
Di apartemen Luna senyum-senyum sendiri sambil memoles wajahnya.
Mengingat Jepri bersikap seperti tadi membuat hatinya senang dan bahagia.
Marah gak ya kalau aku ke kantor bawa makanan untuk dia. Atau aku telepon dia dulu sebelum aku pergi. Luna memandangi ponselnya hatinya ragu mau menghubungi suaminya.
Tiba-tiba bunyi pesan masuk. Luna tersadar dan langsung membukanya. Matanya melotot melihat isi pesannya.
(" Istriku sayang, kamu pasti lagi mikirin aku kan!").
Benar kan!, bahkan dia tau yang sedang aku pikirkan sekarang. Luna ingin membalas chat nya dan berkata tidak. Namun hatinya ragu. Tampa Luna sadari Luna membalas sesuai hatinya.
( "Iya aku selalu merindukanmu suamiku").
Luna melotot pesannya sudah terkirim dan langsung di baca, ingin di hapus tapi percuma Jepri keburu baca.
Jepri tersenyum melihat pesan balasan dari Luna.
( Aku juga sama sangat merindukan mu sayang, aku cinta kamu istriku) . Luna melotot bacanya. Hatinya tersenyum senang.
Luna menaruh ponselnya dimeja riasnya lalu pergi ke balkon
Melihat langit yang cerah seperti hatinya saat ini.
" Tuhan, saya sangat bahagia, apa lagi suamiku sudah berubah". Lila merekamnya dengan ponsel lalu ia berikan kepada Jepri.
Jepri tersenyum lebar melihat Luna bahagia.
...**...
Di rumah..
Jeje segera merubah isi rumah Jepri dengan nuansa baru. foto Luna telah ia buang dan barang-barang lainnya.
Jeje sengaja agar Jepri tidak ingat Luna lagi.
Semi yang baru sadar melihat di CCTV langsung terkejut.
”Astaga gimana kalau mereka tau letak kameranya. Semi langsung panik.
Jeje yang penasaran dengan benda yang nempel dekat lukisan ia ingin meraih Cctv nya, namun ponselnya berdering. Ia tidak jadi mengambilnya langsung pokus sama ponselnya.
Semi bernapas lega karena Jeje tidak jadi ambil kamera nya.
Jeje malah pokus sama orang-orang yang sedang merapikan isi rumahnya.
__ADS_1
" Nona udah beres, semuanya udah sesuai keinginan anda!”. Jeje merasa puas dengan hasilnya
" Oke Pak terimakasih". Jeje mengeluarkan uang di dompetnya lalu ia berikan sama tukang yang sudah renovasi isi rumahnya.
" Kamu akan suka Ji" Ucapnya dengan senang.
Semi langsung menemui Jepri dan memberi tau yang di lihat di layar CCTV nya.
Jepri hanya menyimaknya tidak menanggapi serius.
" Sem lupakan wanita itu. sekarang yang penting adalah pak Yusuf. kita harus menemukan beliau segera!".
" Baik tuan! ,saya lagi usahakan gimana caranya bisa masuk ke rumah pak Zaki.
Di apartemen Luna sudah siap-siap mau menemui Jepri, dia sudah berdandan cantik dan rapih.
Di depan pintu Luna merasa pandangannya kabur dan kepalanya pusing. Dia hampir jatuh. Luna memegangi dingding tembok untuk pegangan.
" Ya Tuhan aku kenapa?". Luna cepat-cepat duduk di sofa.
" Nona anda baik-baik saja?". Tanya Lila hawatir.
" Saya hanya pusing sedikit Lila. kayaknya saya gak jadi ke kantor. kamu jangan kasih tau tuan yah!"..
" Tapi wajah anda pucat nona!". Lila benar-benar cemas.
" Jangan bilang tuan ya Lila!". Lila menganguk. Luna tersenyum lalu menutup pintunya.
Tidak terasa hari mulai sore Jepri siap-siap mau pulang. Semi yang masih diluar mengawasi Zaki di kantornya lupa tidak mengecek CCTV dirumah Jepri.
