Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
10


__ADS_3

Jepri menghentikan mobilnya. ” Rapikan semua pakaian anda, dan barang-barang penting lainnya nanti orang saya akan menjemput anda”


Luna melotot. Jepri ko bisa tau apartemennya padahal seingatnya dia tidak pernah mengajaknya atau memberikan alamatnya. Luna hendak bicara.


” Saya ada janji dan harus segera pergi apa kamu bisa keluar dari mobil?”. Luna langsung diam. Ini kan mobil aku Kenapa seolah-olah ini punya dia. Luna bicara dihatinya.


” Saya tau ini mobil anda, tapi sekarang ini milik saya dan apartemennya juga!" Luna melongo mendengarnya, pria didepannya bisa tau isi pikirannya.


Luna langsung turun dari mobil. Mobilnya segera pergi. ” Setidaknya aku tidak dibeli oleh pria tua bangka itu!" Luna segera masuk.


” Apa benar akan ada yang jemput!, setidaknya aku rapi² dulu sebelum orang itu datang!" Luna bergegas merapikan barang yang mau di bawanya.


Luna melihat poto papanya, hatinya sedih lagi, Pa di mana pun Papa berada semoga Allah selalu melindungi papa. Luna memegangi fotonya lalu memeluknya dengan erat.


Di perjalanan Jepri menghubungi orang rumah.


” Halo. kediaman keluarga Jepri Rivas?”


" Lila bersihkan paviliun sampai bersih, dalam waktu dua jam udah harus beres!”


” Baik tuan!”.


Jepri langsung menuju ke kantor...


Di kantor Semi menyambutnya lalu membukakan pintu mobilnya. Jepri lalu turun dan segera masuk ke ruangannya.


" Sem. aku ingin dia menjauhi anaknya dengan radius sejauh mungkin!. Ibu macam apa dia yang tega menjual anaknya sama lintah darat!!”.


” Baik tuan muda!”.


” Oh iya satu lagi, kamu jemput dia di apartemennya!”.


” Baik tuan saya permisi!” Semi keluar dari ruangan.


Jepri duduk di kursi kerjanya sembari membayangkan kejadian tadi.


Hari menjelang sore. Bel apartemen bunyi..


Luna segera membukanya.


” Maaf nona apa anda udah siap?”.


” Kita mau ke mana Pak?”. Semi tidak menjawabnya hanya membawakan barang-barangnya.


Anak buah dan bos sama-sama aneh!. Luna mengikutinya dari belakang.


Semi memasukkan barangnya ke bagasi, Luna segera masuk ke mobil. ” Maaf nona kunci apartemennya?" Semi meminta kuncinya. Luna memberikannya kepada Semi.


Mereka lalu pergi. Di perjalanan " Pak apa saya boleh mampir ke butik dulu?” Semi tidak menjawabnya hanya pokus mengemudi.


Sadar Luna kamu itu bukan Luna yang dulu lagi, kamu sekarang tidak lain seperti boneka, jika ingin bebas maka kamu harus bayar hutangnya. Luna menggerutu dihatinya.


Dalam hitungan hari hidupnya berubah drastis. Aku yakin papa masih hidup dan suatu saat papa akan kembali lagi kepadaku.

__ADS_1


Jalanan sore itu macet. Luna melihat mobil di sebelahnya. Di dalamnya ada sosok wanita yang sedang memeluk putrinya. Sosok ibu yang harusnya ada disaat ia butuhkan ini malah sebaliknya. ” Beruntung sekali anak itu”. Luna mengingat kembali kejadian tadi kebenciannya tubuh lagi bahkan lebih besar.


Luna tersadar ketika pintu mobilnya kebuka. Luna melihat rumahnya. " Ini rumah Pak Jepri kan pak?" Luna bertanya kepada Semi.


" Panggil saya Sem nona, iya ini rumah tuan jepri!”. Luna lalu turun. Lila segera membantunya untuk membawa barang-barang masuk ke paviliun.


" Selamat datang nona, dan ini tempat baru anda sekarang!”. Luna tersenyum tipis lalu ia masuk ke dalam, melihat isinya bersih dan rapih. " Lila panggil saya Luna saja, saya sama seperti kamu disini. saya juga bekerja!”.


Lila bengong jelas-jelas tidak sama. " Maaf nona ini perintah. saya tidak bisa memanggil anda dengan sebutan nama!, saya bantu untuk masukan barang-barang anda ke lemari".


Perintah?, siapa yang memerintah dia, apa Pak Jepri?. Luna bertanya di dalam hatinya.


Luna meletakkan foto papanya di samping tempat tidur, Lila melihatnya.


Pekerjaan Lila selesai.


” Non. saya pamit, jika anda butuh saya lagi anda tekan bel itu saja dan saya akan segera datang!”


" Terima kasih Lila sudah bantu saya!".


" Sama-sama Non!".


Lila pamit keluar dari kamarnya.


Semi menuggu Jepri diluar kamarnya. Ketika Jepri keluar mereka langsung masuk ke ruangan kerjanya.


” Tuan. ini kunci apartemennya!” Semi memberikan kuncinya.


Jepri langsung menghampiri Luna di paviliun. " Hmmmm!” Mendengar suara batuk Luna menoleh. Jepri melihat foto Pak Yusuf terpapar di sudut ruangannya.


