Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
24


__ADS_3

Jepri dan Sem masih mematung di loby kantornya.


"Sem apa kamu sudah membelikan majalah yang baru?”.


" Sudah tuan, mungkin sekarang sudah ada di ruangan anda!”


Jepri melihat Luna asik bicara sama abang yang jualan makanan.


Ia sesekali tertawa kecil.


Dari jarak jauh Jepri melihatnya. " Ngapain dia senyum-senyum begitu, memangnya ada yang lucu!”.


Semi mendengarnya kaget lalu ia memilih untuk diam.


" Aku akan kesana!”.


" Tunggu Tuan.. anda jangan kesana nanti nona..” Semi menghentikan langkahnya. Jepri mengurungkan niatnya dan kembali ke posisinya.


Luna terkejut melihat Jepri masih menunggunya.


" Bawa apa kamu?”. dengan nanda kesal Jepri bertanya.


" Ini batagor dan lumpia basah anda mau pak?"


" Jangan sampai nanti kamu sakit perut !".


Jepri segera masuk, Luna melihat ke arah Sem,. " Sem kamu mau?”.


" Terima kasih nona, untuk anda aja!". Semi segera menyusul Jepri.


Mereka sama-sama masuk ke dalam gedung. Semua menyapanya dan membungkuk. Luna membalas senyuman mereka dan membungkuk juga.


Kenapa semuanya pada tersenyum.


Jepri melihat ke arah Luna Ia lagi tersenyum dan membungkuk seperti mereka lakukan.


Rupanya dia yang membuat semuanya tersenyum. Jepri merasa tidak suka.


Semi memperhatikan wajah Jepri yang nampak kesal. Ia mengeluarkan ponselnya lalu mengirimkan pesan kepada Luna.


💌


( Nona. tuan Jepri tidak suka melihat anda tersenyum kepada stafnya!!).


Luna yang masih memegang ponsel di tangannya segera membacanya.


Apa, masa ada aturan seperti itu, bukannya senyum itu ibadah.


Luna melihat ke arah Sem. Semi tidak bergeming ia terus jalan dan pandangan pokus ke depan.


Semi lebih mengenal pak jepri di bandingkan aku.. lebih baik aku nurut saja dari pada neraka nanti. Batinnya takut.


Luna tidak terseyum lagi sampai ia naik ke dalam lift. Suasana jadi hening ketiganya pada diam.


Jepri lebih dulu keluar dari lift. Benar dia marah, gimana ini. Luna sangat takut.


Di ruangan.


Jepri langsung duduk. " Pak!” Jepri langsung menatapnya. Luna gak jadi bicara. ia hanya tersenyum lalu pelan-pelan mundur dan duduk manis di sofa.


Luna memilih baca majalah. Salah lagi aku, kalau di lihat-lihat dia itu makin marah makin tampan. Luna mengintipnya dibalik majalah.


Luna baru sadar kalau majalahnya edisi terbaru. " Wah ini kan edisi terbaru!”. Luna seneng banget apa lagi soal fashion ia melupakan Jepri yang sedang marah.


Jepri sesekali meliriknya. Dia itu gampang banget tersenyum sama orang lain, gimana kalau mereka anggap dia itu menyukai mereka dasar bodoh!.


Di butik.


Cukup lama Aris menuggu Luna di depan butiknya. Ia tidak masuk ke butik memilih menunggunya di dalam mobilnya.


Ini hampir dua jam namun Luna belum juga datang, atau jangan-jangan dia udah di dalam butik. Aris memutuskan untuk mengeceknya ke dalam.


Aris hanya melihat Mila yang sedang mengelap patung ia menghampirinya.


" Selamat pagi, apa nona Luna ada?”.


" Hari ini nona tidak datang pak!, ada yang bisa saya bantu?”.


"Oh dia gak datang, kenapa gak ngabarin ya, padahal semalam kita udah janjian pagi ini!..


" Ia pak ada urusan mendadak tapi nona berpesan agar saya membantu anda!. Wajah Aris terlihat sedih. Aris sedikit kecewa karena Luna tidak mengabarinya.


Aris pura² mengeluarkan ponselnya.


" Oiya saya lupa ada janji juga pagi ini, nanti saya kesini lagi ya Mil". Aris langsung pamit dan keluar dari butiknya.


Mila melihatnya dari jauh. Anda akan lebih kecewa kalau tau nona sudah menikah.



Persiapan resepsi pernikahan paling mewah yang akan di gelar Lala hampir selesai.



Lala seneng karena impiannya selama ini hampir terwujud.


Lala mengambil ponselnya dari tas untuk menghubungi seseorang.



" Halo?”.



" Pak saya Lala, apa pesenan saya udah di kirim ke kantor suami saya?”.



" Sudah nyonya sebentar lagi mungkin sampai”


__ADS_1


" Terimakasih".



Lala segera pergi dari gedung resepsi pernikahannya. " Kamu akan senang sayang melihat hadiah yang aku berikan untukmu.



Di kantor Zaki sedang main Game, ia tidak begitu peduli dengan pekerjaan apa lagi sama perusahaannya. yang ia pedulikan hanya uang dan penampilannya.



Tidak lama pintunya kebuka. " Sayang!”. Lala datang mengejutkan Zaki yang sedang main Game.



Zaki cepat-cepat mematikan ponselnya lalu berdiri dan menyambutnya. Sial padahal mau menang gara-gara dia datang jadi aku harus keluar dari game.



" Hai sayang, tumben gak ngabarin aku kalau mau kesini?!" Zaki lalu menciumnya.



