Retak Akad Cinta

Retak Akad Cinta
Kak Amanda


__ADS_3

Kini anak-anak Kaila sudah mulai besar, buah hati dari Andi Ini umurnya sudah 2 tahun. Cia sudah masuk 1 SMP, Amanda sudah kelas 2 SMP, Caca kelas 6 SD, dan Adam kelas 3 SD. Pertumbuhan Cia dan Amanda sangatlah pesat mereka mempunyai paras yang sangat cantik. Cia dan Amanda kini satu sekolah, mereka juga berangkat dan pulang pun bersama-sama.


Mereka sudah menganggap sebagai saudara kandung satu sama lain, tidak pernah menganggap sebagai saudara tiri. Kadang mereka saling curhat. Cia curhat dengan Amanda, begitu juga dengan Amanda curhat dengan Cia. Mereka beranjak remaja, tentunya para kumbang hinggap dengan mereka. Cia mempunyai paras yang cantik, tinggi, kulit putih bersih, berlesung pipi dan berhijab terlihat anggun. Sedangkan Amanda mempunyai rambut yang panjang, berkulit kuning langsat dan tingginya hampir sama dengan Cia.


(Deskripsi Cia sama dengan apa yang saya tulis, karena setiap hari ketemu Cia asli.)


Cia masuk ke kamar Amanda, sebelumnya Cia mengetuk pintu terlebih dahulu, setelah Amanda mengizinkan, Cia baru akan masuk.


"Kak Manda, aku mau ngomong deh sama kakak," ucap Cia.


"Mau ngomong apa Cia?" tanya Amanda.


"Tapi jangan bilang-bilang Mamah dan Ayah ya," jawab Cia.


"Iya Cia, asalkan itu tidak melanggar peraturan agama. Ya udah kamu curhat aja, mau curhat apa nih?" tanya Amanda.


"Kak aku dapat 5 surat," ucap Cia.


"Surat apa Cia?" tanya Amanda.


"Surat cinta dari 5 cowok Kak," jawab Cia.


"Wow 5 cowok, Primadona kamu ya, dari kelas berapa aja yang nembak?" tanya Amanda.


"Ih Kak Amanda ngeledek aku. Ada yang sekelas Kak, ada yang dari kelas Kakak, yang kelas 3 juga ada Kak, aku juga nggak tahu nih kenapa mereka kirim surat ke aku," jawab Cia.


"Memangnya kamu mau memilih salah satu di antara mereka? kamu mau pacaran?" tanya Amanda.


"Aduh Kak nggak deh, aku 'kan masih kelas 1 nggak mau mikirin pacaran. Pacaran, ntar pacarnya marah, lalu kita marahan. Terus belajar jadi nggak konsen, nilai turun. Kalau nilai turun tuh Mamah pasti tahu, apa nih penyebabnya? nanti tanyanya pasti seperti itu, masa aku harus jujur karena pacaran Mah, pacar aku marah sama aku, sering cemburuan. Pusing banget aku kalau seperti itu," jawab Cia.


"Hahaha sama dengan kakak, Mamah itu seperti polisi, tahu aja kalau kita bohong. Apalagi menyimpan rahasia, Mamah pasti tahu deh," ucap Amanda.


"Iya Kak betul, apalagi kalau ketahuan sama Ayah. Bakalan di ceramahin panjang kali lebar, kuping sampai panas. Nggak deh aku, nggak mau pacaran. Cari mati Kak kalau pacaran," ucap Cia.


"Ya sudah berarti jangan pacaran, gitu aja kok repot. Tau nggak Cia? Kak Manda dapat surat 7 dong," ucap Amanda sambil nyengir.


"Idih, bangga gitu?" tanya Cia.


"Buat koleksi Cia tanda bahwa Kakak laku hahaha," jawab Amanda.


"Dagangan kali Kak," ucap Cia.


Dua anak perempuan remaja yang sedang berkomunikasi tentang kesehariannya di sekolah, yang berubah drastis dari SD ke SMP. Banyak kejadian-kejadian yang tidak terduga. Seperti dikirimi surat dengan isi menyatakan cinta. Cia dan Amanda bertekad tidak mau pacaran terlebih dahulu, karena mereka ingin fokus dengan dunia pendidikan.

__ADS_1


Seperti biasa, paginya Amanda dan Cia pergi ke sekolah. Mereka masuk ke kelas masing-masing. Cia memang baru masuk SMP, dia cenderung pendiam di kelas, tapi memang Cia anak yang cerdas, bahasa inggrisnya fasih yang menjadi sorotan para guru, karena memang Cia dari kecil dia belajar bahasa Inggris. Sering mendengar cerita-cerita dongeng dari bahasa Inggris, dari situlah ia belajar untuk cara pelafalan bahasa Inggris yang benar.


Tidak mulus perjalanan Cia di SMP. Ketika jam istirahat, Cia tiba-tiba ditarik oleh segerombolan geng perempuan. Geng anak perempuan itu dari kelas 3, kepala geng bernama Dinda. Pacar Dinda cinta dengan Cia, salah satu pengirim surat cinta.


