Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
62


__ADS_3

Luna menghampiri Jepri yang sedang berdiri di teras, melihat Jepri lagi serius Luna tidak bicara, ia berdiri di samping Jepri.


" Sayang, apa anda baik-baik saja?". Jepri menoleh ke samping


"Hmmm ". Jawaban pendek dari Jepri


” Kalau papamu masih hidup, apa yang akan kamu lakukan?". Luna melotot mendengarnya.


" Memeluknya erat, dan bilang saya merindukan beliau!,".


" Kalau ada orang yang menemukan papamu lalu dia minta imbalan!, apa kamu bersedia memberikan permintaannya?". Luna terdiam sejenak.


" Imbalan seperti apa sayang maksudnya?". Jawaban Luna membuat jepri gemes.


" Imbalan untuk meninggalkan saya misalnya!". Luna langsung menundukkan kepalanya ia tidak bisa menjawabnya. Kenapa dia diam, apa dia mulai ada rasa?. Jepri mengangkat wajahnya. Jepri menuggu jawaban.


" Sayang, saya tidak bisa memilih keduanya sama-sama berarti bagi saya!”.. Jepri terkejut sekaligus senang mendengarnya tapi ia juga sedih karena Pak Yusuf masih belum aman.


Jepri memeluknya dengan erat. Luna membalas pelukannya.


" Apa kamu serius?". Luna mengangguk kepalanya.


" Kenapa anda tiba-tiba bahas soal papa, apa anda tau sesuatu?".


" Saya hanya ingin tau saja, seberapa berharganya saya di hidup kamu!". Luna langsung tersenyum tipis.


Maaf aku tidak bisa jujur, karena saya tidak ingin kamu sedih. Batin Jepri.


Di ruangan kedap dan sempit Pak Yusuf bertahan sejauh ini demi anak semata wayangnya.


Pintunya kebuka cahaya dari luar mulai menerangi ruangannya, Pak Yusuf melihat Zaki mendorong kursi roda, wajahnya tidak jelas siapa yang Zaki bawa ke ruangannya.


Zaki menyeringai melihat pak Yusuf.

__ADS_1


Zaki mendorong kursi rodanya kehadapan pak Yusuf.


" Ini temanmu, dia yang akan menemanimu di sini!". Pak Yusuf terkejut melihat Lala yang berada di kursi roda.


Lala terduduk malu ia tidak mampu melihat mantan suaminya itu.


" Tunggu!" Pak Yusuf menghentikan Zaki yang hendak pergi ia menoleh ke arah pak Yusuf.


" Apa pak tua?".


" Bawa wanita ini dari sini!, saya tidak mau satu ruangan dengannya!!".


" Hahahaha!". Zaki tertawa jahat. Lala sakit hati mendengarnya, dulu ia pernah bicara seperti itu kepada Pak Yusuf sekarang dia mengalaminya.


” Memangnya saya peduli??". Zaki langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Lala menitihkan air matanya ia merasa sakit hati.


Pak Yusuf langsung menjauh dari Lala. Lala merasa sendiri dan harapan hidupnya tidak berarti lagi.


" Pa, mama mohon maafkan mama". Lala berusaha minta maaf. Pak Yusuf menjauh lagi dia tidak bicara sepatah katapun.


Di rumah Jeje terlihat bahagia ia tidak henti-hentinya tersenyum. Setelah Luna baru Zapran akan aku kirim dia ke tempat yang jauh. Jeje tersenyum jahat sambil membayangkan wajah Jepri.


Jepri pulang ke rumah, ia masuk sendiri tidak bersama bareng istrinya. Ziya heran di hatinya bertanya-tanya.. Sedangkan Jeje langsung senang,


" Nak, Luna dimana?". Ziya merasa penasaran.


" Iya bu, saya di sini!". Luna muncul dari belakang punggung Jepri. Jeje geram ia pun langsung duduk di sofa.


" Ibu pikir kamu pulang sendiri?".


" Aku tidak mungkin pulang tampa dia bu". Jawaban Jepri membuat hati Jeje kepanasan. Luna dan Jepri langsung masuk ke kamar.


Jepri merebahkan tubuhnya sembari berpikir gimanapun ia harus menemukan pak Yusuf.

__ADS_1


” Lun, saya ingin bicara serius!". Luna langsung mendekatinya.


" Iya ada apa?”. Jepri menatap matanya yang indah.


" Saya ingin kamu pergi sementara dari sini!". Luna terkejut dan langsung sedih. Jepri memegangi wajah istrinya.


" Untuk sementara waktu kamu tidak boleh menunjukkan dirimu di hadapan keluarga saya".


” Apa ini ahir dari sandiwara kita?”. Jepri menggelengkan kepalanya. Luna langsung menangis ia tidak menyangka harus pergi secepat itu.


" Kamu percaya sama saya?" Luna menatapnya dengan tatapan sedih dan penuh tanda tanya. Jepri merasa tidak tega melihat Luna sedih. Ia pun langsung memeluknya erat. Tangis pun pecah, Luna merasa sedih seperti ia kehilangan papanya.


" Jangan nangis saya mohon, saya melakukan ini ada alasannya. Jepri berusaha menenangkan Luna. Luna tidak banyak tanya ia hanya berpikir bahwa pernikahannya akan berakhir.


" Sampai saya bilang kamu pergi kamu harus menuruti saya". Luna menjawabnya dengan anggukan. Hatinya hancur mendengar Jepri menyuruhnya pergi.


Mungkin aku tidak akan sesakit ini kalau aku tidak mencintainya. Batin Luna. Jepri masih memeluk istrinya.


Ini yang aku suka dari kamu, kamu selalu nurut dan tidak banyak tanya, saya janji ini air mata sedih kamu terakhir, selebihnya kamu akan menangis air mata bahagia. Batin Jepri sambil mencium pucuk kepalanya.


Jeje yang merasa geram ia tidak ingin lama-lama lagi melihat Jepri dan Luna masih sama-sama langsung mengambil ponselnya dan pergi ke paviliun.


Ia menghubungi Zaki..


>> Iya sayang, apa kamu kangen lagi sama aku?. Zaki.


>> Aku ingin cepat-cepat Luna pergi besok, kamu harus menepati janji kamu?. Jeje


>> Oke sayang.


Jeje langsung menutup telponnya, ia lalu mengirimkan pesan sama Luna.


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗.

__ADS_1


__ADS_2