Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Pengobatan Caca


__ADS_3

Kaila menjadi bingung karena Caca terlihat berubah. Matanya menjadi kosong, dia tidak bicara apapun. Matanya pun tidak mau menangis, ada sesuatu hal yang aneh yang terlihat di diri Caca. Andi yang mempunyai teman psikolog, dia langsung memanggil temannya ke rumah kebetulan di belakang rumah Andi ada sebuah taman yang suasananya sangat asri sehingga teman Andi yang bernama Ruli seorang psikolog mengajak Caca untuk ke belakang.


Caca dan Pak Ruli hanya akan berkomunikasi berdua di taman belakang. Andi dan Kaila menunggu di ruang tamu. Kaila sangat khawatir akan kondisi Caca, biasanya Caca sangat ceria. Selalu tertawa tapi setelah diculik oleh ayah biologisnya sendiri, Caca menjadi pendiam. Satu jam pak Ruli mengajak Caca untuk berkomunikasi, tapi sayangnya tidak ada tanggapan dari Caca. Sehingga Ruli memberi saran untuk pergi ke seorang kiai karena sepertinya ini bukan masalah biasa.


"Mas aku akan telepon abahku, ini sepertinya hal yang sama yang kualami ketika aku tidak mau bercerai dengan Rangga. Sukma menyerangku dengan menggunakan guna-guna," ucap Kaila.


"Jangan Mah, lebih baik kita langsung ke tempat guruku saja. Aku tidak mau abah khawatir. Insya Allah, Caca akan ceria kembali, kita ikhtiar ke tempat guruku yang di Sukabumi," ucap Andi.


Andi dan Kaila langsung berangkat, sebelumnya Kaila menemui anak-anaknya. Dia berpesan kepada Amanda, karena Amandala anak yang paling tua.


"Kak Amanda, tolong jaga adik-adikmu dengan baik ya, jika ada yang urgent kamu telepon Mamah atau Ayah. Ini uang untuk kalian, tolong kamu atur mungkin Mamah dan Ayah akan pergi seminggu atau lebih karena Caca sakit," ucap Kaila.


"Caca sakit apa Mah? kenapa Caca menjadi pendiam seperti itu? biasanya dia ceria dan ngajak aku main," tanya Amanda.


"Mamah nggak bisa menjelaskan sama kamu. Kak Amanda tolong doakan Caca karena doa merupakan obat yang bagus untuk Caca. Mamah dan Ayah berangkat ya, jaga diri kalian baik-baik," ucap Kaila.


"Ayah berangkat ya, oh ya Adam dan Cia jika kalian pulang diajak sama seseorang ataupun ayah kalian itu jangan mau ya, tolak! ingat jika berbicara dengan seorang itu jangan bengong, selalu berdoa jika ketemu dengan orang asing, tunggu pak sopir ketika pulang sekolah, ingat pesan ayah ini," pesan Andi, kepada anak-anaknya.


"Iya Ayah," ucap Cia dan Adam serempak.


Kaila dan Andi membawa Caca ke Sukabumi yaitu guru Andi, yang mempunyai pesantren. perjalanan ke pesantren membutuhkan waktu sekitar 4 jam dari Jakarta menuju Sukabumi. Perjalanan yang lumayan jauh, Andi menyupir sendiri, Kaila di jok belakang menemani Caca. Kaila selalu membelai kepala Caca. Caca sedikitpun tak berbicara di dalam mobil, Kaila terus membaca Alquran untuk menenangkan Caca, dia takut Caca menyakiti dirinya sendiri seperti Kaila ketika mengalami guna-guna kiriman Sukma.


"Mas, ini benar pesantrennya? di sini Kok lewatin kuburan sih Mas? ini jalannya juga terjal seperti jurang. Ini kita lewatnya bener Mas di sini?" tanya Kaila.


"Benar sayang, memang pesantrennya itu seperti cekungan. Jadi pesantrennya di tengah-tengah dan di sekelilingnya itu kuburan, jadi tujuan kiai membangun pesantren di tengah kuburan mengingatkan akan kematian yang bisa kapan saja kita temui. Jadi setiap hari bisa mengingat kematian," jawab Andi.


