
Jepri senyum-senyum sendiri sembari duduk dan matanya ke arah laptop.
Luna yang sedang baca melihat Jepri tersenyum merasa kagum karena ia baru pertama kali melihatnya tersenyum.
" Bapak tau, senyum bapak itu sangat manis!” Sontak Jepri langsung kaget dan diam.
Luna menutup mulutnya dengan tangan. Sial lagi-lagi mulut ini tidak bisa di kontrol. Luna mendudukkan kepalanya pura-pura baca lagi.
Jepri langsung memikirkan ucapannya. Ia pun seneng mendengarnya.
Kelamaan baca membuat mata Luna ngatuk, ia menutup wajahnya dengan majalah lalu menyederkan kepalanya di sofa dan tidur.
Semi yang baru masuk keruangan melihat Luna tidurnya asal merasa lucu.
Semi melihat Jepri senyum-senyum sendiri langsung mengarahkan matanya kepada Luna.
" Tuan, sesuai dengan keinginan anda!" Semi meletakkan tiket pesawatnya di meja.
Jepri melihat ke arah Luna. Ngapain dia kenapa posisinya seperti itu?.
Semi yang tau Jepri sedang memperhatikan Luna segera bicara.
" Kurasa nona tidur tuan!". Jepri langsung melihat ke arah Semi.
" Kamu memperhatikan dia??".
" Tidak tuan. saya pernah lihat orang tidur yang selalu menutup wajahnya dengan koran atau buku!”. Hampir saja. Gumam Semi.
" Sem tolong bawakan cermin untuk saya”.
" Baik tuan" Semi segera pergi. Untuk apa cermin?. Semi bertanya di hatinya.
" Tuan cerminannya”. Semi memberikan cermin tersebut. Jepri melihat dirinya sendiri di depan cermin.
" Oiya Sem, memangnya kalau saya tersenyum itu manis ia?”. Semi bingung dengan pertanyaan dari Jepri.
Mana saya tau tuan, saya pria normal tuan muda. Batin Semi.
" Kata dia senyum saya manis Sem". Semi langsung menahan tawanya.
Pantas saja tuan muda aneh. Batin Semi.
Jepri mendekati Luna yang sedang tidur. Ia mengambil bantal sofa lalu membenarkan posisinya. Dasar ceroboh mana enak tidur begitu. Kakinya di angkatnya.
Tuan muda dulu anda tidak seperti itu, semoga nona tidak sama seperti dia.
Jepri duduk lagi di kursinya. " Sem, kamu carikan gaun yang senada dengan kemeja yang di buat dia. warnanya hijau".
" Baik tuan!". Semi lalu pergi.
Hari makin sore Luna belum juga bangun. Jepri hanya menatapnya dari jauh.
Menjelang malam. Luna menguap. Ia melihat ke arah jendela, langit sudah gelap.
Ini udah malam, saya ketiduran rupanya. Luna menatap ke arah Jepri.
" 4 Jam tidur dan saya harus menunggu kamu untuk bangun!". Luna beringsut dari posisinya.
" Maaf pak saya!.."
" Gak saya maafin!”. Luna melongo mendengarnya. Huh salah lagi kan.
" Ayo pulang!". Luna segera bangun lalu pergi.
Gimana ini besok acara Mama, dan lusa acara pak Japran, kalau dia marah bisa-bisa batal rencana aku.
Di mobil Jepri hanya santai memainkan ponselnya.
Pintunya kebuka.
Jepri turun lebih dulu kali ini ia membawa tasnya sendiri. Lun segera mengikutinya. " Pak biar saya saja yang bawa!”.
" Tidak perlu saya bisa sendiri!" Jawabnya langsung masuk ke ruangan kerjanya.
Huh bodoh, kenapa bisa ketiduran gini sih!. Luna melihat Sem yang hendak masuk ke ruangan kerjanya. " Sem, apa saya boleh menanyakan sesuatu?".
" Iya nona.
__ADS_1
" Sem, gimana caranya agar pak jepri mau ikut ke rumah ibu?".
Semi terdiam sejenak. ia melihat Jepri sedang menatapnya di balik pintu ia mendengar Luna bertanya kepada Semi.
Tampa anda ajakpun Tuan memang mau kesana nona.
" Nona, sebaiknya anda menuruti semua keinginan tuan, maka tuan akan ikut dengan anda!".
Luna langsung mengerti. " Oh begitu ia, terimakasih ia Sem?".
" Sama-sama non, saya permisi!".
Luna segera masuk ke kamarnya lalu ia mandi.
Tidak lama Jepri segera masuk ke kamarnya ia membuka jasnya lalu duduk di sofa
Luna mendekatinya.
" Pak, apa bapak mau mandi?". Jepri tidak menjawabnya. Oiya dia kan lagi marah gara-gara aku tertidur pulas di kantor.
" Saya akan maafin kamu, asal." Luna menuggunya. " Iya!".
" Mulai besok kamu panggil saya dengan sebutan Sayang!" Luna melotot mendengarnya. Jika aku menolaknya yang ada nanti dia gak mau datang di resepsi mama dan pak Japran.
" Iya.".
" Iya apa?”
" Hmmmm Sayang hehehe" Jepri langsung berdiri.
" Sepertinya kamu gak iklaz lebih baik gak usah!".
" Tidak sayang, saya suka, suka banget" Luna berusaha menunjukkan kalau dirinya tidak terpaksa.
" Oke, siapkan air hangat, saya mau mandi!". Luna akhirnya lega. Jepri langsung tersenyum senang.
Keesokan harinya.
Luna ragu-ragu mau membangunkan suaminya. Duh gimana ini udah hampir siang tapi dia belum bangun juga.
