itu datang karena dia hanya memesan satu item tapi yang datang 7 item menu.


"Kak, sebanyak ini? Kamu mau habisin semua? Aku hanya memesan satu," ucap Amanda yang tampak kebingungan dengan banyaknya makanan di depan dia.


"Sudah makan lah, kalau kamu sudah merasa kenyang stop makannya. Nanti aku yang akan menghabiskannya." Mata Amanda membulat ketika Alif berbicara seperti itu, karena makanan yang dihadapan Amanda menurut dia sangat banyak.


Alif ini tipikal laki-laki yang tidak terlalu formal, buktinya Amanda dibuat tersenyum oleh Alif. terkadang Alif membuat lelucon yang membuat Amanda tertawa.


"Aku punya tebak-tebakan. coba ya Kamu tebak. Mobil apa yang bikin galau?" tanya Alif.


"Memang ada Kak mobil yang bikin galau?" Amanda memikirkan.


"Ada 'lah, Mobilang sayang, tapi takut ditolak," ucap Alif.


"Kirain aku beli mobil beneran Kak, ternyata jurus gombalan kakak." Amanda tertawa kecil.


"Aku punya tebakan lagi nih, kamu coba tebak ya. Kotak apa yang paling menyakitkan?" tanya Alif kembali.


"Kalau kakinya kejepit kotak Kak," jawab Amanda.


"Salah, jawabannya. Kotakmau menerima cintaku." Alif menyindir Amanda karena dia sudah menyatakan cinta dengan Amanda tapi Amanda menolaknya dengan alasan sudah mempunyai pasangan. Di gombal ala Alif, Amanda tersenyum tapi hatinya masih terpaut oleh Emir.


Sudah 3 bulan lamanya Emir tidak ada kabar. Amanda sesekali melihat cincin yang dibelikan oleh Emir. Ia berpikir apakah sudah tidak ada harapan lagi dirinya dan Emir? Apakah ia harus perlahan melupakan Emir? Amanda terus bertanya di dalam hatinya karena Emir merupakan cinta pertama dan ia pendam sudah bertahun-tahun tapi ketika ia mulai berani membuka diri, takdirlah yang memisahkan mereka.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2