Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Bertemu Mantan?


__ADS_3

Amanda melihat jemarinya kini sudah terselip cincin pemberian Alif. Ia tersenyum melihat cincin itu. Ada rasa senang yang amat dalam di hati Amanda.


"Apakah aku sudah jatuh cinta dengan kak Alif? Kenapa hati ini terasa berbunga-bunga," ucap monolog Amanda.


Cia datang ke kamar Amanda, ia langsung menghampiri Amanda.


"Kakak terlihat bahagia," ucap Amanda.


"Entahlah Cia, hatiku rasanya senang banget melihat cincin ini terselip di jariku sekarang," ucap Amanda.


"Kak Alif, tampan juga Kak. Pantas Kak Manda terima." Amanda langsung mencubit pinggang Cia. Cia meringis kesakitan.


"Aku terima Kak Alif bukan karena wajahnya, tapi perhatiannya kepadaku dan aku nyaman dengan perhatiannya itu." Amanda tersenyum ketika mengatakan itu.


"Aku mau tanya Kak, jika suatu saat Kak Manda ketemu Kak Emir. Bagaimana Kakak hadapinnya, karena status kalian ngegantung." Perkataan Cia sukses membuat Amanda berpikir.


"Aku akan tegas bilang, bahwa aku sudah punya Kak Alif dan akan menikah dengannya. Kedua keluarga sudah menyetujui hubungan aku dan Kak Alif. Lalu aku akan kembalikan cincin yang ia berikan kepadaku. Hanya ada 1 cincin yang berhak terselip di jemariku yaitu cincin dari Kak Alif." Amanda sudah bertekat dengan keputusannya.


Handphone Cia berdering, ia melihat Juna yang menelepon.


"Kak, aku ke kamar yah. Ada telepon dari Juna," ucap Cia.


"Rahasia yah...mau sayang-sayangan tuh. Ingat loh Cia, hati-hati pacarannya. Walaupun kamu bilang nggak pacaran tapi seperti pacaran." Amanda memperingati Cia.


"Iya Kak, aku ingat itu. Lagi pula di kampus jarang ketemu soalnya dia senior aku. Paling hanya komunikasi aja lewat handphone." Cia berdiri dan keluar dari kamar Amanda.


Amanda sedang menunggu kedatangan Alif, Amanda akan mengajak Alif berjalan keliling Jakarta karena esok Alif akan pulang ke Magelang. Pernikahan Alif dan Amanda akan diadakan 6 bulan lagi, ketika libur semesteran selanjutnya.


Amanda mendengar bel berbunyi, ia melihat ke bawah. Kaila membukakan pintu, Alif datang untuk menjemput Amanda. Amanda langsung turun karena ia sudah siap untuk pergi dengan Alif.


"Tahu aja, Alif sudah datang," ledek Kaila.


"Mah, aku jalan dulu dengan Kak Alif." Amanda mencium punggung tangan Kaila dan juga pipi.


"Tante kami jalan yah," izin Alif.


"Kok panggil Tante, panggil Mamah. Sebentar lagi kamu akan menjadi suami Amanda," ujar Kaila.


"Iya Ma..Mamah." Alif masih kaku mengatakan itu, maklumlah karena dia baru mengenal keluarga Amanda.


Amanda dan Alif bergegas masuk ke dalam mobil. Amanda duduk di jok depan, Alif memakaikan sabuk pengaman Amanda. Wajah mereka berdekatan membuat nafas Amanda sesak, jantung Amanda berdetak sangat kencang. Setelah sabuk pengaman terpasang dengan pas, Alif tersenyum menatap wajah Amanda dan kembali duduk untuk melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Andi.


"Kita mau kemana sayang?" tanya Alif. Amanda langsung menatap wajah Alif, karena Alif memanggil Amanda dengan sebutan sayang. "Kenapa nggak suka aku panggil sayang?" tanya Alif.

__ADS_1


"Suka kok Kak, hanya terkejut aja kamu panggil aku seperti itu," ucap Amanda.


"Ke monas aja Kak, aku mau makan kerak telor di sana," sambungnya.


Sesampainya di monas, mereka langsung menuju ke stand makanan yang dijajakan, mereka beli terlebih dahulu sebelum masuk ke area monas. Amanda dan Alif mencari tempat yang teduh, mereka memilih makan terlebih dahulu dengan jajanan yang mereka beli.


"Kak di sini aja, adem di bawah pohon besar Kak." Alif mengikuti kemauan Amanda duduk di atas rumput dan menyantap jajanan mereka. Alif melihat Amanda yang sedang makan kerak telor. Amanda tersenyum ketika Alif melihat dia makan, Amanda memotong katak telor dengan tangannya lalu ia mengarahkan kerak telor itu ke mulut Alif. Alif langsung membuka mulutnya lalu memakan kerak telor itu dari tangan Amanda.


