Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
46


__ADS_3

Luna mendapati Jepri sedang memeluknya, Luna bangun pelan-pelan agar Jepri tidak kebangunan, Jepri malah menariknya lagi ke pangkuannya.


” Temani saya renang".


Luna tidak langsung menjawab, dia pikir Jepri mengigau.


" Apa kamu tidak dengar??"


" Iya sayang". Luna langsung mengangguk, Jepri melepaskan pelukannya. Mereka berganti baju lalu turun sama-sama ke bawah.


" Sayang, saya akan menyusul anda”.


" Memangnya kamu mau kemana?”.


" Saya mau buatkan teh lemon untuk anda?". Jepri memegangi tangan Luna.


" Tidak perlu, ada Lila yang akan membuatnya" Jepri memegangi tangan Luna sampai ke kolam renang.


Jepri langsung terjun ke dalam kolam


Luna melihat ke arah paviliun. Kenapa nona Jeje belum keluar?. Batin Luna.


Melihat Luna bengong Jepri menariknya kedalam kolam, Luna tercebur ke dalam air.


Jepri tersenyum dihatinya melihat Luna yang belum siap renang jatuh ke kolam, Jepri cepat-cepat menolongnya, Luna langsung memeluknya erat.


Itu yang di inginkan Jepri sebenernya. Luna sadar dirinya sudah memeluk Jepri perlahan ia melepaskannya.


” Maaf sayang tadi reflek" Luna hendak menjauhkan tubuhnya dari Jepri.


Jepri malah menariknya lagi dan mendekapnya.


Jepri langsung menciumnya, Luna belum membalasnya. Jepri mengigit bibirnya agar Luna membalas ciumannya, berhasil Luna membalas ciumannya.


Lila merasa gugup melihat majikan sedang berciuman di dalam kolam renang, ia tidak bisa lagi mundur karena percuma Luna sudah melihatnya.


" Sayang ada Lila". !Ucap Luna pelan. Jepri melepaskan ciumannya lalu menatap Lila dengan tatapan tajam.


" Lila, kamu harus pastikan tidak boleh ada orang yang kesini sebelum saya dan nona selesai berenang!”.


" Baik tuan" Lila langsung pergi, Jepri melanjutkan lagi aksinya, ia terus menciumi bibir istrinya.


" Sayang gak mungkin kan kita melakukannya di sini?". Jepri tidak menjawabnya ia terus menciuminya. Gimana ini kalau ada orang yang liat. Luna terus berpikir. Pasti gara-gara aku tadi memeluknya makanya dia seperti ini. Batin Luna.


Luna sudah menduganya, Jepri tidak bisa mengontrol napsu nya ia pun harus melayani suaminya di kolam renang.


1 jam berlalu.


Tubuh Luna mulai menggigil karena kelamaan di dalam air, melihat istrinya kedinginan Jepri menghentikan kegiatannya.


” Kamu kedinginan?" Luna mengangguk. Jepri segera mengangkat Luna dari kolam lalu ya memberikan teh hangat yang di berikan Lila tadi.


Jepri menyelimuti istrinya dengan handuk, lalu menggendong istrinya ke dalam kamar.


Ia menekan tombol di samping tempat tidurnya.

__ADS_1


" Iya tuan?".


" Bawakan sup dan juga teh jahe untuk nona!”.


" Baik tuan".


Jepri menyalakan air hangat di batup, la mengendong lagi istrinya ke kamar mandi. Luna segera masuk ke air hangat agar tidak kedinginan lagi.


” Kenapa kamu tidak bilang kalau sudah kedinginan seperti ini!”.


” Maaf sayang, saya takut anda marah". Jepri menatapnya merasa kasian sama istrinya. Ia segera mengeringkan tubuh istrinya lalu mengajaknya untuk berjemur di balkon.


Tidak lama Lila datang membawa makanan dan Teh. Jepri mengambil alih lalu ia menyuapinya.


" Ayo makan nanti kamu masuk angin lagi. Luna membuka mulutnya, ia diperlakukan seperti anak kecil. Luna terseyum tipis melihat suaminya hawatir.


” Sayang udah kenyang". Jepri mengangguk lalu meletakkan sup nya dimeja.


” Masih dingin?" Luna menggelengkan kepalanya. Jepri memberinya teh jahe.


" Sayang terimakasih". Jepri hanya mengangguk. Jepri meninggalkan Luna untuk berjemur sedangkan dirinya mandi.


Jepri keluar udah ada pakai kantornya di ruang ganti. Luna sudah menyiapkan semuanya.


” Sayang, apa anda tidak kerja?”.


" Kamu lupa ini hari apa?”. Luna tau itu hari Minggu namun seingatnya Jepri masih tetap bekerja walaupun hari libur..


Kalau dia tidak kerja aku pasti tidak bisa ke butik. Batin Luna. Jepri keluar dari kamarnya setelah ponselnya berdering.


