
Jepri merasa kesepian, biasanya Luna selalu ada bersamanya, ia tersenyum tipis sambil melihat poto Luna di ponselnya. Jepri ingat Luna kalau dia sendirian lalu ia turun ke bawah.
" Lila!" Panggil Jepri. Lila segera menghampirinya
" Iya tuan".
" Mulai hari kamu saya pecat!!". Ziya terkejut mendengarnya.
Lila mengangguk.
" Tunggu nak, kenapa Lila di pecat apa salah dia?" Jeje mendengar keributan langsung melihatnya.
" Salah dia karena sudah membiarkan Luna pergi dari rumah ini!".
" Dia tidak salah Ji!, yang salah istrimu karena dia pergi dengan mantannya!". Saut Jeje.
" Apa!, jadi kamu tau Luna pergi sama mantannya?". Tanya Ziya kaget. Jeje menganguk. Jepri mengeratkan tangannya ia ingin sekali menampar Jeje yang sudah fitnah Luna.
" Iya bu, sebenarnya Luna ingin pergi sejak lama, namun waktunya belum tepat, dan mungkin ini waktunya". Jeje bicara sambil melihat ke arah Jepri.
Jepri langsung naik lagi ke atas amarahnya memuncak.
Jeje tersenyum senang karena rencananya berhasil.
" Nyonya saya permisi!". Lila langsung pergi ke dapur. Jeje langsung naik ke atas nyusul Jepri, berniat untuk menghibur Jepri.
" Ji, apa aku boleh masuk?" Jeje mengetuk pintunya, namun Jepri enggan membukakan pintunya.
" Nak, sebaiknya biarkan Jepri tenang dulu, dia butuh sendiri " Saut Ziya. Jeje menganguk. Ziya langsung sedih melihat Jepri sangat terpukul.
Di dalam kamar Jepri mengusap wajahnya amarahnya belum juga reda, mendengar ponselnya bunyi Jepri membukanya, bibirnya langsung tersenyum. Jepri segera melakukan vidio call.
" Sayang, apa kamu sudah makan?". Jepri memandangi istrinya di layar ponselnya. Jepri hanya mengangguk.
" Sebentar lagi Lila kesana, apa kamu takut sendirian di sana?".Luna menggelengkan kepalanya.
" Kamu sudah makan?". Tanya balik Jepri.
" Belum, saya akan makan setelah anda makan!". Jawaban Luna membuat amarahnya redah dan menghilang. Jepri dan Luna berbincang-bincang.
Di bawah Ziya dan Jeje merasa hawatir karena Jepri tidak turun juga.
" Sayang aku pulang".
Zapran datang tiba-tiba tidak mengabari istrinya terlebih dahulu.
__ADS_1
Jeje melotot melihat suaminya datang, raut wajahnya terlihat tidak senang melihat suaminya pulang.
Zapran langsung mencium istrinya dan memeluknya.
" Aku merindukan kamu sayang" Jeje tidak menjawabnya. Ziya hanya tersenyum sambil pura-pura batuk agar Zapran tau dirinya ada di situ.
" Ibu, aku juga kengen sama ibu" Zapran memeluk ibunya,.
" Ibu juga kangen sama kamu nak. Zapran melihat ke sekitarnya.
" Di mana adik ipar dan Jepri?". Ziya hanya menarik napasnya.
" Sebaiknya kamu mandi dan makan sayang". Suruh Ziya. Zapran langsung mengangguk.
" Oiya sayang, besok kita pulang karena pekerjaan aku di sini udah selesai!".Jeje melotot mendengarnya.
Setelah bicara Zapran langsung pergi ke paviliun, mengingat poto nya di lantai Jeje dengan cepat lari mengejar suaminya.
" Sayang tunggu, kamarnya sangat berantakan kamu tunggu dulu saya akan merapikannya sebentar. Zapran mengangguk sambil mencubit hidung istrinya.
Dengan cepat Jeje marapikan semuanya dan langsung keluar.. Zapran mendekatinya langsung membisikkan sesuatu.
" Sayang, aku tunggu kamu di dalam. Bisiknya membuat Jeje kesal. Dengan mata genitnya Zapran memainkan matanya. Jeje pura-pura tersenyum senang, setelah Zapran pergi Jeje langsung mendengus kesal
" Bu, apa kita tega ninggalin Jepri di rumah ini sendiri, sedangkan dia lagi butuh kita!". Ziya langsung berpikir.
" Sebaiknya kamu ikut sama Zapran nak, urusan Jepri, biar ibu saja yang mengurusnya.
