
Apa kata-kataku tadi keterlaluan. Seharusnya aku tidak bicara seperti itu sama dia. Jepri menatapnya sekilas.
Ponsel Luna berdering. Luna segera mengangkatnya.
" Halo!".
" Halo nona Luna, kapan anda bisa ke butik lagi?β.
" Maaf pak, kebetulan ada acara jadi saya belum bisa ke butik!β.
" Oh gituh, nanti kabarin saya nona kalau anda ke butik!β.
" Baik pak!β.
Luna menutup teleponnya. Jepri ingin sekali bertanya namun gengsinya terlalu besar membuat dia mengurungkan niatnya.
Ponselnya bunyi lagi.
π Mila
(Nona jasnya udah jadi saya letakkan di mana jasnya?)
π
( Saya ambil sekarang ia Mil kebetulan sekali saya lagi di jalan).
Luna menatap ke arah Jepri.
" Sayang boleh gak, saya mampir dulu ke butik sebentar saja gak lama ko?β.
" Kamu mau menemui orang yang baru saja menghubungi kamu?β.
" Tidak, saya ingin ambil jas rancangan saya sendiri untuk anda!'
Jadi dia buat jas untuk aku. Jepri tidak bicara lagi ia hanya diam.
Semi mengarahkan mobilnya ke arah butik.
Pintunya kebuka β Silahkan nona!β. Luna turun dari mobilnya. " Sayang saya ke dalam duluβ.
" Hmmmm".
Luna segera masuk ke dalam butik. " Hai Mil, saya ambil ya jasnya, oiya beberapa hari ini saya gak ke butik dulu ya, saya mau keluar kotaβ.
" Iya non, anda tenang saja urusan butik saya bisa urus!".
" Saya pamit ya Mil".
Luna keluar dari butik di tangannya membawa jas . Jepri melihatnya dari dalam mobil. Luna masuk ke dalam lalu meletakkan jasnya di belakang. Jepri melihatnya sekilas ke arah Luna yang masih diam. Kenapa dia masih diam, bukannya jas itu untuk ku.
" Ko kita ke arah bandara, memangnya kita mau kemana?β. tanya Luna.
" Ke rumah ibu!β.
" Tapi saya tidak bawa baju ganti sayangβ.
β Kalau kita pulang mending kita batalin saja!β.
" Tidak perlu sayang gak apa-apa koβ. Luna mengalah dari pada gak jadi kerumah mertuanya.
β Kamu gak terima kasih sama saya?β.
"Terimakasih sayang, saya seneng banget!β Tanpa sengaja Luna menyentuh lengannya dan ia tersenyum manis ke arah Jepri. Jepri menatapnya.
Luna sadar tangannya menyentuh tangan Jepri ia segera menariknya. β Maaf!β. Luna balik lagi ke posisinya dan mengarahkan matanya ke arah luar.
Tidak lama pintunya kebuka. Luna dan Jepri turun. Semi mengeluarkan Kopernya dari bagasi.
Oh itu kan koper yang tadi Lila siapapin.
" Ayo" Ajak Jepri seraya jalan duluan. Luna mengikutinya dari belakang.
β Sayang, apa aku boleh ke toilet?β.
Jepri memberi paper bag.
" Apa ini?". Luna mengambilnya. Jepri tidak menjawabnya.
Dia ini bisa baca pikiranku. Luna segera pergi untuk ganti pakaian di toilet. Ia mengeluarkan isi dari papar bag tersebut.
" Ini bagus banget!" Luna segera menganti gaunnya dengan pakaian biasa.
Jepri melihat Luna sedang menghampirinya, ia langsung berdiri. " Ayo!".
Di pesawat hening keduanya tidak bicara apa-apa.
Sampai di kota tujuannya. Jepri segera memesan taksi untuk kerumahnya.
Taksinya berhenti di depan rumah orangtuanya. Satpam membukakan pintu gerbangnya.
" Selamat sore tuan?".
" Sore!β. Luna yang menjawabnya.
__ADS_1
Satpam membawakan barang-barangnya ke dalam rumah. Pintu utama kebuka. Nampak Ziya menyambutnya dengan senang.
Mereka saling berpelukan.
" Terimakasih sayang kamu sudah menepati janjinya sama ibu!β.
" Sama-sama bu!" Luna melihat ke sekelilingnya di sana ada poto keluarga.
" Hai Jeep!" Sapa Japran. Jepri dan Luna sama-sama menoleh, mereka melihat ke arah Japran, di sampingnya ada Jeje.
Jepri dan abangnya saling berpelukan.
Jeje menatap sinis ke arah Luna.
