Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Kenyamanan


__ADS_3

Andi sangat bahagia, kebahagiaannya tidak bisa tergambarkan. Amanda juga merasa sangat senang karena ia akan mempunyai adik baru sedangkan Kaila ia tidak percaya bahwa dirinya hamil kembali. Pernikahannya dengan Andi berumur 1 tahun.


Sejak pulang dari rumah sakit, Kaila menjadi murung. Ia langsung masuk kamar dan menutup pintu kamar. Kaila merebahkan tubuhnya. Andi mendekati Kaila dan mengelus rambut Kaila.


"Kamu tidak senang mengandung anakku?" tanya Andi.


"Kamu bakalan ninggalin aku gak?" tanya Kaila.


"Kenapa harus meninggalkan kamu?" tanya Andi.


"Karena aku hamil," jawab Kaila.


Andi memeluk Kaila dari belakang, ia mencium leher Kaila membuat Kaila kegelian.


"Mas, jangan cium aku seperti itu," protes Kaila.


"Makanya jangan pernah tanya kalau aku akan meninggalkanmu. Jawabannya sudah jelas, gak akan. Kamu canduku, mana mungkin aku meninggalkanmu," ucap Andi.


Kaila membalikkan tubuhnya, ia langsung mengecup bibir Andi dengan sangat mesrah. "Terima kasih Mas," ucap Kaila lirih.


Andi mengelus perut Kaila yang masih rata, ia tersenyum menatap wajah Kaila.


"Aku tahu kenapa kemarin kamu kangen aku dan minta peluk, ternyata bawaan anak kita. Mau dekat terus sama ayahnya," ucap Andi.


"Gak tahu Mas, rasanya aku ingin dekat sama kamu terus. Tadi pagi juga hati aku menjadi gak enak ketika kamu bilang gak bisa jemput," ucap Kaila.


Andi memeluk Kaila kembali. Dia sangat senang mendengar ucapan Kaila itu artinya Kaila sangat mencintai dia dan rasa syukur bertambah ketika dia mengetahui bahwa Kaila sedang mengandung anaknya.


"Aku harap anak ini menjadi sebuah ikatan batin antara kita, yang semakin lebih kuat lagi. Jadi kamu bukan hanya sekedar ibu sambung bagi Amanda, tapi Ibu dari darah dagingku sendiri dan darah dagingmu. Aku sangat mencintaimu, jadi jangan berpikir bahwa aku akan meninggalkanmu," ucap Andi.


Semenjak Kaila hamil, Andi semakin memperketat penjagaan Kaila. Kaila tidak boleh terlalu lelah, tidak boleh banyak pikiran, dan harus selalu bahagia. Itu prinsip Andi untuk menjaga Kaila ketika Kaila sedang hamil.


Tidak hanya Andi yang sangat senang keempat anak Kaila pun senang dan juga ditambah Amanda yang memang mengharapkan seorang adik dari darah daging ayahnya. Kini saudaranya akan menjadi 5. Amanda berharap bahwa adiknya berjenis kelamin laki-laki agar ayahnya merasakan kelengkapan akan keluarganya. Walaupun ada Adam tapi untuk menjalin sebuah ikatan batin alangkah baiknya Andi dan Kaila mendapatkan seorang anak laki-laki untuk penerus Andi kelak.


Bukan Andi membeda-bedakan antara anak Kaila dan anak kandungnya. Tapi ayah kandung dari keempat anak sambungnya masih hidup dia tidak ingin nanti menjadi perpecahan. Tapi Andi bertanggung jawab atas semua biaya pendidikan dan dia berjanji akan membiayai semua anak sambungnya sampai mereka kuliah dan memilih apapun yang mereka suka.


Mungkin ketika Kaila hamil Cinta, Rangga tidak memperhatikannya, tapi kini ketika dia hamil anak Andi, dia ingin selalu diperhatikan oleh Andi, ada rasa ketakutan ketika hamil Andi akan berubah sikapnya. Tapi ternyata apa yang dipikirkan Kaila itu tidak terjadi, sebaliknya Andi menjadi sangat semakin sayang kepada Kaila.

__ADS_1


Andi lupa, bawa hari ini dia membeli bunga mawar pink dan masih ada di kantor. Dia menghubungi sekretarisnya Yusuf, dan sekalian menanyakan tentang hasil rapat yang tidak bisa ia hadiri.


Andi \= ["Assalamualaikum Yusuf, bagaimana tadi hasil rapatnya?"]