Sialan, Kenapa jadi begini sih!. Jeje merasa kesal lalu ia berpikir sejenak. Ia langsung pergi ke kamar menyusul suaminya.
Di dalam kamar Jeje siap-siap merayu suaminya ia menggunakan pakaian seksinya dan menuggu suaminya selesai mandi.
Keluar dari kamar mandi Zapran langsung senang melihat istrinya sedang duduk menuggunya. Zapran langsung menghampirinya dan mengajaknya untuk berhubungan intim.
Jeje melakukannya demi rencananya ia tidak mau pulang dari rumah Jepri. Jeje membuat Zapran puas, tubuhnya mulai lemas karena seharian penuh Zaki menjamahnya.
" Sayang apa kamu lelah?". Zapran mendengar suara Jeje naik turun. Jeje menggeleng kepalanya.
Jeje terus melayaninya sampai Zapran lemas. Setelah melakukan ritual panjangnya, Jeje membaringkan kepalanya di dada suaminya sambil memainkannya dengan jari.
" Sayang, aku betah di sini, apa kamu tidak keberatan aku tinggal di sini!". Zapran diam sebentar.
" Gimana kalau kita LDR, seperti ini misalnya kita menahan rindu seperti waktu kita pacaran dulu!”. Zapran masih belum menjawabnya.
Jeje masih belum menyerah ia mencium suaminya.
__ADS_1
" Sayang jawab?" .. Zapran langsung menganguk.
Jeje sangat senang ia terus menciuminya. " Lalu gaun yang aku mau mana?". Zapran menujuk tasnya di sofa. Jeje langsung memeluknya.
" Terimakasih sayang!". Zapran membalas memeluknya hatinya sedih karena harus berjauhan dengan istrinya.
Melihat jam hampir tengah malam, Jepri masih asik berbincang, melihat mata Luna mulai ngantuk Jepri menyuruh Luna untuk tidur duluan. Dengan patuh Luna meiyakan. Setelah layarnya mati Jepri mencium layar ponselnya.
" Selamat tidur sayang". Jepri bicara sendiri sambil tersenyum senang lalu iapun segera tidur. Jepri tidak mengungkapkan perasaan langsung karena menurutnya itu membuat dia tidak terlihat keren lagi.
Paginya.
Jeje berdandan sangat cantik, ia sudah bersiap untuk menyiapkan sarapan pagi untuk semuanya. Jeje sangat seneng karena ini yang dia inginkan. Aku akan masak semua yang kamu suka Ji. Batinnya.
Ziya melihatnya senang karena Jeje mau ke dapur dan membuat sarapan.
" Sayang, kamu rajin sekali, beda dengan wanita yang tidak tau malu itu!". Kata Ziya yang baru saja turun. Jeje hanya tersenyum tipis mendengar pujian dari mama mertuanya.
" Perempuan siapa yang ibu maksud?". Saut Zapran yang sudah berpakaian rapih. Ziya menceritakan semuanya, Zapran merasa tidak percaya sama ucapan ibunya.
" Kamu beruntung sayang mendapatkan istri sebaik Jeje" Puji Ziya kembali. Jepri yang baru turun ke bawah semuanya langsung melihat ke arahnya.
" Nak, apa kamu mau ke kantor?". Tanya Ziya. Jepri mengangguk.
" Kamu liat nak, kaka ipar mu yang masak semua ini". Jepri tidak memujinya atau bicara sedikit pun. Zapran menepuk pundaknya.
" Apa kamu percaya adik ipar lari dengan mantannya?". Jeje melotot mendengarnya.
" Ada buktinya ko, dia kan nulis surat sama Jepri" Saut Jeje.
" Apa kamu yakin?" Tanya Zapran lagi. Lagi-lagi Jeje menyela pembicaraan mereka.
" Udahlah sayang kita gak usah bahas perempuan itu lagi, sebaiknya kita sarapan dulu". Jepri menahan amarahnya ia pendam di hatinya.
" Oh iya bu aku akan kembali ke rumah, nitip Jeje ya, dia ingin di sini sama ibu, palingan aku ke sini sabtu minggu. Ziya langsung melihat ke arah Jeje.
" Lalu siapa yang mengurus mu di sana?".
" Ibu tenang saja, saya bisa ko”. Zapran menenangkan ibunya. Jeje tersenyum lega akhirnya ia bisa bebas dekat dengan Jepri.
Mendengar ucapan Zapran Jepri langsung pergi meninggalkan mereka yang sedang berbincang-bincang.
" Nak sarapan dulu". Kata Ziya, namun Jepri tidak menggubrisnya ia terus jalan dan naik ke mobilnya lalu pergi.
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🥰
__ADS_1