Jepri membuka matanya. " Selamat pagi pak, eh sayang ada mau mandi air hangat atau dingin?".
" Iya maaf sayang mungkin belum terbiasa!".
Jepri segera bangun lalu ia pergi ke kamar mandi. Huh, dia itu aneh, awalnya aja sikapnya biasa. saya tau dia hanya ingin menghukum ku kan.
Drama pagi sudah lewat. Luna sudah memakai gaun punyanya, Jepri keluar dari ruang ganti. Luna senang Jepri memakai kemejanya.
" Sayang itu kemejanya bagus banget!". Luna memancing reaksi Jepri apa dia suka dengan kemejanya atau tidak.
Jepri melihat kemejanya sendiri. " Oh ini, apanya yang bagus menurut saya standar!".
Luna sedikit kecewa karena Jepri tidak menyukai kemejanya.
Untung saya tidak bilang tadi kalau kemejanya itu hasil rancangan ku sendiri.
Lupakan kemeja, yang penting dia mau ke resepsi mama. Luna melihat suaminya keluar kamar lebih dulu. Di depan Lila berdiri membawa gaun.
" Untuk siapa gaun itu Lila?".
" Ini untuk anda, saya akan bantu anda memakainya".
" Tapi saya udah selesai dan mau jalan".
" Tapi nona, tuan Jepri sendiri yang menyuruh saya untuk bantu anda memakainya”.
Luna lagi-lagi harus mengalah dan memakai gaun pilihan Jepri. Gila ini Gila. gerutu Luna dalam hati.
Luna keluar mengunakan gaun pilihan Jepri, Luna baru sadar kalau gaunnya senada dengan kemejanya.
Mereka langsung pergi.
" Sayang, dua hari lagi acara pak Japran kan, apa anda mau datang?”.
" Tergantung!" Jepri malah asiek main ponsel. Gimana ini. Gumam Luna.
" Saya udah janji sama ibu Ziya kalau saya akan kesana!’.
__ADS_1
" Itu kan kamu bukan saya!”.
Luna terlihat sedih.
" Oke, tapi tidak gratis..".
" Apa anda mau di pijet kepalanya?.
" No, saya ingin di pesta nanti kamu terus memegangi tangan saya, dan jika kamu lepas maka saya akan hukum kamu!".
" Iya!".
" Iya apa?”.
" Iya baik!".
" Bukan itu!”
Lalu apa sih maunya, luna bingung harus Jawab apa.
" Iya sayang itu baru betul!'.
Oh itu aku pikir apa. Gumam Luna.
" Iya sayang.
Sem di depan hanya senyum-senyum mendengarnya.
Nona anda ini polos banget, sehingga anda tidak sadar dengan sikap suami anda sendiri. Batin Semi.
Semi membukakan pintu mobilnya. Jepri sudah berdiri tegak menuggu Luna menggandeng tangannya. Luna langsung memegangi tangannya. Mereka masuk ke dalam gedung.
Aku harus kuat dan iklaz merelakan Zaki untuk mama, aku sekarang udah punya suami, walaupun dia belum mengakuinya. Luna melihat Mamanya dari kejauhan sangat cantik dan bahagia.
Pa, pasti papa seneng kan melihat mama bahagia. Jepri tau kalau Luna sedih.
" Jangan tunjukkan wajah sedihmu itu, mereka akan seneng kalau kamu menderita!”. Luna tertegun mendengarnya. Kalau anda peduli kenapa anda juga suka bikin saya kesal pak. Batin Luna.
Lala melihat Luna baik-baik saja dan menggandeng Jepri merasa terkejut.
Rupanya dia diperlakukan baik sama pria itu. Gumamnya. Lala memegangi tangan Zaki dengan erat dan mereka ciuman terus di depan tamu undangan.
" Sayang coba kamu lihat siapa yang datang?". Zaki langsung menoleh dan takjub. Hatinya merasa senang bisa melihat Luna.
Dia makin cantik aja. Namun Raut wajah Zaki langsung berubah jadi kesal melihat tangan Luna memegangi tangan jepri. Ada hubungan apa mereka berdua itu.
Lala memerhatikan wajah suaminya.
" Kamu kenapa?".
" Aku baik² aja ko!”. Namun hati Zaki merasa terbakar melihat Luna dekat dengan Jepri.
Luna dan jepri mendekati mereka.
" Wow Luna, saya pikir kamu akan menderita, ternyata kamu memiliki tambang emas rupanya!". Ejek Lala. Zaki hanya diam.
" Anda salah nyonya, yang punya tambang emas itu bukan istri saya, tapi saya!. dialah tambang emas saya!”. Jepri bicara sembari menatap wajah Luna.
Semuanya melotot mendengarnya. " Kalian sudah menikah??" Zaki terkejut mendengarnya.
Luna tertegun mendengar ucapan Jepri barusan. Lala langsung pucat seketika. Ia memandangi Luna dari bawah hingga atas.
" Oiya kami kesini hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan kalian, semoga kalian bahagia seperti kami”. Jepri terus bicara membuat Luna takjub mendengarnya.
" Ayo sayang kita pergi, karena kita mau keluar kota! jadi kami tidak bisa berlama-lama disini" Jepri langsung mengajak Luna pergi dari gedung resepsi.
" Kamu Jangan dulu senang, aku bicara seperti tadi cuma untuk membalasnya!”. Luna langsung diam mendengarnya.
" Iya sayang aku tau ko, tapi aku sangat berterima kasih karena kamu udah bicara baik tentang aku!".
Deg, hati Jepri langsung tidak enak mendengarnya. Ia melihat mata Luna menyimpan rasa sedih yang amat dalam.
Semi membukakan pintu mobilnya. Mereka lalu masuk.
__ADS_1
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗🤗