
Cia yang mengintip dari atas tangga menjadi sangat takut akan dirinya yang ketahuan karena diam-diam menyukai Juna dan sudah memberitahu Juna akan perasaannya. Cia tidak mau ketakutan ini berlanjut, ia langsung ingin berkomunikasi dengan Kaila. Cia pun mengirim pesan singkat melalui whatsapp kepada Kaila.
["Mah, bisa ke kamar aku nggak? aku ingin bercerita. Tapi aku mohon jangan sampai ayah tahu ini."]
Kaila yang membaca pesan dari Cia langsung membuat alasan kepada Andi.
"Mas, aku ke kamar Cia dulu sebentar. Mau kasih pembalut, katanya dia lupa beli," izin Kaila kepada Andi.
"Iya sayang," jawab Andi.
Kaila pun melangkah kakinya ke kamar Cia. Ia mengetuk pintu kamar Cia, Cia langsung membuka pintu kamarnya. Kaila langsung menepuk pipi Cia. Sebelum menceritakan semuanya Cia menghela nafasnya, agar ia tidak gugup untuk menceritakan kepada Kaila.
"Mah aku ingin bercerita, tapi Mamah jangan marah yah," ucap Cia.
"Bagaimana Mamah mau marah jika kamu belum bilang sama Mamah." ucap Kaila. Ia mengelus rambut Cia yang terurai sebahu.
"Mah, sejak SMP ada yang suka sama aku dan aku juga menyukai dia. Aku masuk ke SMAN 90 agar aku bisa 1 sekolah lagi dengan dia. Aku sudah menjawabnya Mah, bahwa aku menyukai dia tapi aku nggak mau pacaran," ucap Cia dengan wajah yang tertunduk.
"Lalu?" tanya Kaila kembali.
"Mamah marah sama aku?" tanya Cia.
Kaila menggelengkan kepalanya, "Mamah yakin kamu bisa jaga diri dan juga jaga kepercayaan Mamah dan ayah Andi. Mamah melarang pacaran karena kamu perempuan dan tidak diperbolehkan dalam agama islam, sekali di sentuh sama lawan jenis maka akan ketagihan. Perempuan hanya mempunyai mahkota 1, jika itu sudah di renggut hilanglah rasa malu kamu karena memilih sudah berbuat dosa. Malu itu merupakan sisa imanmu," ucap Kaila.
"Maafkan aku Mah." Cia memeluk Kaila dengan erat.
"Maaf karena apa?" tanya Kaila.
"Maaf karena aku telah jatuh cinta dengan lawan jenis," ucap Cia.
"Cinta itu anugrah yang telah diberikan oleh Allah, tapi bagaimana kita harus menyingkapinya ketika cinta itu datang yang belum mahram untuk kita? kamu harus kuat menahannya, banyak Istigfar dan doa kepada Allah. Yakinlah Cinta setelah menikah itu lebih indah." Kaila memberikan wejangan kepada Cia, agar hati Cia tidak resah karena cinta ini. Jika hati Cia akan resah maka Cia tidak akan bisa belajar dengan fokus.
"Mah, hemmm...." Cia ragu untuk menceritakan tentang Juna yang mencoba memutuskan urat nadinya karena kesalah pahaman.
"Apa, katakanlah," ucap Kaila.
"Lusa kemarin aku menjenguk cowo yang suka sama aku Mah, Kak Amanda nemenin aku karena kita dulu 1 sekolah di SMP. Cowo itu mengiris lengannya Mah, gara-gara ia cemburu karena ngobrol sama Kak Emir," ucap Cia.
__ADS_1
"Astagfirullah, buat ia sadar Cia. Jangan mencintai berlebihan. Jika dia tanya kembali untuk kamu mau atau nggak jadi pacarnya, katakan kepada dia. Jika ia benar mencintai Cia, datanglah kembali 5 tahun lagi untuk melamar kamu, dengan syarat dia sudah bekerja dan sanggup menafkahi kamu lahir dan batin," ucap Kaila.
Cia paham akan maksud dari Kaila, ia pun sudah lega ketika bisa berbincang dengan Kaila karena selama ini dirinya sangat tersiksa untuk merasakan perasaan cintanya ini. Setelah itu Kaila pun beranjak pergi, jika terlalu lama Andi pun akan curiga.