"Enak Kak?" tanya Amanda.


"Enak banget, soalnya di suapin sama calon istri," jawab Alif. Amanda tersipu malu, pipinya sudah kemerahan.


"Ini kencan pertama kita yah setelah aku melamar kamu. Rasanya besok aku nggak rela pulang, ingin terus dekat sama kamu," ucap Alif.


"Memang nggak bosen ketemu aku terus?" tanya Amanda.


"Mana aku bosan dengan calon istriku sendiri. Bahaya jika aku bosan, karena akan melirik wanita lain." Perkataan Alif membuat Amanda terbatuk, ia tersedak karena sedang minum. Amanda langsung menatap Alif dengan tajam membuat Alif salah tingkah.


"Maaf, bukan maksud aku seperti itu. Wanita yang aku cintai hanya kamu, jangan marah yah." Amanda tak berkata apa-apa, ia langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Alif.


"Ya Allah, dia ngambek. Sayang jangan marah. Aku akan setia sama kamu." Alif menarik lengan Amanda. Mata mereka saling bertatapan, "aku nggak suka kamu ngomong seperti itu."


"Aku nggak akan bosan dengan kamu, karena kamu gadis yang aku cintai. Kita akan hidup bersama sampai kakek nenek," ucap Amanda.


Amanda menghela nafasnya. "Masuk monas ayo Kak," ajak Amanda.


"Kamu kenapa Manda?" tanya Alif. Karena Amanda tiba-tiba mematung. Alif melihat kemana Amanda menatap, ia melihat sepasang pemuda dengan perempuannya yang sedang hamil. Alif bingung dengan tatapan Amanda yang sayu.


"Siapa dia?" Alif memegang tangan Amanda, sehingga Amanda tersadar.


"Iya Kak." Amanda terkejut.


"Mereka siapa?" tanya Alif kembali.


"Laki-laki itu yang pernah memberikan cincin kepadaku dan berjanji akan menikahiku. Bodohnya aku mencari informasi tentang dia selama 1 tahun. Nyatanya ia sudah menikah dan akan segera mempunyai anak." Amanda menitikkan air mata. Ada rasa cemburu ketika Amanda menangis karena laki-laki lain. Alif menggenggam erat tangan Amanda, membuat Amanda tersadar akan ucapannya.


"Alhamdulillah, aku menerima kamu Kak dan tidak menunggu sesuatu hal yang bodoh. Aku nyaman bersama kamu, dan setelah Kakak melamarku. Jika Kak Alif berdekatan denganku jantungku berdetak kencang, sepertinya aku mulai jatuh cinta denganmu. Tanganku jadi basah nih di genggam erat sama kamu Kak. Jantungku malah nggak sehat, berdetak kencang saat ini." Alif berubah wajahnya menjadi tersenyum. Ia melepaskan genggaman tangannya.


"Maaf aku genggam tanganmu, seharusnya nggak boleh. Aku harus tahan 6 bulan lagi." Amanda tertawa kecil mendengarkan tutur kata Alif. Tertawanya Amanda membuat Emir tersadar bahwa ada Amanda dekat dengan dia. Emir syok melihat Amanda kembali, ia langsung menghampiri Amanda.


"Amanda..." ucap Emir. Alif dan Amanda menolehkan kepalanya dan menatap Emir yang jaraknya sangat dekat.


"Assalamu'alaikum Emir, apa kabar. Oh iya perkenalkan ini Alif, calon suamiku." Alif di hatinya meloncat kegirangan karena Amanda langsung memperkenalkan dirinya sebagai calon suami Amanda.

__ADS_1


Emir mengulurkan tangannya kepada Alif. Alif menyambut uluran tangan Alif dan mereka saling bersalaman.


"Mas Emir, teman Mas yah," ucap perempuan hamil itu mendekati Emir.


"Ini Amanda dan ini Alif," ucap Emir.


"Namaku Amel, aku istri Mas Emir." Amel mengulurkan tangannya kepada Amanda dan Amanda menyambut uluran tangan Amel. "Namaku Amanda," ucap Amanda.


Bersambung


❤❤❤


Kamu punya cerita menarik yang ingin aku tuliskan menjadi novel?


081214720627 (WA)


Baca juga yuk cerita novel saya yang lain nggak kalah seru loh....




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar (on going)




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Dicampakkan suami setelah melahirkan (On going)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet ❤💞


__ADS_2