Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Kesembuhan Caca


__ADS_3

Setiap Caca didoakan, ia akan terasa panas dan meronta-ronta. Kaila memeluk Caca dengan tangisan, karena tidak tega melihat Caca yang kesakitan. Jika Caca dibiarkan, maka makin lama jin yang masuk ke tubuh Caca akan semakin banyak untuk menyerap energi Caca.


4 hari di pesantren Caca sudah mulai ada berubah, ia sudah bisa berkomunikasi dengan Kaila. Caca sudah meminta makanan kesukaannya, ingatannya sudah mulai kembali. Tapi terkadang dia langsung terdiam dan matanya kosong kembali karena jin yang masih menempel di tubuh Caca belum keluar semuanya, Caca masih memerlukan pengobatan lebih lama lagi yang telah dianjurkan oleh kiai.


"Mas aku tak tega melihat Caca seperti itu ucap Kaila," ucap Kaila.


"Ikhlas Mamah, aku juga melihatnya tidak tega. Semoga Allah cepat memulihkan Caca, agar Caca bisa seperti dahulu lagi, selalu ceria." Andi mencoba menenangkan Kaila.


Handphone Kaila berdering ada panggilan video call dari Amanda.


Amanda \=["Assalamu'alaikum Mah Mamah apa kabar Aku kangen sama Mamah, Caca bagaimana Mah?"]


Kaila \=["Wa'alaikumsalam Kak Amanda Mamah juga kangen sama kamu dan semuanya. Caca sudah bisa berkomunikasi dengan Mamah dan Ayah, tapi masih belum terlalu sehat, kamu tolong doakan Caca ya."]


Amanda \=["Iya Mah itu pasti, aku akan doakan Caca, karena Caca juga 'kan adikku."]


Kaila \=["Cinta dan Faqih bagaimana? kamu bisa jaganya?"]


Amanda \=["Alhamdulillah Mah, aku bisa jaganya 'kan ada Cia juga di sini. Adam juga nggak rewel kok."]


Kaila \=["Alhamdulillah kalian berdua memang anak-anak Mamah yang hebat, ya sudah nanti kita video call lagi ya. Ini takut Caca kebangun karena Caca baru saja ia tidur."]


Amanda \=["Baik Mah, salam sama ayah, assalamualaikum."]


Kaila \=["Waalaikumsalam anak Mamah yang cantik."]


Kaila lebih tenang karena sudah ditelepon oleh Amanda. Amanda juga bisa menjaga adik-adiknya dengan baik, Kaila percaya dengan Amanda. Karena Amanda sudah lebih dewasa lagi, ia menganggap bahwa Amanda adalah anak tertuanya.


Walaupun Andi sedang di pesantren, akan tetapi pengacaranya masih terus menjalankan perintah Andi untuk mengurus hak asuh anak Kaila. Selama 4 hari pengacara Andi mengurus semuanya dengan sangat jeli. Keputusan hak asuh ada di tangan siapa setelah dua minggu dari pengurusan, itu artinya setelah kepulangan Caca. Kaila berharap bahwa hak asuh anaknya akan jatuh di tangan dirinya, agar Rangga tidak bisa mengambil kembali anaknya.


Hari ini merupakan malam jumat di mana ada pengajian setiap minggunya di pesantren. Murid-murid Kiai dari beberapa kota berdatangan ke Sukabumi untuk mengaji. Kaila dan Andi juga turut hadir, begitu banyak jamaah yang berdatangan. Pembukaan pengajian dengan Hadroh bersholawatan kemudian mereka berdzikir bersama-sama, ketika dzikir suara menggema begitu banyak jamaah yang datang ke pesantren membuat hati bergetar ketika berdzikir bersama-sama. Lampu dipadamkan berzikirnya dengan keadaan gelap tidak melihat orang di samping kanan dan samping kiri membuat rasa semakin terhanyut ketika berdzikir, sehingga hati bergetar. Sampai ada yang menangis ketika berdzikir, ada pula orang yang menjerit-jerit karena dirinya ada jin.


Setelah dzikir selesai, kemudian sambutan sepatah dua patah dari murid-murid kiai yang sudah menjadi ustad di wilayah mereka masing-masing. Puncak intinya yaitu kiai yang berceramah dengan menggunakan kitab.


Eetelah pengajian selesai kira-kira pada pukul 12.00 malam, Kaila dan Andi masuk ke kamar mereka yang masih berada di lingkungan pesantren.


"Mas, tadi pas dzikir dengar nggak Mas?" tanya Kaila dengan wajah serius.

