
POV Andi
Aku ingin membuat istriku bahagia, aku berencana ketika resepsi nanti ingin membuat ia tersenyum bahagia dan tak akan lupa untuk momen ini. Aku yang akan membungkam para penggosip dari guru-guru tempat istriku mengajar. Karena istriku ini, setelah aku mengenalnya lebih dalam, ternyata dia orangnya baik dan sangat sederhana. Sungguh bodoh mantan suaminya yang telah menyia-nyiakan Kaila. Sungguh aku beruntung untuk mendapatkan Kaila.
Interior resepsi istrikulah semua yang mengatur. Baik itu makanan, pakaian ataupun ornamen-ornamen untuk resepsi pernikahan kami. Karena dia juga memandang aku sebagai CEO di perusahaanku, jadi dia tidak ingin aku malu karena acara resepsi yang tidak bagus.
Undangan sudah disebar baik itu untuk teman Kaila ataupun rekan-rekan kerjaku. Aku juga mengajak keluarga Kaila di resepsi kami tentunya. Aku ingin membahagiakan kedua orang tuanya agar mereka bisa melihat, bahwa aku menjaga putrinya dengan hatiku dan Insya Allah aku tidak akan menyia-nyiakan dia. Karena bagiku Kaila jodoh yang diberikan oleh Allah lewat perantara putriku, Amanda.
Sepulang kerja aku memesan sebuah kue ulang tahun, aku tahu esok merupakan hari ulang tahun Kaila dan pada saat tengah malam. Aku akan memberikan kejutan untuk dia. Tapi aku ingin kejutan itu antara aku dan istriku saja. Anak-anak setelah menjelang pagi untuk merayakan ulang tahunnya, itu yang aku mau agar quality time kami berdua akan sangat terasa. Dan kebetulan besok week end.
Ulang tahun Kaila jatuh dua hari sebelum kami resepsi ulang tahunnya jatuh pada hari jumat. Tepat di pukul 12.00 malam aku mengecup wajah istriku sampai dia terbangun, dan ia terkejut menatapku.
"Ada apa Mas? kenapa?" tanya Kaila.
"Tidak apa-apa. Aku ingin membanggunkan kamu saja," ucapku.
"Membangunkan aku tengah malam begini, pasti kamu mau ada sesuatu. Kenapa? kamu ingin menyentuhku?" tanya Kaila.
Pertanyaan Kaila membuat aku tersenyum, karena sebenarnya aku tidak berniat untuk beribadah panas tengah malam. Aku ingin membuat kejutan yang spesial untuknya yang tidak akan dia lupakan.
"Ih kamu berpikirnya ke sana. Memangnya kamu juga mau aku sentuh sekarang?" tanya aku menggodanya.
"Mau jawaban jujur atay bohong Mas?" tanya Kaila kembali.
"Jujur dong," jawabku.
"Aku ngantuk banget Mas, lelah hari ini. Tapi jika kamu ingin menyentuhku ya nggak apa-apa, karena 'kan memang kewajibanku," ucap Kaila.
"Kau bisa memejamkan matamu sebentar sayang?" pintaku.
Istriku ini tidak banyak membantah, dia langsung memejamkan matanya. Kumatikan lampu utama, lalu aku menghidupkan lampu remang-remang. Kuambil kue ulang tahun yang sudah aku siapkan. Kunyalakan lilin, lalu aku membawa ke arah wajahnya.
"Sekarang Buka matamu sayang, cintaku," ucapku.
Kaila membuka matanya perlahan-lahan dia terkejut ketika membuka matanya dan langsung menitipkan air mata aku menyanyikan lagu ulang tahun.
"Mabruk Alfa mabruk alaika mabruk, selamat hari tanggal lahir saya. Semoga apa yang kamu inginkan tercapai, menjadi Ibu yang terbaik untuk anak-anak kita, menjadi istriku yang manis, yang setiap hari membuat aku gemas. Selamat ulang tahun my love," ucapku.
__ADS_1
Aku menyeka air matanya yang mengalir deras. Dia tidak bisa mengucapkan kata-kata. Dia hanya menatapku penuh cinta, dan rasa terima kasih kepadaku.