Jepri membuka pintunya terkejut melihat Jeje sudah menuggunya di luar ruangannya.
" Kamu!". Jeje langsung mendekati Jepri sambil tersenyum.
" Aku tunggu di mobil!". Bisik Jeje dengan nada menggoda. Jeje jalan duluan. Jepri menarik nafas kasarnya. Jepri tidak bisa menghindar lagi dari Jeje takut dia curiga.
Jepri langsung naik ke mobil. Jeje langsung melajukan mobilnya.
Jeje tersenyum senang melihat Jepri duduk di sampingnya.
" Sayang aku ada kejutan untuk kamu!". Jepri hanya diam dan hanya pokus sama ponselnya.
Jeje memegangi tangan Jepri. " Sayang" Jepri mendengus kesal mendengarnya.
" Hmmmm". Jawab Jepri sambil menarik tangannya dari Jeje.
__ADS_1
Jeje memilih tidak bicara lagi, ia membawa Jepri kerumahnya. Jepri turun duluan dan ingin langsung naik ke kamarnya. " Door² " Suara letusan balon diruangan tengah dan disusul suara teman-temannya.
Jepri terkejut melihat teman lamanya ada di rumahnya. Hiasan berterbangan dimana-mana.
" Selamat Jepri!". Ucap teman-temannya barengan. Jepri tersenyum kecil lalu memeluk sahabat lamanya. Salah satu temannya merekam dengan ponselnya untuk mengenang momennya.
" Gua senang akhirnya kalian bersama". Ucap salah satu temannya. Deg Jepri terkejut mendengar ucapan temannya.
" Bersama??". Jepri bengong sambil melihat ke arah Jeje. Jepri baru sadar melihat isi rumahnya dipenuhi dengan foto-fotonya Jeje dan dirinya dulu.
" Kamu suka sayang kejutannya?". Kata Jeje sambil melingkarkan tangannya di pinggang Jepri. Jepri menahan amarahnya.
" Kami senang sekali mendengar kalian akan menikah, dan sekarang kalian hidup satu rumah". Saut salah satu temannya.
Jepri merasa gusar dan marah mendengar ucapan teman-temannya.
" Maaf sebelumnya saya capek mau istrhat dulu!". Jepri langsung naik ke kamar dan melepaskan tangan jeje darinya.
Teman-temannya terkejut melihat sikap Jepri yang dingin dan cuek sama Jeje.
" Jean dia Kenapa?". Tanya temannya. Jeje menahan malu karena jepri cuek kepadanya malah bengong.
Salah satu temannya menepuk pundak Jeje. " Kami pulang yah?". Jeje hanya tersenyum tipis sambil mengangguk. Teman-temannya langsung pergi karena merasa gak enak.
Jeje duduk termenung di sofa sambil membayangi kejadian tadi. Melihat makanan di meja Jeje sedih karena rencananya gagal.
" Luna. Luna!. perempuan itu yang buat Jepri berubah seperti ini. aku benci kamu Luna!!. Jeje mengepalkan tangannya.
Tidak lama Jepri turun memakai kaos dan mambawa koper.
Melihat Jepri turun Jeje langsung berdiri.
" Kamu mau kemana?". Tanya Jeje sambil mendekati Jepri. Mata Jeje tertuju sama leher Jepri yang banyak tanda kepemilikan.
Tanda itu?. Batin Jeje terkejut.
" Saya mau tidur di kantor!" Jawab Jepri ketus. Jeje langsung
memeluk Jepri dengan erat sambil memastikan tanda di leher Jepri .
" Kamu marah sama aku Ji?".
Jepri melepaskan tangan Jeje dari tubuhnya, ia langsung melangkahkan kakinya dan keluar. Jeje sakit hati diperlakukan seperti itu sama Jepri.
Aku harus cari tau siapa orangnya yang sudah berani menyentuh kamu Ji. Kata Jeje dengan kesal.
__ADS_1
Setelah Jepri naik taksi, Jeje langsung bergegas mengikuti Jepri dari belakang .
Bersambung. terimakasih. maaf lama updatenya.🙏