" Apa dia istrimu?" Jepri hanya mengangguk sembari melihat ke arah Luna.
" Hai saya Luna" Luna mengenalkan dirinya.
" Japranβ Mereka saling menjabat tangan. " Hai Jeje kita ketemu lagi!". Sapa Luna. Jeje hanya tersenyum kecut ke arah Luna.
" Kamu hebat sekali adik ipar bisa menaklukkan hati dingin seperti dia itu!β. unjuk Japran sama adiknya. Luna menatap ke arah Jepri lalu tersenyum.
" Sebaiknya kita makan, pasti kalian belum makan kan?" Saut Ziya sembari mendekati Luna. " Ayo nak kita duluan ke ruang makan!" Ajak Ziya.
Jeje mengikuti Luna dan Ziya ke ruang makan. Luna membantu Ziya menyiapkan makanannya.
Sedangkan Jarpan dan jepri masih berbincang-bincang di ruang tengah.
Makanan sudah siap. Luna duduk berhadapan dengan jeje di kursi ke dua. Tidak lama Jepri dan Japran datang mereka duduk di samping ibunya.
" Mba tolong berikan ini ke nona Luna" Perintah Ziya. Jepri langsung melihatnya.
" Tunggu Mbak, dia tidak makan daging!β Saut Jepri. Ziya langsung tersenyum melihat Jepri perhatian sama Luna.
Jepri mengambilkan lauk untuk Luna. Jeje memperhatikan Jepri.
Japran melihat Jepri seperti itu senang. " Sayang ambilkan aku lauk" pinta Japran pelan. Jeje langsung mengambilnya.
Jadi Jeje itu calon istrinya. Gumam Luna sembari melihatnya.
Jeje ingin mengambilkan sapi lada hitam untuk Jepri.
" Tidak perlu, saya bisa ambil sendiri". ucap Jepri. Jeje langsung menatapnya.
" Sayang, kamu gak liat di sampingnya udah ada istrinya, kamu tidak perlu lagi mengambilkan lauk untuk diaβ. Kata Jarpan.
Jeje langsung duduk kembali ke kursinya, dengan kesal ia sedikit menjatuhkan sendok nya. Semua langsung melihatnya.
Jeje tidak makan hanya diam membisu melihat Jepri perhatian sama Luna, selera makannya jadi hilang.
β Kenapa kamu gak suka daging sapi, ini ibu lo yang masak, kamu tau.. itu makanan kesukaan Jepri!. Untuk pertama kalinya Jeje bertanya sama Luna.
"Itu dulu, sekarang tidak!" Jepri yang menjawabnya. Luna hanya diam. " Udah gak apa-apa lebih baik kita makan yu" Ajak Ziya mencairkan suasana. Ziya menatap Jeje dan juga Jepri. Jepri tidak menyentuh makanan kesukaannya.
Selesai makan Jepri ingin mengajak Luna ke kamar. Luna manggut-mangut saja ia mengikuti suaminya. " Nak, apa boleh ibu pinjem Luna sebentar" Luna melihat ke arah Jepri.
Jepri jalan lebih dulu ke kamar. Luna ikut dengan Ziya ke kamarnya. Luna melihat ada poto keluarga berikut papanya Jepri.
" Bu, ayah dimana?β.
" Ayah sudah meninggal karena serangan jantung!β. Luna mendekatinya lalu memegangi tangan ibu mertuanya.
" Luna minta maaf ya bu, Luna gak tauβ.
" Gak apa-apa sayang".
Jeje juga masuk kedalam kamarnya. " Sini nak" Jeje mendekati Ziya dan Luna.
β Ada apa ibu?" Tanya Jeje.
" Sini sayang, duduk di samping ibuβ. Jeje duduk di sampingnya.
" Nak, ibu sangat berterima kasih karena kalian anak-anak ibu bahagia, apa kalian bisa berjanji sama ibu?β. Luna dan Jeje saling memandang.
β Janji apa ya bu?β. Jawab Luna.
" Janji kalau kalian tidak akan pernah meninggalkan anak ibu?β. Luna mendengarnya langsung sedih.
Ibu gak tau kalau pernikahan kami hanya sandiwara. Batin Luna.
Aku tidak bisa janji bu. Batin Jeje
" Sayang kenapa kalian diam?β. Luna menatap Ziya.
β Luna janji, apapun yang terjadi Luna akan terus di sampingnya". Ziya sangat senang mendengarnya.
Jeje tidak seneng mendengarnya. " Bu saya lupa tadi lagi nyalain air panas, saya pergi dulu ya" Jeje langsung keluar dari kamarnya. Ziya hanya menatapnya.
Luna pun langsung pamit sama Ziya pergi ke kamarnya.