Melihat Jepri tergesa-gesa Luna jadi ingat belum ngabarin Mila. Luna segera mencari ponselnya, Luna lupa kalau ponselnya sudah ditukar.


Luna keluar dari kamar mencari suaminya dibawah, Luna melihat Jepri sedang bicara serius di telepon.


Ia menuggunya sampai selesai. Jepri menghampirinya.


" Ada apa?".


" Sayang, apa saya boleh minta nomor Mila?". Jepri segera mencari nama Mila di ponselnya lalu mengirimkannya ke Luna.


" Terimakasih sayang".


" Hmmmm" Jepri menjauhi Luna lagi. Setelah mendapat nomor Mila Luna naik lagi ke kamar .


Di rumah Mama Lala.


Lala melihat jam pukul 9 pagi, Ia tidak melihat suaminya di sampingnya. Lala menekan tombol untuk memanggil susternya.


" Iya Nyonya?".


" Kenapa kamu tidak bangunkan saya?”.


" Maaf nyonya kata tuan tidak boleh ada yang menggangu anda". Lala tersenyum mendengarnya, Jadi Zaki yang menyuruh dia.


" Iya udah bantu saya bersiap saya ingin sarapan" Suster itu langsung membantu Lala dan bersiap.

__ADS_1


Di kamar lainnya.


Zaki dan Tari bergelut di pagi hari mereka mempersatukan tubuhnya seperti pengantin baru. Tubuhnya penuh dengan keringat mereka sama-sama candu.


" Sayang aku sangat-sangat bahagia, hanya kamu yang bisa membuat saya gila seperti ini!".


Tari seneng mendengarnya.


" Kamu janji tidak akan menyentuhnya lagi kan?”. Zaki mengangguk.


" Sepertinya si nenek itu udah bangun, aku kesana dulu ya?" Zaki mengecup Tari lalu ia memakai pakaian dan keluar.


Lala udah bersiap keluar dari kamarnya, melihat suaminya masuk dengan keringat di dahinya merasa aneh.


" Sayang tumben kamu berkeringat sepagi ini?”. Zaki lupa karena dia buru-buru tidak sempat mengelapnya.


” Aku tadi habis joging sayang, apa kamu mau sarapan?”. Lala mengangguk.


" Aku mandi sebentar yah?”.


" Oiya, apa Nina udah bangun?".


" Nina?, Nina siapa?" Zaki lupa dengan nama samaran Tari.


" Ponakan kamu siapa lagi?”. Zaki menepuk keningnya


" Oh dia, aku gak tau sayang" Zaki cepat-cepat masuk ke kamar mandi. Lala langsung berpikir. Masa dia lupa dengan nama ponakannya. Di kamar mandi Zaki menggerutu dihatinya. Sial, aku lupa lagi nama Tari.


Sebelum keruang makan Lala ingin sekali ke kamar Tari, namun ia urungkan, Lala memilih duduk di meja makan sambil menunggu suaminya datang.


" Pagi Tante?" Sapa Tari,


" Pagi Nak" Jawab Lala sembari tersenyum ramah. Lala melihat ada bekas merah dileher Tari.


Tari yang sadar segera menutupinya dengan rambut panjangnya. Sial aku lupa dengan tanda yang diberi Zaki pagi ini.


Noda merah itu seperti baru di buat, apa Nina membawa pacarnya ke rumah ini?. Lala berpikir.


" Pagi Semuanya" Zaki tersenyum ke arah istrinya dan juga pacarnya.


" Ayo sarapan". Mereka sarapan bersama, Tari memainkan kakinya di bawa meja ke arah Zaki, Zaki yang takut ketauan hanya diam membekuk. Tari terus menggodanya.


Lala memperhatikan keduanya.


" Sayang, antar aku ke dokter ya, sepertinya kakiku makin parah, aku ingin jalan normal seperti dulu lagi!".


" Uhuk, uhuk " Zaki terbatuk-batuk mendengar Lala memintanya ke dokter.


" Sayang di minum dulu?" Lala memberikan air bekasnya. Zaki segera meminumnya.


" Hati-hati makannya?". Perhatian Lala ke Zaki membuat Tari cemburu, ia menjatuhkan sendok nya membuat keduanya sama-sama melihat.


" Maaf saya tidak sengaja" Tari mengambil sendok nya di bawa sembari memperlihatkan belahan dadanya sama Zaki. Zaki menelan ludahnya sendiri.


Lala melihatnya juga. Ia mulai curiga, dulu dia juga seperti itu ketika Zaki dan Luna masih pacaran.

__ADS_1


Apa mereka ada hubungan?, ah tidak mungkin, aku yakin Zaki tidak akan melakukan itu kepadaku setelah apa yang aku berikan untuk nya.


Bersambung Jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🙏🙏🙏


__ADS_2