Setelah sampai di pesantren Kaila dan Andi keluar dari dalam mobil. Kaila merangkul pundak Caca, mereka melangkah perlahan-lahan sampai di pintu masuk.

__ADS_1


"Assalamualaikum." Andi mengucapkan salam.


"Waalaikumsalam." Kiai keluar untuk bertemu dengan Andi, tanpa Andi menelepon Kiai terlebih dahulu. Kiai sudah tahu bahwa Andi ingin datang ke pesantrennya. Kiai langsung menatap Caca. Caca merasakan tubuhnya panas ketika ditatap oleh Kiai dan dia meraung-raung, salah satu murid Kiai mengambilkan air mineral, lalu air itu diberi doa kemudian diberikan kepada Andi.


"Andi kamu minumkan air ini ke anakmu," perintah Kiai.


Andi memberi minuman kepada Caca, Caca meminumnya sedikit demi sedikit, rasa panas di tubuhnya hilang, tapi tatapannya masih kosong. Oleh Kiai Andi disarankan untuk tinggal di pesantren ini sekitar 2 minggu karena Caca harus setiap hari didoakan oleh para santri. Kiai mengatakan bahwa Caca telah diberi air, air itu berisi mantra guna-guna. Setelah diminum dengan Caca, air guna-guna itu mengalir ke darahnya sehingga para jin memasuki tubuh Caca. Jika Caca dibiarkan maka para jin itu akan menggerogoti tubuh Caca. Caca akan semakin lemas, dia tidak akan mau makan dan akhirnya Caca bisa meninggal.


Kaila syok mendengar penjelasan Kiai dan dia juga bersyukur Andi sudah cepat untuk membawa Caca ke pesantren ini. Kiai memberikan satu kamar yang akan dihuni selama 2 minggu oleh Kaila, Andi dan Caca.


Karena dua minggu Kaila tinggal di pesantren untuk mengobati Caca, maka Kaila langsung menelepon anak-anaknya untuk memberi kabar. Anak-anaknya wajib video call dengan Kaula setelah pulang sekolah. Kaila juga meminta izin kepada kepala sekolah karena merawat anaknya yang sedang sakit, dia beralasan anaknya masuk ke rumah sakit dan dibawa oleh Ayahnya ke rumah sakit yang berada di luar Jakarta agar mereka tidak menjenguk anak Kaila.


"Alhamdulillah Mas, Caca bisa tidur setelah minum dari air Kiai," ucap Kaila.


"Iya Mah alhamdulillah, aku juga tadi takut melihat Caca seperti itu tatapannya, kosong hanya saja seperti amarah tapi tidak mau ia keluarkan," ucap Andi.


"Jahat sekali Rangga dan Sukma." Kaila geram akan tindakan mantan suaminya.


Setiap hari di dalam pesantren terdengar lantunan ayat Alquran, pada malam hari suara orang-orang berzikir bersahutan itu dari santri-santri yang sedang berzikir di kamar mereka masing-masing. Keesokan paginya Andi dan Kaila dipanggil oleh Kiai.


"Ini nanti di rumah kalian membaca doa ini sebanyak 10 kali dalam 1 hari juga kalian baca zikir ini sebanyak 1.000 kali. Insya Allah ini untuk membentengi keluarga kalian. Kita minta sama Allah, karena Allah lah yang menjaga kita. Kita ini lemah,munafik, fasik, berlumur dosa tapi kita membutuhkan pertolongan Allah. Insya Allah, Allah akan menolong keluarga kamu Andi," doa kiai untuk keluarga Andim


"Terima kasih." Andi mencium punggung dan telapak tangan kiai sebanyak 3 kali.


Andi dan Kaila diberikan ijazah untuk doa dan dzikir. Ijazah ini diberikan langsung kepada Kiai, tidak bisa sembarang orang membaca dan berzikir tanpa ijazah dari Kiai.


Setiap penyakit ada obatnya, 1 yang tidak ada obatnya yaitu kematian. Karena kematian adalah mutlak keputusan Allah. Kita tidak tahu kapan kematian itu akan menyapa kita, kita tidak akan tahu kapan malaikat Izroil akan mencabut nyawa kita. Bentengi diri kita dengan tauhid yang kuat.

__ADS_1


Bersambung


✍✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan di diri kita khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet ❤💞💝


__ADS_2