Di kamar Luna melihat suaminya sedang main ponsel di tempat tidur.
β Ibu bicara apa?β.
__ADS_1
Sebenarnya anda tau kan, anda kan bisa baca pikiran orang. Batin Luna.
" Ibu hanya ingin kita berjanji ajaβ. Jepri langsung duduk tegak.
" Kita?".
" Iya aku dan Jeje?β.
" Janji apa?β.
" Janji untuk tidak meninggalkan anak-anaknya!β.
" Lalu kamu Jawab apa?β.
" Saya bilang saya tidak akan meninggalkan andaβ. Wajah Jepri langsung berubah namun ia tidak menunjukkannya.
" Kalau dia jawab apa?".
" Dia siapa?".
" Jeje!".
" Dia tidak jawab langsung pergi gitu saja!β. Kata Luna santai. Jepri langsung diam mendengarnya.
" Saya mandi dulu ya, apa ada lagi yang anda tanyakan sama saya?".
Jepri hanya menggelengkan kepalanya.
Sesudah mandi Luna mencari baju tidurnya yang sering ia pakai. Dimana baju tidurku. Luna melihat hanya ada beberapa pakaian tidur baru itupun sedikit menerawang Ia memakainya karena pakaian yang biasa dipakainya gak ada.
Luna mengeringkan rambutnya di depan cermin.
" Tok.....tok...". Luna dan Jepri saling memandang. Luna berdiri dari meja rias hendak membukakan pintunya. " Tunggu!" Jepri langsung menghentikan Luna. " Biar aku saja!β. Jepri membuka pintunya. Ia melihat Jeje berdiri di hadapannya.
Luna melihatnya dari belakang tubuh Jepri. "Luna apa kamu bisa bantu saya untuk membuka resleting gaun ini?β. Luna hendak keluar.
" Tunggu sebentar istriku harus ganti pakaian dulu!β. Jepri meraih tangan Luna. Jeje melihatnya.
" Pakai kemejaku!". Jepri memberikan kemejanya. " Kamu langsung pakai saja gak perlu di copot segala!β.
Luna segera memakainya lalu menghampiri Jeje di depan pintu.
" Masuklah" Jeje membukakan pintu kamarnya.
Luna melihat Jeje mengunakan parfum namun yang tercium bau bengsin.
" Bau apa ini?β. Luna menutup hidungnya. Jeje segera membasahi wajahnya dengan air lalu ia memakai handuk di kepalanya.
Luna bingung dengan sikap Jeje yang aneh menurutnya.
Jeje mengahmpiri Luna.
β Ini pegang dulu!" Jeje menyuruh Luna memegangi korek gas.
" Untuk apa ini?β. Luna bingung.
Jeje menyalahkan apinya lalu ia kenai ke gaunnya dan apinya langsung mengenai gaunnya. Jeje memberikan koreknya langsung ke tangan Luna.
" Tolong!!" Jeje teriak sekeras-kerasnya. Luna yang terkejut ingin mematikan apinya namun Jeje malah mundur dan menjauhinya.
β Tolong.. Japran, ibu!" Jeje teriak memanggil calon suaminya dan Ziya.
Japran yang melihat api di gaun Jeje ia segera mengambil kain lalu ia basahi dan melemparkannya ke gaun Jeje yang sedikit lagi hampir mengenai tubuhnya.
Gaunnya sangat panjang jadi apinya tidak mengenainya. Luna yang masih memegangi korek hanya bengong..
Jepri dan Ziya terkejut melihat Jeje ketakutan sambil dipeluk Japran merasa kasian
" Sayang ada apa ini?, kamu gak apa-apa kan?β. Jeje masih menangis ketakutan sambil memeluk erat Japran.
β Luna kenapa bisa terbakar gaun pengantinnya?β. Tanya Ziya.
Jepri melihat Luna langsung mendekatinya.
" Ada apa?β tanya Jepri. Luna hendak bicara namun Jeje mendahuluinya.
" Dia mau membakar ku bu!β Semuanya terkejut mendengarnya.
" Maksud kamu apa?β. Tanya Japran.
" Luna iri kepadaku karena ibu memberikan gaun ini untukku bukan kepadanya!β.
Luna melongo mendengarnya.. Ziya dan Japran langsung menatap tajam ke arahnya apa lagi Luna memegangi koreknya.
Jepri langsung menatap ke arah Luna.
" Apa benar yang di bilang sama dia??".
" Saya tidak melakukannya!" Jawab Luna. Jepri mengangkat tangannya yang sedang memegangi korek gas.
β Lalu ini apa?β.
Bersambung jika Suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih π€π€π€
__ADS_1