Cia sudah bisa fokus kembali untuk belajar, ia langsung mematikan handphone nya agar tidak ada yang mengganggu dia saat belajar. Cia bisa belajar sampai berjam-jam, jika dirinya tidak di ganggu. Karena handphone Cia di matikan maka tak ada gangguan untuk malam ini. Setelah selesai belajar, ia langsung pergi ke meja makan untuk makan malam bersama keluarganya. Cia tidak salat magrib karena memang sedang siklus haid. Kaila tidak bohong tentang Cia yang sedang datang bulan.
Cia melihat wajah Amanda dan Andi yang sedang tak bersahabat. Amanda menundukkan wajahnya karena ia takut ketika Andi menatap dia. Cia yang melihat itu bergidik ngeri, dan juga sangat kasihan kepada Amanda. Ia berniat untuk menghibur Amanda setelah makan malam selesai.
Setelah makan malam selesai, Anda langsung beranjak ke dalam kamar. Tidak berkumpul di ruang keluarga. Kaila menepuk pundak Amanda dan menyuruhnya untuk istirahat. Ketika Amanda berjalan, Cia juga ikut di belakangnya dan menyusul langkah Amanda lalu menggandeng tangan Amanda.
"Kak, aku bersama kamu. Kakak jangan sedih yah. Ayah pasti besok kembali berbicara lagi dengan Kakak. Kakak mau tidur sama aku? aku sudah selesai mengerjakan PR aku." Amanda hatinya merasa lebih tenang karena Cia akan menemaninya malam ini.
"Iya Cia, aku butuh kamu untuk menemani aku malam ini." Cia tersenyum menyambut pelukan Amanda.
***
"Ayah, kamu kenapa sih? kasian Amanda di diami kamu seperti itu," ucap Kaila.
"Rasaku masih kesal Mah," ucap Andi.
"Tapi nggak begitu juga Ayah," ucap Kaila.
"Ayah, Amanda itu perempuan. Jangan terlalu keras Ayah. Selama ini Amanda nurut banget kan dan dia juga jujur sama kamu tadi. Coba Ayah bayangkan jika Amanda tidak jujur, dia diam-diam pacaran kita nggak tahu itu lebih bahaya Ayah," ucap Kaila.
Andi ingin ke kamar Amanda tapi Kaila melarang Andi. Ia tahu bahwa Amanda sedang ditemani Cia, Kaila melihat Cia yang menggandeng tangan Amanda. Kaila adalah mamah yang sangat perhatian kepada anak-anaknya. Walaupun dia bekerja, anak-anaknya prioritas utama.
***
Juna sudah tersadar, di RS tidak ada yang menemaninya, kedua orang tuanya bagaikan tidak mempedulikannya lagi. Emir pun hari ini tidak menemaninya, sebelumnya Emir sudah menelepon dirinya. Juna mencoba untuk menelepon Cia tapi telepon Cia tidak aktif. Rasa rindunya terhadap Cia memuncak, ia terus memutar video Cia yang ada di handphonenya.
"Cia aku Rindu sama kamu, kamu rindu nggak sama aku?" gumam Juna.
Ketika Juna sedang melihat video Cia, tiba-tiba ada yang menjenguk dia. Juna langsung menjadi masam wajahnya karena yang menjenguk dirinya adalah Ilma, mantan pacarnya Juna. Juna memutuskan Ilma karena dari awal hubungan sudah tidak nyaman. Ilma lah yang selalu mengejar Juna, Juna hanya kasian kepada Ilma karena ketika itu Ilma menembak Juna terlebih dahulu di depan kelas. Jika ia tidak menerima Ilma, Juna merasa kasian terhadap Ilma. Pastinya Ilma akan malu jika di tolak oleh Juna.
"Ngapain kamu ke sini?" ucap Juna sinis.
"Mau jenguk kamu lah, memang mau ngapain lagi?" ucap Ilma.
__ADS_1
"Jangan ganggu aku lagi, dari awal aku nggak suka sama kamu Ilma. Aku hanya tak ingin kamu malu di depan teman-teman jika aku menolak kamu," ucap Juna.
"Bohong kamu, ini karena Cia kan. Kamu masuk rumah sakit ini karena dia juga kan. Apa bagusnya dia, dia nggak suka kamu, dia juga nggak perduli sama kamu," ucap Ilma.
"Bukan urusan mu, perasaanku tidak berubah hanya untuk Cia dari aku SMP. Aku sayang banget sama dia," ucap Juna.
Juna memanggil suster, untuk menyuruh Ilma keluar dari ruang rawatnya. Karena membuat kepala Juna lebih tambah pusing.
Bersambung
✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan. Aamiin 💞
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet ❤💞💝