"Te...terima kasih Mas," ucap Kaila terbata karena menahan tangisan.
"Sama-sama sayang," ucapku.
Ia langsung mematikan lilinnya dan juga memotong kue ulang tahunnya. Dia menyuapi kue tersebut ke mulutku dan aku pun menyuapi kue tersebut ke mulut istriku.
"Aku tidak pernah jika ulang tahun dibuatkan surprise seperti ini. Kamu mengingatnya Mas, padahal kita baru jalan 2 minggu menikah, tapi kamu sangat mengingat tanggal lahirku," ucap Kaila.
"Jelas dong sayang, kamu itu pasanganku, partnerku, bukan musuhku yang aku tidak ingat tanggal lahirmu. Aku membelai rambut panjangnya, dia menggenggam tanganku dan mengecup berkali-kali tanganku.
"Terima kasih Mas... terima kasih," ucap Kaila lirih.
Aku langsung mengecup bibirnya. Aku tidak tahan melihat dia yang menangis, sungguh menggemaskan. Akhirnya tanpa aku Niati malam itu menjadi ibadah panas bagi kami. Semoga ibadah malam ini kami mendapatkan titipan dari Allah yaitu buah hati kami berdua.
***
Acara resepsi hari ini akan diselenggarakan. Kiyla istriku di rias, ia sangat cantik sekali
ketika wajahnya dirias. Tidak salah pilihan putriku, ia memang cerdik memilih guru yang cantik untuk aku nikahi. Putriku pasti sangat bahagia, karena di resepsi ini semua teman-temannya pasti akan tahu bahwa dia sudah mempunyai seorang mamah kalau dibuat novel mungkin judulnya 'Guruku adalah mamah sambungku.'
"Sayang, jika gurumu datang yang bernama Bu Nina tolong kasih tahu ayah ya," ucapku kepada Amanda.
"Sip Ayah, beres nanti aku bilang, jika Bu Nina datang," ucap Amanda.
Istriku memang pintar, ia memilih menu makanan yang memang pantas untuk rekan-rekan dan relasi kerjaku. Aku sangat bahagia.
Amanda menarik jasku.
"Ayah itu Bu Nina, yang pakai baju warna hijau ayah, dia sudah datang," ucap Amanda.
Aku Tersenyum lalu aku langsung menggandeng tangan Kaila, aku berlutut di hadapan semua orang.
"Bu Kaila sebelumnya kamu merupakan guru anakku, tapi sekarang kamu menjadi istri tercintaku. Terima kasih sudah menjadi ibu untuk anakku." Aku berikan satu buket mawar pink, kemudian aku mengambil gitar dan bernyanyi di hadapan semua para undangan.
Istriku tercengang, dia tidak menyangka bahwa aku berbuat seperti ini di depan orang-orang banyak. Suasana menjadi romantis. Seperti kita tidak sedang resepsi pernikahan. Tempat ini seperti hanya milik kita berdua. Istriku memandangku dengan air mata penuh kebahagiaan. Aku terus bernyanyi dan setelah selesai aku bernyanyi aku berkata di depan para undangan.
__ADS_1
"I love you so much, thank you for being a very good wife to me," ucapku.
Aku ingin juga melihat reaksi jawaban istriku, selama ini dia menjawab aku hanya melalui whatsapp sehingga aku tidak tahu reaksi wajahnya.
"I love you too, thank you for choosing me to be your life partner," ucap Kaila.
Tak ku sangka, Kaila langsung memeluk dengan erat dan mencium pipiku. wah suatu kejutan, dia tidak malu di perhatikan orang banyak. Dan aku baru dapat jawaban. Ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan lagi.
Para undangan bertepuk tangan dan bersorak. Aku melihat Bu Nina, yang membuat istriku malu di tempat kerjanya bermuka masam dan aku lihat dia iri dengan hubungan kami sekarang. Tapi aku tidak perduli karena sekarang semua orang sudah tahu. Kaila bukan janda dan aku bukan duda.
Bersambung
βββRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahππππ
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet β€ππ