
Cia di kelas 3 ini benar-benar belajar dengan giat. Ia bercita-cita untuk masuk kedokteran UI. Oleh sebab itu, dia harus belajar dengan giat untuk 1 tahun ini. Masuk UI itu tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Sangat susah karena kriteria untuk masuk UI itu sangat-sangatlah ketat. Dalam satu tahun itu Cia tidak berkomunikasi dengan Juna. Juna pun tidak pernah menemui dia secara diam-diam, entahlah apakah Juna masih sangat mencintai Cia ataukah dia berusaha untuk melupakan Cia.
Satu tahun sudah Cia menjalani sekolah di kelas 3, kini ia sudah lulus dari sekolah menengah atas, hasilnya pun cukup memuaskan karena dia memang sangat belajar, dirinya sangat fokus ketika belajar. Ia juga sudah mengikuti ujian untuk masuk kedokteran UI. Hari ini, merupakan hari pengumuman kelulusan. Kaila menemani Cia ketika menunggu pengumuman di depan laptop. Apakah dia lulus di Kedokteran UI?
"Mah, Mamah yang klik enter deh Mah," pinta Cia kepada Kaila.
"Kamu aja Cia, sama aja kok nanti hasilnya," ucap Kaila.
"Iya Mah, aku tahu. Tapi untuk kali ini Mamah yah yang klik enter." Cia memohon kepada Kaila.
Atas permintaan Cia, Kaila pun mengklik enter di laptop Cia. Loading pun berjalan, mereka harap-harap cemas. Mereka menunggu, setelah beberapa detik menunggu akhirnya tertera nama Cia dinyatakan lulus di Kedokteran UI. Cia bukan main gembiranya dia langsung memeluk Kaila dengan erat.
"Mah alhamdulillah aku lulus," ucap Cia. Ia menangis sakin gembiranya.
"Iya sayang, kamu lulus Mamah sangat bangga kepada kamu. Akhirnya cita-cita kamu terwujud," ucap Kaila terharu.
"Iya Mah? doain aku terus ya Mah untuk selalu lancar di kedokteran UI," ucap Cia.
"Pasti Mamah akan selalu doa untuk kamu." Kaila tersenyum, ia sangat terharu.
"Aku telepon Kak Amanda dulu mah untuk memberi kabar kepada Kak Amanda."
Cia pun langsung menelepon Amanda, kebetulan Amanda sedang tidak ada jam kuliah. Amanda langsung mengangkat video call dari Cia.
Cia \=["Assalamu'alaikum Kak."]
Amanda \=["Wa'alaikumsalam."]
Cia \=["Kak Amanda aku lulus di kedokteran UI."]
Amanda \=["Alhamdulillah tidak sia-sia kamu belajar Cia dengan sangat gigih, aku doakam kamu lancar ya untuk kuliah di Kedokteran UI."]
Cia \=["Amin, aku harap seperti itu Kak. semoga aku bisa cepat lulus kedokteran jangan lama-lama lah, resmi jadi dokter ya 7 tahun. 'Kan paling cepet jadi dokter 7 tahun."]
Amanda\=[" Iya aku akan selalu dukung kamu Cia. Cia di situ ada Mamah nggak?"]
__ADS_1
Cia \=[Ada Kak, kenapa?"]
Amanda\=["Nggak kenapa-napa, nanti deh Kakak mau tanya sesuatu sama kamu."]
Kaila \=["Ada apa nih? kayaknya ada rahasia nih antara kalian berdua."]
Kaila langsung masuk ke video call antara Amanda dan sia Amanda tersenyum ketika melihat
Amanda \=["Mamah, aku kangen sama Mamah. Mamah kapan nih ke Jogja?"]
Kaila \=["Liburan anak-anak sekolah, ya semester depan Insya Allah. Mamah, Ayah akan ke Jogja."]
Amanda\=["Bener ya Mah, jangan asal janji doang loh."]
Kaila\=["Iya sayang, udah dulu ya. Kalian terusin lagi deh Mamah mau keluar dulu."]
Kaila bergegas meninggalkan kamar Cia.
Cia \=["Hai Kak, mau tanya apa dengan aku?"]
Cia \=["Ih lama banget, itu mah semester depan."]
Amanda\=[ "Biar kamu penasaran aja."]
Setelah mereka bercakap, Cia bersiap-siap karena malam ini Andi sudah memesan meja di restoran untuk merayakan kelulusan Cia. Andi tidak membeda-bedakan antara Cia dan Amanda. Ketika Amanda lulus di UGM Andi membuat makan malam spesial bersama, begitupun dengan Cia ketika dia dinyatakan lulus di Kedokteran UI.