"Eh anak kelas 1 jangan sok cantik lu," ucap Dinda.


"Maksud Kakak apa ya?" tanya Cia.


"Lu kan yang ngerebut Adit dari gue, Adit tuh cowok gua. Dia putusin gua gara-gara lu tahu," jawab Dinda.


"Kok gara-gara aku Kak? aku kan nggak ngapa-ngapain, lagi pula Kak Adit menyatakan cinta sama aku, aku nggak terima Kak. Aku nggak mau pacaran," jawab Cia.


"Alah Sok suci lu, sekarang lu gak mau pacaran tapi di belakang gua, lu jalan sama Adit. Memang gua nggak tahu rencana lu. Lu takut kan sama gua, karena gua tarik lu di belakang sekolah," ucap Dinda.


"Nggak Kak, aku berkata jujur memang aku nggak mau pacaran," ucap Cia.


Mereka tak mau mendengarkan perkataan Cia. Lalu mereka mengotori pakaian Cia dengan sampah yang mereka bawa. Tidak hanya itu saja, mereka melumuri wajah Cia dengan tanah yang sudah di campur air. Cia dibully, Cia hanya menangis, tidak menyangka akan seperti ini ketika dia baru masuk SMP.


Ternyata tidak sengaja ada teman Amanda yang bernama Yuni melihat kejadian itu. Yuni tahu bahwa Cia adalah adik Amanda. Yuni bergegas berlari untuk menemui Amanda dan memberitahu bahwa Cia sedang dibulli.


"Manda... Manda..." Yuni ngos ngosan.


"Kamu kenapa ngos-ngosan kayak gitu? tarik nafas dulu pelan-pelan, ada apa?" tanya Amanda.


"Apa? kamu antar aku ke sana," ucap Amanda.


Amanda juga mempunyai geng di sekolah itu, lalu Amanda bergegas untuk ke belakang sekolah. Amanda melihat geng Dinda yang membully Cia.


"Hei kalian, kalian melakukan apa dengan adikku? sampai adikku nangis seperti itu, tubuhnya penuh sampah dan wajahnya penuh tanah, mau cari masalah kalian sama aku?" tanya Amanda bertolak pinggang.


"Jadi cewek ganjen ini adik lu Manda?" tanya Dinda.


"Iya adik aku, kenapa kalian bully adikku. pergi dari sini atau aku akan melaporkan kalian ke BP," ucap Amanda.


"Laporkan saja. Kamu tidak ada bukti bahwa kami yang melakukannya," ucap Dinda menantang.


"Aku tidak bodoh seperti kalian, aku mempunyai video ketika adikku di tumpahkan sampah di tubuhnya dan dibaluri tanah wajahnya. Jika aku mengupload video ini di sosial mediaku, ayahmu yang seorang polisi itu akan malu," ancam Amanda.


Dinda yang mendengar itu langsung ketakutan, jika ayahnya tahu maka Dinda akan dihukum berat karena bukan hanya sekali ini Dinda membully temannya, tapi sudah sering. Yuni tidak sengaja mengambil video ketika Cia dibully oleh Dinda dan gengnya.


"Yun, bisa tolong aku nggak? belikan seragam baru di perpustakaan. Nanti kalian semua aku traktir deh," ucap Amanda.


"Yes ditraktir, oke Bos aku belikan dulu seragam baru," ucap Yuni.

__ADS_1


Amanda memberikan sejumlah uang untuk membeli seragam baru ke Yuni. Yuni bergegas ke perpustakaan untuk membeli seragam untuk Cia. Amanda menuntun Cia untuk ke kamar mandi. Amanda membersihkan wajah Cia dengan dengan tisu basah, Cia terus menangis.


"Muka kamu sudah bersih ya, tunggu Yuni nanti pakai seragam yang bersih. Kamu nggak bisa mandi di sini. Sabar ya tapi aku bawa parfum kok nanti kamu pakai parfum biar tubuhmu nggak bau sampah," ucap Amanda.


"Aku ingin memeluk kamu Kak Manda, tapi bajuku masih kotor," ucap Cia.


"Hahaha kamu bisa peluk aku setiap hari karena kita adik kakak," ucap Amanda.


Yuni datang dan memberikan seragam baru untuk Cia. Cia lekas memakai itu karena sebentar lagi bel akan berbunyi. Amanda juga tidak lupa memberikan Cia parfum agar tubuhnya tidak bau sampah. Setelah memakai seragam baru, Cia langsung memeluk Amanda.


"Terima kasih Kak Manda. Kakakku yang selalu baik kepadaku," ucap Cia.


Amanda membalas pelukan Cia, "Persaudaraan kita jangan sampai berubah nantinya sampai kita tumbuh dewasa."


Bersambung


✍✍✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)



__ADS_1


Love dari author sekebon karet β€πŸ’žπŸ’


__ADS_2