Sandiwara Menjadi Cinta

Sandiwara Menjadi Cinta
53


__ADS_3

Jepri ingin sekali cepat-cepat sampai ke rumah dan menanyakan nya langsung sama Luna.


" Tuan, gimana soal metteng besok?”.


Jepri menatapnya dengan tatapan tajam. Melihat Jepri seperti itu Semi paham ia tidak bicara lagi.


" Berapa jam lagi kita sampai Sem?".


" 2 jam tuan muda". Jepri terus melihat jam.


Di rumah Jeje memberi susu sama suaminya dan ia campur dengan obat tidur.


Setelah melihat suaminya tidur, Jeje bergegas pergi ke dapur untuk memberikan teh sama ibu mertuanya.


" Dan kamu juga nenek tua, malam ini kamu harus tidur terlelap karena aku ingin menyambut Jepri sendiri!".


Jeje pergi ke kamar Ziya, sebelum masuk Jeje mengetuk pintunya dulu.


" Masuk" Terdengar sura Ziya dari dalam menyuruh Jeje masuk ke kamarnya.


" Bu, ini teh untuk ibu" Jeje memberikan teh itu langsung ke tangan ibunya.

__ADS_1


" Ayo di minum bu mungpung masih hangat" Jeje agak sedikit memaksa agar ibu mertuanya langsung minum. Ziya tidak ada rasa curiga langsung meminumnya sampai habis.


Jeje senang melihat ibunya meminum habis teh yang sudah di campur dengan obat tidur..


" Bu, saya tidur dulu ya?".


" Terimakasih Nak, biar ibu yang menyambut Jepri nanti malam!". Jeje hanya mengangguk sembari tersenyum jahat.


Ibu salah, karena hanya aku yang menyambutnya bukan ibu atau wanita ****** itu. Jeje menutup pintunya dengan rapat lalu menguncinya dari luar.


Aku yakin obat itu sebentar lagi akan beraksi. Jeje segera menyuruh Lila tidur dan istrhat.


Jeje mencari pakaian yang sedikit menerawang, ia memakai pakaian tidur yang memperlihatkan tubuhnya yang indah. Melihat tubuhnya di cermin Jeje tersenyum senang.


Di tangannya ia memegang obat lain. Dengan obat ini kamu akan beri aku anak Ji, dan aku tidak akan biarkan ini gagal. Obat itu obat perangsang.


Jeje memasukkan obat itu ke dalam air, dan ia akan berikan nanti sama Jepri.


Melihat jam pukul 10 malam Jeje sudah tidak sabar, ia memakai parfum yang sangat Jepri sukai.


Sampai dirumah Jepri langsung turun dari mobil tampa Semi membukakan pintunya terlebih dahulu. Jeje yang sudah lama menuggu Jepri datang mendengar suara mobil cepat-cepat membuka menurunkan bajunya sedikit agar terlihat belahan dada nya. Jeje bersiap untuk membukakan pintunya.

__ADS_1


Melihat Jeje yang bukakan pintu Jepri tidak begitu memperhatikannya.


" Ji, bukannya kamu dua hari di luar kota?". Jeje pura-pura bertanya.


Jepri tidak mendengarnya ia langsung jalan ke arah kamarnya.


" Ji tunggu, apa kamu mau minum dulu atau makan?" Jepri tidak menjawabnya ia terus melangkahkan kakinya menuju tangga. Tiba-tiba Jeje memeluknya dari belakang.


" Ji, setidaknya kamu minum dulu, aku cuma minta kamu minum itu saja". Jepri memang haus iya tidak curiga sama Jeje.


" Mana minumnya?" Pinta Jepri. Jeje seperti dapat angin segar ia melepaskan pelukannya lalu pergi ke dapur dan membawa air minum yang sudah di campurnya.


Jepri meneguknya sampai habis. Jepri hendak jalan lagi. Jeje lagi-lagi memeluk Jepri.


" Ji aku kengen?". Jepri tidak bergeming.


" Lepas, atau Japran dan ibu akan lihat!". Jeje makin mempererat pelukannya.


" Ji, jika wanita itu tidak mau memberi mu anak aku siap, aku ingin anak darimu".


Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2