
Cia masih merasa lemas, bercak merah di kulitnya masih ada. Kaila tidak mengizinkan Cia untuk kuliah terlebih dahulu demi kesehatan Cia.
Cia tinggal di rumah kedua orang tuanya. Kaila tidak membiarkan dia untuk tinggal di kos sendiri, sampai bercak merah di kulitnya sudah hilang.
Juna masih berada di rumah Kaila.Cia dan Juna sedang duduk di bangku taman sambil memandang taman di depan rumah.
"Kamu jaga kesehatan ya, aku sangat panik ketika kamu batuk darah seperti itu. Lebih lagi ketika kamu pingsan jantungku seperti berhenti berdetak," ucap Juna.
"Maafkan aku Kak, aku sudah membuat Kakak khawatir. Doakan aku agar aku cepat sehat kembali dan bisa kuliah lagi," ucap Cia.
"Iya sayang, aku seminggu tidak melihat kamu di kampus itu rasanya lamanya 1 tahun. Wku sangat merindukanmu, aku harap 6 bulan cepat berlalu agar aku bisa menikahimu dan setiap hari bertemu denganmu," ucap Juna.
"Amin, iya Kak. Insya Allah kita menikah dengan waktu yang sama bersama Kak Amanda dan Kak Alif," ucap Cia.
"Aku permisi dulu yah. Ayah dan Mamah di dalam? Aku mau berpamitan untuk pulang." Cia ingin masuk ke dalam rumah tapi tangannya ditarik oleh Juna.
"Maaf aku memegang tanganmu, biarkan sebentar saja qku memegang tanganmu ini." Cia membiarkan Juna untuk memegang tangannya, setelah Juna merasa cukup ia melepaskan tangan Cia.
"Aku panggil Mamah dan Ayah ya Kak." Juna menganggukkan kepalanya, Cia masuk ke dalam rumah dan memanggil Kaila dan Andi, tidak lama Andi dan Kaila pun keluar.
"Mamah, Ayah, aku balik pulang dulu ya." Juna mencium punggung tangan kedua orang tua Cia.
"Terima kasih ya kamu sudah menjaga Cia. Jika kamu tidak menelepon, mamah tidak tahu keadaan Cia," ucap Kaila.
"Cia adalah calon istriku Mah, jadi sudah kewajiban aku untuk menjaganya ketika masih berada di lingkungan kampus. Aku permisi dulu ya Mah, Ayah. Cia aku pulang, assalamualaikum." Juna sudah memesan taksi online karena ia tidak membawa mobil, sebab Juna ikut mengantar Cia menggunakan mobil Andi.
Kaila merangkul Cia agar masuk ke dalam rumah dan bisa beristirahat.
"Istirahat ya sayang, jika kamu ada perlu apa-apa kamu panggil Mamah," ucap Kaila.
"Iya Mah, terima kasih. Cia ke kamar dulu Mah," ucap Cia.
Ting Tong
Suara bel rumah Andi berbunyi. Mbak yang menjaga rumah langsung membukakan pintu.
"Sebentar ya Tuan, saya panggilkan Pak Andi dan Bu Kaila terlebih dahulu,"ucap Mbak.
Tok Tok Tok
"Pak, Bu, maaf ada tamu yang mencari Bapak dan Ibu," ucap Mbak mengetuk pintu.
"Siapa Mbak?" tanya Andi.
"Kata tamunya, rekan bisnis Bapak," ucap Mbak.
__ADS_1
Andi dan Kaila bergegas keluar untuk menemui tamu tersebut. Andi tak kenal dengan mereka. Dua perempuan yang salah satunya sedang hamil dan satu pria.
"Maaf kalian siapa ya? Kalian bukan rekan bisnis saya," tanya Andi.
"Saya adalah Ayah dari Emir, ini Mamah Emir dan ini adalah istri Emir, kami datang ke sini untuk meminta maaf kepada keluarga Amanda," ucap ayah Emir.
"Ini Ibu Kaila kan, guru Emir ketika kelas 6?" tanya mamah Emir.
"Iya benar Bu, saya menikah dengan ayah Amanda sudah lebih 12 tahun. Amanda menjadi anak sambung saya," jawab Kaila.
"Maaf kedatangan kalian ke sini ingin mengatakan apa?" tanya Andi to the point.
"Saya mohon Pak untuk mencabut laporan Emir karena menantu saya ini sedang hamil dan sebentar lagi akan melahirkan," ucap ayah Emir.
"Maaf saya tidak bisa mencabut laporan untuk Emir, gara-gara Emir anak saya menjadi syok dan dia menangis Meraung sampai tunangannya memanggil tazkiater agar aman dah jiwanya tenang." Wajah Andi sangat emosi.