__ADS_1


"Dengar apa Mah?" tanya balik Andi.


"Ada suara yang sepertinya bukan suara manusia Mas, ketika berdzikir tadi," ucap Kaila.


"Ya mungkin ada makhluk Allah yang lainnya yang ikut berdzikir Mah, Jin muslim, mereka ikut mengaji juga, wallahualam bisoap," ucap Andi.


"Seperti itu kah Mas?" tanya Kaila.


"Kamu buka surat az-zuriyat ayat ke 56 yang artinya, dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan adalah untuk beribadah kepada-Ku. Dari ayat tersebut menunjukkan bahwa jin itu diperintahkan dan dilarang. Jin yang mentaati Allah itulah yang Allah ridhoi dan akan dimasukkan dalam surga sedangkan jin yang menentang dan bermaksiat kepadanya maka akan disiksa di neraka,"


"Jadi jin itu yang beriman kepada Allah dinamakan dengan jin muslim, yang tidak beriman kepada Allah dinamakan dengan jin kafir, yang menyerang manusia-manusia yang bersekokol dengan dukun itu jin kafir karena Allah sudah menjanjikan surga dan neraka untuk para jin. Di Alquran juga ada Surat Al Jin berisi sebuah pengetahuan tentang jin yang diperoleh yang dari Nabi Muhammad SAW, melalui jalan Wahyu. Iman yang dimiliki di golongan jin, janji Allah kepada jin dan manusia untuk melimpahkan rezeki dan lain sebagainya


"Subhanallah Mas tahu banyak ya." Kaila semakin kagum dengan Andi, selain kaya raya, tampan tapi wawasan mengenai agama juga ada. Paket komplit, Kaila baru mengetahui itu.


Andi hanya tersenyum dia, membelai kepala Kaila lalu mengajak Kaila untuk beristirahat karena hari sudah cukup malam.


***


Dua minggu sudah berjalan sehingga Caca sudah semakin ceria kembali. Alhamdulillah Caca sudah tampak normal kembali dia sudah mulai tertawa dan tersenyum dan banyak berbicara. Kaila tidak mau menyinggung tentang ayahnya Rangga, hatinya ingin bertanya kepada Caca sebenarnya apa yang dilakukan oleh Rangga dan Sukma kepada Caca, tapi Kaila mengurungkan itu. Karena Kaila takut akan membuka ketakutan bagi Caca.


Hari ini Andi dan Kaila sudah bisa pulang. Andi mengucapkan terima kasih kepada gurunya. Gurunya berpesan agar mengamalkan zikir dan doa yang sudah di ijazahkan, untuk membentengi keluarganya.


"Mah, aku lapar," ucap Caca.


"Ayah keluar tol cari makanan yah, Caca lapar," pinta Kaila.


"Caca mau makan apa sayang?" tanya Andi.


"Nasi padang aja Ayah," jawab Caca.


Ketika keluar tol, Andi berhenti ke restoran padang. Caca ingin makan rendang, ia terlihat lahap memakan rendang kesukaannya. Kaila melihat kenormalan Caca kembali ini sudah merasakan lega. Di rumah Caca sudah sangat dinantikan oleh saudara-saudaranya, ketika Caca pulang mereka langsung memeluk Caca, dan untuk sementara ini Caca tidur dengan Cia karena pesan dari Kiai Caca tidak boleh bengong ketika sendirian. Kaila dan Andi memutuskan untuk Cia dan Caca satu kamar. Cinta yang biasanya dengan Caca kamarnya, kini ia tidur dengan Amanda.


Andi dan Kaila sedang di dalam kamar. Kaila sangat berterima kasih kepada Andi, walaupun Caca bukan anak kandungnya tapi rasa khawatir terhadap Caca seperti ia khawatir terhadap Amanda.


"Mas." Kaila memanggil Andi.


"Iya apa sayang." Andi mendekati Kaila.

__ADS_1


Itu hadiah untuk kamu, Andi mematung karena Kaila mendadak mencium dengan sangat lembut sampai Andi baru merasakan ciuman penuh cinta yang diberikan oleh Kaila.


"Ah kamu Mah, sekalian yuk pergi ke singgasana," ucap Andi dengan menarik turunkan alisnya.


"Kamu nggak lelah?" tanya Kaila.


"Kalau ke singgasana, aku nggak akan pernah lelah," jawab Andi.


Kaila tersenyum dan menganggukan kepalanya, diberikan lampu hijau, Andi sangat senang hatinya sudah gemuruh, desiran sudah dirasakan.


Bersambung


✍✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan di diri kita khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet ❤💞💝


__ADS_2