Yusuf \=["Waalaikumsalam alhamdulillah Pak, lancar dan mereka sangat suka dengan ide-ide yang Bapak buat."]


Andi \=["Oh Alhamdulillah, saya bisa minta bantuan kamu?"]


Yusuf \=["Apa itu Pak? kalau saya bisa saya akan membantu Bapak."]


Andi \=["Kamu sudah ambil bunga yang sudah saya pesan? bisa antarkan bunga itu ke rumah saya? saya mau memberi kejutan kepada istri saya, ternyata dia tadi pingsan pas di periksa sama dokter istri saya sedang hamil."]


Yusuf \=["Alhamdulillah, selamat Pak atas kehamilan istri Bapak baik saya akan mengantarkan bunga mawar pink tersebut."]


Andi \=["Terima kasih Yusuf untuk hasil rapatnya hari ini dan juga terima kasih sudah mau mengantarkan bunga saya ke rumah. Assalamualaikum."]


Yusuf \=["sama-sama Pak, Waalaikumsalam."]


Kaila ingin masak untuk makan malam, tapi Andi melarang Kaila untuk masak. Dia tak ingin Kaila lelah.


"Mulai sekarang kamu gak boleh masak, biar Mbak aja yang masak," ucap Andi.


"Bukan, aku sangat suka. Tapi aku gak mau kamu kecapean. Jaga kesehatan, aku gak mau jatuh pingsan lagi," ucap Andi.


Kailapun pasrah, dia tidak ingin membantah perkataan suaminya, walaupun dalam hatinya dia ingin memasak untuk Andi agar Andi tidak makan di luar.


Keluarga Andi makan malam dengan sangat tenang. Andi juga memesan untuk anak-anaknya pizza. Karena mereka ingin memakan pizza. Dia memesan online, Kaila pun ikut memakannya. Andi sangat senang melihat Kaila makan pizza sangat lahap. Karena ketika makan malam dia hanya makan sedikit.


Selesai makan malam Andi dan Kaila masuk ke dalam kamar, begitu juga dengan anak-anak. Mereka pun masuk ke dalam kamar, biasanya mereka ketika selesai makan malam akan belajar di kamar mereka masing-masing. Ya memang mereka sudah mandiri yang besar akan mengajarkan yang kecil Amanda mengajarkan Cia, Cia mengajarkan Caca, Caca mengajarkan Adam begitu seterusnya. Ketika Kaila dan Andi berada di dalam kamar tiba-tiba ada yang mengetuk pintu


Tok tok


"Permisi Pak ini ada kirim ada sekretaris bapak yang datang," ucap Mbak.


Andi keluar dan menemui Yusuf yang sudah membawa bunga mawar pink. Dia sangat berterima kasih kepada Yusuf dan ia langsung masuk ke dalam kamar. Bunganya dia sembunyika di belakang punggungnya.


Kaila melihat Andi kebingungan karena Andi sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu di belakang punggungnya, tapi dia tidak pernah berpikir bahwa itu adalah bunga untuk dia, kemudian Andi pun menyodorkan bunga mawar pink kepada Kaila.

__ADS_1


"Terima kasih kamu mau menjadi istriku, dan sudah mau hamil dari benihku. Aku sangat senang sekali hari ini. Aku sangat mencintaimu," Andi memberikan buket bunga yang sangat cantik kepada Kaila. Kaila pun tersipu malu dia tak pernah mendapatkan bunga hal yang seperti ini, sungguh perlakuan Andi sangat manis kepada Kaila, sehingga Kaila menitikan air mata.


"Kamu kenapa menangis aku kasih surprise, kok menangis? kamu nggak suka bunganya?" tanya Andi.


"Nggak Mas, aku sangat suka bunganya. Aku menangis karena bahagia karena aku tidak pernah mendapatkan hal seperti ini. Hanya kamu yang memperlakukan aku seperti ratu di rumah ini. Sejak kamu menikahiku. Terima kasih Mas, aku juga sangat mencintaimu," ucap Kaila sambil memeluk tubuh Andi dengan erat.


Hari-hari mereka tidak lepas dari kata-kata cinta, karena kata-kata cinta Andi membuat Kaila menjadi tenang sehingga penyakitnya tidak kambuh lagi, karena Kaila merasa kenyamanan ketika berdekatan dengan Andi.


Bersambung


✍✍✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)



__ADS_1


Love dari author sekebon karet β€πŸ’žπŸ’


__ADS_2