
Luna memikirkan gimana caranya memberi tau suaminya setelah itu baru ayahnya. Luna duduk di balkon sembari mengetik pesan. Bibirnya tersenyum sembari jarinya terus mengetik. Luna menekan Send tandanya pesan sudah terkirim.
Di kantor Jepri masih metteng. Dia belum membuka ponselnya. Di apartemen Luna menuggu pesannya di baca. Luna melihatnya terus-menerus.
Di tempat metteng Jepri merasa bosan dia memikirkan istrinya. Jepri mengambil ponselnya berniat ingin melihat foto istrinya agar mood nya kembali lagi. Jepri tersenyum melihat ada pesan dari istrinya di layar depan. Dia langsung membukanya. Matanya langsung berbinar-binar dia sangat bahagia melihat isi pesannya.
" Istriku hamil!. Ujar Jepri sambil berdiri. Jepri sangat antusias saking senangnya dia lupa kalau sedang di ruangan meeting dan di saksikan banyak orang di sana.
Semuanya langsung kaget dan senang mendengarnya. Semi yang dari tadi berdiri di sampingnya merasa bahagia.
" Sem, kamu atur semuanya, apapun keputusan kamu saya ikut!". Jepri memberikan tanggung jawab itu sama Sem. Semua koleganya memberikan selamat kepada Jepri. Jepri langsung meninggalkan kantor dan langsung pulang.
Di apartemen Luna mulai kesal karena Jepri tidak membalas pesannya.
Apa dia tidak senang, padahal jelas-jelas dia sudah baca pesannya. Gumam Luna sedih.
" Non jangan bengong di teras pamali, yu masuk, makan siang udah di siapkan". Luna tersenyum tipis seraya berdiri masuk ke dalam. Melihat masakan yang Lila masak Luna langsung ingin segera mencicipinya.
Luna bersemangat makan karena dia sangat lapar.
Bel berbunyi Luna hendak membuka pintunya.
" Non, biar saya saja, anda lanjutkan makannya!" Luna mengangguk. Lila membuka pintunya.
Seperti biasa seorang kurir mengantarkan makanan untuk Luna. Lila segera menerimanya lalu memberikannya langsung sama Luna. Di luar apartemen Jeje memperhatikan kurir tersebut.
" Mas tunggu!" Ujarnya sambil mendekatinya.
" Kamu mau ini?”. Jeje memberikan uang banyak sama kurirnya.
" Ini apa yah?". Dengan polosnya dia bertanya.
" Saya saudarinya Luna, kalau besok kamu antar makanan lagi, kasih tau saya yah, , soalnya saya ingin kasih dia kejutan besok, dia mau ulang tahun!".
" Tapi nona, ini makanan dari tuan jepri untuk istrinya, saya tidak berani!". Jeje melongo mendengarnya.
__ADS_1
Oh jadi itu dari Jepri!. Gumam Jeje kesal. Jeje mengambil fotonya di dalam dompet.
" Kamu liat ini, saya adiknya suaminya Luna" Jeje memperlihatkan foto bersama Jepri yang sedang tertawa bareng.
Kurirnya hanya tersenyum, " Baik nona, saya akan kasih tau anda!". Jeje tersenyum senang lalu Ia memberikan nomor ponselnya.
” Terima kasih mas!".
" Sama-sama nona!”. Jawab kurirnya sambil masuk ke lift. Jeje hanya tersenyum jahat sembari duduk tidak jauh dari apartemen Luna. Tidak lama lift kebuka. Jeje melotot melihat Jepri yang keluar dari lift, Jeje cepat-cepat ngumpet.
Melihat Jepri datang, Lila langsung keluar. Jepri jalannya pelan-pelan melihat istrinya sedang makan sangat lahap Jepri tersenyum lebar.
Jepri melingkarkan tangannya di perut istrinya sambil mencium pucuk kepalanya. Luna langsung melotot dan mendongak menatap Jepri.
" Sayang anda?". Jepri tidak melepaskan tangannya dia merasa bahagia. Luna tertegun melihat ekspresi Jepri kepadanya.
" Terimakasih sayang, kamu sudah membuat aku bahagia!". Ujar Jepri lirih. Luna hanya mengangguk. Jepri mencium keningnya lalu duduk di sampingnya. Dia mengambil sendok di tangannya lalu ia menyuapinya.
Luna lagi-lagi tertegun dengan sikap Jepri. Jepri tersenyum lebar ke arahnya sembari mengusap rambutnya. Luna merasa bahagia di perlakukan seperti itu sama suaminya.
" Saya belum yakin sayang, setelah saya cek dan hasilnya positif ". Jepri langsung memeluknya.
" Ayo siap-siap kita ke dokter". Ajak Jepri, Luna hanya mengambil tasnya lalu mereka bergegas keluar. Di luar Jeje melihat mereka, dia hampir berpapasan namun Jeje cepet-cepet ngumpet lagi Sialan!, rupanya dia sudah beri tau Jepri!!.. Gumamnya kesal. Tidak lama Lila datang dia langsung masuk ke apartemen.
Jeje mengikuti mereka berdua, melihat Jepri perhatian sama Luna hatinya hancur dan sakit hati. "Harusnya aku yang di sana bukan lo ******!!". Umpatnya kesal.
Di mobil Jepri terus memegangi tangan Luna. " Apa karena aku hamil dia bersikap manis?". Batin Luna. Sampai di rumah sakit Jepri langsung mengajak Luna ke dokter kandungan.
" Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?”. Tanya orang administrasi.
" Apa dokter kandungan di sini seorang perempuan?". Tanya Jepri. Luna melongo mendengar pertanyaan suaminya.
" Ada perempuan, ada juga laki-laki pak".
" Oke, saya mau dokternya perempuan, saya ingin memeriksakan istri saya!”.
__ADS_1
" Tunggu sebentar ya pak, atas nama siapa istrinya?".
" Luna Kirana Yusuf".
" Tolong tunggu sebentar ia pak, anda bisa menuggunya disana!". Jepri menganguk lalu mereka duduk.
Tidak lama perawat memanggilnya, mereka langsung masuk ke ruangan dokter .
" Halo selamat siang!” Sapa dokternya.
" Halo, siang juga dokter". Ucap Jepri dan Luna.
" Iyaa ".
" Saya ingin mengecek kehamilan istri saya Dok". Ujar Jepri. Dokter meminta Luna untuk berbaring, lalu ia mengeceknya.
Dan benar saja udah ada suara detak jantung. Jepri mendengarnya sangat terharu apa lagi Luna begitu senang.
" Usia kandungan anda memasuki 5 minggu nona!, apa ini anak pertama kalian?".
" Iya dokter" Jawab Luna.
" Selamat ya, kedepannya tolong dijaga dari pola makan dan jangan banyak pikiran, untuk tugas bapaknya, tolong ingatkan sama istrinya agar minum vitamin yang teratur ia pak". Ujar dokter.
" Iya dokter " Jawab Jepri semangat.
Mereka keluar dari rumah sakit dengan raut wajah bahagia.
" Apa ayah udah tau kamu hamil?". Tanya Jepri.
" Orang yang pertama tau, anda sayang!". Jepri mendengarnya senang .
Oh jadi aku yang tau duluan,bagus lah!. Batin Jepri sembari tersenyum dihatinya.
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗
__ADS_1