
Luna memilih untuk diam namun hatinya masih belum puas sebelum ia mengucapkan rasa terima kasih kepadanya.
" Pak. terimakasih sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk membuka butik lagi, saya sangat senang pak!”. Luna tidak melanjutkan lagi bicaranya karena Jepri tidak mendengarnya.
Huh dia itu kenapa sih dari tadi diam terus. Luna makin penasaran dengan sikap Jepri yang tiba-tiba berubah jadi lebih banyak diam.
Pintunya kebuka.
Jepri turun lebih dulu, disusul sama Luna. Ketika Luna mau belok ke paviliun. " Mau kemana kamu!?” Jepri menghentikan langkahnya.
Ya aku mau ke paviliun kemana lagi, apa dia lupa!. Batin Luna sembari melihatnya.
" Tempatmu bukan disana lagi!" Jepri langsung masuk. Luna masih berdiri membekuk.
" Nona. tempat anda sekarang di kamar utama!” Saut Semi dari arah belakang.
" Kenapa aku di pindahin Sem?”
" Anda lupa sama ucapan saya tadi pagi!”. Luna mengingatnya, ia buru-buru menyusul Jepri ke dalam.
Jepri sudah berdiri di depan kamar utamanya.
" Mulai hari ini dan seterusnya itu kamar kamu!".
Kenapa aku di sini. lebih baik aku menurut saja dari pada dia marah. Luna segera menjawabnya sembari melihat ke arahnya.
" Terima kasih Pak!”
Jepri hanya mengangguk lalu ia masuk ke kamar satunya.
Jadi sebelahnya kamar dia. bukannya aku dulu pernah tidur di sana!. Luna malah bicara sendiri.
" Non, sebaiknya anda mandi, karena keluarga tuan akan segera datang!”. Suara Lila membuat Luna sadar.
" Kenapa aku harus bersiap?" Lila tidak menjawabnya.
Luna membuka pintunya, Ia terkejut dengan isinya. Ya Tuhan kamar ini benar-benar besar dan megah.. Batinnya.
" Non. ini pakaian yang harus di pakai malam ini sama anda!”.
Percuma aku bertanya kepada Lila dia tidak akan menjawabnya. aku harus cari tau sendiri.
" Oke Lila terimakasih, saya akan bersiap tolong tinggalkan saya sendiri!”. Lila mengangguk lalu dia segera pergi..
Luna pergi ke balkon disana ia bisa melihat pemandangan yang sangat indah jika dilihat dimalam hari.
Saking senengnya Luna lupa jika ia harus bersiap, tidak lama ada mobil datang memasuki halaman rumah. Luna melihat dari atas kamarnya, dua wanita cantik turun dari mobil. Yang satu paru baya, satunya lagi masih muda.
Jangan² mereka itu keluarga Pak Jepri. Itu ibunya dan dia adiknya. Luna segera masuk dan bersiap.
Di bawah...
Jepri menyambut ibunya dengan hangat, ia memeluk wanita paru baya tersebut.
” Apa kabar nak!”.
" Jepri baik bu”. Mereka melepaskan pelukannya.
” Hai Jeep, apa kabar?”. Sapa wanita satunya.
" Saya baik!”. Jepri tidak menyapanya balik
Jepri mengajak ibunya untuk masuk. Dimeja sudah terhidang makanan yang lezat.
__ADS_1
" Kapan kamu akan pulang nak!".
" Jepri sibuk akhir-akhir ini bu, lain kali Jepri sempatkan deh kesana!”.
Semua mata langsung melihat ke arah Luna yang baru turun dari tangga.
Dari kejauhan Luna sudah tersenyum ke arah mereka. Jepri melihat penampilannya rapih namun rambutnya masih berantakan.
" Siapa dia?" unjuk Ibunya penasaran. Luna segera menghampiri mereka.
" Halo bu saya Luna!" Jawab Luna sopan sembari mencium tangannya.
Luna beralih ke wanita satunya.
" Hai saya Luna!” Luna menyebutkan namanya sembari mengulurkan tangannya.
" Jeje!" Wanita itu menyebutkan namanya.
” Kamu siapanya Jepri!" Jeje bertanya langsung.
Luna hendak menjawab.
" Dia istriku!" Saut Jepri mengejutkan semuanya. Jeje memandangi wajah Luna.
" Istri?.. kapan kalian menikah!. ko ibu gak di kasih tau?". Saut ibunya.
Luna melongo mendengarnya, nyawanya belum kumpul makanya otaknya lemot. Istri!. sejak kapan aku dan dia menikah. batinnya
Jepri berdiri di sampingnya sembari memegangi pundaknya. ” Kami baru menikah secara agama, belum kami resmikan bu!".
Luna menatapnya dengan jarak dekat.
Jepri membalas tatapannya dengan senyuman. Luna langsung terdiam sembari berpikir. Mungkin ini yang di maksud Sem, aku harus menurutinya jika tidak. Luna bergidik ngeri.