"Tolong Pak, istrinya Emir sebentar lagi mau melahirkan Pak, kasihan tidak ada ayahnya ketika nanti anaknya lahir." Ayah Emir terus saja memohon.
"Sekali lagi maaf Pak, saya tidak akan mencabut laporan atas Emir. Bapak tahu apa yang dilakukan oleh Emir kepada putri saya? Putri saya dilecehkan Pak, jiwanya sangat terguncang. Putri saya tidak pernah disentuh oleh laki-laki lain dan dia takut jika calon suaminya meninggalkannya. Alhamdulillah calon suaminya berlapang dada, dia berjanji tidak akan meninggalkan Amanda." Andi tidak bergeming dengan permintaan ayah Emir.
"Saya bisa meruntuhkan perusahaan Bapak," ancam ayah Emir.
"Silakan Pak, jika Bapak bisa. Saya punya pelindung yaitu Allah, rezeki sudah Allah yang mengatur," ucap Andi.
Keluarga Emir sangat kecewa atas keputusan dari Andi. Mereka tanpa pamit dan rasa sopan langsung meninggalkan kediaman Andi, dengan hati yang sangat marah. Andi tidak peduli karena Emir merusak Amanda, jika Alif tidak datang entah bagaimana dengan Amanda. Amanda akan sangat terpuruk keadaannya.
Andi duduk dan meminum air mineral yang telah diberikan oleh sayuran dia tidak menyangka Bahwa keluarga Emir memohon untuk melepaskan anaknya Padahal anaknya sungguh fatal melakukan pelecehan kepada Amanda Andi tidak akan mencabut laporan atas Emir ia ingin Emir mendekam dalam penjara dan merenungkan apa yang telah dilakukan oleh Amanda.
Ayah Kita istirahat ya hari ini kan Ayah menyetir mobil dari Sukabumi ke Jakarta SD Ayah lelah Kayla mengambil tangan Andi dan menuntunnya untuk menuju kamar agar Andi bisa beristirahat.
***Noveltoon***
Sakitnya Cia itu terdengar di telinga Amanda ketika mengetahui Cia terkena guna-guna dari Caca. Amanda langsung menelepon Andi.
"Ayah, Cia bagaimana keadaannya sekarang? Aku jadi khawatir dengan keadaannya," tanya Amanda di ujung telepon.
"Alhamdulillah Amanda sudah baik-baik saja, kemarin memang kita sangat panik karena Cia batuk darah bajunya semua darah dan kulitnya bercak-bercak merah, dokter tidak tahu penyebabnya. Ayah langsung ke Sukabumi menemui kiai. Alhamdulillah Cia bisa diselamatkan dan satu minggu ini mamah tidak mengizinkan Cia untuk kuliah, Cia harus istirahat di rumah," jawab Andi
"Aku bisa berbicara dengan Cia, Ayah?" tanya Amanda.
"Tunggu sebentar ya, Ayah akan panggilkan Cia." Andi berjalan menuju kamar Cia, ia mengetok pintu kamar Cia. Cia pun langsung membukakan pintu.
"Ada apa Ayah?" tanya Cia.
"Kakakmu ingin menanyakan keadaan kamu. Dia ingin berbicara denganmu," ucap Andi sambil menyodorkan handphonenya.
__ADS_1
"Kenapa tidak menelepon ke handphoneku langsung saja Ayah?" tanya Cia.
"Katanya Handphone mu nonaktif,Amanda bilang seperti itu," jawab Andi.
"Astagfirullah, aku lupa menchas handphoneku Ayah." Cia mengambil handphone Andi lalu ia berbicara dengan Amanda.
"Assalamualaikum Kak, Kakak apa kabar?" tanya Cia di ujung telepon.
"Wa'alaikumsalam, kok kamu nanya keadaan Kakak sih? Seharusnya kakak yang nanya keadaan kamu. Kakak kemarin sangat khawatir ketika Caca menceritakan kepada Kakak," ucap Amanda.
"Alhamdulillah Kak, aku sudah baik-baik saja. Doakan agar aku bisa pulih kembali," ucap Cia.
Andi yang mendengar percakapan Cia dan Amanda, dia sangat senang. Saudara sambung tapi seperti saudara kandung, ia tidak mau menceritakan bahwa keluarga Emir memohon untuk mencabut laporan atas perbuatannya kepada Amanda. Agar Amanda tidak teringat tentang kejadian yang membuat jiwanya terguncang.
Bersambung
❤❤❤❤
Baca juga yuk cerita seru di novel yang lainnya karya author.
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar(Tamat)
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Dicampakkan suami setelah melahirkan
__ADS_1
Love dari author sekebon karet ❤