Jepri membawa berkas. " Ini. jika anda ingin cepat melunasi hutang anda, anda harus siap bekerja, jam 8 pagi nanti anda akan di antar pak Harto ke kantor! !". Luna menerima berkas dari Jepri.


. ” Apa ini?" Luna belum tau apa isinya. " Itu soal pekerjaan, anda harus baca dan pagi-pagi sudah harus hafal!”. Jepri membalikkan badannya berniat pergi.


" Tunggu Pak!”. Luna menghampiri Jepri.


”Pak, sebenarnya saya desainer dan saya memiliki butik, saya bisa menyicilnya dari penghasilan butik tersebut. Saya tau apartemen dan mobil saya belum cukup untuk membayar sisa hutangnya tapi saya akan berusaha membayar sisanya.


Jepri tersenyum kecut.


” Anda yakin butik itu akan membayar sisa hutang anda?”. Luna sangat percaya diri langsung mengangguk.


” Saya yakin Pak, buktinya saya memiliki apartemen dari penghasilan butik saya!".


” Oke, saya akan beri anda kesempatan, jika anda lusa masih bisa buka butiknya maka hutang anda lunas! dan saya akan mengembalikan apartment lagi kepada anda. Tapi.. Jika anda tidak bisa!. hutang anda dua kali lipat dan anda harus menuruti semua keinginan saya!”.


Luna sangat senang mendengarnya.


" Siap Pak!, terima kasih Pak, bapak memang pria paling baik. Sudah memberikan kesempatan kepada saya!". Jepri hanya menggelengkan kepalanya.


" Deal!" Jepri mengulurkan tangannya.


" Deal Pak!” Luna berjabat tangan dengan semangat. Jepri langsung pergi.

__ADS_1


Luna bisa bernapas lega akhirnya sebentar lagi ia bebas. " Setidaknya aku tidak tinggal disini lagi!”.


Di pagi hari..


Seperti biasa Jepri bangun pagi-pagi, kali ini wajahnya terlihat cerah. ” Apa Luna sudah sarapan?”.


" Nona sudah pergi tuan dari tadi pagi!".


Jepri hanya tersenyum tipis. Sepertinya dia semangat sekali ingin memenangkan taruhannya.


Sampai di butik Luna langsung melihat keuangannya ” Gak ada satu M. Namun Luna ingat lagi kata-kata Jepri. ” Kenapa aku harus hawatir aku bisa buka butik ini besok, dan aku terbebas dari hutang!".


Tidak lama Mila datang. " Pagi Non!". Mila menyapanya, melihat wajah Luna cerah Mila ikut senang.


" Pagi Mil!” Sapa balik Luna sembari pokus menggambar.


" Wih pagi-pagi Nona udah merancang gaun!, sepertinya suasana hati nona lagi senang!".


Luna berhenti sejenak. " Kamu benar Mil, saya memang harus bahagia karena kebahagiaan saya milik saya sendiri!".


" Semangat nona!” Mila memberikan semangat.


Luna langsung tersenyum, dia ingat pesan Jepri, jika dirinya tidak bahagia gimana mau bahagiain orang lain.


"Ko jadi ingat sama dia. Luna memukul kecil kepalanya.


Di kantor.....


Jepri dan Semi sudah mempersiapkan berkas untuk Lala. Tidak lama kemudian Lala dan Zaki datang ke kantor dan berlaga seperti orang paling kaya di kota itu.


Sesuai kesepakatan awal Lala tanda tangani surat perjanjian atas hak sebagai ibunya Luna m, ia memutuskan bahwa dirinya tidak ada lagi hubungan dengan Luna.


Jepri melihatnya sedih karena Lala tidak ada rasa penyesalan sedikitpun. Uang bisa membutakan hati seorang ibu. " Terima kasih atas kerjasamanya Pak!" Lala mengulurkan tangannya.


Jepri meraih tangannya namun enggan menjawabnya.


” 7 M sayang!" Melihat uang sebanyak itu Lala lupa diri. Zaki pun ikut senang. Mereka pun keluar dan langsung pergi.


” Suatu hari dia akan sadar!" Jepri langsung duduk..


Hari menjelang sore Luna baru menyelesaikan rancangannya satu ia melihat lagi gambarnya. " Gaun ini cantik saya akan buka harganya 8 juta!”. Luna ingin menunjukan hasilnya sama Mila namun langkahnya terhenti melihat mamanya dan Zaki masuk ke butiknya.


” Mau apa kalian??" Lala dan Zaki hanya tersenyum. ” Saya minta kamu segera mengosongkan butik ini karena suami saya ingin mengubahnya menjadi tempat Gym!”. Luna terkejut langsung menjatuhkan gambar hasil rancangannya.


” Apa hak anda mengusir saya!.. ini butik papa yang beli bukan anda!!". Lala dan Zaki tertawa-tawa sama-sama.


” Aku pernah bilang sebelumnya, jika aku menginginkan butik ini maka aku akan mendapatkannya!" Saut Zaki sembari tersenyum licik.


Lala mengeluarkan surat pernyataan kalau butik itu di beli atas namanya sendiri.


" Memang ini di beli sama uang papa. tapi beliau mengatasnamakan nya atas nama Mama!". Luna langsung lemas seketika bukan itu saja masalahnya tapi janjinya kepada Jepri.


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih

__ADS_1


__ADS_2