" Aku ada kejutan untuk mu?”. Zaki langsung senang. apa lagi ne yang dia kasih ke aku.. Batinnya.



" Ayo ikut!" Lala mengajaknya keluar. Di luar semua staf mengelilingi mobil mewah itu.



" Ada apa ini. kenapa orang-orang berkumpul disana?" Zaki melotot melihat mobil yang diinginkannya ada di depan matanya.



" Sayang itu untuk ku?”. Lala menganguk sembari tersenyum. Zaki sangat senang langsung ke arah mobilnya. Semua staf bertepuk tangan ketika Zaki datang.



Seseorang sudah mengabdikan momen tersebut dengan membuat Vidio yang akan Lala unggah nanti di sosial medianya.



" I love you sayangku!" Teriak Zaki seneng. Akhirnya aku memiliknya tinggal dua langkah lagi, aku akan membawa kembali Luna dari pria itu. Zaki memandangi mobilnya terus.



Lala memberikan kuncinya. " Kamu bisa mencobanya sekarang!" Dengan senangnya Zaki langsung ambil kuncinya dari tangan Lala.



Lala udah siap-siap untuk naik di sampingnya.



Zaki naik ke mobil dan langsung pergi begitu saja tanpa Lala.



Ia merasa malu sama karyawannya dan juga yang sudah membuat videonya. Dia pikir akan di bukakan pintu lalu mengajaknya, ini gak.



Semua staf langsung menatapnya. " Bubar semua!!, kalian kerja ke tempatnya masing-masing!!" Teriak Lala kesal. Semuanya langsung bubar.



" Ini bayaran kamu, dan hapus Vidio tadi!!”.


Lala langsung masuk ke kantor dengan kesal.



Dia itu bodoh atau apa sih, saya tau dia itu sangat senang tapi gak lupa juga sama aku!!.



Zaki teriak² di jalan saking senengnya. Gila.. ini gila, akhirnya aku punya mobil ini!.



Ponselnya berdering. Zaki cepat-cepat mengangkatnya.



" Ia sayang?".



" Kamu itu bodoh atau apa sih!!, susah paya aku buat ini dan kamu main pergi aja tampa ngajak aku!!”.



Sial mana cocok dia naik mobil ini.. dia itu udah tua, yang cocok hanya Luna.



" Kamu dengar gak sih omongan aku!!”.



" Sayang maaf, kamu kan tau ini mobil impian aku dari dulu, aku minta maaf, kamu jangan marah lagi ia, aku pulang sekarang!".



Lala menutup telponnya.



Zaki hanya tersenyum licik. Dulu aja dia itu baik tidak pernah marah-marah selalu bikin aku nyaman, akhir-akhir ini dia seenaknya selalu mengatur hidupku sial!!.

__ADS_1



...~~~~~...



Luna yang sedang asik baca ingat kalau ini jam waktu makan siang..



Dengan suara pelan Luna bicara. " Pak, apa bapak lapar?”. Jepri melihat jam di pergelangan tangannya.



" Ayo kita makan!”.. Aku kan cuma nanya kenapa malah langsung ngajak makan.



" Kamu mau seharian duduk disitu!?".



Luna cepat-cepat berdiri ikut keluar bareng Jepri.



" Saya tidak suka kalau kamu itu tersenyum sama semua staf di sini.



" Ia pak maaf!". Benar yang di katakan Sem, aku harus hati-hati bersikap.



" Gak saya maafin!". Luna melongo mendengarnya. Aku kan gak tau kalau bapak gak suka aku tersenyum?. tapi kalau aku protes aku takut di buat seperti neraka. Gumam Luna.



" Lalu saya harus apa agar bapak maafin saya?”. Jepri ada ide.



" Ikutin saya!". Jepri melangkahkan kakinya agak cepat membuat Luna sedikit berlari kecil di buatnya.



Luna melihat ke arah depan. Oh palingan aku di suruh pesan makanan, ah itu mah sangat mudah. Batinnya.



Jepri dan Luna duduk berhadapan. Pertama kalinya Jepri makan di kantin kantornya sendiri.



Semua staf berbisik-bisik melihat kedekatan Luna dan Jepri.



” Selamat siang pak direktur, ini menunya!". Jepri hanya mengangguk.



" Terimakasih!”. Luna yang menjawabnya.



" Bapak mau makan apa?”. Luna membalikkan buku menu nya.



" Spaghetti bolognese dan sate ayam!”.. Tuh kan benar aku pasti hanya di suruh untuk memesankan makanannya. Luna hendak berdiri.



" Tunggu!.. kamu mau kemana?”. Jepri menghentikan Luna yang hendak berdiri.



" Saya mau pesan makanan bapak!”. Jepri menjentikkan tangannya. Seseorang menghampirinya.



” Spaghetti bolognese dan sate ayam bumbu kacang!". Jepri menyebutkan pesenannya. Luna masih diam dan berpikir kalau bukan itu apa ya. Batinnya bertanya..



Jepri memainkan ponselnya.



Dalam hitungan menit pesenannya langsung datang. Pelayanan itu meletakkan makanannya di depan Luna.



" Suapi saya!”. Dengan santainya Jepri meminta Luna untuk menyuapinya.



Hah, ini kan di muka umum, semua orang pasti melihatnya.



" Kenapa diam ayo?”.



Luna tidak bisa menolaknya, mana susah harus memakai sumpit spaghetti nya. Dengan sabar Luna menyuapi Jepri seperti anak kecil, Jepri senyum-senyum senang karena ada stafnya yang Luna senyumin tadi pagi.



Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2