Jepri terdiam. " Bukan begitu bu. mas Jepri ingin sekali memberi tau ibu. tapi waktunya belum tepat. " jawab Luna membuat Jepri terkejut.
Tiba-tiba Jeje hilang keseimbangan dan dia hampir jatuh. "Jeje!" Ziya segera memeganginya. " Kamu kenapa nak?”.
Jeje segera duduk di sofa sembari memegangi kepalanya.
” Saya hanya kecapean bu!, mungkin saya mabuk udara!".
” Lila!". panggil Jepri. Jeje menatap Jepri.
" Iya tuan".
" Tolong anterin dia ke paviliun!”.
Jeje terkejut kenapa dia di kirim ke paviliun bukan di kamar tamu atau di kamar 2.
" Kenapa Jeje di paviliun nak?”. Tanya ibunya.
" Kebetulan kamar no dua masih diperbaiki bu!”.
" Oh gituh, sayang sebaiknya kamu istrhat dulu. Lila tolong anterin dia!" ucap Ziya kepada Lila.
" Baik Nyonya!"
Jeje akhirnya ikut dengan Lila, tatapan matanya terus ke arah Jepri.
Kenapa dia terus menatap Pak Jepri, siapa dia?. Batin Luna.
Ziya menatap Luna. " Apa ibu boleh pinjem mantu ibu sebentar?".
__ADS_1
Jepri menatap Luna. " Hanya sebentar ko!".
Jepri lalu mengangguk.
" Ayo ikut ibu!" Ajaknya ke atas. Jepri menatap mereka pergi.
Luna di ajak ke kamar ibunya.
" Nak. ibu sangat terkejut mengetahui Jepri sudah menikah. selama ini Jepri hanya bicara soal pacarnya yang ibu sendiri saja tidak tau siapa!. apa itu kamu nak?”.
Luna bingung dengan pertanyaannya. Gimana ini, aku tidak tau pak Jepri dan pacarnya. aku harus jawab apa sama beliau. Batin Luna.
” Bukan saya bu!”. Semoga jawaban ini tepat. batin Luna. Ziya langsung tersenyum mendengarnya.
” Syukurlah bukan kamu nak!” Ziya memeluknya dengan erat.
" Nak. nitip anak ibu ya.., tolong jaga dia baik-baik, dan jangan patahkan hatinya!”. Luna tertegun mendengarnya.
Gimana jika ibu tau kalau kami hanya bersandiwara!. Luna terdiam memandangi wajah bu Ziya.
” Cerita sama ibu gimana kalian bertemu?”. Luna langsung menceritakan semuanya.
Hampir 30 menit Luna dan ibunya belum juga turun.
Di bawah Jepri merasa gusar. ia terus melihat ke atas. Tidak lama Luna dan ibunya turun.
Mereka lalu duduk bersama.
Jepri melihat keduanya. Apa yang terjadi!. gumamnya.
"Kapan ajak istrimu ke rumah ibu nak, kasian dia kalau harus dirumah terus!”.
Jepri melihat ke arah Luna. ” Nanti saya ajak kesana bu!”.
" Hmmmm!" Ibunya membuyarkan lamunannya. Jepri mengarahkan matanya ke arah ibunya.
" Ibu tidak bisa lama-lama di sini, ibu kesini hanya ingin kamu datang di pernikahan Japran!, dia tidak bisa langsung menemui mu karena dia harus keluar kota untuk mengurus cabang perusahaannya!”.
Jepri hanya diam mendengarkan perkataan ibunya. Ziya mengeluarkan kotak. " Ini dari Japran, dia minta ibu untuk mewakilinya berharap kamu bisa datang nanti!”. Jepri menerimanya.
" Jadi ibu kesini demi dia!” Jepri menatapnya dengan tatapan sinis.
" Bukan begitu Nak. ibu kesini sekalian ingin bertemu dengan kamu ibu kangen sama kamu!”.
Bohong, lagi-lagi dia harus bohong sampai kapan ibu bohong kepadaku!. Batin Jepri kesal. Luna melihat interaksi keduanya.
" Lila.., tolong panggilkan Jeje kemari!" Perintah Ziya. Lila segera pergi ke paviliun.
Tidak lama Lila datang sendiri tampa Jeje. " Nyonya besar mohon maaf kata non Jeje ia masih ingin istrhat!”.
Ziya menganggu. Mereka makan malam tampa Jeje. Luna melihatnya ke arah Jepri yang belum menyentuh makanannya.
" Mas, apa mau aku buatkan sesuatu?". Luna inisiatif karena Jepri tidak makan lagi. Jepri menoleh ke arahnya.
" Tidak perlu repot-repot saya lagi tidak selera makan!”.
Ziya menatap keduanya.
Sepertinya dia gadis yang baik. Batin Ziya.
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