"Cia Kamu niatnya mau bolak-balik pulang pergi ketika kuliah atau mau kos?" tanya Andi.
"Mamah nggak setuju ah, kalau kamu kos jauh dari mama," protes Kaila.
"Mah kan jauhan juga. Kak Amanda di Jogja aku masih di Jakarta, kalau aku ngekos juga Mamah kan bisa lihat aku. Kedokteran UI kan di Salemba Mah nggak jauh kan dari Jakarta ke Jakarta," ucap Cia.
"Jadi kamu mau kos aja?" tanya Andi.
"Iya Ayah, karena yang aku dengar kedokteran itu sangat padat jadwalnya, kalau bolak-balik pulang itu aku takut kecapean Ayah," jawab Cia.
__ADS_1
"Ya sudah Ayah sih setuju aja asal kamu harus jaga diri ya," ucap Andi.
"Insya Allah, aku akan jaga diri Ayah. Kan kegunaan aku belajar pencak silat dengan Kak Amanda itu kan untuk jaga-jaga jika aku berjauhan dengan Ayah dan Mamah. Aku bisa jaga diri aku sendiri," ucap Cia.
"Yah sudah Ayah setuju aja. Kalau ada apa-apa langsung telepon Ayah ya atau Mamah," ucap Andi.
"Terima Kasih Ayah," ucap Cia.
Kaila cemberut karena dia tidak mau anak pertamanya jauh darinya. slSejak dulu Cia itu tidak jauh dari Kaila. Apapun Cia bercerita dengan Kaila, tapi gadis kecilnya kini sudah tumbuh dewasa. Ia memutuskan untuk mengambil jalan hidupnya.
Cia pun memberikan alasan yang logis karena di Kedokteran nantinya ketika koa akan dipilih penempatan dari kampus ke mana dia akan ditempatkan , setelah koas ada intrensip dokter yang dikirim ke pelosok-pelosok daerah Indonesia selama 1 tahun. Menjadi dokter memang akan jauh dari keluarga, tapi masa depannya sudah terjamin. Lulus dokter pasti akan membantu orang-orang yang sakit untuk sehat kembali dengan alasannya logis itu akhirnya Kaila menerima Cia untuk kos ketika kuliah nanti.
Sebelum Cia pindah dari rumah, Kail menyiapkan perlengkapan untuk Cia. Kaila beli apapun keperluan Cia, sehingga nanti Cia di tempat kosnya tidak kekurangan apapun.
***
Hari ini Cia akan pergi ke tempat kosnya. Ia kan meninggalkan rumah yang sudah ia tinggali semenjak SD sampai lulus SMA. Kaila memeluk Cia dengan erat ketika ia melepaskan Cia di tempat kosnya.
"Ingat ya kalau ada keperluan apapun telepon Mama atau Ayah. Jika ada masalah pun telepon Mamah jangan dipendam sendiri. Mamah akan selalu ada untuk kamu," ucap Kaila.
"Terima kasih banyak Mamah," ucap Cia.
Cia memeluk Mamahnya dengan erat. Cia juga memeluk Caca, Caca ikut mengantar Cia sampai ke tempat kosnya.
Cia mulai merapikan barang-barangnya di tempat baru. Ia akan menempati kamar kosan selama ia kuliah di kedokteran.
Esok hari kuliah kedokteran akan segera dimulai, dia akan melakukan orientasi mahasiswa baru. Ketika orientasi, Cia sadar bahwa ada yang mengikutinya dari belakang. Ia berlari tapi orang yang mengikuti itu pun berlari sampai dia tersandung dan akhirnya terjatuh. Cia sudah siap-siap, jika orang itu macam-macam,Cia akan langsung tendang.
"Kamu Cia kan?"
Cia mengenal suara itu, itu adalah suara Juna. Cia pun menoleh ke arah belakang. Ia sangat terkejut ketika melihat Juna.
"Kak Juna Kamu kuliah di sini?" tanya Cia syok.
Juna tersenyum kepada Cia dia hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Cia ketika Emir berkata tentang pesanmu, aku pun paham tapi asal kamu tahu cintaku masih ada untukmu. Aku tidak pernah pacaran, di dalam hatiku hanya kamu. Aku mencari tahu kamu inginkan kuliah di mana, Aku bertanya sahabatmu. Bahwa kamu ingin masuk kedokteran UI. Akhirnya aku pun belajar serius agar aku bisa lulus di Kedokteran UI. Dan ternyata benar aku bertemu lagi denganmu. Aku rindu kamu Cia," ucap Juna.